Akhirnya Dapat Tiket Untuk ke Jakarta

Gambar : Detik.com

Rindu itu Berat, kata Dilan. Benar, rindu itu berat. Ini, saya lagi merasakannya. Saya sedang rindu. Tapin bukan pada seseorang, melain rindu pergi ke Jakarta. Rindu dengan suasana Jakarta, termasuk rindu pada Jakarta yang macetnya yang minta ampun, hehehe. Pokoknya kangen berat aja dah dengan Jakarta. Kangan jalan ke Jakarta.

Saya pun akhirnya memutuskan ke Jakarta, menuntaskan rindu yang terpendam lebih dari 3 tahun, atau malah hampir 4 tahun. Dan sebenarnya, ada misi terselubung saya kalau balik ke Jakarta. Saya kalau bisa dapat kerjaan lagi di Jakarta. Bagaimanapun, bagi saya, Jakarta ibaratnya masih jadi kembang gula yang dikerumnin semut, wkwkwkwk.

Saya ke Jakartanya naik bus aja, ngga naik pesawat. Kangeeen banget naik bus ke Jakarta meski pernah merasa trauma naik bus (alasan aja kayanya ya, karena ongkosnya yang lebih murah, hehehe). Alasan pertama saya memutuskan naik bus adalah saya malas kalau harus colok-colok hidung dulu kalau naik pesawat, entah itu PCR atau pun antigen. Ngga mau dah saya dicucuk-cucuk lagi hidung saya.

Serius ya, saya trauma dengan tes PCR karena hidung saya sudah dicucuk-cucuk sampai 7 kali sewaktu kena kopit. Hadeeeuuh, stress saya kalau ingat hidung saya dicucuk-cucuk petugas kopit. Memikirkan hidung harus dicucuk-cucuk saja udah bikin saya stres duluan. Dan saya merasa aturan harus di-PCR benar-benar menyebalkan.

Saya benar-benar trauma kalau mengikat harus cucuk-cucuk hidung. Soalnya petugasnya itu kaya bahagia bangat mencucuk-cucuk hidung dengan penuh keperkasaan, tanpa mikir orang bakal kesakitan dan bahkan sampai mual. Iya, saya sampai mual soalnya. Makanya jadi trauma hahaha.

Dan alasan yang kedua adalah saya kangennya merasakan perjalanan jauh dengan naik bus, bukan dengan pesawat. Saya kangeen banget merasakan perjalanan yang melewati malam dengan bus. Udah lama banget ngga naik bus jarak jauh, terakhir tahun 2019 dari Padang ke Jakarta dan sebaliknya, Jakarta ke Padang.

Dan alasan yang ketiga saya akhirnya memilih bus adalah, tentunya demi hemat-hemat duit ye kan. Rata-rata harga tiket pesawat 900an ribu. Itu belum termasuk PCR segala macam dan juga ongkos naik travel ke bandara yang sekarang mungkin 90k – 100k. Dan ditambah lagi ongkos dari bandara Soeta pakai Damri plus ongkos-ongkos kecil atau grab, itu tambah pengeluaran lagi. Udahlah, udah benar saya naik bus aja.

Saya kemudian nyari-nyari info dulu soal harga dan fasilitas, tanya-tanya beberapa agen bus yakni, agen ANS, NPM dan MPM. Ketiga PO ini adalah tiga besar PO bus di Sumatera Barat. Dengan keunggulan dan kelebihan masing-masing. Saya datangi/kunjungi PO nya di Terminal Bareh Solok ketiga PO ini, saya minta no wa agennya buat ntar nanya-nanya via WA.

Nah, saya kemudian me-WA ketiga PO ini, tanya-tanya harga tiket untuk hari yang saya inginkan. Saya ingin duduk di bangku depan, dan di pinggir, kanan ataupun kiri ngga masalah. Yang penting saya bisa duduk di bangku depan dan di pinggir, atau di samping jendela. Dan saya akan menyesuaikan jadwal keberangkatan saya dengan bangku yang tersedia.

Lihat, jalanan dipenuhi mobil ribadi. Bayangkan mereka semua ada di dalam 1 bis (eksekutif), jalanan Jakarta ga macet kaya gini kann. Foto dri google

Rupanya setelah saya cek-cek untuk bus ANS, NPM ataupun MPM, untuk masa satu minggu ke depan, semua bangku depan dan di pinggir sudah penuh. Akhirnya saya tanya untuk minggu depannyanya lagi, begitulah seterusnya pencarian saya untuk  memilih bangku bus ke Jakarta, kocaakkk, hahaha.

Akhirnya saya memilih naik MPM saja karena pelayanan mereka sangat baik menjawab segala tanya dan kenyinyiran saya via WA. Mereka juga fast respon juga, ngga pakai ogah-ogahan menjawab WA saya. Sehingga tanggal 7 atau 8 Januari, akhirnya saya mendapatkan bangku yang duduk di depan dan di pinggir jendela untuk keberangkatan tanggal 15 atau 16 Januari.

Siangnya saya mendatangi Agen MPM di Terminal Bareh Solok buat booking tiket dan bayar DP 100 k untuk tanggal 16 Januari, hari Minggu, yeaaay. Saya pilih hari Minggu biar ada yang bisa mengantarkan barang bawaan saya ke terminal. Kalau di hari kerja kan ngga ada yang bisa, ya kan, hehehe.

Alhamdulillah. Okeeey, Jakarta, I will come to you… 🙂

detik.com

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s