Road to Muscab FLP Jakarta 2015 ~ Seleksi Calon Ketua FLP Jakarta

wpid-img-20150125-wa0027.jpg

Road to Muscab FLP Jakarta 2015 bagian pertama

Yuuk, kita lanjutin lagi ya cerita tentang KPU dan panitia muscab FLP Jakarta 2015. Bisa dibilang persiapan muscab sampe adanya silaturrahim lintas angkatan anyeb sama sekali. Ga ada lagi komunikasi antar KPU dan panitia.

Tanggal 11 Januari pagi, Mas Bil nelpon gue, nanyain perkembangan muscab di KPU. Oooh my God… Kepala gue langsung berkunang-kunang (eh salah ya, mata itu maahh). Pasalnya gue udah tepar 4 hari dari Rabu malam. 3 hari ngga kerja karena tepar. Selama 4 hari kepala gue sakitnya ga brenti-brenti. Dan sekarang Mas Bil telpon gue buat nanyain muscab??? Ooooohh tidaaakkkkkk…..

Kata Mas Billy, muscab tinggal seminggu lagi. Dan persiapan belum ada sama sekali. Ditambah kata Mas Billy dan Iecha, pengurus FLP Jakarta ngga ada yang tau tentang Muscab. Apa dan bagaimana Muscab mereka kaga ngerti sodara-sodaraa… Laah, kok bisa sih??? Jadi Mas Bil minta gue supaya mengatur semuanya. Looohhh??? Mas Billyyyy… Aku lagi tepar iniiii…. *nangis kejeeerrr daah.

Langsung deh, pala yang udah agak mulai berkurang sakitnya, tiba-tiba cenat cenut lagi. Dan tambah parah. Tinggal seminggu lagi muscab booo… Meskipun pala cenat cenut dan pusing luar biasa, aku langsung berkomunikasi lagi dengan teman-teman panitia melalui WA group.

Ada usulan dari satu panitia supaya Muscab ditunda beberapa minggu. Oke, aku sampaein ke Yusi. Yusi tidak bersedia, dan dia hanya hari itu yang kosong, jadi ngga mungkin dimundurin. Kalau dimundurin, konsekuensinya adalah, dia kemungkinan tidak bisa datang.

Berkali-kali gue bolak-balik komunikasi dengan Yusi soal waktu pelaksanaan ini. KPU dan panitia akhirnya ngalah daripada Yusi yang ketua ngga datang pada saat muscab. Laah dia kan harus memberikan LPJ-nya pada saat muscab. Kalau dia ngga datang, gimana dengan LPJ-nya? Oooohh… bikin puyeng dah kakaaaa.

Tapi akhirnya Yusi mau mengalah juga dan netapin tanggal muscab tanggal 1 Februari. Okee… alhamdulilah deh… Yeaaayyyy….

Maka KPU dan panitia mulai maraton mempersiapkan semuanya. Dan tentang persiapan ini, gue akui KPU dan panitia keteteran banget, tapi setidaknya semua panitia mempunyai semangat yang luar biasa besar. Ketidaksiapan panitia dan KPU sangat nyata. Salah satunyaadalah salah posting pengumuman KPU karena mengkopy-paste pengumuman KPU dua tahun sebelumnya, hehehe…😛

Oke, kita rembukan soal syarat balon. Dimana balon yang akan memimpin FLP Jakarta adalah Harus sudah Madya, yaitu, anggota FLP Jakarta yang sudah punya karya. Harus! Ini syarat mutlak. Ngga ada toleransi soal ini.

Syarat lainnya yang diperdebatkan adalah keaktifan. Minimal harus aktif dua tahun ini. Laaah, gue dan Iecha orang yang paling menentang ide ini. Kalau syarat keaktifan yang dicantumkan, gue jamin hanya satu orang yang lolos buat jadi balon. Nama yang sudah digadang-gadang buat jadi ketua FLP Jakarta berikutnya.

