Selamat Datang 어서 오세요

Featured

Assalamu Alaikum…^_^

안녕하세요, 친구들… 잘 지냈어요? 어서 오세요.

Teman-teman, selamat datang di catatan kecil saya, Chrysant’s Park. Silahkan berkunjung dan menikmati taman ini. Silahkan duduk di bangku mana saja yang nyaman untuk menikmati taman biru ini. Semoga Anda semua betah berda di sini. 🙂

Oya, taman kecil saya ini adalah pindahan dari firstychrysant.multiply.com. Taman biru ini berisi catatan-catan kecil tentang apa saja yang ingin aku tulis. Bisa berisi tentang catatan harian, tentang Korea, dan juga tentang Padang. Saya berharap semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya ^__^

Dan jika ada catatan yang menarik bagi teman-teman, dan hendak hendak men-share atau meng-copypaste di blog dan media lain dipersilahkan saja tapi dengan syarat harus membuat link ke blog ini, dan anda meminta izin melalui jejak komen di halaman ini, karena ini adalah catatan pribadi yang referensinya diambil dari berbagai sumber informasi.

Atau Anda bisa minta izin via email : firsty.chrysant@gmail.com, tetapi karena saya jarang melihat email yang ini, sebaiknya minta izinnya di komen aja ya… 🙂

Terima Kasih

Firsty Chrysant

NB : Berikut ini beberapa tulisan saya tentang Korea

  1. Buku Cara Mudah Belajar Bahasa Korea (쉽게 한국어를 배워요).
  2. Hanok (한옥), rumah tradisional korea. Restoran korea Mr. Park.
  3. Hanbok (한복), baju tradisional korea. Pribahasa Korea (속담).
  4. Seoye (서예), kaligrafi korea atau seni menulis indah korea.
  5. Hallyu (한류), Korean wave atau gelombang korea. Oppa hunter Korean Man Hunter.
  6. Kimchi (김치) atau asinan korea. Tips cari cowok korea.
  7. Chaebol/jaebol (재벌), konglomerat korea.
  8. Hanguk Munhwawon (한국 문화원) Pusat Kebudayaan Korea Jakarta.
  9. Belajar bahasa Korea. Belajar bahasa Korea.
  10. Janggo atau Janggu, musik tradisional Korea.
  11. Makanan korea (한국 음식).
  12. Alasan kenapa orang korea senang tinggal di Indonesia.
  13. Budaya korea bag : 1. Budaya korea bag 2.
  14. Sejarah Hangeul dan Huminjeongeum.
  15. Idgham alias dengan dengung dalam bahasa Korea.
  16. Pandangan bos korea terhadap karyawan orang Indonesia.
  17. Arti percaya kepada tuhan bagi orang korea.
  18. Learn Indonesian Language for Korean People.
  19. Jiphyeonjeon (집현전) Lembaga Ilmu Pengetahuan Kerajaan Joseon.
  20. Jeongak (전악), Musik Klasik Korea.

Marugame Udon Kota Kasablanka : Udon dan Tempura

Di mol Kota Kasablanka, salah satu resto Jepang yang selalu sangat ramai pada saat jam makan adalah restoran Marugame Udon. Selalu saja ramai pengunjungnya. Setiap saya ke sana setiap jam makan, selalu ada antrian di sana. Bangku-bangku restoran selalu hampir penuh. Bahkan pada saat bukan jam makan pun, restoran ini tetap ramai pengunjung.

Jadi, suatu sore, saya janjian mau ketemu Ria di mol Kota Kasablanca. Kata Ria dia juga ajak Andi. Jadi kami ketemuan bertiga. Saya tiba lebih duluan. Saya duduk saja menanti mereka di salah satu bangku sofa panjang yang disediakan bioskop.

Setelah hampir setengah jam menunggu, datang Andi. Saya sudah lama banget ngga ketemu Andi. Dan ternyata Andi udah gemukan dia sekarang, padahal dia dulu cungkring banget loh, hehehe (maap ya Ndi). Kami berdua ngobrol nglor ngidul asyik sambil nunggu Ria datang.

