Kuliner Kota Solok : Restoran Mamayu, Pandan

Salah satu hal yang sangat menyenangkan di Solok saat ini adalah tumbuh dan berkembangnya pasar kuliner. Sangat mudah menemukan restoran-restoran atau cafe-cafe untuk keluarga dan tongkrongan anak muda. Salah satu restoran keluarga atau rumah makan yang saat ini muncul dan langsung ‘merebut’ hati penikmat rasa adalah Restoran Mamayu.

Restoran Mamayu ini merupakan restoran yang lokasi sangat strategis, yang berada di jalan utama di Solok, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Pandan. Tepatnya persisnya berada di depan SMA Muhammadiyah Solok. Sangat gampang banet mencarinya karena restoran ini berjarak kurang dari 500 m dari Pasaraya Solok.

Gedung restorannya berada di sisi kanan jalan dari arah pasaraya Solok. Atau berada sebelah kiri jalan kalau dari arah lampu merah Pandan atau arah Sawahlunto/Sijunjung. Karena gedungnya juga besar dan terdiri dari dua ruko, jadi sangat mudah terlihat sehingga dijamin tidak akan kesasar.

Soal tempat atau penampakan Mamayu sendiri, Mamayu Resto ini lumayan keren. Tata interiornya juga bagus, menyenangkanlah suasana di dalam restonya. Enak tempatnya dan suasananya pun enak. Tersedia juga mushala mungil untuk pengunjung yang mau shalat. Trus juga ada ruang ber-AC. Dan kalau malam minggu ada live musiknya. Aayik juga sih.

Restoran ini terbilang baru kalau ngga salah, mungkin belum 2 tahun kayanya tapi saya lupa persisnya, hahaha. Dan kebetulan saya baru 3 kali makan di sini. Jadi ya, belum banyak menu yang saya coba di sini. Baru beberapa menu yang pernah saya coba, ayam katsu, mie goreng, mihun goreng (kalau ga salah), steak ayam), cah kangkung, dan jeruk peras. Baru itu aja sih.

Soal rasa dari semua makanan yang pernah saya coba; ayam katsu dan steak ayam lumayan enak. Sedangkan mi goreng dan mihun goreng, juga lumayan rasanya. Begitu juga dengan dengan cah kangkungnya juga lumayan. Rasa lumayan yang saya maksud adalah, ngga terlalu enak banget, tetapi juga ngga ‘biasa’ aja.

Tapi kalau soal rasa mi atau mihun menurut saya lebih enak mi atau mihun yang ada di Restoran Alam Solok, atau mi di Restoran De Relazion. Lebih badagok rasanya. Itu memurutku loh yaa. Tapi  soal berapa harga, saya lupa harganya. Benar-benar lupa harganya. Tapi seingat saya, saya pernah komen ke teman saya harganya sedikit di atas standar. Tapi tak apa, tanda perekonomian masyarakat Solok udah makin bagus ya kan. Jadi, ntar kalau ke sana lagi saya perhatiin lagi deh harganya hehehe.

Oiya, saya pernah komplain soal jus jeruk yang pernah saya pesan. Saya minta jus jeruk, atau jeruk peras tanpa gula tanpa susu tanpa es. Tapi yang datang kemudian jeruk botol, yang menurut saya adalah squash. Saya tanya dong, kenapa bisa beda begini, jawabannya memang sengaja dicampur jus jeruk denagan jeruk squash biar terlihat warnanya, karena kalau jeruk aja warnanya pucat. Laaah kok alasannya ngga kuat ya, hehehe.

Saya jawab lagi yang terasa cuma squash-nya aja bukan jeruk. Saya bilang kalau pengunjung minta jeruk peras ya kasih jeruk peras bukan squash yang beda rasa.  Kalau soal warna biarin aja itu urusan pengunjung yang mesan, kalau dia mau kenapa diribetin ya kan. Saya bilang ambil lagi aja karena saya ngga suka squash (sadiiis amat gua kan ya), eh mungkin setelah mereka rembug di belakang, minuman saya diganti minuman yang baru, wkwkwkwk.

Tapi secara umum, oke lah makan di sini. Pelayananya juga lumayan ramah lah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s