Nyantai Sejenak di Taman Wisata Grafika Cikole, Lembang, Bandung

Saya ini orangnya malas banget bikin catatan perjalanan saya. Terlalu moody, hahaha. Kadang-kadang saya nulis tentang catper saya setelah setahun lebih. Seperti halnya tentang jalan-jalan ke Bandung setahun yang lalu di bulan Juli. Termasuk waktu jalan-jalan ke The Lodge Maribaya Lembang, yang super mahal dan menguras kantong pengunjung dengan sangat dalam, hahaha. Ngga bakalan lupa itu mah. Menyebalkan banget… 😛

Trus, setelah selesai ‘main-main’ di The Lodge Maribaya, kami akhirnya meninggalkan Maribaya dengan perasaan agak sebel. Eh, sebel banget sebenarnya karena gara-gara antrian yang lama saat milih foto, kami jadi telat keluar dari sana. Harusnya paling ngga sejam yang lalu kami susah bisa keluar dari sana. Saran saya ya, kalau ngga penasaran-penasaran amat, skip aja tuh The Lodge Maribaya. Gitu-gitu doang sih. Muahal mah iyaa…

Kami melanjutkan halan-halan ke arah Cikole, Taman Wisata Grafika Cikole. Untuk menuju ke sana sopir mobil sewaan kami membawa kami jalan-jalan melewati jalan kampung, ngga balik lagi ke jalan utama. Yang kaya gini nih aye demen, muter-muter jalan kampung gitu, hehehe. Jadinya kan banyak yang bisa dilihat. Dan menurut pendapat saya, tanah-tanah pertanian yang subur di Lembang sudah banyak yang beralih fungsi jadi tempat wisata dan penginapan.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan di sini. Karena kai ngga lama juga berada di Taman Wisata Grafika Cikole ini. Tiket masuk Cikole 15.000, jauh lebih murah daripada The Lodge Maribaya yang 35.000 per orang. Bedanya 20.00 cooyyy. Tapi saya lebih suka di Cikole ini, areanya lebih luas dan lebih adem suasananya, karena banyak pohon pinusnya. Dan juga ada area lapangan terbuka yang luas. Enak banget buat bersantai ria di sini.

Suasana di Cikole ini sangat adem dan nyaman banget. Saya membayangkan saya saya pikinik, gelar tikar di sana. Terus saya tiduran sambil memandang langit di sela-sela dedaunan pohon pinus yang rimbun. Dan saya yakin duduk-duduk santai di bawah pepohonan pinus dari pagi sampai sore di sini, bakalan betah, hahaha. Atau kalau lagi bener, bawa leptop kecil trus ngayal nulis di sana. Dan yang ada ntar ngayal aja kerjaannya, tapi nulisnya ngga jadi-jadi, hehehe.

Di sini tersedia restoran besar, juga penginapan. Model penginapannya, ada yang model rumah kurcaci di Eropa gitu. Saya ngebayangin asik banget nginap rame-rame bersama keluarga atau bersama teman-teman dekat. Pasti asyik banget ya. Malam hari pasti suasananya syahdu banget dengan suara jangkrik, haha. Dasar saya orang kampung, sangat suka suasana alam pedesaan, 😛

Taman Cikole ini sangat cocok jadi tempat liburan bersama keluarga dan teman-teman sekolahan. Ada beberapa arena permainan juga seperti outbond, flying fox, pain ball, panah, rumah pohon, kebun stroberi dan juga panjat dinding. Itu kan enaknya dilakukan ramai-ramai kan bersama keluarga atau teman-teman ya. Apalagi kalau yang ada anak kecilnya. Lebih seru, lebih asyik.

Kami muter-muter santai area Cikole. Setelah puas putar-putar dan nyantai sebentar kami segera balik. Kami masih mempunyai beberapa tujuan lagi. Paling ngga ada 2 lagi yang mau dijelajahi. Jadi terpaksa ngga bisa lama-lama di sini. Sayang banget waktu kami banyak terbuang sewaktu antrian pembelian foto di Maribaya yang Super Mahal dan Menguras Kantong. Kalau ngga gegara itu, kami bisa lama duduk nyantai di Cikole ini. Tapi ya sudahlah, lillahi ta’alaa aja lah.

Lokasi Terminal Wisata Grafika Cikole ini juga gampang dicari kok. Dari arah Bandung, dari arah pasar Lembang menuju Gunung Tangkuban Perahu, sebelah kiri. Udah agak-agak dekat ke arah Gunung Tangkuban Perahu.

Nama jalannya lucu, hahaha.

 

Advertisement

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s