Perayaan Seollal 설날 di Pusat Kebudayaan Korea atau KCC

20170130_151948.jpg

Hari Senin yang lalu, saya ada urusan sedikit ke wilayah Mampang. Setelah urusan selesai, saya mampir ke KCC atau Pusat Kebudayaan Korea yang ada di SCBD Sidirman. Tujuan saya tak lain dan tak bukan adalan buat nyari wipi yang kenceng di sana. Dasar pakir wipi, hahaha.

Continue reading

Jalan Metasequoia Damyang

Jalan Metasequoia adalah jalan sangat terkenal di Korea. Jalan ini berada di daerah Damyang. Dinamakan Jalan Metasequoia karena di kiri dan kanan jalan ini ditanami pohon metasequoia sepanjang 4 km. Pohon-pohon ini menjulang tinggi, meneduhkan jalan dan pengguna jalan dari sengatan matahari.

Continue reading

Kebun Teh Boseong Korea (Boseong Green Tea Plantation ~ 보성녹차밭 대한다원)

sumber

sumber

Boseong adalah sebuah kabupaten yang berada di Jeolla Selatan. Daerah Boseong terkenal sebagai daerah penghasil teh di Korea. Lebih dari 70 % teh Korea dihasilkan di Boseong. Jadi, jika Damyang identik dengan bambu, maka Boseong identik dengan teh.

Continue reading

Jalan Chungjang dan jalan Seni Gwangju (Chungjang Street and Gwangju Art Street ~ 충장로와 예술의거리)

Di Jakarta ada beberapa jalan yang terkenal atau identik sebagai kawasan khusus. Seperti jalan Sabang sebagai pusat jajanan malam. Jalan jaksa sebagai pusat penginapan dan hotel yang ramah kanton bagi turis. Dan juga jalan Surabaya sebagai pusat barang-barang antik.

Di Kota Gwangju juga sama. Ada jalan yang dikenal sebagai jalan seni. Dan ada juga jalan yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan, restoran dan kafe. Jalan tersebut adalah Jalan Chungjang atau Chungjang Street (춯장로). Dan juga jalan seni atau Gwangju Art Sreet ( 예술의 거리).

Continue reading

Damyanggun ~ 담양군

Damyang adalah kabupaten yang berada di Provinsi Jeolla Selatan. Kabupaten ini berada di utara Kota Gwangju. Daerah Damyang adalah daerah yang sangat identik dengan bambu. Karena daerah ini mempunyai hutan bambu yang luas. Hutan bambu ini kemudian dijadikan asset wisata oleh Pemerintah Daerah Damyang.

Continue reading

Museum Rakyat Gwangju ~ Gwangju Folk Museum

sumber : di sini

sumber : di sini

Masih tentang museum. Tidak jauh dari Museum Nasional Kota Gwangju terdapat Museum Rakyat Kota Gwangju. Museum Rakyat Kota Gwangju adalah museum yang menampilkan tentang kehidupan tradisional masyarakat Honam pada zaman dahulu.

Continue reading

Museum Nasional Gwangju

sumber : di sini

sumber : di sini

Kota Gwangju tidak hanya mempunyai Gunung Museung sebagai tujuan wisatanya. Ada juga wisata museum. Kamu suka wisata ke museum? Hehehe, pasti banyak yang tidak terlalu suka ya. Karena pemikiran kita selama ini berwisata ke museum itu tidak menyenangkan. Kenapa? Karena banyak museum kita yang seringkali tidak terawatt jadi jalan-jalan ke museum kurang menyenangkan.

Tapi, di Korea katanya beda loh, museum di sini dibuat modern dan menyenangkan. Tapi saya kan belum pernah ke sana, jadi belum tau juga ya. Salah satu museum yang ada di Kota Gwangju adalah Museum Nasional Kota Gwangju.

Continue reading

Gunung Mudeung atau Gunung Mudeungsan (무등산)

sumber :

sumber : di sini

Mudeungsan atau Gunung Mudeung adalah gunung yang terdapat wilayah Jeolla Selatan. Gunung ini berada di Kota Gwangju, kota Damyang dan kota Hwasun. Tinggi Gunung Mudeung ini adalah 1186 m. Wilayah Gunung Mudeung ini disebut juga Taman Provinsi Jeolla Selatan.

Continue reading

Kota Gwangju, Korea ~ 광주역시

sumber : http://cluster1.cafe.daum.net/_c21_/bbs_search_read?grpid=25wA&fldid=60Kn&datanum=987&openArticle=true&docid=25wA60Kn98720080814202852

sumber : di sini

Ada yang tau kota Gwangju (광주)? Kota Gwangju adalah kota yang berada di daerah Provinsi Jeolla Selatan (존라남도/Jeollanam-do). Orang Indonesia banyak yang mengira Gwangju sama dengan Gyeongju (경주). Padahal dua kota ini berbeda dan berada di provinsi yang beda juga.

Continue reading

Pameran Lukisan Modern Korea di Korea Cultural Centre

wpid-20131122_180349.jpg

Dream of Fish by Seo Jae Heung

Pada tanggal 22 – 28 November 2013, Korean Cultural Centre mengadakan pameran lukisan yang bertajuk : Korean Modern Art Partcipation Exhibitin. Pameran ini merupakan salah satu perayaan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Korea.

