Kota Putrajaya, Ibukota Administratif Negara Malaysia

Kota Putrajaya adalah ibukota pusat administratif Negara Malaysia. Semula semua pusat administrasi pemerintah Negara Malaysia adalah di Kuala Lumpur. Tapi seiring dengan bertambahnya padatnya Kota Kuala Lumpur, dan Kuala Lumpur dianggap sudah tidak ideal lagi sebagai ibukota negara, maka harus dibangun kota baru yang akan dijadikan ibukota pusat pemerintahan Malaysia. Dan Kuala Lumpur lebih fokus sebagai kota pusat bisnis di Malaysia.

Dengan berpindahnya pusat administratif negara malaysia, bukan berarti Kuala Lumpur tidak lagi menjadi ibukota Malaysia. Kuala Lumpur masih menjadi ibukota Malaysia, karena istana kesultanan Malaysia masih berpusat di Kuala Lumpur. Begitu juga kementerian pertahanan dan juga kantor kedutaan besar negara-negara asing masih berpusat di Kuala Lumpur. Putrajaya hanya menjadi pusat pemerintahan administratif saja.

Pembangunan Kota Putrajaya ini dimulai pada pertengahan tahun 90-an, tepatnya tahun pada bulan Oktober 1994. Akan tetapi rencana pemindahan ibukota pemerintahan Malaysia ini sudah diwawanakan pada tahun 1984 oleh perdana menteri malaysia saat itu, Dr. Mahathir Muhammad. Awalnya, ide pemindahan ibukota ini mendapat pertentangan dari anggota parlemen (anggota DPR) Negara Malaysia. Hanya saja, PM Mahathir Muhammad tetap dengan rencananya. Membangun kota pusat administrasi negara.

Kota baru yang akan dibangun berada diantara perlintasan Kuala Lumpur dan bandara KLIA, tersebut tersebut dinamakan dengan Putrajaya. Berjarak sekitar 25 arah selatan Kuala Lumpur. Nama Putra diambil dari nama perdana menteri pertama Malaysia, Tuanku Abdul Rahman Putra. Sementara ‘Jaya’ artinya adalah kemenangan atau kesuksesan. Jadi, Putraya mempunyai makna sebagai kota lambang kemenangan atau kejayaan Malaysia.

Kota Putrajaya dirancang futuristik modern dan juga menganut konsep green city, atau kota yang hijau dan ramah lingkungan. Karena 38 persen dari 5.000 hektar kawasan Putrajaya merupakan kawasan hijau. Gedung-gedung perkantoran, mesjid, jalan raya dan juga jembatan yang dibangun tampak kokoh, kuat dan juga indah. Selain membangun gedung perkantoran negara, juga dibangun apartemen tempat tinggal bagi para pegawai negeri Negara Malaysia.

Kawasan Putrajaya dulunya bernama Prang Besar yang merupakan kawasan yang masuk ke dalam wilayah Kesultanan Selangor, sama seperti Kota Kuala Lumpur yang juga masuk ke dalam wilayah teritorial Kesultanan Selangor. Sehingga Negara Malaysia ‘membeli’ kawasan Prang Besar ini kepada Kerajaan Selangor.

Mesjid Putra

Pada tahun 1999, istana Perdana Menteri Malaysia sudah selesa dibangun dan sudah bisa digunakan. Aktifitas kantor perdana menteri dipindahkan ke kota baru ini. Tidak hanya perkantoran yang pindah, sebagian besar pegawai negeri di Kantor Perdana menteri juga pindah ke kota baru ini. Dan pada tahun 2012 hampir semua perkantoran kementerian Malaysia sudah dipindahkan ke Putrajaya.

Istana Perdana Menteri Malaysia berdiri megah menghadap ke arah selatan, arah Dataran Putera. Dataran Putra ini bisa kita sebut sebagai alun-alaun kalau di Pulau Jawa. Begitu juga Mesjid putra, berdiri megah di pinggir danau Putrajaya atau Tasik Putrajaya. Sementara di bagian lain juga terdapat Istana Melawati, istana kesultanan ‘Yang Dipartuan Agung’ Malaysia.

Oiya, pemerintah Malaysia juga membangun mesjid seiring dengan pembangunan Kota Putrajaya. Salah satu mesjid yang dibangun ini adalah Mesjid Putra. mesjid ini berada di sisi barat Dataran Putra, di pinggir danau Putrajaya. Mesjid ini juga menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Putrajaya ini.

Dataran Putra. atau Putra Square 

Bagaimana Cara ke Kota putrajaya?

Untuk kamu yang mau ke Mesjid Putra ini, gampang saja. Dari terminal KL Sentral Kuala Lumpur, naik kereta bandara KLIA Transit. Ongkosnya 14 RM. Nanti turun di stasiun Putrajaya/Putra Cyber. Dari stasiun, jalan ke arah terminal (masih satu gedung), beli kartu di bus di loket bus yang berada di ujung terminal begitu turun dari area stasiun. Nanti naik bus no 15 kalau ngga salah, yang berada di jalur 14. Ongkosnya 1,5 RM Malaysia.

Hanya saja, kalau menurut saya sih ya, bagi kita orang asing, ngga beli kartu sepertinya tidak apa-apa. Naik bus saja, nanti bayar cash ke sopirnya, dan sopirnya yang nantinya bantu tapping pakai kartu dia. Soalnya, menurut saya, sayang aja beli kartu cuma karena pemakaian kartunya buat area Putrajaya saja.

Dan mungkin juga kartu ini digunakan untuk naik bus yang ke Kuala Lumpur dari terminal Putrajaya, tapi saya ngga tau ya. Atau kalau kamu perginya rame-rame, bisa beli kartu tapi untuk pemakaian bersama. Pastikan beli isi kartu untuk pergi pulang sesuai jumlah orang dan ongkos pp-nya ya.

Kalau kamu mau lebih irit sedikit, irit ongkos dan irit waktu, ada alternatif lain untuk ke Putrajaya. Dari KL Sentral jangan naik kereta bandara KLIA Transit dulu, tapi naik KTM tujuan terminal Bandar Tasik Selatan. Kalau ngga salah ongkosnya 1,5 RM. Dari Bandar Tasik Selatan sambung lagi naik KLIA Transit tujuan Putrajaya/Cyber jaya. Stasiun Putrajaya berada setelah stasiun Bandar Tasik Selatan, hanya satu stasiun saja. Tapi saya ngga tau ongksonya berapa pastinya, tapi jauh lebih irit dan hemat waktu juga.

Dan bagi kamu Dan kalau kamu jalan-jalannya agak santai, dan nggak harus terburu waktu, sebenarnya dari Kuala Lumpur bisa juga naik bis. Hanya saja saya kurang tau soal naik bus dari Kuala Lumpur. Kata petugas loket di Putrajaya, naik bus tujuannya ke KL Sentral, yang ongkosnya 3,5 RM. Tapi saya ngga tau dimana lokasi halte bus-nya di KL Sentral. Kamu bisa tanya aja ke petugas di sana ya.

Semoga postingan in membantu ya… 🙂

 

Advertisement

13 comments

  1. […] sekembalinya dari Museum Budaya Negeri Sembilan di Seremban kami berencana hendak ke Kota Putrajaya, pusat pemerintahan Negara Malaysia. Dan memang itu agenda atau itinerary kami. Tujuan kami ke sana […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s