Begitu Ria datang, kami segera ke ticketing film. Dan ternyata film yang mau kami nonton udah ngga tayang lagi sejak kemaren. Yaaah, penonton kuciwaaa…

Akhirnya kami sepakat makan aja di bawah. Di lantai LG ya kalau ngga salah, yang isinya kebanyakan restoran dan juga ada carefour di situ. Kami muter-muter bingung hendak makan apa. Mau makan ramen di ikkudo Ichi pengunjung rame banget, Tempatnya juga ngga terlalu besar dan pengunjungnya juga sangat ramai. Ngga bisa nongkrong lama nih 😛

Akhirnya kita memutuskan makan di resto Jepang juga, Marugame Udon. Lokasinya yang berada Persis di pojokan lantai LG, yang di sebelahnya adalah gang Mesjid Al Ikhlas mol Kasablanka. Lokasinya sangat strategis dan gampang mencarinya. Patokannya, depan pintu mesjid mol kokas saja, udah. Pasti bakal ketemu.

Kami sama-sama belum pernah makan di sini sebenarnya. Yang membuat kami memutuskan mau makan di sini adalah, restoran Marugame Udon ini menggaransi kehalalan makanannya karena mereka mempunyai logo halal dari MUI yang terpajang di depan resto. Itu yang penting. Bukan cuma sekadar keterangan “No Pork” di area depan restoran seperti beberapa restoran asing lainnya.

Menu udon di sini berbagai macam. Mulai dari jenis udon yang paling sederhana (yang hanya udon dan kuah) sampai dengan Udon yang yang dilengkapi daging dan daging ayam. Namanya pun aneh-aneh bagi saya. Ngga ngerti saya mah. Kalau masakan korea saya masih paham, hehehe.

Karena saya dan Andi akhirnya ditraktir Ria, saya pilih menu yang paling murah aja, hahaha. Saya mah gitu orangnya, kalau ditraktir bukan orang yang aji mumpung trus pilih menunya yang mahal, nggak. Malah saya pilih menu yang paling murah. Nggak enakan sayanya, malu saya, hahaha.

Tapi semurah-murahnya juga harganya di atas 30 an ribu. 34 ribuan, kalau ngga salah. Plus ocha panas yang 10 an ribu. Itu harga yang paling murah, hehehe. Untuk Ocha bisa refill air panas gratis sepuasnya. Kadang otak saya ngga ngerti, kenapa ya mi semangkok aja harganya bisa semahal itu ya? *serius saya mikiiir 😛

bahasa kerennya tempura. Tapi kata saya mah bakwan atau bala-bala juga, hehehe.

Soal rasa, udon ini cocok dengan lidah saya. Udonnya enak. Kalau ngga salah ada 2 jenis kuahnya. Tapi saya lupa apa aja jenisnya. Saya pilih kuah yang original kalau ngga salah. Saya yang si ratu kuah, pas mesan di awal minta tambah banyakin kuahnya, tapi ngga jadi. Karena kata mba yang melayani kami, tambah kuah bayar lagi. Laaah, kuah doang jeung? Gitu amat dah, 😛

Oya, di sini juga tersedia berbagai macam tempura. Termasuk tempura sayur. Kalau menurut saya sih, tempura sayur ini sama aja kaya bakwan sayur atau bala-bala di kita. Saya ngga terlalu tertarik makan tempuranya. Karena harga cukup mahal. Kan saya sudah bilang tadi, kalau saya ditraktir saya ngga mau pilih menu yang mahal-mahal, hehehe.

Resto ini, selain rasanya enak, tempatnya di sini asyik. Ruang restonya juga gede dan bangkunya juga lega. Jarak antar bangku juga lega. Jadi asyiklah makan di sini. Ngga ada daftar antrian juga walau ramai, jadi ngga harus buru-buru keluar kalau sudah selesai makannya.

