Nagari Koto Gadang, Bukittinggi : Nagari Orang-Orang Cerdas dan Berpendidikan

Salah satu nagari yang sangat terkenal di Sumatera Barat adalah nagari Koto Gadang. Bagi masyarakat Sumatera Barat nama nagari ini sangatlah tidak asing. Secara administrasi wilayah, Nagari Koto Gadang, masuk ke dalam Kabupaten Agam. Tetapi secara sosial masyarakat di Sumatera Barat, tetap saja menyebut Koto Gadang, Bukittinggi. Apalagi Bukittinggi kan disebutnya Koto Rang Agam,kan?

Kenapa? Hal tersebut disebabkan karena Nagari Koto Gadang hanya ‘sepelemparan’ batu dari Jam Gadang di pusat Kota Bukittinggi. Kota Bukittinggi dan Koto Gadang hanya dipisahkan oleh Ngarai Sianok yang lebarnya sekitar 200 – 300 m. Jika kita berdiri di Taman Panorama Bukittinggi, Nagari Koto Gadang berada di seberang ngarai.

Oya, sebentar, sebenarnya apa sih artinya nagari? Kalau teman-teman yang berasal dari Padang pasti tau apa arti nagari. Teman-teman yang bukan berasal dari Padang mungkin banyak yang tidak tau apa maksudnya. Nagari adalah sistem pemerintahan wilayah terendah di Sumatera Barat, setingkat dengan desa.

Dan kenapa pula Nagari Koto Gadang begitu terkenal di Sumatera Barat. Padahal nagari Koto Gadang luasnya hanya sekitar 6,4 km persegi. Yap hanya 6,4 km persegi. Itu sekitar 3 km x 2 km. Sangat kecil bukan? Bahkan bisa dikata kalah besar dibanding kompleks perumahan di Jakarta. Itupun sebagian besar lahannya adalah persawahan.

Tapi apa yang membuat nagari yang luasnya segitu bisa menjadi terkenal di Sumatera Barat? Berikut ini ada bebera alasannya.

  1. selendang Koto Gadang

    Koto Gadang sangat terkenal dengan sulaman selendangnya, Selendang Koto Gadang. Selendang Koto Gadang dikenal sangat indah dan mewah. Selendang ini sangat sering digunakan oleh ibu-ibu pejabat dan ibu-ibu kaya pada acara-acara pesta. Nilai artistik, keindahan dan kemewahan selendang Koto Gadang setara dengan songket minang produksi Pandai Sikek. Muaahal dan mewah.

  2. Nagari ini juga terkenal dengan masakan Itik Lado mudo-nya, atau bebek cabe ijo yang sangat enak. Cita rasa samba itik lado mudo koto gadang sungguh menggugah selera.
  3. Nagari Koto Gadang merupakan nagari yang banyak melahirkan pahlawan pejuang kemerdekaan, pahlawan nasional dan juga tokoh-tokoh nasional. Kita sebut saja, H. Agus Salim, Soetan Syahrir, Siti Roehana Kudus, Khairil Anwar, Emil Salim dll.
  4. Nagari Koto Gadang ini sangat banyak melahirkan kaum intelektual. Banyak putra daerah Koto Gadang menjadi dokter-dokter yang bergelar profesor di FK-UI, FK-Unand, FK-USU, FK-Unair, FK-UGM dan universitas lainnya. Banyak pula yang menjadi profesor dari berbagai bidang ilmu lainnya. Dan juga banyak yang menjadi duta besar Indonesia di negara lain. Nih, data-datanya di Wikipedia.
  5. Dulu, sebelum Indonesia merdeka, putra daerah Nagari Koto Gadang banyak yang menjadi pegawai pemerintah Hindia Belanda di berbagai daerah di Indonesia. Jadi jaksa, hakim, guru dan lain sebagainya. Penduduk Koto Gadang sudah banyak yang menyebar ke barbagai daerah di Indonesia.
  6. Koto Gadang juga dikenal sebagai daerah pengrajin perak di Sumatera Barat. Kualitas kerajinan peraknya bagus.
  7. Apalagi ya, boleh deh ditambahkan lagi nanti kalau ingat, hehehe.
Selendang Koto Gadang, sumber : google image

Saking banyaknya penduduk Koto Gadang yang sukses di perantauan, nagari Koto gadang ini jadi sangat sepi. Saking sepinya, sangat berbanding terbalik dengan kota Bukittinggi, kota wisata dan kota niaga yang berada di seberang Ngarai Sianok. Padahal jarak kota Bukittinggi hanya sekitar 500 m dari pusat perumahan di Koto Gadang.

