Jalan Kaki Keliling George Town Penang Hari Pertama (Bagian Kedua)

Gereja Anglikan St. George, Penang

Ini masih tentang tentang jalan-jalan di Penang ya, belum kelar-kelar juga juga. Dan masih banyak yang antri karena ke-santuy-an saya, hehehe. Ya Allah, gimana caranya saya memompa lagi semangat nulis saya yak, males mulu bawaannya, hahaha. Begitu ngetik bikin draf di WA di hape atau di langung d leptop mata saya langung 2 watt, ngantuk, hahaha.

Pada tulian pertama saya cerita kalau kami jalan-jalan (jalan kaki ya) dari penginapan, jalan ke Mesjid Kapitan Keling, Lebuh Armenian, Lebuh Aceh, Lebuh Pantai, Lebuh Gereja, Pangkalan Weld, hingga sampai kami ketemu penginapan yang buat nanti malam yang berada di Lebuh King. Kami chek-in dulu di sana di penginapan terebut. Kami berehat sekitar satu jam lebih buat ngisi tenaga lagi, hahaha. Baru habis itu, sorenya kami jalan lagi ke beberapa tempat yang belum kami singgahi.

Setelah rehat, kami jalan kaki ke kuil hindu, Sri Mahamariamman yang berada tidak jauh dari penginapan. Kuil ini juga ngga tidak jauh dari Mesjid Kapitan Keling. Ternyata kuilnya tutup, jadi kami ngga jadi masuk ke dalam kuilnya. Kami cuma cekrek di luar saja beberapa kali, kami melanjutkan lagi jalan le arah kuil Kuil Dwi Kwan Im. Kami juga ngga masuk, cuma foto kuil dari pinggir jalan aja, hahaha.

Dari Kuil Dwi Kwan Im lanjut lagi jalan, ke Gereja Anglikan St George yang berada di pojok jalan, jalan Kapitan Keling dan Jalan Furqahar. Gereja yang keseluruhannya berwarna putih ini merupakan gereja anglikan inggris yang pertama didirikan di Penang. Kami juga foto-foto di halaman depannya saja.

Kami keluar dari halaman gereja melalui gerbang yang berada di jalan Furqahar. Kami jalan ke arah Museum Negeri Penang yang berjaral kira-kira 50 – 100 m dari gerbang gereja. Eh benar aja, museumnya udah tutup, seperti yang tadi dibilang mba yang di pusat informasi wisata penang. Yaaah, sayang amaat… J

Karena tiba-tiba turun hujan, kami balik lagi ke halte depan gereja. Hujannya tiba-tiba aja deres banget. Kami jadi mati gaya. Begitu lewat bus CAT, bus gratis penang, kami langsung aja naik, ngga peduli kami mau dibawa kemana, hahaha. Bus yang kami naiki ternyata tujuannya ke Komtar. Sebelum tiba di Komtar saya liat bus melewati pasar chawrasta. Tapi karena masih hujan, saya ngga jadi turun.

Setibanya di terminal bis di Komtar, kami juga ngga turun, mau tetap di dalam bis aja sampai tujuan yang entah kemama, hahaha. Eh begitu mutar-mutar saya liat kami tiba di halte Padang Kota Lama. Ya udah kami turun aja di sana. Foto-foto di depan gedung putih yang nama gedungnya saya ngga tau, eh ngga ingat tepatnya.

Kami sih ngga lama berada di Padang Kota Lama dan jalan santai di pantainya. Setengah jam aja kira-kira. Saat kami nunggu bus arah balik ke Komtar, saya liat di ujung jalan ada Menara Jam yang tadi saya lihat juga pas mutar-mutar sendirian di ke jalan Pangkalan Weld. Seingat saya, saya belum sempat poto-potoin Menara Jam tersebut.

Saya jalan lagi ke Menara Jam tersebut, tapi adik saya dan sahabat saya ngga mau. Mereka mau nunggu aja di halte. Ya oke lah, hahaha. Maka saya pun jalan sendirian ke Menara Jam yang berada di perapatan jalan, sekitar 100 meter dari halte. Saya hanya cekrak cekrek beberapa kali saja di Menara Jam, trus balik badan lagi.

Eh pas saya balik badan ke arah salah atu jalan, saya melihat plang Benteng Cornwallis, hehehe. Saya ngga jadi balik ke halte tempat adik saya menunggu, tapi jalan ke arah benteng. Saya ngga masuk ke dalam benteng tersebut karena selain tiket masuknya mahal, hari sudah sore banget, adik dan sahabat saya lagi nunggu saya di halte. Jadinya saya langsung belok kanan lagi aja setelah saya cekrak-cekrek gerbang benteng, hahaha.

Sebenarnya kalau mau jalan ke penginapan dari Padang Kota Lama sih bisa. Walau agak jauh sedikit, tapi ngga nyampe sekilo jaraknya sih. Tapi kami mau ke Komtar dulu buat beli baju kaos yang ada merek Penang-nya itu. Kami naik bus lagi tujuan Komtar.

Tapi kami salah tempat ternyata, seharusnya turun di pasar Chawrasta saja. Soalnya di Komtar baju-baju kaos merek Penang mahal banget. Bahannya tapi harganya di atas 30 RM semua. Idih, ogah saya, hahaha. Kalau di di Jalan Petaling Kuala Lumpur, bahan yang sejenis cuma 12 – 15 RM. Saya akhirnya ngga jadi beli kaos di Komtar sana, hahaha ^__^

Kami pulang ke penginapan dengan kaki yang luar biasa letih, hahaha. Apalagi dari jalan Mesjid Kapitan Keling kami musti jalan lagi ke penginapan sejauh kira-kira 200 m. Entah berapa kilo jalan yang sudah kami tempuh seharian ini (lebay banget ya, hahaha). Rasanya ya, kalau ada yang mau menyeret badan kami di sepanjang jalan, kami bakal pasrah saking capeknya kaki kami.

Setibanya di penginapan kami langsung pakai krim buat otot pegal-pegal yang dibawa Dedew hahaha. Capeeek banget. Untung dia udah sedia krim pegal tersebut, kalau ngga ada krim pegal tersebut mungkin kaki saya bakal cenat cenut pas tidur, hehehe. Malam itu kami tidur cepat. Jam 9 an, sebelum jam 10 deh, kami semua sudah langsung tertidur, hahaha.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s