 

 

Danau Tarusan Kamang, Bukittinggi, Agam : Danau Dua Wajah

Permukaan air yang sudah sangat menyurut

Tahun 2015, Tarusan Kamang mendadak terkenal di kalangan jagat sosial media. Ia sontak menjadi terkenal di Sumatera Barat. Tarusan Kamang merupakan telaga yang besar yang ada di daerah Kamang, Bukittinggi. Lebaran 2015, berbondong-bondong masyarakat liburan ke sana. Padahal, tarusan tersebut sudah lama ada, tapi tiba-tiba jadi populer karena peran sosial media

Nama telaga yang biasa disebut tarusan oleh masyarakat di sana (nama nagari di sana juga bernama Tarusan), tiba-tiba berubah juga menjadi Danau Tarusan Kamang. Padahal tarusan sendiri bisa berarti telaga atau sumber air. Jadi, selanjutnya saya akan menyebutnya tarusan saja ya.

Continue reading

Berjuang Menjaga Semangat Ngeblog

Okey, saya kan lagi ikutan ODOP atau One Day One Post di komunitas blogger muslimah kan ya. Tapi saya hanya ikutnya dari luar arena aja. Ngga mau ikutan daftar secara resmi di grup FB Blogger Musliamah. Karena saya ngga mau nantinya berasa diuber-uber buat postingan setiap hari, hehehe.

Tapi walaupun saya ikutnya secara nggak resmi di luar ring, sekarang saya sudah menyerah, hehehe. Saya udah merasa capek di hari yang ke 5 ini, hahaha. Udah mau berhenti saja rasanya. Karena saya bingung mau maksain nulis apa gitu.  Udah buntu otak saya, ngga tau lagi harus menulis apa, hehehe.

Continue reading

Target Pencapaian Hidup

Setiap orang mempunyai batasan-batasan sendiri dalam dalam menetapkan standar pencapaianannya. Ada yang ketat dan tegas terhadap dirinya sendiri dalam mewujudkan apa yang hendak dicapai tersebut. Ada pula yang mempunyai standar yang longgar atau malah nggak mempunyai batasan sama sekali.

Saya punya teman. Kerjaanya ngajar les. Les sempoa sama les baca. Ya, hanya les baca dan sempoa. Tapi muridnya banyak dari pagi sampai sore, bahkan pas saat magrib. Karena muridnya banyak beberapa tahun ini, maka tiap bulan gajinya gede banget juga. Udah 8 dijit (8 dijit loh yaaa) tiap bulannya. Keren banget kan ya, seorang guru les bisa punya gaji di atas 10 juta.

Continue reading

Dimana Batas “Lagi Ngga Ada Duit”?

Ngutang, pinjem duit? Pernah ngga diantara teman-teman ngutang atau pinjam uang sama teman-teman atau saudaranya ga? Kalau ada yang ngga berhutang, luar biasa banget ya. Berarti rezekinya, selalu dicukupkan oleh Yang Maha Penguasa. Tapi ada ngga sih yang ngga berhutang dalam kehidupannya ini ya? *masih aja nanya… 😛

Tapi, kalau saya dan teman-teman saya mah udah biasaaaaa banget pinjam meminjam uang dalam pertemanan. Kaya udah ilang urat malu soal pinjam memijam uang, hahaha. Habis mau gimana lagi coba, duit lagi ngga ada sementara kita punya kebutuhan yang sangat mendesak. mau ngga mau minjem sama teman.

Continue reading

One Day One Posting, Bisakah Saya?

Jadi teman-teman, ceritanya di salah whatsapp saya ada namanya grup blog yang isinya semuanya cewek. Namanya Blogger Muslimah. Disingkatnya BM. Group BM ntu sekarang lagi bikin even yang namanya disebut odop. Yaitu, one day one posting. Satu hari satu postingan selama Bulan Agustus mulai dari tanggal 1 kemaren.

