Arti “Percaya Kepada Tuhan” Menurut Pandangan Orang Korea

Sabtu siang kemaren aku dan temanku Dedew serta Ruru bertemu sekadar cerita-cerita ga gelas kemana-mana. Nah, waktu itu juga Dedew cerita tentang pertemuannya dan beberapa teman dengan sonsengnim yang akan kembali ke Korea. Sonsengnim ini dulu pernah 2 tahun di Jakarta dan kembali ke Korea bulan Maret yang lalu. Awal bulan Juni ia kembali ke Indonesia untuk bekerja di Jakarta tapi kemudian memutuskan kembali lagi ke Korea dan hanya tiga minggu berada di Jakarta.

Aku sendiri saat itu ngak bisa ikut ngumpul bareng dengan sonsengnim dan teman-teman. Sayang banget sih sebenarnya tapi mau gimana lagi coba. Dari cerita Dedew dan Ruru, pertemuan tersebut benar-benar dimanfaatkan Dedew untuk menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan karya tulis Dedew tentang peranan wanita Korea pada zaman Kerajaan Joseon. Selain itu juga Dedew menanyakan tentang wanita Korea zaman modern sekarang. Tentang apakah di Korea diijinkan menikah dengan orang yang mempunyai nama keluarga (marga) sama. Secara di Korea nama marga ngga banyak-banyak amat.

Dedew ingin mendapat penjelasan langsung dari orang Korea itu sendiri selain dari berbagai referensi buku yang ia baca.

Dan puncak pertanyaan Dedew kepada sonsengnim adalah tentang keyakinan orang Korea yang sekarang banyak memilih atheis. Menurut Dedew, dia agak berhati-hati menanyakan masalah agama pada sonsengnim, tapi sonsengnim malah meyakinkan Dedew menanyakan apa saja yang ingin Dedew tanyakan ketika ia melihat Dedew agak ragu-ragu bertanya.

Dedew menanyakan apakah orang Korea masih memercayai atau mematuhi ajaran konfusius saat ini? Kata Dewi, jawaban sonsengnim adalah, tidak. Dan Dedew juga menayakan tentang bagaimana kepercayaan orang terhadap tuhan. Dan kata sonsengnim lagi, kebanyakan orang Korea saat ini tidak lagi percaya pada tuhan.

Mendengar cerita Dedew, aku langsung nyeletuk, “Bukannya orang Korea yang bukan atheis sangat taat agama mereka dan malah fanatik banget?”

“Ya itu dia Kak, aku juga nanyain ke ssem orang Korea yang Kristen sangat rajin ke gereja.” jawab Dedew. Dedew menyebut agama Kristen karena sonsengnim beragama Kristen, walaupun ngga tau apakah Protestan atau Katolik.

Jawaban sonsengnim kata Dedew adalah, “Benar orang Korea masih banyak yang rajin ke gereja karena pergi gereja untuk menenangkan hati. Bukan karena mereka percaya kepada tuhan.”

아아…. 그렇구나… Beda antara percaya kepada tuhan dan menenangkan hati yang gelisah rupanya bagi mereka…

Kemudian, lanjut Dedew, sonsengnim mencontohkan dengan situasi umat Islam di Indonesia, dimana banyak banget orang Islam yang tidak shalat, atau dia pakai jilbab ke kampus, misalnya tapi melepas jilbab dalam kegiatan lainnya. Itu kata sonsengnim namanya orang yang tidak percaya kepada tuhan.

“Lah, kita kan semisal orang Islam nggak shalat atau orang Kristen atau katolik ngga ke gereja toh kita masih percaya sama tuhankan?” tanyaku memberikan pendapat.

Dewi mengangguk membenarkan tapi kemudian menjelaskan tentang makna percaya pada tuhan menurut kebanyakan orang Korea, “Emang Ka, tapi intinya bagi orang Korea kata ssem, meskipun kita mengaku percaya pada tuhan tapi tidak melaksanakan perintah tuhan, berarti kita tidak percaya pada tuhan. 하늘님께 안 믿어요 (Hanelnimke an midoyo ~  tidak percaya kepada tuhan).

