Resto Pondok Raos Solok

Sepuluh tahun terakhir, dunia perkulineran di Solok, melaju dengan pesat. Kalau sebelumnya dunia perkulineran di solok hanya berupa lapau nasi atau warung nasi dan bakso, maka sejak sepuluh tahun ini berdiri beberapa restoran dan tempat ngopi yang lumayan representatif di Solo. Resto atau tempat nongkrong ini menjadi salah satu tempat orang orang melepas penat sambil makan bareng bersama keluarga, sahabat-sahabat atau juga rekan-rekan kerja.

Salah satu resto yang terkenal di Solok adalah Pondok Raos. Ini restonya cukup ramai setiap harinya. Karena (mungkin) lokasinya yang berada di pusat kota. Hanya sekitar 300 – 400 m dari pasaraya solok, termasuk di dalam jarak tersebut Universitas Maha Putra Muhammad Yamin, Kantor BRI Cabang Solok dan kantor Telkom. Dan dalam radius 200 meter juga ada Polres Solok Kota, rumah sakit Tentara dan juga SMP 1 yang hanya berjarak 100 m saja.

Faktor utama lainnya menurut saya adalah karena Pondok Raos ini merupakan restoran non rumah makan (nasi padang) dan warung non bakso yang pertama kali ada di Solok. Jadi resto ini sangat berbeda dengan pilihan makanan yang ada, jadi membuat animo masyarakat cukup tinggi ingin mencobanya. Apalagi kemudian rasa makanan yang tersedia cukup cocok dengan lidah orang-orang di Solok.

Soal rasa, tergantung lidah masing-masing orang ya. Kalau restorannya ramai, bahkan sangat ramai saat soredan jammakan malam, tentu lidah orang-orang sangat cocok dengan restoran ini. Kalau bagi saya, ada rasa makanannya yang sangat enak dan ada juga yang biasa-biasa saja. Nasi gorengnya enak, saya suka. Tapi untuk jenis mie kaya mie goreng, mihun goreng lebih enak di Resto Alam Solok dan De Relazion jauh lebih enak.

Urusan ikan mujair goreng saos padangnya, Resto Pondok Raos ini rasa-nya juara. Enak banget menurut saya. Tapi, saya belum pernah mencoba di restoran lain ya, tapi saya sangat suka saos ikan mujair di sini. Enak pake banget. Tapi urusan juga ifumie dan sayur capcay-nya, cukup enak tapi saya jauh  lebih suka ifumi dan capcay di AlamSolok dan di Pondok Luwe Resto. Di kedua resto tersebut, ifumi-nya juara dibanding ifumi di Pondok Raos.

Begitu juga kuah tomyam di resto ini, enak pakai banget. Rasa kuah tomyam di sini jauh lebih nendang dibanding kuah tomyam resto shabu-shabu Singapore Young Tofu dan di resto Racha. Saya sudah mencoba makan di lebih dari satu oulet Singapore Young Tofu, dan juga Racha, rasa kuah tomyamnya bisa saya katakan kalah enak dibanding Pondok Resto. Begitu juga tumiskangkung belacannya, enak banget, saya sangat suka.

Jadi soal rasa memang masalah lidah masing-masing orang ya. Tapi secara umum, rasa makanan yang sudah pernah saya coba di pondok raos ini enak-nya di atas rata-rata. Begitu juga soal minumannya juga enak dan beragam. Dan lagi, penampakan resto ini juga bagus dan nyaman. Jadi pantas saja restonya selalu ramai setiap hari.

Soal harga, hmmm, saya merasa harganya cukup mahal di sini. Harganya ngga jauh beda dengan resto waralaba yang ikonnya warna ungu yang sangat ramai di mal-mal yang ada di Jakarta. Tapi soal harga ini mungkin sudah ngga masalah dong ya bagi warga Solok. Berarti mereka udah mampu untuk nongkrong dengan makanan-makanan yang harganya di atas rata-rata hehehe.

Oya, akhir tahun 2020 resto ini pernah terbakar subuh-subuh. Jdi foto-foto ini adalah foto-foto yang saya ambil sebelum kebakaran di lokasi yang lama. Lokasi barunya berada di seberang jalan lokasi yang lama. Nah, lokasi yang baru ini dibangun ‘kilat khusus’ dengan tempat yang lebih milenial. Tapi saya belum pernah lagi nyoba makan di resto ini sejak berada di lokasi baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s