Road to Muscab FLP Jakarta 2017 di Sekretariat FLP Jakarta Raya, Kampung Rambutan

Pada hari Ahad 12 Maret 2017, FLP Jakarta, salah satu cabang Forum Lingkar Pena yang didirikan oleh Mba Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia dan Maimoon Herawati mengadakan Muscab atau Musyawarah Cabang (keren ya istilahnya… 🙂 Muscab ini diakakan untuk pemilihan Ketua FLP Jakarta yang baru. Muscab FLP Jakarta ini diadakan di Sekretariat Wilayah Jakarta Raya di jalan Mastrib Kampung Rambutan.

Menurut pendapat saya sih, ini muscab FLP Jakarta yang paling ngga ribet dari 4 kali menggawangi muscab FLP Jakarta. Pada muscab sebelumnya 2 tahun lalu di Museum Bank Mandiri (di sini, di sini, di sini, di sini) dari awal perencanaan muscab sudah bikin emosi jiwa karena beda pendapat yang tak berujung. Belum lagi selama proses berjalan menjelang muscab, adaaaa aja suara-suara tidak puas yang menurut saya hanya ‘ngerecokin’ panitia dan KPU. Sudah ada drama dari awalnya. Tapi walaupun ada sedikit drama 2 tahun lalu, alhamdulillahnya tidak sedrama muscab 2 tahun sebelumnya lagi yang diadakan pada tahun 2013. Alhamdulillah sih.

Itu dulu, 2 tahun yang lalu. Sekarang kan beda…hehehe

Setelah ditetapkan KPU (keren kan istilahnya,hehe) oleh ketua FLP Jakarta, Mas Arya, dan panitia muscab oleh rapat pengurus, hampir tidak ada koordinasi panitia untuk pelaksanaan muscab ini. Santai banget, hahaha. Pada bulan Januari panitia baru mulai aktif koorsinasi di WA grup panitia. Awalnya hanya beberapa orang saja yang diminta menjadi  koordinator-koordinator pelaksanaan muscab. Setelah itu baru ‘dicemplungin’ lagi teman-teman lainnya untuk jadi panitia. Dan tetap aja ada yang baper-baperan (ngelirik seseorang) hahaha. Kayanya hidup ngga seru kalau ngga baperan yaa… ^^

Dan menurut saya lagi sih muscab kali ini sejak awal perencanaannya sampai berjalannya muscab bisa dibilang memang anteng banget. Saking antengnya, ada teman panitia yang memang berkarakter melankolik sampai ‘mules’ karena takut pelaksanaanya bakal tidak berjalan dengan baik, hahaha. Bagi teman panitia ini, KPU terlalu santai, sehingga dia kuatir persiapan yang kurang matang malah akan jadi masalah pada saat pelaksanaan muscab. Bener juga sih, hehehe.

KPU memang seperti bersikap anteng-anteng saja tanpa terlalu sibuk membicarakan secara serius mekanisme pemilihan di grup WS. Tapi walaupun begitu Aa Mumun masih sering ‘melempar’ syarat-syarat ketua FLP Jakarta berdasarkan AD/ART FLP. Tetap saja musyawarah di ‘udara’ tersebut tidak efektif banget karena terlalu banyak pertanyaan yang terlontar. Dan setiap pertanyaan ada jawaban, tapi setiap jawaban pun juga tidak memberikan jawaban yang puas pada anggota yang bertanya.

Akhiranya KPU memutuskan untuk rapat tatap muka. Dan KPU baru bisa berkumpul seminggu sebelum pelaksanaan muscab, tepatnya tanggal 5 Maret. Pada rapat KPU yang diadakan di Mesjid Cut Nyak Dien KPU membahas mekanisme muscab secara detail. Yaitu tentang Sidang Laporan Pertanggungjawaban Ketua dan Pengurus FLP Jakarta periode 2015 – 2017, serta sidang pemilihan ketua FLP Jakarta yang baru.

KPU FLP Jakarta 2017 juga membahas tentang siapa saja yang berhak memilih dan juga siapa saja yamg berhak jadi calon ketua FLP Jakarta pada muscab kali ini. KPU membuat aturan-aturan yang sebenarnya sangat longgar. Karena kalau dibuat aturan yang ketat, maka hampir tidak ada yang punya hak suara memilih calon Ketua FLP Jakarta yang baru. Apalagi untuk calon Ketua FLP, makin tidak calon yang memenuhi persyaratan.

