Salah Satu Materi Pelajaran PLBJ kelas 1 tidak mendidik (Menangkap Tokoh Jahat Dengan Jebakan Seorang Gadis)

Sekitar sebulan yang lalu murid-murid les-ku yang kelas satu hendak mau ulangan harian terakhir sebelum ulangan umum. Seperti biasa aku membaca dulu bacaan atau cerita yang ada karena selama ini mereka hanya focus belajar matematika, sains, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jadi kalau ada materi pelajaran lainnya aku biasanya membaca dulu sekilas sekadar tau aja materinya apa.

Nah, pas membaca bacaan tersebut aku dikejutkan dengan materi yang ada di sana. Materi bab tersebut tentang CERITA SI ANGKRI. Dan jujur saja aku juga tidak mengetahui apakah cerita tersebut merupakan cerita atau tokoh sejarah seperti halnya kisah Si Pitung.

Photo-1136

Di buku tersebut di ceritakan bahwa si Angkri ini adalah pemuda yang sudah tidak punya orangtua dan saudara lagi alias hidup sebatang kara. Ia mempunyai beberapa petak sawah tapi kemudian satu per satu ia jual karena suka berjudi.

Suatu hari Si Angkri meminta bantuan juragan supaya bisa menjadi bek atau kepala kampung menggantikan Bek Asan. Juragan Tabrani bersedia membantu karena si Angkri pernah membantunya ketika dikeroyok orang sewaktu berjudi. Juragan Tabrani menyuruh si Angkri untuk minta tolong pada si Bandot untuk menangkap Bek Asan. Tapi bukannya Bek Asan yang berhasil diringkus si Bandot, malah sebaliknya Bandotlah yang diringkus Bek Asan.

Photo-1137

Setelah itu Bek Asan bermaksud menangkap si Angkri. Si Angkri dijebak Bek Asan dengan seorang gadis. Gadis tersebut diminta mandi di kali agar si Angkri tergoda dengan gadis itu (hal 113). Si Angkri pun menggoda gadis itu. Si Angkri berhasil dijebak oleh Bek Asan. Gadis itu berteriak minta tolong. Bek Asan menolong si gadis. Si Angkri marah. …… (hal 114).

Yang tulisannya saya miring-in adalah tambahan kalimat yang ada pada buku LKS yang digunakan muridku tersebut.

Photo-1138

Jujur saja bagiku cerita tersebut benar-benar sangat tidak bermutu untuk dijadikan materi materi pelajaran untuk kelas satu SD. Dan yang paling membuatku geleng kepala adalah cerita tentang bagaimana cara Bek Asan yang ‘membela kebenaran’ menangkap si angkri dengan menjebak menggunakan seorang gadis. Benar-benar tidak mendidik.
Cerita itu seakan ‘menghalalkan’ menjebak penjahat dengan seorang gadis. Itu sangat tidak mendidik . Seharusnya, tokoh pembela kebenaran tidak akan melakukan tindakan yang seperti itu. Itu namanya membela kebenaran dengan cara yang tidak benar dan tidak terpuji.

Photo-1139

Ingat, ini kelas satu SD loh yang rentang usianya rata-rata 5,5 – 6,5 tahun. Seumur segitu mereka sudah disodorkan cerita atau kisah yang sangat dangkal dan tidak ada nilai-nilai moral yang bisa diambil dari sana. Dan itu terjadi di sekolah, tempat yang seharusnya mengajarkan moral dan budi pekerti yang baik selain di rumah dan di Mesjid (atau rumah ibadah).

Photo-1140

Itu hanya contoh kecil ‘menghalalkan perbuatan baik dengan cara yang tidak baik’ Kalau sejak kecil saja anak-anak diajarkan dengan cara seperti itu, maka hal yang sangat wajar saja negara kita sekarang menghadapi berbagai masalah yang menyangkut nilai-nilai moral yang bobrok.

Photo-1141

Seharusnya Dinas Pendidikan DKI Jakarta memperhatikan hal ini dan menyeleksi cerita-cerita yang akan dijadikan bahan atau materi pelajaran PLBJ ini.

11 thoughts on “Salah Satu Materi Pelajaran PLBJ kelas 1 tidak mendidik (Menangkap Tokoh Jahat Dengan Jebakan Seorang Gadis)

  1. kayanya otomatis ya.. iya udah berubah tapi daku blom posting pun.. ntar aja..

    btw, buku kaya gitu udah diprotes kog waktu masih di empi.. udah lama itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s