Jalan-Jalan ke Kampuang Batu Dalam, Danau Dibawah, Solok, Sumatera Barat

Danau Dibawah Solok 20200607_155512Ini acara malala sudah setahun yang lalu. Tapi baru sekarang saya punya niat buat menuliskannya. Maklum saya kan orangnya pemalas amat, hahaha. Kadang-kadang saya juga mikir, dan mempertanyakan kenapa saya ngga bisa kaya rangorang yang bisa rajin nulis dan sangat produktif, hahaha. Tapi ya sutralah ya. Kalau semangat nulis, hanyuk aja. Tapi kalau lagi malas nulis, nikmatin aja. Sesimple itu aja sih, hahaha.

Awal tahun 2020, minggu pertama tahun 2020 saya dan teman saya pergi jalan ke rumah teman saya yang berada di Kampuang Batu Dalam, yang berada di pinggir Danau Dibawah. Saya sebenarnya lagi ngga enak badan banget. Udah meriang, kepala sakit dan puyeng pula. Tapi karena udah kadung janji dan teman di sana juga katanya udah masak akhirnya saya bela-belain jalan ke Kampuang Batu Dalam.

Kami berangkat sekitar jam setengah 10 an, hampir jam 10. Saya make motor sendiri, teman saya juga make motor sendiri karena ia bawa anak, umur 7 tahun. Sebenarnya bisa satu motor aja sih, tapi teman saya ngga mau karena ngga bisa membonceng ‘orang lain’ dab ngga bisa juga dibonceng orang. Tapi busyet dah teman saya emang mak-mak gaoool banget.

Danau Dibawah Solok 20200607_154422

Di jalanan yang berlika-liku dan agak kecil dia mah ngebut-ngebut aja sampe 50 km. Bawa anak pula. Terdaebak banget lah dia. Sementara saya yang emang lagi ngga enak badan banget  jadi puyeng mengikuti kecepatannya. Badan meriang kepala pusing, teman jalan ngebut. Perpaduan yang sempurna yang membuat sayajadi makin ngga enak badan, hahaha.

Perjalanan ke kampung teman saya bisa dibilang keren banget. Jalanannya ketje. Kami melewati perkampungan-perkampungan yang suasananya tradisional banget. Terutama di Nagari Koto Anau, itu perkampungannya keren banget. Suasana perkampungan jaman saya kecil masih terhampar di sana. Saya seperti terlempar ke masa kanak-kanak saya. Nantilah saya buat tulisan tersendiri.

Selepas Nagari Muaro Paneh, menjelang Koto Anau, terhampar sawah-sawah di kiri kanan jalan. Begitu juga selepas Nagari Koto Anau hingga beberapa nagari setelahnya. Pemandangan sawahnya lebih kece lagi karena jalanannya sudah menanjak banget jadi hamparan sawah-sawahnya berundak-undak. Ditambah lagi pemandangan perbukitan dan Gunung Talang yang berdiri kokoh di bagian ujung sana.

Danau Talang IMG20200708153056

Di pinggir jalan, ada aliran air yang kalau disebut kali atau sungai kekecilan. Kalau disebut selokan juga ngga pas. Jadi apa dong? Kali kecil aja kali ya. Nah, kali kecil ini airnya mengalir deras. Berasa pengen nyebur aja saya mah. Enaknya, punya rumah di depannya ada aliran kali kecil kaya gitu. Saya memang tipeorang yang sangat suka tinggal dikampung sebenarnya, jadinya peanangan seperti itu membuat saya sangat bahagia.

Di tengah perjalanan, di area sepi rumah penduduk, saya yang eror, berteriak. Berteriak aja, bukan berteriak memanggil teman saya yang agak jauh di depan saya. Saya berteriak hanya untuk melepaskan ‘emosional’ saya aja yang lagi lelah jiwa raga, hahaha. Seperti orang-orang di tengah hutan buat mengetahui posisi temannya. Teriakan saya kaya orang yang berteriak bebas di kebun teh.

