Terjamah Mas Kopit

Malang ndak dapek ditolak, mujua ndak dapek diraih. Artinya, malang nggak dapat kita tolong, mujur (untung) ngga dapat kita raih (dapatkan). Qadarullah saya pun akhir dicium sama mba korona. Padahal saya termasuk orang yang cukup ketat menjaga protokol kesehatan ketika keluar rumah. Paling ngga, minimal 3 M, mencuci tangah, memakai masker dan menjaga jarak kalau lagi ke luar rumah.

Saya terpapar kopit, kemungkinan (kemungkinan ya) disebabkan kluster pilkada. Adik ipar saya bekerja di lembaga yang berhubungan dengan pemilu. Salah satu rekannya ada yang terpapar kopit dan dinyatakan positif, bahkan kemudian dirawat di rumah sakit. Dari sana kemudian berentetan kena ke adik ipar saya, lalu kami sekeluarga pun terpapar kopit. Adik ipar saya, adik saya, saya, ibu dan ayah saya. 5 orang dalam satu rumah.

Jadi cerita awalnya, tanggal 18 atau 19 Desember, salah seorang rekan kerja adik ipar saya positif kopit, lalu hari seninnya, tanggal 21 Desember seluruh karyawan di sana diwajibkan swab oleh kantor dan satgas kopit. Hasil swab-nya keluar tanggal 23 Desembar. Adik ipar saya dinyatakan positif. Otomatis, adik ipar saya harus diisolasi. Ia isolasi mandiri di rumah pribadi mereka yang masih kosong yang belum pernah mereka huni, hehehe.

bukan saya ya

Harusnya kan dia diisolasi di rumah sakit satgas kopit ya, tapi di Solok hampir semua pasien kopit yang bergejala ringan dan sedang memilih isolasi mandiri, maka rumah sakit kopit tersebut kosong, ngga ada pasien. Adik ipar saya ngga mau sendirian di rumah sakit kopit, akhirnya ia memilih isolasi mandiri di rumah pribadi adik saya, sekitar 2-3 km dari rumah. Tapi seminggu kemudian ia balik lagi ke rumah, dan diosolasi di rumah, hahaha.

Karena adik ipar saya positif kopit, maka kami di rumah wajib swab juga. Harusnya hari Kamis tanggal 24 Desember tetapi karena libur natal, maka swab dilakukan hari Minggu, tanggal 27 Desember. Ibu dan ayah saya tidak mau di-swab, karena mereka merasa sehat-sehat saja meski saat itu ibu saya sedang batuk berat. Ibu saya sangat khawatir nantinya ia akan dikopitkan setelah di-swab. Serius, itu pemikiran ibu saya, hahaha.

Jadi yang di swab hanya saya, adik saya yang suaminya sudah positif dan anaknya si Abang yang usianya 7 tahun. Hasil swab-nya keluar tanggal 29 Desember. Saya dan adik saya dinyatakan positif, dan keponakan saya si Abang, alhamdulillah negatif. Si Abang segera diungsikan langsung ke rumah salah satu saudara karena si abang akrab dengan keponakan saya yang di sana.

Antri konsultasi

Melihat hasil saya dan adik saya yang positif kopit, akhirnya ibu dan ayah saya mau tes swab. Keponakan saya yang dua tahun juga diswab akhirnya. Mereka swab di rumah sakit M. Natsir. Di rumah sakit M. Natsir, pemeriksaan tes swab lebih ketat lagi, ngga cuma tes swab saja, tapi juga ambil sample darah dan foto rontgen paru-paru. Bahkan untuk swab-nya PCR sendiri dilakukan dua kali, hari ini (plus darah dan paru-paru) dan hari esoknya lagi.

Setelah menunggu dua hari, hasil swab, ibu dan ayah saya juga positif terkena kopit. Alhamdulillah, keponakan saya si Adik negatif. Allahu akbar. Benar-benar kuasa Allah hasil tes keponakan saya negatif. Jadi kami yang positif terkena kovid se-rumah, semuanya ada 5 orang. Karena ada 4 orang yan positif, makanya adik ipar saya yang isolasi mandiri di rumah pribadi merea, pulang lagi ke rumah dan isolasi di rumah. Rasanya gimana gitu, percaya ngga percaya aja mendapatkan kenyataan bahwa kami terpaparkopit 5 orang sekaligus. 

Si Adik, yang 2 tahunan tidak bisa diungksikan karena ia masih ASI. Dan dia sangat tidak bisa tinggal bersama orang lain. Selain orangtuanya, dia hanya mau dengan orangtua saya dan saya saja. Dia bahkan sangat akrab dengan adik saya yang lain, cewek. Tapi tidak pernah mau ditinggal berdua saja, harus ada salah seorang diantara saya, ibu ayah saya dan bundanya. Gimana mau diungsiin coba, hahaha. Mau ngga mau dia tetap di rumah bersama 5 orang penderita kopit.

Dan qadarullah, Allah benar-benar menjaga si Adik. Adik insya Allah sehat wal afiat hingga saat ini setelah dua minggu lebih ia tinggal bersama pasien kopit (dihitung dari ayahnya sebelum melaksakanan swab, 22 Desembar 2020). Insya allah selalu sehat ya Nak Jang. Dan semoga sampai kami semua negatif lagi, ia selalu dalam lindungan Allah, selalu sehat. Aamii  ya Allah ya rahim.

Untuk menjaga kondisi Adik, makanannya benar-benar dijaga biar bernutrisi tinggi. Dia benar-benar dihajar sama jeruk peras, multivitamin, susu kambing, madu dan segala macamnya. Dan selain itu mood-nya benar-benar dijaga. Jadinya, bundanya memang jadi agak longgar dengan urusan hape dan tab. Ia terpaksa ‘agak’ dibiarin aja main hape liat pidio-pidio mobil-mobilan, truk, eskavator dan juga kapal serta pesawat terbang.

Untuk si Adik, kuncinya, bisa dibilang tidak dibiarkan mood-nya jelek. Harus dibuat happy terus, nggak dibiarkan rewel atau nangis. Meminimalisir stressor-nya, jadi harus happy. Trus tentu saja yang mengurus dia hanya bundanya saja supaya kami tidak menularkan virus pula ke dia. Apalagi sebagai anak-anak yang belum tiga tahun, ia tidak betah memakai masker lebih dari lima menit. Jadi 90 % hari-harinya tetap tanpa masker.

Oceh-ocehannya yang terdengar dari luar kamar saya bikin saya ‘kangeeeen’ banget sama Adik. Si Adik semacam belahan hati saya. Saya sampai rindu serindu-rindunya mau nyium pipinya. Bayangkan saja dia sangat dekat, satu rumah tapi ngga bisa nyium pipinya, ngga bisa bercanda dengannya. Aaaah rindu yang menggunung. Ya Allah, menderitanya saya.

Tanggal 3 Januari, saya, adik saya dan suaminya saya kembali melakukan swab lagi. Dan hasil swab keluar hari ini 6 Januari, tepatnya tadi pagi. Saya dan adik saya masih positif, hahaha. Tapi suami adik saya alhamdulillah sudah negatif. Karena saya, adik saya dan orangtua saya masih positif, maka kami harus swab seminggu lagi, tanggal 10 Januari. Semoga hasilnya udah negatif ya, aamiin aamiin ya rabbal ‘aalamiin.

Tunggu cerita selanjutnya yaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s