“Pantesan orang Korea banyak yang bunuh diri. Orang nggak percaya pada tuhan!” celetuk Ruru.

Mendengar cerita dialog Dedew dengan sonsengnim, pikiranku tiba-tiba melayang pada pelajaran-pelajaran wirid remaja tentang aqidah sewaktu masih sekolah dan ceramah-ceramah buya di mesjid dekat rumah di kampungku tentang makna iman.

Makna iman secara iman secara bahasa adalah percaya. Tapi makna iman (secara aqidah..?, ah lupa) adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lidah dan mengamalkan dengan perbuatan. Jadi hati kita mempercayai adanya Allah dan lidah kita berucap atau bersaksi bahwa beriman pada Allah dan harus diikuti oleh perbuatan-perbuatan kita sebagai seorang muslim.

Pendapatku, sebenarnya orang mencoba menerapakan defenisi iman bahwa sebagai orang yang percaya kepada tuhan harus diikuti oleh perbuatan. Cuma masalahnya adalah karena mereka menganggap tidak melaksanakan perintah tuhan sama dengan tidak percaya kepada tuhan, otomatis hati mereka sudah tidak percaya kepada tuhan.

Tapi menurut pendapatku, kalo hati sudah tidak percaya kepada tuhan gimana kita punya keinginan untuk melaksanakan ajaran-ajaran yang tuhan perintahkan. Bukankah kita beribadah karena kita mempercayai tuhan?

Ah, ini mah jadi kaya mempertanyakan mana yang duluan ayam atau telur dong yaa… 🙂

Sementara kita orang Indonesia sebaliknya, percaya kepada tuhan tetapi banyak juga tidak melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya. Kata orang Islam, gue nih ya, walo ga shalat ga puasa gue seratus persen Islam. Dan kalo kata yang beragama Kristen dan Katolik, walopun ngga ke gereja, tetap tulen Kristen, atau Katolik tulen.

Begitu juga dengan penganut Budha dan Hindu. Kita, kebanyakan kita orang Indonesia masih tetap percaya pada tuhan, ga sekadar menganggap ke mesjid ato ke gereja itu cuma untuk menenangkan hati saja.

Nah, manakah teman-teman sendiri gimanakah pendapat tersebut?

Firsty

Gambir, Jakarta
25 Juni 2012

Postingan lainnya tentang Korea :

1. Buku Cara Mudah Belajar Bahasa Korea (쉽게 한국어를 배워요)
2. Hanok (한옥), Rumah Rradisional Korea
3. Hanbok (한복), Pakaian Tradisional Korea
4. Hallyu (항류), Korean wave atau gelombang korea
5. Kimchi (김치), makanan fermentasi atau asinan korea
6. Chaebol/jaebol (재벌), konglomerat korea
7. Hanguk Munhwawon (한국 문화원) Pusat Kebudayaan Korea Jakarta
8. Makanakan korea (한국 음식)

29 thoughts on “Arti “Percaya Kepada Tuhan” Menurut Pandangan Orang Korea

  1. mmhh jadi kalu ku ga pake jilbab, ku ga percaya adanya tuhan?
    banyak temen koreaku bilang agama mereka ga percaya tuhan tapi tahu ada tuhan, bentuknya mungkin sama konghucu.. ada ajaran mereka, tapi ku ga hafal..
    orang korea ke gereja hanya untuk menenangkan diri? sama aja kalu gitu mereka boleh ke mesjid pun menenangkan diri? juga ke pura dan kastil?

  2. Dulu waktu ke mesjid di Incheon banyak orang sana yang celingak celinguk ngintip ke dalam & foto2 di luar mesjid.
    Mungkin mereka penasaran kali, di sana juga disediakan sesi konsultasi sm pengurus mesjid kalo ada yg mau tau ttg islam.