Naaah kalau gitu caranya mah, ngapain juga capek-capek seleksi balon segala. Udah nggak perlu ada seleksi balon lagi dong. Cukup tunjuk dan minta dia jadi ketua. Udah, urusan selesai, dan ngga perlu pake muscab yang ribet. Muscab Cuma sekadar formalitas buat mendengarkan LPJ kepengurusan 2013 – 2015. Betul betul betuuuuuulll…. *upin ipin mode.on😛

wpid-img-20150124-wa0006.jpgTahap pertama pemilihan adalah, anggota FLP Jakarta diminta untuk mengirimkan 3 nama jagoan mereka ke email KPU untuk dijadikan balon. Tujuannya adalah KPU bisa melihat nama-nama potensial yang diajukan oleh anggta FLP Jakarta. Dari nama-nama tersebut nantinya akan diseleksi menjadi 5 nama terbaik, yang paling banyak dipilih pada tahap 1.

Mulai deh kita mendata semua teman-teman angkatan 11 sampai angkatan 18 yang potensial yang memenuhi syarat untuk dijadikan balon ketua. Banyak yang bingung mau pilih siapa karena banyak anggota baru yang ngga kenal dengan anggota lama. Pun sebaliknya, banyak anggota lama yang ngga kenal juga dengan dengan anggata baru. Jadi intinya, saling ngga kenal denal.

Akhirnya gue mincing dengan menyebut nama-nama senior yang sudah malang melintang di kepenulisan. Tap Iecha langsung protes karena kalau masih nama mereka yang diajukan, maka tidak ada yang namanya kaderisasi. Maka Iecha langsung ngasih nama-nama anggota yang sudah berkarya.

Untuk pendataan ini, gue berterima kasih banget sama Iecha yang sangat tau mana anggota yang sudah mempunyai karya, dan mana yang belum. Dia ibarat database idup yang tau siapa aja yang sudah berkarya dan siapa dan apa aja karyanya. Gileeee chagiii… hebat dah looo…😛 *saluuut.

Kita minta teman-teman panitia yang angkatan 17 dan 18 suapaya merekomendasikan nama-nama teman mereka yang sudah berkarya tetapi belum terdata. Akhirnya terpilih 25 nama yang bertarung dalam seleksi tahap awal. Semua nama yang masuk, kita share di FB FLP Jakarta supaya teman-teman anggota FLP Jakarta punya bayangan siapa yang akan mereka pilih.

 Begitu nama dishare di FB FLP Jakarta, mulailah ada protes ke KPU kenapa tidak ada satu nama di dalam daftar tersebut? Nama yang dimaksud adalah Afilin, (angkatan 16 apa 17?). Salah satu dari panitia yang juga KPU, Jana menanyakan kenapa Afilin tidak terpilih.

Menurut Jana Afilin sudah mempunyai buku antologi dan juga seorang pemred dan wartawan yang sudah mempunyai ratusan artikel di media online. Udah gitu, afilin adalah anggota FLP Jakarta yang sangat peduli dan memperhatikan anggota baru. Jadi dia layak untuk masukkan dalam bursa balon.

Iecha protes lagi (ini tukang protes banget lo ya Chaaaagi), ngga deng, hanya menjelaskan lagi aja kriteianya. Katanya harus diperjelas dulu, karya antologinya berupa apa, terbit dimana, bukan sekadar udah punya karya aja, tapi sudah berapa karya antologinya gitu.

Oke, gue ngga masalah, sok atuh masukin Afilin, gampang bangat itu, tinggal ketik nama aja kok. Tapi, dengan syarat tolong buat data karya Afilin yang sudah terbit. Hanya sayangnya ketika kita mendata nama-nama tersebut, Jana tidak memberikan bukti karya Afilin.

Sebagai KPU, gue juga udah hubungi Afilin dan minta dia mengirimkan bukti karyanya yang sudah diterbitkan. Tapi Afilinnya ngga jawab sama sekali. Jujur aja gue kesal banget karena merasa Afilin tidak menghargai kerja KPU. Okelah kalau dia sangat sibuk, tapa apa dia doang yang sibuk? KPU dan panitia lainnya juga orang-orang yang sibuk, tapi masih mau repot-repot diskusi di grup untuk membahas muscab. Lah dia tinggal ngejawab WA gue ngga bisa.😦

KPU akhirnya memasukkan nama Afilin ke dalam balon, tetapi dengan syarat, nama Abe alias Bram Daniel juga dimasukkan karena dia juga wartawan di koran Republika. Jadi adil kan ya, ngga ada protes-protes lagi loooohhh.

