Muscab FLP Jakarta 2017 : Pemilihan Ketua Baru FLP Jakarta Periode 2017 – 2019

Saya agak telat tiba di sekretariat FLP Jakarta Raya di Kampung Rambutan. Ini gegaranya ketika saya bangun (tidur lagi abis shalat subuh booo…), saya liat di hape saya jam 7 kurang. Setelah selesai mandi, saya nyalain hape yang ada whatsapp-nya, ternyata jam di hape tersebut sudah menunjukkan pukul 8. Haaaa?? Beda se jam? Kok bisa? Gegaranya kalau hape kecil mati, saya ngga langsung cas, maka jam yang tertera akan berkurang selama hape mati, hehehe.

Begitu saya tiba, acara baru saja mulai, sedang pembacaan ayat suci alqur’an. Tapi harusnya ngga telat sih, walaupun Alhamdulullah, ngga telat-telat amat laaah, yeee 🙂

Setelah kata sambutan dari ketua panitia dan Ketua FLP Jakarta, acara dipegang oleh KPU FLP Jakarta. KPU FLP Jakarta memimpin sidang Laporan Pertanggungjawaban Ketua FLP Jakarta dan pengurus FLP Jakarta periode 2015-2017. KPU menjelaskan mekanisme sidang Laporan Pertanggungjawaban muscab ini

Setelah selesai penjelasan mekanisme sidang, laporan pertanggungjawaban disampaikan langsung oleh Ketua FLP Jakarta, Mas Arya yang lagi diserang pilek. Tapi begitu laporan keuangan disampaikan oleh Ipah, bendahara FLP Jakarta. Dalam LPJ ini ternyata Divisi Humas tidak membuat laporan pertanggungjawabannya. Padahal humas justru harus yang paling sibuk ya, hehehe.

Hasil laporan pertanggungjawaban ketua dan pengurus FLP Jakarta ini diterima tapi dengan catatan. Ada beberapa catatan yang diberikan kepada ketua dan pengurus FLP Jakarta 2015 – 2017.

Dan akhirnya kepengurusan FLP Jakarta 2015 – 2017 dilengserkan secara sah. Walaupun sebelumnya ada sedikit drama yang bikin panitia rada-rada syok juga. Lebih dari sekadar syok sih, karena muscab ini bisa dianggap tidak sah karena suatu hal. Tapi alhamdulillahnya bisa diselesaikan secara aman dan sentosa. Gimana dramanya, ntar saya bikin tersendiri deh.

Pemilihan Ketua FLP Jakarta Periode 2017 – 2019.

Setelah ‘selesai’ sidang laporan pertanggungjawaban ketua dan pengurus FLP Jakarta, semua peserta sidang istirahat, shalat dan makan sampe jam 1 dan juga menonton pemutaran film yang dibuat oleh anak-anak FLP Jakarta. Film ini disutradarai oleh Mas Ali Musafa. Baru deh KPU mulai lagi beraksi memimpin sidang pemilihan ketua FLP Jakarta yang baru.

Ketua sidang adalah Aa Mumun yang diasisteni oleh Iecha. Lagi-lagi Iecha bertugas menjelaskan aturan-aturan fan tahapan-tahapan pemilihan calon ketua. Syarat calon ketua dan juga syarat pemilih yang berhak memilih calon ketua FLP Jakarta.

Peserta berhak memasukkan 3 nama yang mereka jagokan. Setelah diitung tersaring beberpa nama yang lolos atau memenuhi persyaratan (yang sebenarnya juga sangat longgar). Mereka adalah Mas Arya (yang baru saja lengser) dengan suara tertinggi, diikuti oleh Afilin, Mba Karina dan Mba Etika.

Dari 3 nama yang masuk bursa calon ini, mereka kemudian diminta untuk menyampaikan visi dan misinya. Daaaan, taraaa, Pak Arya menyatakan keberatan dengan terpiulihnya kembali dirinya saat ini. Eh, Afilin juga ternyata ikut-ikutan keberatan karena juga aktif di tempat lain selain FLP Jakarta. Terakhir Mba Karina juga, dia merasa kali ini tidak siap karenna tidak mempersiapkan diri. Beda dengan 2 tahun yang lalu yang memang mempersiapkan diri tetapi malah tidak terpilih. Oalaaah, piye ikiii… ??

Akhir kata, sebagai jalan tengah, ketiga kandididat ini diungsikan terlebih dahulu, dan semua anggota bermusyawarah untuk menentukan siapa yang lebih siap diantara Karina dan Afilin. Mas Arya diterima keberatannya karena kenyataannya dia memang baru saja lengser kan. Jadilah yang tersisa Karina dan Afilin.

Setelah rembukan bagi semua peserta, maka berdasarkan suara terbanyak, diputuskan bahwa Afilin menjadi ketua FLP Jakarta dan Mba Karina menjadi wakilnya. Ini menjadi satu paket antara ketua dan wakil ketua.

Daaan, finally, FLP Jakarta mempunyai ketua yang baru, Nur Afilin. Selamat buat Afilin dan Mba Karina. Alhamdulillah.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga ketua wilayah Jakarta Raya, Mas Sudi. Dalam sambutannya, Mas Sudi mengingatkan kembali tentang 3 pilar FLP, yaitu : Keislaman, Kepenulisan dan organisasi. Mas Sudi minta supaya FLP Jakarta tetap menjadi FLP yang inklusif alias tidak ekslusif.

Sementara mas Yanuardi Syukur yang merupakan peninjau dari FLP Pusat mengingatkan tentang FLP yang tetap harus berjalan dan menggali serta menemukan potensi diri yang ada di dalam anggota FLP Jakrta. dan jangan lupa untuk berbagi, artinya menerbitkannya ide tersebut dalam bentuk karya yang bermanfaat untuk orang banyak.

Selamat dan sukses kepada panitia dan KPU atas pelaksanaan pelaksanaan Muscab ini. Serta terima kasih kepada semua teman-teman FLP Jakarta yang hadir (khusunya kepada mas Yanuardi Syukur dan Mas Sudi) atas waktu yang telah teman-teman luangkan.

Advertisements

16 thoughts on “Muscab FLP Jakarta 2017 : Pemilihan Ketua Baru FLP Jakarta Periode 2017 – 2019

  1. Pingback: Drama Muscab FLP Jakarta 2017 | Firsty Chrysant

  2. Pingback: Drama Muscab FLP Jakarta 2017 | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s