Saya ngga ikut daftar even tersebut karena ngga yakin bisa nulis blog setiap hari. Minimal 300 kata. OMG, banyak bangetkan 300 kata (padahal dulu saya pernah buat 1800 kata, gempor saya, tapi kan semingg sekali, hehe). Takutnya gempor juga saya mah buat tulisan setiap hari gitu, hahaha.

Continue reading

Pencopetan di Mushala Stasiun Tanah Abang

Ini bukan di mushala stasiun tapi mushala mall Citralen Grogol

Hari Jumat kemaren, saya shalat magrib di mushala Stasiun Tanah Abang. Pas saya masuk mushala, orang belum azan, tetapi jemaah udah penuh menunggu waktu azan yang mungkin hanya semenit dua menit lagi aja dikumandangkan. Alhamdulilah masih dapat satu mukena buat shalat. Ada satu yang tergeletak, jadi bisa ikutan shalat jemaah.

Sekeluar dari mushala seusai shala, saya liat mba-mba sekitar mahasiswa tingkat akhir, atau mungkin maksimal berumur 24 – 25, dengan muka yang sangat panik dan pucat. Dua atau tiga empat orang mengelilinginya. Saya kepo nanya ke orang, itu ada apa. Dijawab orang tersebut, kalau si mba itu kecopetan dompet dan hapenya.

Continue reading

Big Drama si Mr. Delay, Lion Air

Akhirnya saya insaf juga dari nikmatnya libur lebaran. Saya segera beli tiket balik ke Jakarta setelah sebulan 10 hari di rumah. Kalau mau ikutin hati, di rumah itu enak banget. Meskipun capek ngurus rumah, masak, ngurusin keponakan, berada di rumah itu sangat menyenangkan. Dan bisa dibilang saya malah ngga jalan selama di rumah libur lebaran kemaren.

Drama pembelian tiket dimulai dengan mahalnya harga tiket balik Padang – Jakarta. Okelah, ha itu disebabkan karena lebaran, okelah puaaham banget, (walaupun lebaran udah lewat 3 minggu lebih, hehe). Saya sebagai konsumen pasrah aja. Walaupun gondok juga saya dengan harga tiket di atas 1,4 juta. Yang penting balik Jakarta dulu dah, hahaha.

Continue reading

Tarif Tiket Lebaran Jakarta – Padang Melangit Hampir 4 Jutaaan

Kalau ngomongin soal mudik, pasti bakal ngomongin tiket buat mudik (kayanya saya selalu ya bikun tulisan tentang tiket mudik, hahaha). Dan saya selalu stres pake buaaaaanget kalau udah ngomongin tiket mudik. Tiket mudik ke Padang saat lebaran luar biasa mencekek leher. Yang luar biasa bikin ngap, bengek atau sesak napas akut, hahaha.

Lebaran kemaren, saya baca berita kalau harga tiket pesawat ke Padang dari Jakarta pada H minus 1-2 mahalnya tak terkira. 3,95 juta pakai Garuda dan Batik Air 3,5 juta sekali jalan. Sekali jalan looooh, bukan bolak balik. Coba tambahin lagi tiket balik lagi ke Jakarta, berapa tuh penumpang harus bayar? Itu harganya udah nggak masuk akal lagi kan.

Continue reading

Mati Gaya Tanpa Smartphone dan Asyiknya Tanpa Smartphone

Masih tentang hape saya yang hilang sebulan yang lalu, hehehe. Serius, jaman sekarang tanpa smartphone ditangan benar-benar bikin hidup mati gaya. Padahalkalau dipikir-pikir sebelum saya punya smartphone sejak awal 2013 (iya, saya telat punya smartphone, hehehe), rasanya saya ngga pernah merasa mati gaya kaya gini, hehehe.

Sekarang, berasa bangat betapa saya mati gaya. Mati gaya bangeeet malah, hahaha. Jadi, biasanya kalau saya nunggu seseorang atau lagi antri lama atau lagi ngga ngapa-ngapain, masih bisa beraktifitas sembari ngisi waktu ketak-ketik hape yang dipegang. Ngga mati gaya.