Perjalanan dengan pemandangan yang oke dan kece badai, jadi sangat bagus buat berteriak bebas bukan? Makanya saya sering banget berteriak bebas ngga jelas di sepanjang jalan, hehehe. Hanya itu sih alasannya. Tapi untuk apa? Tujuannya, supaya kepala saya yang lagi berat banget jadi terasa lebih ringan. Dan saya yang lagi dirundung kebosanan membuat perasaan saya jadi sedikit agak lega, hahaha.

Danau Dibawah Solok 20200607_154429

Setelah Nagari Bukik Sileh, ada Nagari Salayo Tanang, dan Nagari Kampuang Batu Dalam. Pemandangannya sudah beda lagi. Ngga ada lagi hamparan sawah. Yang ada adalah perbukitan yang sudah berubah menjadi ladang bawang. Sekilas seperti di Lembang. Tapi, kalau Lembang areanya lebih luas, di sini lebih sempit karena jarak bukit di sisi kiri dan kanan jalan lebih dekat, jadinya area terlihat sempit.

Kami tiba di rumah teman saya menjelang jam dua belas. Agak kagok saya. Karena perkampungannya sudah jauuuh berubah. Seingat saya, di sekitar rumah teman saya dulunya merupakan persawahan. Sekarang sawah-sawah tersebut bagian pinggir jalan sudah berganti lahan rumah penduduk. Di belakang rumah penduduk sudah berganti menjadi ladang bawang.

Setibanya kami di rumah teman, badan saya terasa makin tidak enak. Terasa makin pusing, badan saya mulai menggigil. Udaranya emang dingin tapi ini dinginnya ngga enak karena badan saya yang ngga enak. Teman saya mengeluarkan selimutnya dan ngasih tiga selimut buat kami bertiga. Tapi hanya saya yang berkelimun selimut. Saya membayangkan betapa enaknya badan saya kalau saya bisa tertidur setengah jam saja. Tapi saya nga ngantuk masalahnya.

Danau Dibawah Solok 20200401_151735

Kami kan dihidangkan teh hangat. Saya saking ngga enaknya badan saya jadi ngga tau diri. Saya minta teman saya buat manaruh termosnya di dekat kami. Jadi begitu air digelas mulai mendingin dan bisa saya minum, saya langsung minum sampai habis biar saya berkeringat dan terkentut-kentut, hahaha. Dan bayangkan, air setermos kecil habis oleh saya sendiri di hadapan teman saya, suaminya dan juga ibunya, hahaha. Dasar tamu ngga tau diri saya… hahaha. Maaafkan saya, temaaan… 😛

Oiya, ada satu lagi teman kami yang ikut menyusul ke Kampuang Batu Dalam. Teman laki-laki. Dia juga bawa anaknya yang sudah kelas 5 atau kelas 6 gitulah. Kami candain dong, dia bawa anak sebagai mata-mata istrinya, hahaha. Jadi ya obrolan kami makin seru deh. Apalagi suami teman saya yang tuan rumah orangnya asyik juga meski baru kali itu ikut ngumpul. Kedua teman saya ini langsung nyambung banget omogannya. Teman saya yang perempuan emang dari dulu terkenal asyik dan gokil. Jadi mereka satu server, hahaha.

Danau Dibawah Solok 20200105_134752

Untungnya setelah agak berkeringat badan saya jadi enakan meski ketika makan, perut saya masih ngga enak. Setelah makan barulah kami jalan-jalan ke Danau Talang. Danau Talang ini masuk ke dalam wilayah Nagari Kampuang Batu Dalam. Tapi yang lucunya adalah, teman saya yang berada di Kampuang Batu Dalam malah ngga pernah ke sana. Waaaaah kacaaww wkwkwkw. Dia jadinya malah makin senang dengan kunjungan kami, dia bisa ke Danau Talang, hehehe

Menjelang shalat ashar, kami pulang. Tapi kami pulangya dikasih bawang sama teman. Bawang yang langsung ia panen di belakang rumahnya. Alhamdulillah, hehehe. Kami pulang melewati arah yang berbeda dengan keberangkatan. Kami pulang melewati jalan yang beda yang pemandangannya juga sangat kece. Tapi ntarlah saya buat di postingan yang beda ya. Udah kepanjangan banget ini postingan soalnya, hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s