Pameran ini disponsori oleh : Korean International Art Association. Gwangju Artis association. Aacara ini dibuka oleh pimpinan KCC beserta pelukisnya. Setelah acara pembukaan, seperti biasa, ada acara makan-makan, hehehe… *teteup dah suka dengan acara makan-makan makanan korea ini : habis mahal kalo beli di resto korea boook 😛

Continue reading

Duit Won Otak Rupiah

won

Hmmmm… Gue pengen nulis tentang ini sudah lama banget. Tapi blom jadi-jadi juga. Khawatirnya ada kesan dari cerita gue, kalau gue underestimate gitu deh sama mereka, hehehe. Tapi daripada bulukan di kepala gue mendingan dikeluarin aje kali yeee…

Ini postingan masih berkaitan dengan pekerjaan gue yang ngajar bahasa Indonesia buat orang Korea. Khususnya lagi dengan cerita saat tawar menawar bayaran les alias uang les mereka. Tawar menawar uang les sama orang korea, bisa dibilang alooootttt bingits.

Continue reading

Senewen Janjian Dengan Orang Korea : Jangan On Time Deh

gambar : google

gambar : google

Korea, yang saat ini sudah dihitung sebagai negara maju pun juga termasuk yang sangat disiplin dalam saat janjian. Kalau mau buat janjian dengan orang korea kudu-kudu wajib on time. Karena kalau nggak tiap menit bakal dihubungi dan ditanyain terus udah sampai mana.

Nah, gimana kalau janji dengan orang korea? Hmmm… Kalau janjian dengan orang korea bikin saya rada senewen karena ke on time-an mereka. Daan.. Mau ngga mau harus menjadi manusia on time dengan arti yang sesungguhnya. Karena mereka emang benar-benar ngga suka dengan ngaret-nya orang kita.

Seringkali saya harus kasih estimasi waktu yang lebih panjang kalau ada janjian atau ada jadwal kelas sama mereka. Semisal kalau ke tempat janjian menempuh jarak 1 jam dalam keadaan jalanan setengah macet, maka saya harus berangkat 1,5 jam sebelumnya.

Orang korea kalau janjian biasanya sudah ada di tempat janjian 15 – 10 menit sebelum jam janjian. Dan ini sangat sering saya alami. Walaupun saya bilang saya sudah priper waktu lebih, tetap aja saya sering tiba pas pada jam janjian. Kadang-kadang telat 5 menit lebih kurang. Telat 5 menit ini aja hape saya sudah tang ting tung, wa dari orang yang janjian sama saya. Nanyain saya udah nyampe mana. Padahal saya lagi keluar lift mau menuju unit apate mereka.

Sering banget juga ya saya masih di baswei saat 15 menit sebelum jam janjian. Eh tu orang udah sms-sms terus, nelpon juga, nanya udah di mana. Waduuhh, saya keluar baswei mau ngga mau pake ojek booo…biar ga telat dan ga diteror mulu dengan sms atau wa nanyain dimana. Itu aja dia udah ribut nanyain udah di mana.

Pernah juga ya pas lagi ke Cikarang, mo ngajar. Hari itu kalo ngga salah ada demo buruh ato demo apa yang ke senayan, gilaaa tol dari arah cawang macet total. Jadi bus Lippo Cikarang Blok M tertahan di tol yang mau ke arah Komdak. Akibat bus tersebut juga terlambat balik ke arah Cikarang. Dan saya harus nunggu bis lebih dari 1,5 jam.

Eh, pas mau keluar tol cikarng macet gila juga. Mampet keluar tol. Alhasil saya udah telat setengah jam atau 35 menit-an deh. Daaaann akibatnya adalah mereka membatalkan kelas hari itu padahal saya udah keluar dari tol Cikarang, tinggal ke Lippo nya doang. Hwaaaaa nyebelin kaaaann… Udah buang waktu, ongkos ke sana bolak balik 50 – 60 ribu lagi..

Dan ngga jarang juga saya naik bus yang bukan ke Lippo tapi naik bus mayasari yang ke terminal Cikarang atau juga bus yang ke jababeka. Jadi dari pintu keluar toll Cikarang pusat mau ngga mau harus nyambung naik angkot lagi Lippo. Kalau waktu mulai ngajarnya 15 menit, saya selalu naik ojek dari sana biar ngga telat dan ngga di telponin mulu, di sms-in atau di wa-in mulu. Biaya transport jadi nambah lagi dong.

Padahal saya udah berangkat lebih cepat dan kecepatan bus 80 – 100 km (arah Bekasi Cikarang lancar jaya pada pagi hari). Yang bikin telat adalah nunggu busnya yang lama, atau busnya kejebak macet pas lagi ke arah Blok M, jadi bus tersebut juga telat balik ke arah Cikarang.

Pernah juga dong ya saya janjian jam 10, di kawasan Cilandak. Katanya sih di belakang Citos, dan saya sudah nyampe di citos jam setengah 10 kurang. Tapi taunya ngga persis di belakang citos, saya harus muter-muter ga jelas dulu nyari rumahnya. Mau naik angkot takut ntar bablas, mau ngga mau nyarinya jalan kaki. Tanya tukang ojek, warung, semuanya pada bilang kawasannya udah benar tapi rumahnya masih belum nemu (paling tukang pos yang benar-tau itu rumah).

Selama setengah jam, saya dibajiri sms udah di mana plus telpon beberapa kali. Dia nanya saya udah ada di mana. Padahal saya udah bilangin sedang nyari di belakang Citos. Tetaaap aja nelpon tiap sebentar. Ngap kan saya jadinya… Bukan  karena kecapean nyari rumahnya sembari jalan, tapi capek karena ditelepon n di sms terus, ga brenti-brenti. Padahal nyampe sana ‘cuma’ telat 5 menit doang!