Rumah-rumah banyak yang kosong, tak berpenghuni seperti halnya di banyak nagari di Sumatera Barat. Rumah-rumah tersebut terkunci dalam kesepian karena ditinggal penghuninya yang hidup di tanah rantau. Kebanyakan rumah-rumah penduduk di Koto Gadang modelnya adalah rumah-rumah orang kalangan berada pada awal abad 20-an.

Dan saking sepinya, nagari ini ditinggal penduduknya merantau, ketika saya melintasi jalan raya di sana, saya lihat mushala kecil yang sepertinya sudah mati. Artinya sudah tidak lagi ada aktifitas keagamaan di sana. Sedih meihat hal tersebut sebenarnya. Saya sangat paham hal tersebut terjadi karena penduduk kampung yang sepi, bukan karena masyarakat yang jauh dari agama.

kerajinan perak Nagari Koto Gadang

Nagari Koto Gadang juga mempunyai pemandangan yang indah. Di bagian selatan (dan tenggara, menurut pendapat saya) terhampar pemandangan persawahan yang luas yang dipagari Gunung Singgalang Singgalang. Gunung Singgalang berdiri kokoh dan perkasa tapi memberikan tanah yang subur bagi daerah di sekitarnya.

Sementar di sisi timur Nagari Koto Gadang, terhampar Ngarai Sianok yang yang memisahkannya dengan nagari Kurai, nama asli kota Bukittinggi. Pemandangan Ngarai Sianok juga sangat indah kan. Apalagi sekarang di sana dibangun jalan penghubung antara Nagari Koto Gadang dengan Koto Bukittinggi.

Di pinggir jalan raya Koto Gadang – Nagari Sianok juga terdapat bangunan sejarah yang sangat terkenal, yaitu : Rumah Perkumpulan Amai setia. Perkumpulan ini didirikan oleh Siti Rohana Kudus, pahlawan wanita dari Koto Gadang. Rumah ini menghadap ke Gunung Singgalang.

Rumah Gadang yang kosong tiada penghuni

Jadi buat yang jalan-jalan ke sumatera barat khususnya Bukittinggi, nggak rugi mampir di Nagari Koto Gadang, daerah yang menjadi lumbung orang-orang cerdas yang banyak menghasilkan profesor di berbagai bidang. Transportasi ke sini juga tidak susah. Tersedia angkot warna toska tua dari terminal Aua Kuniang. Tapi saya lupa nomor angkotnya.

Atau kalau naik kendaraan pribadi juga gampang menemukan nagari ini. Dari Panorama, ikuti terus jalan Panorama, karena jalannya searah. nanti akan bertemu simpang empat. Ambil jalan yang ke kiri, jalan yang menuju Ngarai Sianok dan Janjang Koto Gadang. Setelah jembatan akan ada pertigaan jalan, ambil jalan yang naik ke kiri. Kalau ambil jalan lurus, akan tiba di Restoran Taruko Cafe Ngarai Sianok.

Intinya, kalau tidak tau atau ragu-ragu lebih baik bertanya saja kkarena orang di Bukittingi pasti tau arahnya.

Selamat jalan-jalan di Koto Gadang.

Siti Rohana Kudus, pahlawan wanita dari Koto Gadang
rumah Amai Setia dengan selendang koto gadang-nya
kerajinan perak koto gadang

Rumah Amai Setia, Koto Gadang Bukittinggi
Nama-nama tokoh yang berasal dari Koto gadang
kerajinan perak koto gadang

 

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s