Pelaksanaan Muscab FLP Jakarta awalnya hendak dilaksanakan pada akhir Januari atau awal Februari ditunda sampai semua hiruk pikuk pilkada DKI (putaran pertama) selesai. Tapi kami juga ngga mau acara muscab ‘dibubarkan’ aparat kepolisian karena mengadakan pelaksaan muscab pada saat suhu politik Jakarta sedang berada pada titik didihnya. Itu bakal dianggap memgganggu ketertiban umum. Ngga lucu kan kalau kami ntar masuk berita di tipi, tapi sedang digiring ke kantor polsek daerah Kampung Rambutan sana, hahaha. Ampun dijeeee..

Akhirnya kami ‘ngalah’ deh. Kami mundurin acara ke minggu pertama bulan Maret, tanggal 5 Maret. Tapi ngga jadi juga karena suatu sebab sederhana *lirik chagi, hehehe. Karena tanggal 5 ngga jadi, akhirnya kami sepakat untuk muscab seminggu berikutnya tanggal 12 Maret, hari Minggu.

Tapi ini pilihan bijak juga karena tanggal 12 Maret ini kan tanggal bagus juga. Tanggal 12 Maret, bisa ditulis 12 – 3, yang kalau disambung jadinya #123. Ngga tanggung-tanggung FLP Jakarta ngga mau kalah dengan tagar yang populer beberapa bulan belakangan ini : #411, #212, #212. Kami pun memberi memberi tagar acara Muscab FLP Jakarta dengan #123, hehehe.

Tidak hanya dalam memberi tagar, FLP Jakarta juga membuat pengumuman yang provokatif untuk muscab ini. Kami juga tidak mau kalah dengan pilkada Jakarta kali ini, hehehe. Sehingga bunyi pengumuman Muscab FLP Jakarta adalah :Bukan cuma Jakarta yang akan memilih pemimpin, FLP Jakrta juga. Tahun ini FLP Jakarta mengadakan muscab memilih ketua periode 2017 – 2019.

Pada pelaksanaan kali ini berbeda dengan muscab-muscab sebelumnya, dimana KPU mengadakan penjaringan nama-nama yang bisa dijadikan calon ketua yang memenuhi persyaratan melalui email. Setiap anggota FLP Jakarta, berhak memberikan maksinal 3 nama. Jadi kalau ada satu anggota membuat 3 buah nama tapi hanya satu orang, tetap dihitung satu nama. Setelah itu disaring 5 nama terbanyak. 5 nama terbanyak ini kemudian diumumkan pada seluruh semua anggota FLP Jakarta. Dan balon yang masuk 5 besar ini diminta membuat visi dan misinya kalau terpilih menjadi ketua FLP Jakarta.

Sekarang semua mekanisme di atas dipangkas. Tidak ada mekanisme lewat email seperti yang sudah – sudah. Semua mekanisme diadakan pada saat muscab. Banyak yanh mempertanyakan kenapa KPU mengubah sistem yang selama ini sudah dijalankan. Sistem ini dibuat KPU bertujuan supaya anggota FLP Jakarta datang dan hadir pada saat muscab. Tetapi, mekanisme ini ternyata juga mempunyai kekurangan yang sangat nyata : bahwa ada kemungkinan calon-calon ketua yang lainnya yang memenuhi persyaratan tidak hadir, maka namanya tidak bisa dijadikan balon ketua.

Tapi so far si goodlah… Pelaksanaan muscab di sekretariat FLP Wilayah Jakarta Raya alhamdulillah  berjalan lancar walaupun ada sedikit drama juga, hehehe.

Advertisements

5 comments

  1. Lirik-lirik gw 😒 tatap aja siy akakaka. Tp tetep aj biar udh dimundurin jadi tanggal 12 orangnya gak dateng. Seenggaknya, kita udah kasi tanggal yg pada kaga ada agenda d tanggal segitu. Emang, kalo nunggu semua kandidat kuat kumpul, bisa2 baru muscab beberapa taun lagi. *kaga ada tawa miring dimari* Tapi gw masi kesel lah 👿

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s