Road to Muscab FLP Jakarta 2015 ~ Pemilihan Ketua Baru

wpid-img-20150125-wa0027.jpg

Huuff…. Ini tulisan Muscab kok ngga selese, selese yaa? Baru tulisan 1 dan tulisan 2.

Pagi itu, hujan mengguyur Jakarta dengan deras. Gue aja berangkat dari kos jam 7 an, naik angkot M 10 yang arah ke jembatan 5. Tapi pas lagi jalan beleum deras-deras amat sih. Turun angkot di kolong asemka, dan lantas naik bajai.

Loooh deket kan? Iya sih, deket. Tapi kedua tangan gue nenteng snack cemilan cemilun booo… lontong isi dan pastel 50 biji, plus bolu tape dua Loyang. Berat jeuungg… Ga kuat juga tangan ane megaag kiri kanan plus tas selempang di bahu.

Eh, nyampe di museum bank mandiri ternyata masih sepi. Alhamdulillah udah ada yang datang, walau baru beberapa orang aja. Aa Mumun sang pak ketua panitia, Mas Bil sang ketua acara, Mba Era Elen, Jana, Mas sokat sang ketua KPU (mas sokat udah datang apa blom yaaa? Lupa) dan Imam. Padahal udah hampir jam 8 loohh.

Daaannnn gue sungguh salut luar biasa sama mereka karena sudah tiba jam setengah 8 seperti yang mereka janjikan. Padahal rumah mereka pada jauh lohh, dan hujan pula. Semoga Allah membalas kebaikan yang mereka lakukan amiin.

Seperti biasa, cipika cipiki dulu dong dengan teman-teman ceweekk… hehehe tetap ini maah. Abis itu, Mba Elen dan Jana langsung beberes memasukan pastel ke dalam wadah plastik. Luar biasa cekatan ini teman-teman. Ngga cuma yang cewek, teman-teman cowok juga sigap membantu yang cewek. Alhamdulillah.

Oya, pagi tadi gue sempet khawatir dong bakal ada ‘drama-drama kecil’ selama muscab. Sampe gue bikin status di grup “kuatir ada drama yang yang lebih drama dari drama korea, boooo!” Soalnya muscab sebelumnya konon ada drama seru banget katanya sih, hehehe. Nah misi gue kan gimana muscab ini ngga ada drama-dramanya sama sekali… 😛

Kenapa gue kuatir ada drama pada muscab kali ini? Karena semalam ada teman yang bikin status yang agak kurang mengenakkan bagi kandidat lain. Seperti agak (sangat sih…) menyerang salah satu kandidat dan sangat mendukung kandidat lainnya.

Dia mempertanyakan atas dasar apa dia (atau puluhan anggota lain yang ia wakili) harus memilih kandidat yang sudah ngga datang 2 tahun ini. Sampai dia bikin, “ini orang siape? Gue kagak kenal, kok tiba-tiba nongol dan dicalonin jadi ketua?” Kan jleb banget bagi si kandidat yang diserang kan yaaa… Ini facebook terbuka dan dibaca bagi semua orang loh, termasuk si kandidat yang di serang.

Dan pertanyaannya bagi gue adalah, seberapa banyak sih anak angkatan lama yang datang 2 tahun ini? Nyampe ngga hitaungan jari 2 tangan? Itu aja sih. Kalau dia Cuma menginginkan yang aktif selama dua tahun ini, maka gue jamin Cuma afilin kandidat ketua FLP Jakarta yang baru. Jadi sekali lagi, kalau harus kaya gitu ngga perlu lah gue repot-repot ngurus muscab ini… 😛

Ah, sudahlah… kalau dia (dan puluhan anggota lain yang ia wakili) ngga kenal angkatan lama yang ia maksud berarti memang terjadi jurang yang sangat besar antara angkatan lama dan angkat yang baru dalam dua tahun ini. Simpel banget kannn… (lagi-lagi ini hanya catatan pribadi selama proses muscab yaaa… P)

Oya, teman ini sebenarnya sudah didaftar jadi calon kandidat loh, tapi karena dia sudah pernah memberikan pernyataan ngga mau dicalonkan, ya sudah, ngga jadi masuk daftar. Gue kuatirnya, masalah dukung mendukung antar mazhab eh golongan ini bakal diributkan gitu lah nantinya di muscab… Dan bakal terjadi drama lagi kaya dua tahun sebelumnya. Oh noooo…