Continue reading

Hape Hilang Itu Bikin Nyeseeeek Banget

Hape-hape teman saya 4 tahunan yang lalu. Sekarang yang saya pake adalah hape paling kiri hehehe. Cuma bisa buat nelopon sms doang.

Pemirsaaah…
Kehilangan hape itu rasanya sesuatu bangeeet…
Kehilangan hape itu bikin hati nyeseeeeek bangeeet…

Sakitnya tuh di siniiii… *tunjuk jantung.
Ngenesnya tuh di siniiii *tunjuk jantung lagi.
Nyeseknya tuh di siniiii *masih nunjuk jantung
Sedihnya tuh di siniiii *lagi-lagi tunjuk jantung,hehehe.

Continue reading

Catatan Kecil Mudik Lebaran

Hallo temana-teman, apa kabar puasanya di 10 hari terakhir ini? Semoga kita semakin istiqamah dalam menjalankan ibadah ramadhan ya. Dan semoga kita bisa meningkatkan amal ibadah ramdhan kita yaaa. Aamin ya Allah.

Dan gimana juga kabar ngeblognya? Alhamdulillah puasa saya baik, tapi ngeblog-nya malaaas banget. Pun kalau masih mau ketak ketik malas publisnya karena ngga bisa buka lepy di rumah. Ngga buka buka lepi karena udah males saking capeknya jadi petugas umum di rumah, hahaha.

Continue reading

Fave Hotel Tanah Abang Cideng Timur

Ini masih ada kaitannya dengan reunian kecil-kecilan sata dengam teman-teman sekolah. Pada malam pertama teman saya tiba di Jakarta memilih nginap di hotel Zuri Express Mangga Dua Dalam. Karena teman saya mau shopping di Mangga Dua keesokan harinya.

Dan setelah selesai shopping di Mangga Dua seabis zhuhur, mereka kemudian shipping ke Tanah Abang dan Thamrin City. Jadi kami pun besol desa ke hotel yang lebih dekat dengan Tanah Abang. Hotel yang saya pilih adalah Fave Hotel Tanah Abang, di jalan Cideng Timur.

Continue reading

Kamu Demennya Cowok Korea Ya?

gambar dari google. Drama Kill Me Heal Me

Pertanyaan yang menjadi judul postingan ini, atau pertanyaan yang bernada sama dengan judul tersebut, sering banget ditujukan ke saya. Hanya karena saya menyukai drama korea dan bahasa Korea.Padahal ya, saya ngga maniak-maniak amat loh sama drama Korea, dibandingin orang lain mah.

“Tipe cowok yang lo mau yang kaya orang Korea ya?”
“Lo demennya cowok Korea ternyata!”
“Lo belajar bahasa Korea karena lo mau sama cowok Korea ya?” —-> (enak banget yah lo ngomong ya, gue susah-susah cari uang, trus gue buang-buang uang buat belajar bahasa korea hanya karena gue suka cowok korea? Ntuh mulut jangan asal ngejeplak aja dah kalau ngomong. Nih orang ngga pake mikir ngomongnya, hahaha…).

Continue reading

Bakso Bom Mas Erwin Cabang Kelapa Gading

Hayooo… Siapa yang suka baksoo? Kayanya hampir semua orang pada suka bakso ya. Termasuk saya juga sangat suka bakso. Dari kecil sampai SMA hampir tiap hari saya makan bakso. Seriuus looh, hampir tiap hari sepulang sekolah saya sama teman-teman saya makan bakso. Karena makan bener-bener makanan yang sangat menggugah selera. Hmmm yummy…

Nah, kemaren minggu 14 Mei, saya diajak teman saya Ria dan komunitas blogger makan bakso di Bakso Bom Mas Erwin cabang Kelapa Gading. Diajak makan baksonya mau laah, hehehe. Bakso Mas Erwin cabang Kelapa Gading ini baru buka seminggu sebelumnya, tanggal 7 Mei. Dan lokasi pondok bakso benar-benar sangat premium, di jalan Boulevard Raya Kelapa Gading.

