Jalan-Jalan ke Mesjid Kapitan Keling, George Town, Penang

Mesjid Kapitan Keling yang berada di George Town adalah adalah salah satu mesjid bersejarah di Penang. Karena mesjid ini merupakan mesjid yang pertama yang berdiri di Pulau Penang, Malaysia. Mesjid ini dinamakan Mesjid Kapitan Keling karena mesjid ini didirikan oleh komunitas orang-orang India yang berada di Penang yang saat itu belum mempunyai mesjid.

Saya menjadikan Mesjid Kapitan Keling ini sebagai destinasi kunjungan pertama saya di Penang. Karena mesjid ini berada dekat dengan penginapan tempat saya nginap, jadi biar enak aja jalannya. Jarak mesjid ini dari penginapan mungkin paling jauh hanya 200 m saja. Jadi ibaratnya ngesot ke mesjid ini dari penginapan juga nyampe, hehehe.

Saat kami tiba di sana, petugas mesjid sedang sibuk membersihkan karpet-karpet mesjid dengan vakum cleaner. Karena hari itu adalah hari Jumat jadi bapaknya pasti sedang beberes untuk shalat Jumat. Untungnya waktu shalat Jumat masih lama jadi kami masih bisa masuk ke dalam mesjid. Karena mesjid Kapitan Keling tutup buat umum mulai dari jam 11, atau sekitar 2 jam sebelum masuk waktu shalat zhuhur (jumat).

Bapak pengurus yang sedang membersihkan karpet mesjid menurut perkiraan saya adalah seorang india tapi berkulit  putih. Dia yang malah sangat ramah menyapa saya, dan menyarankan saya memoto bagian dalam mesjid dan bagian mihrab ketika saya meminta ijin buat poto-poto. Saya mah senang-senang aja, karena tanpa dimintapun saya emang niatnya juga mau moto bagian dalammesjidkan ya.

Tapi anehnya dia mengajukan pertanyaan ke saya, “are you muslim?” Saya bengong. Gimana pertanyaan yang ngga aneh coba, saya pakai jilbab, bukan pakai selendang yang ditempel gitu aja di kepala. Kalau pakai selendang atau pasmina bisa jadi pakainya cuma buat masuk ke mesjid trus dilepas lagi begitu keluar mesjid. Masa dia ngga bisa bedain, hahaha.

Tapi dia juga berbaik hati banget menawarkan diri untuk memoto saya bertiga dengan adik dan sahabat saya. Dia niatnya mau nolong ya mau ngga mau kami mau juga foto bertiga, walau kami ngga merasa perlu-perlu amat. Karena selama di Kuala Lumpur kami foto bertiga hanya menggunakan tongsis aja udah merasa cukup. Tapi karena niatnya baik mau bantu ya kami terima aja hehehe.

 

 

 

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s