Pokoknya, on time kalau janji sama orang korea itu kudu, wajib ngga pake sunat. Mereka hanya memberi toleransi 10 menit untuk menunggu teman yang janjian. Lewat dari 10 menit, mereka pergi. Jadi kalau yang biasanya janjian sama teman-teman indonesia ngaret 1 jam, fine-fine aja, jangan harap itu berlaku sama orang korea. Bayangkan dengan kita janjian jam 10 baru jalan jam 10.30… 🙂

Satu kata yang membuat orang korea ngga berdaya dengan alasan keterlambatan saya adalah : macet! Karena mereka pun sudah pasrah, nyerah, dan tidak berdaya dengan macetnya Jakarta, hahaaha. Apalagi kami mas n mba korea… 🙂

Jadi sodara-sodara kalau janji sama orang korea, jangan on time ya!!!! Lohhh, maksudnya??? Jangan on time maksudnya, kudu nyampe sebelum jam janjian, harus udah nyampe 10 – 15 sebelumnya… 🙂.

Kapan ya negara kita bisa disiplin kaya gitu yaa… *ngareepp

12 Hal yang Sering Ada Dalam Drama Korea

Gambar dari googel. Suka ilalangnya... ^^

Gambar dari googel.
Suka ilalangnya… ^^

Posting tentang Korea lagi aahhh… 🙂 Udah lama ngga soalnya. adi kangen juga, hehehe. Moga aja masih ada yang tertarik yaa… Kali ini gue akan ngomong atau ngangkat topik tentang drama korea. Dulu gue pernah bahas alasan kenapa gue suka drama korea. Tapi sekarang gue mau bahas Tentang hal-hal apa saja yang biasanya ada di drama korea. Tapi ini sependek pengliatan gue aja ya… Jangan jangan dijeneralisir, Okeey?.. 🙂

Suka drama korea? Sama… Gue juga suka drama korea. Sangat suka. Alasannya? Karena drama korea bagus dan lucu. Jalan ceritanya ngga bertele-tele kaya sinetron yang mencapai ratusan episode. Drama korea rata-rata 16 – 20episode. Ada juga sih yang sampe 22 – 25, tapi jarang. Jadi kalo.nontonnya ngga capek nunggu akhir jalan ceritanya gimana.

Eh, tapi kalau ngga salah saeguk atau drama kolosal klasik korea kadang-kadang bisa juga sampai 40 – 50 episode sih. Apalagi  kalau Drama yang berkaitan sama sejarah, bisa panjang melebihi 50 episode.

Selain itu yang bikin gue suka drama korea adalah, karena lewat drama korea gue bisa dong latihan listening gue. Sekalian bisa ngikutin dialog-dialognya juga. Dan juga nambah kosa kota serta percakapan harian yang umum di pake dalam kehidupan sehari-hati.

Tapi sayang, gue belakangan ini jarang banget nonton drama korea…  Karena kalau udah nonton drama korea pasti bakal ketagihan... 🙂

Oya… Apa aja sih karakter atau tema drama korea yang sering ditayangkan itu? Yuuukk berikut ulasan gue ya… Tapi ingat ini hanya ulasan dan analisa gue berdasarkan apa yang gue tonton yaaaa… Jadi ga boleh protes kalau ngga sepakat, tapi boleh nambahin kok hehehe… 🙂

1. Gadis Tangguh or Strong Girls yang Hatinya Baik dan Tulus.
Kebanyakan drama korea, (sepertinya) lebih menampilkan seorang cewek sebagai tokoh sentralnya. Seorang cewek yang biasanya menghadapi banyak masalah, baik itu masalah pribadi ataupun masalah yang timbul karena ulah orang-orang di sekitarnya.

Kadang-kadang si gadis utama ini hidup sebatang kara yang berjuang hidup melawan ganasnya kehidupan. Atau kadang-kadang juga gadis utama masih mempunyai salah satu orangtuanya namun karena suatu hal punya masalah yang berat dengan orangtuanya tersebut, jadi dia tetap berjuang sendirian untuk bertahan hidup.

Biasanya ia adalah gadis yang minta ampun baiknya, dan juga polos serta lugu. Selalu berpikiran positif sama semua orang. Ada lagi, gadis yang sangat naif… Banyak banget dong drama korea yang kaya gini. Contoh : Full House, Endless Love, Rooftop Prince, Paris In Lovers, Alice Chemdamdong, Summer Scent, Secret Garden dan lain sebagainya…

2. Cinderella Story.
Kisah tentang Cinderlla adalah dongeng yang selalu memikat hati. Kisah tentang orang yang biasa- biasa aja yang jadi seorang putri. Tapi sebenarnya kan Cinderella bukan bener-bener seorang babu kan ya, dia kan anak orang kaya yang diperlakukan seperti babu oleh ibu tirinya. Tapi dia sudah menjadi icon wanita biasa yang menjadi seorang putri.

Dalam drama korea, juga banyak cerita yang mengangkat kisah Cinderela ini. Ceweknya seorang cewek biasa, baik dan sangat menyenangkan. Kehadirannya membuat orang di sekitarnya selalu tersenyum dan bahagia. Sifat dan karakternya yang lugu serta polos membuat cowok-cowok banyak yang jatuh cinta padanya. Sementara cowoknya biasanya adalah anak pengusaha kaya raya atau chaebol.

