Air Terjun Pelangi atau Curug Cimahi, Bandung Barat

Bayangan putih memanjang di atas watermark adalah jalan raya.

Dalam bahasa Sunda, Curug artinya adalah air terjun. Nama curug-nya adalah Cimahi, jadinya Curug Cimahi. Tetapi orang-orang luar Bandung menyebutnya dengan air terjun Curug Cimahi. Pemborosan kata ya. Sama aja seperti Tarusan Kamang di Bukittinggi. Telaga besar yang ada di Kamang Mudiek, disebut orang-orang Kamang sebagai Tarusan. Tetapi di luar Kamang disebut dengan Danau Tarusan Kamang. Itulah bahasa ya, bisa mengalami perubahan, hahaha.

Curug Cimahi ini juga disebut juga dengan Curug Pelangi. Itu nama kerennya. Karena sering muncul pendar warna-warni pelangi di curug tersebut. Sehingga jadilah dalam bahasa Inggris nama curug ini dengan sebutan Rainbow Waterfalls. Orang mah ya, kreatif pisaaan ngasih nama. hehehe. Jadi bagi wisatawan yang jelong-jelong ke Lembang, bisa memasukkan air terjun pelangi ini sebagai destinasi wisata.

Saya ke Curug Cimahi ini sepulang dari Cikole Grafika Lembang menuju ke Dusun Bambu. Sembari lewat aja. Curug Cimahi ini berada di pinggir jalan raya dari Lembang ke arah Dusun Bambu. Tepatnya berada di jalan Kolenel Masturi, Desa Kertawangi, Kec. Cisarua, Bandung Barat. Jadi Curug Cimahi dan Dusun Bambu ini searah ya. Kalau jalan-jalan ke tempat wisata yang tujuannya searah kan enak jadinya, ngga menghabiskan waktu di jalan.

Uniknya Curug Cimahi ini adalah, posisi curugnya berbeda dengan kebanyakan curug lainnya yang berada di ketinggian, curug Cimahi berada di tebing di bawah jalan raya. Jadi kalau kita hendak main-main di kolam air tempat jatuhnya air terjun, kita musti turun dulu ke bawah melewati ratusan anak tangga dari pintu masuk area air terjun yang berada di pinggir jalan raya.

Melihat kenyataan harus turun tangga yang banyak banget, kakak saya ngga jadi masuk. Saya aja yang masuk sendirian ke bawah sebentar. Biaya masuk kawasan air terjun kalau ngga salah 17.000. Muahaaal banget menurut saya. Soalnya air terjun Lembah Anai kalau ngga salah cuma 5000,  Hahaha. Tapi mau ngga mau saya bayar juga buat masuk, hahaha. Soalnya air terjunnya terlalu jauh kalau cuma difoto dari atas.

Saya menuruni tangga menuju air terjun. Dari tangga atas, terlihat air terjun terpampang nyata di bawah sana. Juga terlihat beberapa gardu pandang yang terdapat di tebing turunan tangga. Dari sana pengunjung bisa istirahat, duduk santai menikmati pemandangan air terjun dari ketinggian. Pemandangan berbeda dari kebanyakan air terjun yang dinikmati pengunjung dari arah bawah air terjun kan ya.

Saya cekrak cekrek aja beberapa kali dari gardu ini. Saya melihat ke bawah, lantas saya memutuskan naik aja, ngga mau lagi turun, hahaha. Tangganya masih banyak banget ke bawah, dan saya membayangkan gimana nanti saya naik sendiri ke atas, pasti bakal ngos-ngosan karena saking banyaknya anak tangganya. Membayangkannya aja napas sayngap duluan, gimana ntar naiknya ya hahaha.

Saya langsung halu kenapa ngga ada seluncurannya gitu ya biar nyampe langsung di bawah. Seluncuran yang kaya di water park gitu. Streeeeeet, ngiuuuung, nyampe bawah, hahaha. Atau kalau ngga bisa turun flying fox zig-zag gitu gitu hahaha. Jadi untuk tiba di bawah pakai flying fox, turun beberapa kali. Bisa paling ngga 3 atau 4 shelter untuk tiba di bawah ke dekat air terjun, wkwkwkwk. Ngayal mah bebaaaas yaaaa. 🙂

Waktu saya naik napas saya ngos-ngos-an. Naik tangganya atu-atu (yaiyalah, masak loncat dua sekaligus, hehehe).

Gila coy rasanya napas saya. Keringat saya ngalir kenceng. Dan kepala saya mulai keliyengan. Ketauan saja ya, saya malas olahraga, atau ngga malah mungkin ngga pernah olahraga beberapa tahun ini? Hahaha. Kayanya jaraaaaaaaaang banget saya olah raga mah. Nyampe di atas rasanya saya langsung mau sujud syukur (berasa nyungsep, maksudnya, hehehe) saking bahagianya, hahaha .

Kami pun akhirnya menyudahi jalan-jalan di air terjun Curug Cimahi atau Curug Pelangi. Tujuan kami berikutnya adalah, Dusun Bambu yang berada sudah tidak jauh lagi dari Curug Cimahi.

 

8 comments

  1. Salah satu kegiatan yang paling sulit saya lakukan, karena sudah terbayang capenya, walau pemandangan yang didapat sebanding dengan energi yang dikeluarkan yaaa. Pasti fun banget bisa lihat waterfall secara langsung 😀

  2. […] Dusun Bambu ini adalah sebuah resort yang terdiri dari berbagai macam aktifitas wisata yang sangat cocok sebagai tempat wisata keluarga. Sehingga pengunjung bisa menikmati berbagai arena wisata segala jenis umur. Tarif tiket pengunjung kalau tidak salah 20.000, untuk dewasa. Saya tidak tau berapa tarif tiket untuk anak-anak karena kami tidak membeli tiket untuk anak-anak. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari air terjun pelangi, atau Curug Cimahi. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s