Continue reading

Beauty and The Best

gambar : google

Rasanya tidak ada yang tidak kenal dengan cerita dongeng Si Cantik dan Si Buruk Rupa ini. Ini adalah kisah yang sudah melegenda bagi anak-anak. Dan saya adalah yang termasuk menyukai dongeng yang berlatarkan negara Prancis ini.

Begitu film yang dibintangi Emma Watson ini akan diputar di bioskop Jakarta, saya sudah menjadwalkan untuk menonton film ini. Karena selain Cinderella, saya sangat menyukai Si Cantik dan Si Buruk Rupa. Dan yang lebih-lebih membuat saya ingin menontonnya adalah karena yang menjadi Belle-nya adalah Emma Watson, hahaha.

Continue reading

Random : Bukit Bintang, Mesjid Jamek, Pasar Seni, Jalan Petaling, Kuala Lumpur

GO KL Purple, jurusan Pasar Seni Bukit Bintang.

Okey, saya lanjut lagi bikin catatan jalan ke Malaysia. Catatan sekadar buat pengingat aja. Terakhir saya buat rekam jejak di Menara Kembar Petronas Kuala Lumpur. Biarngga lupa dari ingatan. Maklum, otak dan pikiran kita ngga bisa menyimpan semuanya kan. Ada yang terlupa dan ada yang tetap ingat. Ada yang terlupa tapi kemudian diingatkan melalui sebuah catatan atau foto. Makanya saya buat aja rekam jejak di sini. 🙂

Setelah puas piknik dan foto-foto piknik di Menara Kembar Petronas, kami segera beranjak dari taman menara kembar. Kami naik bus Go KL yang merupakan bus gratis di KL. Kami liat bus dengan tujuan Bukit Bintang, kami naik saja. Bus Go KL tersebut padatnya luar biasa. Sama seperti naik busway sekitar jam 6 – 7, jam pulang kerja di Jakarta. Napas jadi ngap, jadi sesak.

Continue reading

Piknik di Menara Kembar Petronas Twin Tower, Kuala Lumpur

Saya lanjut lagi ah cerita jalan-jalan yang ngga jadi ke Genting Highland, Malaysia. Setelah ngga dapet tiket bus ke Genting kami akhirnya jalan ke Batu Cave. Sepulang dari Batu Cave yang panasnya luar biasa terik, kami pun melanjutkan jalan ke Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Tower.

Kami keluar stasiun Menara Kembar dengan agak sedikit bingung. Mol tempat keluar bukan bukan mol menara kembar. Pas keluar mol ternyata kami berada di seberang jalan menara kembar. Setelah nanya-nanya akhirnya kami tiba di mol menara kembar. Kami segara keluar dar mol. Eh kami lagi-lagi salah, hehehe.

Continue reading

Rubuhnya Rumah Gadang Kami

sekarang, rumah gadang yang ada di Koto Baru, Solok ini sudah benar-benar rubuh… *nangis

Sekilas judulnya kayanya cerita AA. Navis ya, yang berjudul : Rubuhnya Surau Kami. Tapi memang sih idenya dari judul novel tersebut, Rubuhnya Rumah Gadang Kami. Rumah gadang yang rubuh yang aku posting ini adalah rumah gadang banyak saya liat yang sudah mau hancur karena sudah dihuni lagi oleh pemiliknya.

Sebenarnya sedih liat rumah gadang yang mau rubuh ini, tapi mau gimana lagi coba. Saya walaupun pecinta rumah gadang, tetaplah orang lain yang hanya bisa sedih, tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pada kenyataannya di kampung-kampung Sumatera Barat banyak sekali ditemukan rumah kosong yang tak berpenghuni.