Tema Cinderella konon katanya lebih diminati. Mungkin karena kebanyakan orang ingin hidup hidup dalam dunia dongeng kali yaa…hehehe…

Banyak drama korea (yang kutonton) yang mengangkat tema. Contoh, Princess Hours, Paris in Lovers, Sad Sonata. Boys Before Flowers, Lie to Me, Memories of Bali, Secret Garden, Alice Cheongdamdong dll.

Tapi sekarang tema ini sudah mulai ditinggalkan. Berbagai macam tema sudah banyak diangkat. Tapi satu hal yang pasti adalah, apapun temanya, selalu menarik untuk diikuti… 🙂

gambar dari google

gambar dari google

3. True Love or Cinta Sejati Itu Ada.
Hampir semua drama terkenal Korea seakan mengungkapkan pada dunia bahwa cinta pertama atau cinta sejati itu ada. Hampir semua drama korea (yang aku tau dan aku tonton) menggambarkan ini. Apapun dan bagaimanapun susahnya perjalanan cinta pasangan utama, pasti pada akhirnya cinta mereka menang.

Meskipun kadang-kadang cerita berakhir sad ending, tapi tetap menyatakan tokoh utama ini ‘bersatu’ dalam cinta. Cinta memihak pada pasangan tokoh utama.

Banyak dah ini dramanya. Ga usah gue list yaaa… 🙂

Bahkan loh, ada drama korea yang mengisahkan tentang pertemuan cinta mereka di kehidupan berikutnya. Dulu, di kehidupan sebelumnya mereka tidak bisa hidup bersama, tapi kemudian di kehidupan berikutnya, melalui reikarnasi, cinta mereka dipersatukan.

4. Jatuh Cinta Lagi Pada Cinta Pertama.
Mungkin terdengar aneh. Tapi banyak drama korea yang kaya gini. Misalnya aja, si pasangan utama ini dulu saling jatuh cinta satu sama lain sewaktu kecil atau remaja. Tapi karena suatu takdir yang belum berpihak pada mereka, mereka terpisah sekian lama. Lantas kemudian bertemu dan saling jatuh cinta lagi. Meskipun begitu mereka tidak pernah ingat bahwa mereka dulunya orang yang saling mengenal dan saling jatuh cinta.

Atau kadang-kadang, juga salah seorang dari kedua tokoh utama ini mempunyai keyakinan bahwa yang satunya lagi adalah cinta masa lalunya *so swit banget kaaann… 🙂 Kemudian seiiring cerita mengalir, baru deh ketauan mereka dulu saling kenal dan jatuh cinta.

Contoh drama korea yang seperti ini adalah Winter Sonata, Endless Love (ini emang aneh sih, dari cinta adek kakak jadi cinta antara laki-laki dan perempuan). Spring Waltz, The Moon That Embraced the Sun, I Miss You (Missing You), Sad Sonata, The Incarnation of Money, dll.

5. Cinta Segitiga atau Cinta Segiempat Dengan Saudara atau Sahabat Sendiri.
Kisah cinta segitiga adalah tema klasik yang sangaaaatt sering muncul. Baik di drama korea, drama taiwan, hongkong, sinetron, telenovela, atau film india. Bahkan dalam film holywood sekalipun.

Tapi di alam drama korea, cinta segitiga atau cinta segiempat yang terjadi (seringnya) selalu melibatkan saudara atau sahabat sendiri. Saudara ini, bisa jadi dia saudara sepupu, saudara tiri atau saudara angkat.

Dalam drama korea, tema ini sangaaaat sering muncul. Perhatiin aja deh… bakal banyak nemu tema yang kaya gini… 🙂  Ga usah gue list yaa… 🙂

6. Rumah Atap or Rooftop.
Nah ini yang menarik. Tinggal di rumah atap. Rasanya asyik banget tinggal di sana. Dari atas rumah atap kita bisa menebarkan pandangan ke segala penjuru, memandang keindahan kota.

Biasanya yang tinggal di rumah atap ini adalah cewek utama yang hidup sederhana. Di depan rumah ada meja kecil seperti kebanyakan meja yang ada di rumah-rumah orang korea. Meja tersebut mereka jadikan tempat berkumpul, makan dan minum-minum alias mabuk.

Daaaann kayanya asyik juga kali yaa tinggal di rumah atap yang kaya gituu… Mupeng… 🙂

Drama apa aja yang mempunyai setting ini?? Banyak banget dah… Ga usah di list deh… 🙂

7. Tokoh Mempunyai Habit Khusus.
Coba perhatiin deh… Kebanyakan tokoh drama korea memperlihatkan habit atau kebiasaan khusus para tokohnya. Contoh, dalam drama korea Secret Garden, nnnnn yang diperankan Ha Ji Won selalu mengetuk-ngetuk bagian depan salah satu kaki kalau sedang gugup atau bingung.

Begitu juga Lee Kang Seok atau Lee Cha Don dalam drama Incarnation of Money, selalu melintirin atau muterin duit logam kalau lagi mikir. Dan tokoh antagonisnya Ji Se Gwang, selalu meremas buah kenari kalau sedang berpikir atau sedang marah.

Dalam drama Flower Boy Ramyun Shop, Yang Eun Bi selalu menggosok-gosok hidungnya yang ngga gatal kalau lagi gugup, berpikir atau salting. Kebiasaannya tersebut ‘menular’ pada orang-orqng di sekitarnya, hahaha… Setiap kali dia salting dia menggosok hidungnya, eh orang-orang di sekitarnya pun melakukan hal yang sama.

