Danau Tarusan Kamang, Bukittinggi, Agam : Danau Dua Wajah

Permukaan air yang sudah sangat menyurut

Tahun 2015, Tarusan Kamang mendadak terkenal di kalangan jagat sosial media. Ia sontak menjadi terkenal di Sumatera Barat. Tarusan Kamang merupakan telaga yang besar yang ada di daerah Kamang, Bukittinggi. Lebaran 2015, berbondong-bondong masyarakat liburan ke sana. Padahal, tarusan tersebut sudah lama ada, tapi tiba-tiba jadi populer karena peran sosial media

Nama telaga yang biasa disebut tarusan oleh masyarakat di sana (nama nagari di sana juga bernama Tarusan), tiba-tiba berubah juga menjadi Danau Tarusan Kamang. Padahal tarusan sendiri bisa berarti telaga atau sumber air. Jadi, selanjutnya saya akan menyebutnya tarusan saja ya.

Tarusan Kamang ini unik karena mempunyai dua kenampakan. Kenampakan perairan dan kenampakan dataran padang rumput. Pada suatu waktu, airnya penuh menjadi danau kecil, menutupi lapangan rumput. Dan pada waktu lain, air tarusan ini mengering, sehingga telaga yang tadinya berair, berubah menjadi lapangan rumput. Kejadian alam tersebut terus berulang dari waktu ke waktu.

Foto : Erison J. Kambari.

Tidak ada masyarakat di sana yang tahu atau bisa memastikan kapan lapangan rumput tersebut tiba-tiba digenangi air dan berubah menjadi danau kecil. Dan juga tidak ada masyarakat yang tahu kapan danau kecil yang penuh air tersebut mengering dan berubah menjadi lapangan rumput.

Apa yang menyebabkan terjadinya air tarusan yang bisa muncul dan menghilang secara tiba-tiba?

Penyebabnya adalah perbukitan yang berada di sekeliling tarusan tersebut merupakan perbukitan batu kars yang di dalamnya mengalir anak sungai. Ketika permukaan anak sungai di dalam tanah perbukitan tersebut naik, maka air keluar melalui celah-celah lubang menuju lapangan rumput yang datarannya lebih rendah. Sehingga terbentuklah danau kecil di atas lapangan rumput yang berada di kaki bukit tesebut.

Dan ketika air sungai di dalam tanah perbukitan menyusut, air di tarusan pun menyusut dan kemudian ikut mengering menjadi lapangan rumput. Lapangan rumput ini kemudian menjadi tempat merumputnya sapi dan kerbau atau hewan ternak lainnya milik masyarakat di sana.

Foto : Erison J. Kambari

Saya tiba di lapangan rumput tempat pusat aktifitas wisata Tarusan pagi sekitar jam 9-an atau jam setengah 10. Jadi di sini masih sepi pengunjung sepagi itu. Tentu saja orang lain belum berdatangan karena kunjungan ke sana ramainya setelah zhuhur. Saya aja yang semangat datang kepagian. Dan sendirian pula, hehehe.

Suasana alam yang sepi membuat suara suara alam terdengar jelas. Seperti suara burung, uya-uya (apa ya bahasa Indonesia-nya? Uya-uya kalau ngga salah termasuk jenis serangga). Juga suara saling sapa penduduk dari jarak jauh yang memecahkan keheningan pagi. Tiba-tiba jadi ingat kampung saya di pinggir danau Singkarak sana, yang setiap harinya selalu sepi.

Oya, di tengah-tengah tarusan ini ada lapangan rumpu yang tidak tertutup air, jadi semacam pulau kecil di tengah tarusan. Pulau kecil ini disebut dengan Padang Doto, yang ditumbuhi sebatang pohon. Pengunjung bisa main ke Padang Doto ini menggunakan rakit bambu. Bayar sewa rakitnya adalah 10 ribu pp.

Foto : Erison J. Kambari

Tarusan Kamang ini dikelilingi oleh perbukitan Kamang dan persawahan. Di depan perbukitan, di seberang tarusan, terbentang persawahan yang hijau (sewaktu saya ke sana). Daerah yang sangat sunyi dan tenang. Pemandangan yang yang indah dan ketenangan kampung ini membuat hati menjadi damai saat berada di sana.

Saya sangat yakin, pada sore hari, pemandangan matahari terbenam di sini sangat indah. Lapangan atau padang rumput yang menjadi area utama pengunjung di sini menurut perkiraan saya menghadap ke arah Barat. Jadi, pemandangan pada sore hari adalah sunset alias matahari terbenam. Itu menurut perkiraan saya loh ya.