Continue reading

Gagal ke Genting Highland, Akhirnya Jalan ke Batu Cave, Bukit Gombak

Hmmm… Saya ngga tau mau nulis apa nih.Bingung,hehehe. Eh tapi teringat catatan rekam jejak jalan-jalan ke KL yang belum dibuat. Padahal sudah hampir setahun setengah yang lalu. Ya udah,akhirnya saya buat aja dah,dan mencoba mengingat-ingat lagi apa yang bisa teringat.

Pagi-pagi setelah bangun, setalah semalam kami kecapekan ngesot geret-gerat koper nyari Hotel City Inn, kami segera bersiap-siap buat berangkat ke Genting Highland. Kata ngkong-ngkong yang jaga hotel, kami harus naik di terminal Pudu. Lurus aja jalan ke sana, katanya mengarahkan kami. Okelah, Ngkong. Begitu kami keluar dari penginapan, kami nyari makan buat sarapan dulu, di depan stasiun Pasar Seni.

Continue reading

Islamic Book Fair 2017 di JCC Jakarta

Seperti biasa, kalau ada book fair (bukfer), entah itu Indonesian Book Fair, Islamic Book Fair atau Jakarta Book Fair saya selalu berusaha untuk datang. Rasanya rugi ngga datang. Walaupun kadang-kadang saya hanya membeli buku yang diskon besar-besaran, hehehe.

Nah kemaren kan ada bukfer juga di JCC, Islamic Book Fair. Biasanya bukfer ini diadakan di Istora Senayan, sekarang diadakan di JCC. Alasannya karena Istora sekarang sedang dalam renovasi untuk persiapan Asian Games 2018 yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang. Karena diadakan di JCC, maka bukfer kali ini pakai tiket masuk sebesar 5000 perak. Padahal kan biasanya kan gratis masuk area bukfer.

Continue reading

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Untuk Warga Negara Asing (WNA)

SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau yang lebih dikenal dengan Surat Keterangan Berkelakuan Baik tidak hanya dibutuhkan oleh warga negara Indonesia atau WNI. Warga negara asing yang tinggal di Indonesia juga membutuhkan SKCK uantuk berbagai keperluan.

SKCK untuk WNA bisa dibuat di Kepolian Daerah atau Polda, atau juga di Mabes Polri Kebayoran Baru. Akan tetapi, bagi WNA yang sedang mengurus proses Naturalisasi atau proses menjadi warga negara Indonesia, SKCK-nya harus dikeluarkan oleh Mabes Polri di jalan Trunojoyo No. 3, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Continue reading

Gaya-Gayaan Ngemol Kere di Sky Bridge GI

Jadi ya teman-teman, tadi sore (ini kejadian hari Rabu kemaren sih, hehehe) ketika saya pulang, saya mampir sebentar di Tanah Abang. Begitu selesai urusan saya langsung pulang naik angkot M-10 di seberang stasiun Tanah Abang. M-10 ini jurusan tanah Abang – Jembatan 5 (Pasar Pagi Asemka).

Saya sih berharap angkot ini tidak melewati Blok B dan Blok A, tapi memutar ke Jati Bundar dan kemudian tiba lagi di depan stasiunTanah Abang arah ke Jati Baru. Tapi ternyata si babeh sopir angkotnya lewat ke depan Blok B dan Blok. Daan, di tikungan dekat tanjakan yang menuju Blok A dan Blok B sudah macet parah.

Continue reading

Hotel Zuri Express Mangga Dua Dalam, Jakarta

Sewaktu saya reunian kecil-kecilan sama teman-teman sekolah saya akhir maret yang lalu, teman.saya minta bantuan saya buat booking hotel. Tapi ternyata teman saya juga dibookingin hotel oleh suaminya di Hotel Zuri Express Mangga Dua Dalam. Jadilah malam itu kami tidur bertiga di Hotel Zuri Express ini.

Hotelnya ini kece dengan mengusung konsep minilis. Tapi walaupun minimalis dan berukuran standar, kamarnya tetap terlihat lapang. Kamarnya juga bersih. Lemari bajunya juga tersedia walaupun kecil. Lemari baju ini berjejer dengan meja dan bangku santai di pinggir jendela. Jadi kamar yang kami tempati jadi tampak lebih lapang.