Begitu juga si Lee Soo Yeon ~ 이수연 juga dalam drama Missing You atau I Miss You. Iya selalu mengucapkan kata yang berlawan kalau sedang ragu meilih yang satu atau ngga. Misal, “datang… ngga datang…” atau “hujan… ngga hujan…” dan ia selalu mengucapkannya berulang-ulang.

Banyak lagi deh, tapi sekarang gue lupaa xixixixi…

gambar : google

gambar : google

8. Si Cewek Utama Punya Boneka.
Cewek punya boneka? Wajar ding… 🙂 meskipun ia sudah dewasa. Dalam drama korea, biasanya si cewek utama punya boneka binatang. Boneka tersebut kalau bulan punya dia sendiri, pasti dibeliin si cowoknya.

Bonekanya ini jadi teman curhat atau juga sebagai pelampiasan kekesalannya. Kalau ceweknya lagi senang, lagi bingung atau kesal sama cowoknya nih, si cewek ngajakin bonekanya ngomong. Ngomong ungkapin perasaan senang, sedih, marah atau malu sama bonekanya.

Atau Kadang-kadang ngoceh-ngoceh ga jelas gitu ke bonekanya. Kalau perlu pukulin atau benyek-benyekin bonekanya sebagai ungkapan kekesalannya sama cowoknya. Gaya ceweknya jayus abis sama bonekanya…hehe…

9. Nginap Sekamar atau Tinggal Bareng.
Ini yang menarik. Seringkali dalam drama korea, tokoh utama cewek dan cowok ada yang tinggal bareng. sda juga yang dalam kasus tertentu atau lagi keadaan darurat, tidur sekamar bareng. Misal lagi jalan-jalan, terjebak badai salju, ada petir gede trus cewenya ketakutan sendirian di kamar, eh dia pindah ke kamar cowok.

Misalnya, drama korea yang tinggal bareng, Full House, Oh Dalja,  Rooftop Prince, Personal Taste.

Tapi menariknya nih mereka ini tinggal bareng doang, ngga ‘ngapa-ngapain’. Yang ada malah berantem mulu. Ada kalau mereka tidur sekamar mereka ngadain permainan konyol-konyolan yang hukumannya pun konyol-konyolan. Seperti nyentil jidat.

Begitu juga kalau pasangan ini pergi jalan berdua ke suatu tempat, selalu tidur sekamar. Dan walaupun tidur sekamar mereka tetap ‘menjaga’ diri mereka. Mereka tidak ngapa-ngapain walaupun suasana kamar terasa jadi ‘panas’ dan jantung mereka berdetak lebih kencang, hahaha…

Tidur sekamar ini seakan menunjukkan bahwa meskipun mereka, dua orang yang saling jatuh cinta dan tidur bareng sekamar ini, tetap bisa menjaga diri mereka sampai menikah. Tidur sekamar ngga harus mikirnya yang negatif dulu, ngga harus melakukan hubungan sex luar nikah. Seakan itulah ‘pesan’ yang hendak disampaikan lewat adegan ini.

Kanyanya romantis ya… Tapi yang ginian nih kata teman gue namanya “Gowzhul Fikri”  alias perang pemikiran. Yaitu, membuat segala sesuatu yang selama ini menjadi hal yang dilarang agama atau hal yang tabu dalam budaya menjadi hal yang biasa, tidak tabu lagi. Oaalaahh… kok jadi nyampe ke sini pembahasannya… 🙂

10. Kartun mode.on.
Ini adalah salah satu keunggulan drama korea. Mereka seringkali memvisualisasikan dialog atau hayalan si tokoh utama dengan kartun atau komik. Apalagi kalau dialog dan hayalannya tersebut adalah dialog atau hayalan yang konyol bin lebay-nya si tokoh.

Kadang-kadang juga, mereka membuat teks berupa poin-poin apa yang dipikirkan atau diungkapkan si tokoh. Dan kadang ditambah dengan ilustrasi musik yang kocak yang sesuai dengan gerakan gambar. Kesannya lebay tapi justru bikin makin asyik dan menarik saat nonton drama korea.

Misalnya, si tokohnya adalah cewek yang sedang membayangkan atau menghayalkan pemuda yang ia sukai. Misalnya ia suka cowok yang badannya kekar, maka akan muncul di layar tipi, komik kocak cowok yang sedang latihan angkat berat. Atau ia mikirin si pemuda yang masakin mi nuat dia, maka munculah komik sicowok yang bikin mi, hehehe.

11. Promosi gadget banget.
Ini adalah salah satu keunggulan drama korea. Mereka memperkenalkan produk negara mereka melaui drama Korea. Gadget yang seriiiiiiing banget jadi langganan adalah Samsung.

Mereka mempromosikan betapa hebat dan luar biasanya Samsung. Ada dong ya, adegan si cewek yang hapenya jatuh, abis itu keinjek sama orang lain, eh hapenya tetap aja ake, ngga rusak sama sekali. Jadi sangat wajar kemudian Samsung menjadi sangat melejit karena emang media promosinya lewat drama yang ditonton jutaan orang.

12. Kocak dan konyol.
Drama korea meskipun kategori serius, tetap aja unsur dan lucu harus ditonjolkan. Biar lebih menarik. Karenanya adegan lucu kocak dan konyol ini kudu ada di dalam drama korea. Kekonyolan dan kelucuan drama korea ngga nanggung-nanggung, asli bikin ngakak, hahaha.