Satu-persatu teman-teman mulai datang. Tapi tetap aja ketika acara dimulai, peserta yang datang masih sangat sedikit dari perkiraan. It’s oke, ngga apa-apa deh. Show must go on. Acara dimulai setelah jam di hape menunjukkan jam 10 lewat, ato mungkin udah mao nyampe jam setengah 11.

flp1

Laporan Pertanggung Jawaban

Mas Bil dan Iecha yang memandu acara. Keren deh mereka berdua ngebawainnya. Jemppoolll buat mereka. Acara dibuka dengan pembacaan wahyu Allah oleh Asnawi. Nih anak udah lama banget ngga dateng loh, tapi kali ini dateng… 🙂

Ada juga penampilan Mba Gesang membawakan puisi. Gileee… keren amat dah… Ga cuma jagoan nulis tp juga jago puisi boooo… 🙂

Nah, pas mau sidang pleno, ada sedikit nge-heng sodara-sodara. Tadinya yang bakal mimpin sidang kan Mas Sokat, Mba Dala dan Riri. Gue kebagian ngider-ngider ga jelas gitu deh. Eh, mba Dala taunya ngga datng boo… Tadinya udah di buswsy, tapi rumahnya diserbu air, jadi balik lagi pulang.

Karena rencananya ngga duduk manis di depan, gue ngga tau dong rondon acaranya hehehe. Mas sokat mungkin juga (tadinya) mengandalkan Mba dala, hehe. Jadilah kita bertiga diskusi kecil dulu di depan. Koplak dah.

Acara pagi itu adalah, Laporan Pertanggung Jawaban ketua FLP Jakarta, Yusi dan jajaran kepengurusannya. Bisa dibilang ini sangat seru karena banyak hal yang ingin minta penjelasan dari Yusi tentang LPJ. Sampai-sampai LPJ ini dipending sampai ishoma dulu.

Setelah selesai istirahat, acar dilanjutkan lagi. Tapi ketua FLP Jakarta dan para pengurus tetap di luar karena selain mereka akan diskusi tentang LPJ pengurus. Setelah diskusi sekitar 10 atau 15 menit, KPU dan peserta sidang memutuskan menerima LPJ ketua FLP Jakarta dan pengurusnya dengan 3 catatan, yaitu :

  1. Merevisi LPJ dengan menyertakan Proker dan tingkat keberhasilannya.
  2. Menyelesaikan hutang modul dan sertifikat untuk angkatan 18 dengan batas waktu sampai tanggal 22 Februari 2015.
  3. LPJ yang sudah direvisi oleh pengurus FLP Jakarta periode 2013 – 2015 diserahkan kepada pengurus FLP Jakarta periode 2015 – 2017.

Alhamdulilah… satu proses sudah terlewati. Dan yang lebih menyenangkan adalah ngga ada drama-dramaan boo. Walaupun Yusi terslihat sangat emosional, karena mungkin merasa diserang kali ya (perkiraan gue doang yaaa…) tapi setidaknya LPJ ini selesai dengan diterimanya LPJ Yusi.

flp

Pemilihan Ketua Baru

Sidang berikutnya adalah, pemilihan ketua baru. Pimpinan sidangnya kembali Mas Sokat selaku ketua KPU, Riri dan Jana. Tapiiii ketika proses pemilihan gue ketiban sial jadi moderator sidang booo… mimpi apa gue semalem?? Gue kan ngga punya persiapan sama sekali. Run down acara ngga ada sama sekali. Jadilah gue akrobatik di depan sebagai moderator.

Tapi ya udah sih… gue maju jadi moderator tanpa persiapan sidang, hehehe. Ga cuma tanpa persiapan. Pegang kertas sih pegang, tapi ngga daftar urutan acar. Mana yang inget di otak aja dong, hahaha… Saking konyolnya gue jadi moderator, Mas Bill sampe menepok jidatnya sambil ketawa dan geleng-geleng kepala looohh… Ih beneran, gue ga boong dah… Gue liat dengan mata kepala gue sendiri, hahahaha.

Oke, panelisnya ada 3 orang. Mas Sudiyanto, perwakilan dari FLP Jakarta Raya. Mas Billy, sang senior di FLP Jakarta, serta Winda, anggota FLP Jakarta angkatan 17. Seperti biasa, acara dimulai dengan perkenalan diri, lalu pemaparan visi misi ke enam calon : Mas Arya, Agus, Karina, Ikal, dan Afilin.