Selama proses pemilihan tahap satu, setiap hari gue minta tolong teman-teman KPU dan Panitia mencolek semua teman-teman untuk memilih 3 nama via email. Setiap hari beberapa kali sehari. Dan Alhamdulillah suara yang masuk ada sekitar 50 orang.

Dari nama-nama yang masuk tersebut, akhirnya diseleksi menjadi 5 nama. Tapi akhirnya KPU memutuskan 7 nama calon. Mereka adalah, Arya Noor Amarsyah, Agus Dwi Putra, Karina Anggara, Etika Evicena, Ikal Hidayat Noor, Agung D. Iswanto dan Nur Afilin (tiga nama pake NUR boooo, hehehe).

Kepada 7 calon tersebut, KPU minta mereka mengirimkan data karya mereka paling lambat jam 12, tanggal 28 Januari 2015. Agus, Karina dan Agung mengirimkan data karya mereka sebelum jam 12 siang. Tapi gue dapet informasi, Agung ngga datang pas hari H. Otomatis, kalau dia ngga datang, namanya bakal dicoret…

Gue juga mencoba menelpon Etika berkali-kali, tapi ngga masuk masuk. Ikal setelah gue telpon sekitar jam 2, mengirimkan data karyanya jam 3 kurang. Tapi Ikal menyatakan dia tidak bersedia menjadi ketua dan menyatakan lebih memilih Afilin jadi ketua, karena Afilin sangat aktif selama dua tahun ini. Waaduuuhhh Afilin lagiii???

Oke, gini yaaa, aku ngga kenal kenal dengan Afilin dan belum pernah juga ketemu sama dia. Hanya pernah beberapa kali chat sama dia terkait dia gue ajak jadi anggota KPU (dan dia juga responnya ngga cepet), dan minta data karya. Itu aja. Tapi kaya-nya dia calon kuat, hanya saja dia kurang koorperatif menurut gue (Ini hanya catatan pribadi selama proses muscab yaaa…).

Afilin sampai malam belum mengirimkan data karyanya. Padahal jam 9 an udah WA dia supaya liat cek emailnya. Dia sudah respon WA gue. Tapi sampe jam 12 dia masih belum mengirimkan data karya dia ke email KPU. Jam 3 belum juga dia kirim emailnya. Sampe dia gue sms minta nomor telkomselnya biar gue telpon. Udah ditelpon ngga diangkat-angkat… Helllooooowww, ini orang sibuk bangetkaaah??? Gue juga sibuk looohh, gue juga lagi kerja booooo… tapi masih harus ngurus dia.

Email afilin, ditunggu lagi sampe jam 8 malam, masih juga belum ada. Ditunggu lagi sampe jam 9.30 malam, tetap juga ngga ada. Sampe jam 10 kurangpun tetep ngga ada. Trus gue mau apaan lagi? Konfirmasi dari dia datangnya telat dan ambigu. Akhirannya gue posting nama-nama yang lolos jadi kandidat di FB tanpa ada nama Afilin.

Pas udah posting, gue wa dia buat tetep ngirimin data karyanya. Dan dia jawab udah ngirim, katanya. OMG….. *bikin spaning tinggi nih ni anak….

Akhirannya pagi-pagi, data nama diedit setelah dirembukin KPU, nama afilin dimasukin ke dalam daftar kandidat. Naaaah… abis ituu, pada nanya lagi tuh? Kok tiba-tiba nama-nama kandidat bisa nambah? Apa alasannya? Kok KPU ngga punya pendirian sih? *tepok jidaaaattt… capeeeee deeehhhh…

Tralalalaaa trililiiiiiiiii *pala gue puyeeeenngggg….

Berikutnya : Episode 3…

2 thoughts on “Road to Muscab FLP Jakarta 2015 ~ Seleksi Calon Ketua FLP Jakarta

  1. Pingback: Road to Muscab FLP Jakarta 2015 ~ Pemilihan Ketua Baru | Firsty Chrysant

  2. Pingback: Road to Muscab FLP Jakarta 2015 ~ Pembentukan KPU FLP Jakarta | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s