Salah satu yang bikin gue ngakak abis adalah drama Rooftop Prince. Pas si pangeran dan pengawalnya baru tiba ke dunia modern, tanpa sadar salah satu dari mereka memencet remot tipi. Dan tipi yang nyala adalah drama kolosal dua kerajaan yang sedang perang. Salah satu prajurit dalam perang tersebut mengarahkan panah ke arah lawannya, yang dilalahnya terarah ke penonton. Karuan saja si pengawal pangeran ini langsung ‘menyerang’ prajurit yang sedang memanah tersebut, hahaha.

Belum lagi ketika belajar uang modern. Uang yang sedang diunjukin ke mereka adalah uang yang bergambar Raja Sejong. Maka mereka langsung memberi hormat pada raja mereka yang terdapat di dalam uang tersebut, hahaha…

Itulah pendapatku tentang hal-hal yang kebanyakan ada dalama drama korea. Kalau ada tambahan dari teman-teman silahkan kasih ide ya… 🙂

Incarnation Money ~ 돈의 화신

gambar dari google

gambar dari google

Lee Kang Seok (이강석), putra seorang pengusaha kaya raya yang berusia 15 tahun. Meskipun kaya raya ia adalah anak yang sangat baik yang sangat menyayangi ibunya. Para pelayan yang sangat banyak pun sangat menyayanginya karena ia sangat baik ramah dan pada para pelayannya.

Hidupnya yang sebagai anak pengusaha kaya raya berubah drastis ketika ayahnya Lee Jung Man (이정만) meninggal karena dibunuh. Ibu Lee Kang Seok, Nyonya Park Gi Soon, dituduh membunuh ayahnya sendiri. Sepeninggal ayahnya, ia juga hendak dibunuh oleh komplotan pembunuh ayahnya, tapi kemudian mengalami kecelakaan saat dikejar-kejar oleh pembunuh ayahnya. Lee Kang Seok mengalami amnesia.

Bok Jae In (복재인). Seorang remaja perempuan seumuran Lee Kang Seok yang berbadan gendut. Ia putri seorang pengusaha restoran terkenal, Nyonya Bok Hwa Sool. Bok Jae In jatuh cinta pada Lee Kang Seok yang amnesia. Karenanya tekun mengajarkan dan melatih Lee Kang Seok supaya bisa berbicara lagi.

Setelah dewasa, sebagai perempuan yang gendut yang sering sangat tidak dihargai, ia kemudian melakukan operasi plastik. Bok Jae In kemudian bermetamorfosis menjadi seorang wanita yang sangat langsing. Bahkan ibu, paman dan Lee Cha Don pun tidak mengenali dirinya saat bertemu dia. Disini ada adegan super kocak pas pertama kalinya ia memberitahu ibunya…hahahaha.

Ji Se Gwang (지세광), seorang jaksa terkenal di Korea. Dulu biaya sekolah dan kuliahnya ditanggung oleh Lee Jung Man, ayah Lee Kang Seok. Ia selingkuh dengan Eun Bi Ryung, wanita simpanan Lee Jung Man dan kemudian membunuh  Lee Jung Man. Tapi menimpakan tuduhan pembunuhan tersebut pada nyonya Park Ki Soon, istri Lee Jung Man, atau ibu Lee Kang Seok.

Eun Bi Ryung (은비령), seorang artis yang cukup terkenal di Korea yang menjadi wanita simpanan Lee Jung Man. Ia juga selingkuh denga Ji Se Gwang, seorang jaksa magang yang juga orang kepercayaan Lee Jung Man.

Setelah sadar bahwa dirinya tidak diharapkan dan tidak dicintai oleh Ji se Gwang, Eun Bi Ryung memutuskan pindah ke Amerika. Kelak ia pulang ke korea sebagai Angelina.

Bok Hwa Sool (복화솔), seorang wanita pengusaha, ibu Bok Jae In. Ia mempunyai restoran yang hanya dikunjungi oleh orang-orang kalangan atas dan pejabat-pejabat penting. Ia juga menjadi ketua kelompok sastra yang juga beranggotakan kalangan atas. Dia semacam nyonya gisaeng zaman modern.

*****

gambar : Google

gambar : Google

Sebagai anak, Lee Kang Seok sangat memahami bahwa ibunya hidup menderita karena pengkhianatan perselingkuhan ayahnya dengan wanita lain. Ia selalu berusaha membuat ibunya gembira. Suatu kali ia berkata pada Eun Bi Ryung, bahwa ia akan membalas penderitaan yang dialami ibunya.

Malang bagi Lee Kang Seok, perselingkuhan ayahnya dengan Eun Bi Ryung berakibat maut bagi ayahnya sendiri. Perselingkuhan Eun Biryung dengan Ji Segwang diketahui oleh Lee Jung Man. Sakit hati karena dikhianati oleh kekasih dan kepercayaannya, Lee Jung Man ingin membunuh keduanya sekaligus. Tapi pada akhirnya, Ji Se Gwang dengan cara licik justru membuhuh Lee Jung Man.

Ji Segwang, setelah membunuh Lee Jung Man menimpakan tuduhan pada Nyonya Park Gi Soon, ibu Lee Kang Seok. Ia juga bersekongkol dengan pengacara Lee Jung Man untuk membuat surat wasiat palsu yang menyatakan bahwa seluruh harta kekayaan Lee Jung Man diwariskan pada Eun Bi Ryung.

