Sepenggal Cerita Hari Raya Idul Fitri 2021

Danau Talang

Pengen ceritaaa dah saya. Eh mungkin pengen curhat kali ya, hehehe. Ini cerita tentang lebaran ya. Mulai dari persiapan lebaran yang cukup melelahkan. Karena memang sangat banyak yang dikerjakan atau dilakukan dalam persiapan perayaan lebaran. Musti dong ya, lebaran (iedul fitri) setahun sekali ini aja kok, hehehe.

Seperti biasa dua atau tiga hari sebelum lebaran ibu saya sudah sibuk beli-beli segala macam persiapan untuk hari raya iedul fitri. Khususnya soal masakan yang musti dimasak. Ibu saya sudah mulai sibuk beli-beli ayam untuk lauk pauk, daging untuk dibuat rendang atau gulai daging, sayuran buncis untuk gulai ketupat lebaran, dan juga kulitr ketupat.

Oh iya, dan tentu saja ya, kita tidak hanya menyiapkan pembuatan lontong/ketupat lebaran dan segala macam lauk pauknya. Tetapi juga segala macam printil-printilan lainnya yang wajib ada saat hari raya. Entah itu kue lebaran, juga minuman yang akan disediakan. Pokoknya semuanya deh, kaya orang-orang lainnya yang juga melakukan hal yang sama dalam menyambut hari raya iedul fitri.

Danau Dibawah

Semua-semua yang sudah dibeli tersebut semuanya dibersihkan, trus ada yang disimpan dulu di kulkas atau juga ada yang langsung dimasak. Serius, yang namanya persiapan untuk lebaran benar-benar bikin hayati lelah, Bang, hehehe. Tapi tentu saja menyenangkan dan membahagiakan. Soalnya lebaran kan, pasti (Insya Allah) bikin hati riang gembira, bahagia cetar membahana.

Oiya, sejak 3 – 4 hari sebelumnya juga, bersih-bersih rumah kan ya. Terutama ganti-ganti gorden kaca dan gorden pintu kamar. kan gorden yang ada sudah terpakai dua/tiga bulan, hehehe. Juga kain hiasan untuk sandaran kursi dan taplak meja serta taplak meja makan. Kesemuanya, wajib ganti yang bersih, Dan lain-lain sebagainya yang musti ada. Juga musti bersih-bersihin karpet, ganti karpet juga. Maklumlah di ruamah banyak anak-anak yang bikin karpet seringkali jadi kotor, makanya musti ganti juga ya kan.

Wooooowww, badan saya luar biasa pegelnya, hahaha. Semuanya dilakukan demi menyambut hari raya nan fitri, apa sih yang ngga dilakukan, ya nggak. Kadang-kadang saking sibuknya beberes, kok ya shalat jadi agak terabaikan. Bukan terabaikan dalam bentuk malas-malasan, tetapi karena saking sibuknya, yang tadinya shalat di awal waktu, jadi melorot dulu hingga satu berikutnya. Abisnya, kan suka mikir ntar ah, ntar lagi nih, tanggung. Gitu mulu ya kan. Astaghfirullah.

Kapujan

Dan salah satu kegiatan yang musti ada dalam kesibukan menyambut hari raya adalah membuat rendang. Serius ya, ini hal yang paling aku sebel, hahaha. Soalnya yang namanya membuat rendang itu sangat merepotkan. Dan saya bukanlah orang yang akan berhepi ria jika dimintatolongin ibu saya untuk membuat rendang. Saya kapok ngurusin bantu bikin rendang. Udah lah bikinnya lama banget, bikinnya juga di tungku kayu. Aaaaaah, tidaaaak, kapok sayaaaaa, hahaha.

Pokoknya kegiatan mempersiapkan perayaan hari raya benar-benar menguras energi buangeeet. Kesibukan yang merepotkan dan bikin capek, hehehe. Maap ya pendapat saya agak anti mainstream ya. Tapi yang pasti kerepotan itu sangat menyenangkan sih karena kesokkan harinya ketika semua sajian dan makanan tersebut dinikmati bersama keluarga tercinta, di situ letak bahagianya, tul ngga? Ya betul dong… ^_^

Selamat Idul Fitri ya, Teman-Teman…  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s