Nah yang gue salut pada pemaparan visi dan misi ini adalah : sebelumnya mereka tidak diberitahu tentang visi dan misi mereka jadi ketua FLP Jakarta. Tapi mereka bisa menjawab dengan baik banget… *jempol gede deh buat mereka*. Mereka deberi sejumlah pertanyaan oleh panelis tentang kesiapan mereka jadi ketua.

Dan ketika sesi tanya jawab kandidat selesai, Mas Sokat mengajukan satu pertanyaan pada masing-masing kandidat. Siap atau tidak siap jadi ketua. Langsung ditodong satu persatu oleh Mas Sokat. Mas Arya, Agus, Karina dan Afilin menyatakan siap dan bersedia jadi ketua FLP Jakarta (kasiih jempol gedeee deh).

Tapi satu calon ikal, menyatakan tidak bersedia. Ya emang dari awal ia menyatakan tidak bersedia kan yak e gue. Ya udahlah ngga apapa. Dan dari awal sesi tanya jawabpun ia memang sudah menunjukkan ketidaksediannya. Jawaban-jawaban yang ia berikan seringkali lebih banyak curhat tentang dirinya yang “jomblo dengan sebelas mantan.” Penting gitu curhat di sidang Kaaaallll, xixixi 😛 *Piiiss ya Kaall, jangan ngambek gue ledekin… hehehe.

Abis itu semua kandidat diminta keluar ruang siding dulu. Kita semua bermusyawarah tentang ke empat calon yang ada. Siapa yang bagus dan siapa yang terbaik buat FLP, Jakarta. Hanya saja pas musyawarah kan banyak yang tersampaikan aspirasinya. Dan hampir sepertiga peserta sidang mungkin ngga kenal dengan Agus dan Karina.

Pada akhirannya kita voting booo… Pas pas ngitung hasil voting ini seru banget deh. Suara Mas Arya dan Afilin benar-benar saling berkejaran. Bikin semua yang jadi tegang banget. Bahkan Jana yang ngitung suarapun pun jadi tegang. Satu kali ia menyebut nama Agus, padahal nama yang tertulis nama Arya, hehehe.

Selisih suara Arya dan Afilin mereka hanya satu suara. Bayangkan tadi kalau Yusi ngga teliti melihat lagi dan menyatakan itu nama Agus, hasil yang keluar adalah Mas Arya dan Afilin seri. Dan Alhamdulillah teman-teman, Pak Arya yang terpilih jadi ketua booo… J Yeaaayyy…

Kenapa gue bilang Alhamdulillah? Berarti gue lebih mendukung Mas Arya dong? KPU kan harusnya netral?? Iyaaaappp, gue secara pribadi lebih mendukung Mas Arya karena FLP Jakarta butuh pemimpin yang menjadi perekat antara anggota lama dan senior-senior yang sudah tidak aktif.

Mas Arya sudah bergabung sekitar 8 tahun yang lalu. Dan dia sudah merasakan kepemimpinan Mas Billy dan Kang Tep serta Yusi. Jadi dia mengenal angkatan lama dan (mungkin sebagian kecil) angkatan baru yang yang hadir dua tahun ini. Itulah makanya gue seneng akhirnya Mas Arya yang terpilih… 😛

Eh tapi ya jagoan gue sih dua dong… Mas Arya dan Agus, hehehe… 😛

Dan terbukti, bahwa begitu nama mas Arya keluar sebagai Ketua baru FLP Jakarta, jagat sosmed langsung hebooh… Euforianya terasa banget. Semua pada mendukung Mas Arya. Para senior yang selama ini menjauh dari FLP Jakarta menyatakan bakal mendukung dan kembali lagi ke FLP Jakarta… 😛 (emang selama ini kemana sih…? Ngabur…xixixi :P)

Dan kalau misalnya yang adalah Afilin, gue ragu euforia yang terjadi sekarang ngga akan seperti ini. Dan memang sebaiknya Afilin masuk jajaran pengurus sekarang dulu biar bisa lebih mengenal FLP Jakarta lecara lebih luas. Biar dia lebih mengenal seluk beluk FLP Jakarta bersama para senior-senior yang selama ini ngga aktif. Jadi ngga cuma mengenal FLP Jakarta yang dua tahun ini ia kenal. Toh Insya Allah, kesempatannya besar untuk ketua berikutnya.

Selamat aku ucapkan buat Mas Arya yang terpilih jadi ketua FLP Jakarta. Insya Allah FLP Jakarta bangkit lagi… Okeee

Advertisements

12 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s