Nyonya Park Gi Soon dipenjara, dan Lee Kang Seok hidup terlunta-lunta. Ia dikejar Ji Segwang untuk dibunuh supaya kejahatannya bersama komplotannya tidak meninggalkan jejak. Ketika Lee Kang Seok lari dari pengejaran, ia tertabrak oleh mobil nyonya Bok Hwa Sol.

Lee Kang Seok mengalami amnesia. Ia kemudian diberi nama Lee Cha Don (이차돈) oleh Nyonya Bok Hwa Sool dan dititipkan di panti asuhan.

Sepuluh tahun kemudian, Lee Cha Don diterima sebagai jaksa magang di kejaksaan Seoul. Di sana ia bertemu dengan Jaksa yang sangat terkenal di Korea, Jaksa Gwon dan  Ji Se Gwang. Keduanya adalah jaksa yang berkomplot membunuh Lee Kang Seok dan menyebabkan dirinya mengalami kecelakaan dan amnesia.

Suatu ketika ia membatu atasannya menangani masalah yang diacuhkan Ji Se Gwang. Saat itulah ia untuk pertama kalinya bertemu lagi dengan ibunya yang dimasukkan Ji Se Gwang ke rumah sakit jiwa. Meskipun ia datang sebagai Jaksa Lee Cha Don, Park Gi Soon melihat jaksa Lee Cha Don tersebut sangat mirip denga putranya Lee Kang Seok.

Lee Cha Don pun sangat tertarik untuk mengangkat kasus Nyonya Park Gi Soon. Ia melakukan berbagai macam cara untuk mencari tau keberadaan Nyonya Park Gi Soon yang ‘menghilang’ entah di mana. Bahkan ia berpura-pura gila supaya bisa berada di dalam ruang isolasi rumah sakit jiwa, tempat Nyonya Park Gi Soon ‘disekap’ oleh Ji Se Gwang.

Ketika sedang di siksa dengan sengatan listrik yang suara siksaannya diperdengarkan pada pasien ruang isolasi, Lee Cha Don memberikan ‘pesan’ pada nyonya Park Gi Soon bahwa ia datang karena permintaan Lee Kang Seok. Daaaannn, karena siksaan setrum listrik juga, elan-pelan ingatannya melihat masa lalunya. 🙂

****

Bok Jae In dibikin gemuk gambar : google

Bok Jae In dibikin gemuk
gambar : google

Ini adalah drama komedi romantis yang bikin ngakak. Kenapa? Karena awalnya tokoh cewek utamanya Bok Jae In adalah seorang cewek yang gendut banget. Dia tipe orang yang kalau stres atau kalau lagi banyak masalah bawaanya malah pengen makan terus. Jadi karena gemuk tidak ada pria yang mau jadi pacarnya.

Suatu kali Lee Cha Don melakukan penyelidikan dan pada ujungnya ‘menyatakan cinta’ pada Bok Jae In. Mereka tidak ingat bahwa mereka adalah orang yang sudah saling mengenal 10 tahun yang lalu. Bok Jae In terharu ada pria yang ‘mencintainya’ dengan ‘tulus’.

Ada adegan yang kocak bo. Karena ‘ketulusan’ Lee Cha Don, Bok Jae In mencium Lee Cha don dengan posisi Lee Cha Don terdesak ke dinding. Nah saat dicium Bok Jae In ini, air mata Lee Cha Don mengalir, sedih dan ngga ikhlas dicium Bok jae In, si wanita gendut.

Lee Cha Don berpikir entah kesialan apa yang membuat dia harus bertemu dengan Jae In, hehehe… 🙂

Tapi biasalah seperti kebanyakan drama korea, di pertengahan sedikit agak kendor. Tapi secara umum ini drama bagus deh… 🙂

Pemain :

  1. Kang Ji Hwan sebagai  Lee Kang seok atau Chadon.
  2. Hwang Jung Eum sebagai Bok Jae In.
  3. Park Sang Min sebagai Ji Se Gwang.
  4. Choi Yeo Jin sebagai Jun Ji Hoo
  5. Kim Soo Mi sebgai Nyonya Bok Hwa Sool
  6. Park Ji Bin sebagai Lee Kang Seok remaja.
  7. Seo Sin Ae sebagai Bok Jae In remaja.

Cowok Korea Ganteng-Ganteng Ngga Sih?

Gambar dari googel. Suka ilalangnya... ^^

Gambar dari google.
Suka ilalangnya… ^^

Cowok korea ganteng-ganteng ngga sih? Hahaha… Itu adalah pertanyaan yang sering diajukan ke gue dari teman-teman yang suka korea tapi ngga punya akses bertemu, berkenalan dan berbicara dengan orang korea, khususnya cowok korea. Apa pasal? Karena mereka ingin memastikan apakah cowok korea yang bukan artis itu juga ganteng n keren kaya artis-artisnya yang sering mereka liat di tipi ato drama.

Pertanyaan kadang-kadang bikin saya tersenyum. Saya tersenyum melihat mereka yang pada penasaran. Mereka penasaran mungkin karena jarang banget atau hampir ngga pernah melihat orang korea secara langsung kali ya. Sementara kalau liat bule kan udah sering seliweran di mana-mana, jadi udah ngga asing.