Continue reading

Hebohnya Reunian Setelah Belasan Tahun.

Sekitar sebulan yang lalu, 2 orang teman sekolahku ke Jakarta. Andria dan Afrina. Mereka ini teman akrab semasa kami jadi siswa putih abu-abu. Afrina adalah salah satu teman akrab saya sewaktu di SD dimana kami dulu pernah disabet satu kelas sama guru, hahaha. Sementara dengan Andria, saya tidak akrab sejak zaman sekolah. Bahkan dia sempat tidak ingat sama sekali pada saya sewaktu ‘bertemu’ lagi di WAG sekilah.

Dengan Andria, saya belum pernah bertemu lagi setelah kami lulus sekolah. Sementara dengan Afri adalah adalah masih beberapa kali bertemu sejak kami sama-sama kuliah di Padang. Intinya kami sudah belasan tahun tidak bertemu, hehehe. Jadi terbayang dong ya pertemuan kami bakal seru bangeeet nantinya.

Continue reading

Pengennya Ganti Thema Blog, Tapi Ngga Jadi

Belakangan ini saya pengeeen banget ganti tema blog saya ini. Tema yang saya gunakan sekarang tidak pernah diganti sejak awal punya wordpress, empat setengah tahun yang lalu. Jadi pengen juga ganti suasana ‘penampakan’ taman biru saya, hehehe.

Tapi ya, saya juga merasa sangat sayang mengganti tema sekarang ini. Karena saya sangat menyukai tampilan blog saya. Dan juga tampilan blog saya yang sekarang sudah menunjukan saya banget. Udah ngeresep di hati. Bertahun-tahun hanya dengan tampilan yang sama. Jadinya sedih aja kalau ganti tema lagi. Saya kuatirnya nanti akan ngerasain rasa yang beda kalau ngeliat tampilan baru blog saya, hahaha.

Continue reading

Sahabat dan Persahabatan Semasa SMP di Lingkungan Rumah

Gerbang Janjang saribu, Ngarai Sianok di samping Mesjid Baiturahman, Bukik Apik

Emang beda persahabatan di rumah dan di sekolah yaaa? Yuuuppp… Beda banget. Teman-teman di sekolah ngga kenal sama teman-teman di rumah. Sahabat-sahabatku ini notebenenya adalah tetanggaku. Ngga cuma tetangga, kami juga satu mesjid, tempat kami sekolah madrasah sore hari. Dan kami juga terbiasa shalat magrib berjamaah.

Mereka adalah Riri dan Titi. Titi satu tingkat dibawahku, dan Riri dua tingkat di bawahku. Kami akrab karena sama-sama aktif di mesjid dan remaja mesjid. Kami sering ikut MTQ, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai tingkat kota. Berbagai cabang MTQ di kami ikuti. Juga lomba qasidahan antar remaja mesjid di kota dan Kabupaten Solok, hehehe.

Continue reading

Sahabat dan Persahabatan Semasa SMP

Sewaktu aku kelas 1 SMP, bisa dibilang aku ngga punya sahabat dekat. Aku jadi sangat berbeda dengan di SD yang mempunyai banyak kenangan masa kecil. Di SMP kelas satu aku cendrung menyepi dari pergaulan. Aku hanya menjadi pemerhati yang berada di luar garis, hehehe.

Aku pendiam jadi tidak ada yang benar-benar akrab. Semuanya sama saja bagiku. Sama Efira yang paling pintar aku cukup dekat karena banyak teman yang kurang suka dengan idealismenya : ngga boleh dicontek pr-nya, apalagi pas ujian, makin ngga boleh. Kalau aku tipenya longgar, aku ngga masalah kasih aja pr-ku sama teman-teman. Atau kalau aku lagi malas bikin PR, nyontek juga.

Continue reading