  3. Kata temanku begitu, tetapi yang diataskan pendapat dari orang Korea yang tidak percaya pada tuhan…. (mereka tau tuhan ada, tapi ngga percaya pada tuhan)

    Mereka ke gereja kan karena kebanyakan mereka juga beragama kristen atau katolik dan nggak kenal dengan islam, bahkan kadang2 memandang aneh islam…

  4. Pingback: Selamat Datang 어서 오세요 | Firsty Chrysant

  5. Pingback: Mimpi Apa Aku Sampai Harus Ngeliat Cowok Bugil????? *Arrrrrggggg | Firsty Chrysant

  6. Pingback: Mau Mandi Susu? NO WAY…!!! Kapok Gue!!! | Firsty Chrysant

  7. Pingback: Gini Nih Kalo Ga Punya Malu : Nyante Aje Bugil di Depan Orang Lain…:( | Firsty Chrysant

  8. Pingback: Halan Halan ke Kebun Raya Cibodas Puncak | Firsty Chrysant

  9. Pingback: Orang Korea Petama Yang Gue Liat Pake Jilbab : Cakep Boooooo (내가 처음 질밥을 입는 한국 사람을 봄… : 아주 예뻐…)F | Firsty Chrysant

  10. Pingback: Han Ryu (한류) ~ Korean Wave : 난 한국을 좋아해요 ^__^ | Firsty Chrysant

  11. Pingback: SEOYE (서예) ~ SENI MENULIS INDAH (KALIGRAFI) KOREA | Firsty Chrysant

  12. kebanyakan org korea gak mempunyai agama, dr beberapa yg aku kenal org korea itu mengatakan mrk tidak percaya Tuhan, karna bagi mrk keberuntungan ato tidak itu berasal diri mrk sendiri. dan salah 1 temanku pernah melakukan pertukaran pelajar dgn org korea, dy tinggal dsana dan dy tinggal bersama salah 1 penduduk dsana. ketika temanku tinggal dsana ternyata keluarga tersebut akan menikahkan salah 1 putrinya, kemudian temanku membantu.
    maaf, aku sedikit cerita ttg agama dan budaya pernikahan d korea.
    temanku bercerita bahwa dlm pernikahan tu si pengantin wanita dan pria menikah dsebuah gedung (convention hall) hotel. dan dsana dhadiri para tamu dan yg jadi penghulu bukanlah pendeta ato penghulu islam. melainkan salah 1 teman dr si pengantin. dan upacaranya cukup dgn membawa 2 buku perjanjian yg dbawakan masing” pengantin. yah isinya tentang perjanjian nikah mrk dan itu udah dkatakan sah. aku sempat bertanya dgn temanku, pernikahan dsana bisa dikatakan sah itu seperti apa? karena aku menyimak temanku bercerita agak aneh. temanku berkata, pernikahan dkatakan sah apabila mrk mendaftarkan pernikahan mrk dcatatan sipil dan itu sah hukumnya. dan dsana juga ada masjid bagi warga yg beragama islam, dsana ada wihara, gereja, klo pura temenku jg krg yakin. yg pasti ada wihara, gereja dan masjid. bagi org korea kepercayaan itu ada dlm diri mrk dan mrk gak percaya yg namanya Tuhan.
    yah itu yg bisa aku ceritakan jd klo misal mw komen soal agama, itu tergantung dari masing” org. saya gak bisa berkomentar apa” yah tu kembali dr diri kita masing” ^^

    • Halo Miniendut, salam kenal ya… 🙂
      Makasih sudah berbagi cerita juga di sini… 🙂

      Pernikahan di korea sama seperti di Amerika, yang kalau sudah didaftarkan di catatan sipil, itu sudah cukup. Tapi mereka juga punya prosesi pertnikahan tradisional juga. Dan yang beragama kristen atau katolik biasanya juga melakukan pemberkatan di gereja juga.
      Tapi intinya memang catatan sipil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s