Menjawab pertanyaan kaya gini rada-rada mikir juga sih gue ya. Secara gue bukan penggemar cowok korea atau oppa hunter ya, jadi cowok korea sih berasa biasa aja sama gue. Tapi beda kalau sama si akang Bae Yong Jun dan akang Song Seung Hoon yaa, xixixi… 🙂 *teteeeuup ini mah… ^.^

Kalau bagi gue sih ya… Kebanyakan artis korea itu emang keren, terlepas dari kenyataan bahwa mereka oplas atau nggak. Penampilan mereka emang enak diliat dan sedap dipandang… 🙂 Apalagi grup boyband-nya yang emang keren-keren banget. Mereka sangat kreatif dan inovatif untuk mencipkan hal-hal yang baru di dalam jagad hiburan. Terutama koreografi mereka keren, kata gue….

Di dalam drama juga gitu. Kayanya cowok tokoh utama itu rata-rata bikin hati penonton wanita seperti dibuai dengan penampilan mereka. Walaupun itu hanya ada di dalam drama aja sih. Bukan di dalam kehidupan sebenarnya. Semua orang korea yang gue kenal yang komen soal drama korea pasti ngomong kaya gitu.

Nah… Gimana sih cowok korea dalam kehidupan nyata? Apakah benar seganteng dan seromantis cowok-cowok yang ada di dalam drama korea? Hmmmmm *mikir 1000 kali…pake semedi dulu niihh hahaha* kata gue sih biasa aja yaa…. Sama aja kaya kita juga. Ada yang ganteng dan ada juga yang biasa-biasa aja. Cuma mereka menang di putih doang.

Cowok korea yang ketemu gue selama ini kebanyakan bisa dibilang biasa-biasa aja. Ngga yang istimewa-istimewa banget. Yang cakepan ada sih tapi bukan begaya cowok korea di drama gitu. Tinggi tubuh mereka juga rata-rata sama kok dengan kebanyakan cowok indonesia. Iris mata atau warna mata mereka juga sama-sama gelap, rambut juga sama itam. Muka (tampang) juga rata-rata sama juga lah. Pokoknya kalau bukan faktor kulit yang lebih putih dan mata yang sipit, secara umum sama aja. Beda dengan bule yang beda semua-semuanya.

Nah masalahnya adalah pendapat gue kan pendapat orang yang secara pribadi ngga suka cowok korea. Jadi objektif ngga sih?? Hehehe…

Kalau yang cewenya gimana dong? Kalau yang gue liat sih ya cewek korea emang banyak yang cakep-cakep. Ga cuman muka doang yang cakep, body juga ciiiinnnn…. Body mereka yang langsing-langsing sukses bikin gue yang gendut jadi sirik setengah hidup, hehehe.

Tapi yang bikin gue suka kesel sama cowok korea adalah, mereka terlalu geer-an. Ge-er kalau banyak cewek indonesia yang suka sama mereka. Geer aja kalau mereka diincar oleh para oppa hunter. Hadduueehhh… Kaya udah jadi orang paling ganteng sedunia aja deh… 🙂

Belakangan yang gue perhatiin adalah para bapak-bapak korea yang sudah 45 – 50 tahun ke atas. Entah kenapa ya, raut muka mereka itu mirip aja atao sama aja bagi gue yaa. Maksudnya, gimana ya, ngga ada yang berwajah ‘berminyak’ yang kalau makin tua keliatan makin arif. Ini raut mukanya kusut semua, keruh. Kayanya di jidad mereka penuh dengan masalaah aja deh. Satu dua sih ngga, tapi umumnya kaya gitu. Beda dengan orang kita yang kalau yang makin tua kayanya makin berminyak dan tampak makin arif *ga semua juga sih ya*. Ini hanya pendapat pribadi gue yaaa…

Perbandingan gue adalah bapak-bapak korea tersebut dengan bapak-bapak indonesia yang PNS atau karyawan kantoran gitu. Kan ngga mungkin jg bandinginnya dengan bapak-bapak indonesia yang kerja du sektor fisik yaa… Secara kerjaan mereka udah keras mau ga mau muka mereka juga terlihat keras dong yaa.

Jadi, ketika melihat cowok-cowok korea yang masih muda entah kenapa yang terbayang adalah wajahnya kalau sudah tua hahaha. Percaya deh. Kalau udah gitu gue yang secara pribadi ngga demen cowok korea makin susah suka sama cowok korea, beda halnya dengan teman-temanku lainnya yang memang banyak menyukai cowok korea

Makanya kalau ada yang bertanya apakah cowok korea ganteng atau tidak, pasti mikir dulu mau jawab apa. Soalnya selera kita beda-beda kan? Bagi gue, seringkali atau mas-mas tionghoa mangga dua dan tanah abang lebih gantengan dari sedikit orang korea yang pernah gue temui… 🙂

Lah, kok bandinginnya dengan mas-mas tionghoa mangga dua dan tanah abang sih? Hehehe… Karena secara fisik mereka kan lebih dekat yaa… sama-sama bermata sipit dan berkulit kuning ato putih. Jadi bagiku, lebih suka mas-mas tiongoa mangga dua dan tanah abang, hehehe *lebih cinta ploduk-ploduk Indonesia… 🙂.

Tapi, lagi-lagi ini menyangkut selera yaa… Kalau pendapatku sih begitu…:P

Tapi jawaban gue pada akhirnya adalah, liat aja artis-artis ato selebritis Indonesia, dan bandingin aja dengan kebanyan orang Indonesia. Sama, gue pikir korea juga dong yaa… Kalo udah jawab begitu, baru deh pada ber’oohh, iya juga yaaa…’ 🙂

Kalau kamu? Apakah cowok (di drama) korea ganteng-ganteng?