Tarusan Kamang ini berada di Kamang Mudiek, Agam. Tepatnya berada diantara Jorong Halalang dan Jorong Babukik, Kamang Mudiek, Kabupaten, Agam. Jarak tarusan ini dari pusat kota Bukittinggi sekitar 16 km. Jadi walaupun Kamang secara administrasi masuk ke dalam wilayah Kabupaten Agam, orang-orang tetap saja menyebutnya, Kamang Bukittinggi. Hanya beda administratif daerah saja.

Foto : Erison J. Kambari. Sebelum saya ke sana airnya setinggi ini.

Transportasi ke Tarusan Kamang ini juga tidaklah susah. Dari Aua Kuniang naik angkot warna biru tujuannya Kamang Mudiek. Kalau saya tidak salah ingat, nomor angkotnya adalah O1. Tujuan akhir angkot ini adalah Tarusan Kamang. Di sepanjang perjalanan menuju Tarusan sawah-sawah membentang luas di kiri kanan jalan.

Tempat pemberhentian angkot ini adalah di persimpangan yang ada SD. Saya lupa nama SD-nya. tapi kalau tidak salah SD 01. Dari simpang SD tersebut untuk menuju ke pusat wisata Tarusan Kamang ini masih berjarak sekitar 1,5 – 2 km. Tetapi tidak ada angkutan umum ke pusat area wisata tarusan tersebut. Yang ada hanyalah ojek yang berada di simpang jalan, dekat SD tersebut.

Awalnya saya mau jalan aja ke lapangan rumput pusat wisata Danau Tarusan kamang tersebut, tapi akhirnya saya ngojek juga, Lagi pula orang-orang ke sini rata-rata kan menggunakan kendaraan pribadi kan ya. Sayanya aja yang nekat datang sendirian, :P.

Foto : Erison j. Kambari. Tarusan yang sedang kering, berupa padang rumput.

Ongkos ojek waku saya ke sana 2 tahun yang lalu mungkin sebenarnya hanya 2000 – 3000 saja. Karena di kampung saya juga 3000 udah jauh jalannya. Saya tanya bapaknya oojeknya, dia bilang terserah saya saja. Ya udahlah, saya kasih 10.000 pp, karena bapaknya mau menunggu saya sebentar untuk mengambil foto tarusan ini hehehe.

Dari Tarusan Kamang, saya balik lagi ke Bukittinggi dan melanjutkan jalan-jalan saya ke Rumah Siti Rohanna Kudus, di Koto Gadang. Tapi sebelumnya mampir dulu di Janjang 1000 (Saribu), di Ngarai Sianok. Bukan Janjang Koto Gadang atau Great Wall of Koto Gadang ya. Banyak yang tidak tau bahwa sangat beda loh antara Janjang Koto Gadang dengan janjang 1000.

NB : Oya, jangan tanya saya apakah sekarang lagi menjadi danau atau lapangan rumput ya. Karena saya juga tidak tau. 😛

Foto : Erison J. Kambari. Sawah yang terhampar luas di pinngir jalan yang menuju Tarusan Kamang. Pojok kanan adalah Tarusan Kamang.

Foto : Erison J. Kambari

Foto : Erison J. Kambari

Foto : Erison J. Kambari

Foto : Erison J. Kambari

Gambar : Erison J. Kambari

Advertisements

11 thoughts on “Danau Tarusan Kamang, Bukittinggi, Agam : Danau Dua Wajah

  1. Cantiknya pemandangan..👍💙 Seperti lukisan.. Ada hal serupa di Australia, bukan pemandangannya, tapi proses terbentuknya genangan air tersebut. Kalo genangan air seukuran tarusan ini biasanya disebut creek, ukurannya lebih besar dari lake (danau, yg biasanya lebih mirip laut mini), tapi lebih besar dari puddle (genangan air secara umum). Jadi si creek ini terjadi saat hujan besar, tapi pas musim panas rata-rata menghilang..

    • Beda-beda ya istilahnya ya Teh…

      Lake, danau. Yang biasanya lebih mirip laut mini, maksudnya danaunya sangat luas gitu teh, model-nya Danau Laut Kaspi?

      puddle ini apa semacam setu gitu Teh? Atau lebih kecil lagi?

  2. Tarusan dan rumah2 warga di sekitarnya cantik alami
    aku datang pas lagi kering, banyak ternak sapi yang merumput, plus produk buangannya ha.. ha.. tapi nggak mengurangi keindahan
    aku suka banget di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s