Sahabat dan Persahabatan Semasa SMP di Lingkungan Rumah

Gerbang Janjang saribu, Ngarai Sianok di samping Mesjid Baiturahman, Bukik Apik

Emang beda persahabatan di rumah dan di sekolah yaaa? Yuuuppp… Beda banget. Teman-teman di sekolah ngga kenal sama teman-teman di rumah. Sahabat-sahabatku ini notebenenya adalah tetanggaku. Ngga cuma tetangga, kami juga satu mesjid, tempat kami sekolah madrasah sore hari. Dan kami juga terbiasa shalat magrib berjamaah.

Mereka adalah Riri dan Titi. Titi satu tingkat dibawahku, dan Riri dua tingkat di bawahku. Kami akrab karena sama-sama aktif di mesjid dan remaja mesjid. Kami sering ikut MTQ, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai tingkat kota. Berbagai cabang MTQ di kami ikuti. Juga lomba qasidahan antar remaja mesjid di kota dan Kabupaten Solok, hehehe.

Continue reading

Advertisements

Sahabat dan Persahabatan Semasa SMP

Sewaktu aku kelas 1 SMP, bisa dibilang aku ngga punya sahabat dekat. Aku jadi sangat berbeda dengan di SD yang mempunyai banyak kenangan masa kecil. Di SMP kelas satu aku cendrung menyepi dari pergaulan. Aku hanya menjadi pemerhati yang berada di luar garis, hehehe.

Aku pendiam jadi tidak ada yang benar-benar akrab. Semuanya sama saja bagiku. Sama Efira yang paling pintar aku cukup dekat karena banyak teman yang kurang suka dengan idealismenya : ngga boleh dicontek pr-nya, apalagi pas ujian, makin ngga boleh. Kalau aku tipenya longgar, aku ngga masalah kasih aja pr-ku sama teman-teman. Atau kalau aku lagi malas bikin PR, nyontek juga.

Continue reading

Sahabat dan Lingkaran Persahabatanku dari Masa ke Masa

Well… Saya kembali dapat tugas menulis dari sisterhood Blogger Muslimah. Kali ini giliran saya yang menentukan tema, meskipun pada dasarnya kami berempat juga yang menentukan temanya, hehehe… Tema yang akan kami buat adalah tentang persahabatan. Terserah mau menulis apa, yang penting tentang persahabatan.

Dalam berteman bisa dibilang saya bukanlah orang yang luwes dalam pergaulan. Karena saya ini kan orang introvert akut. Jadi saya sangat susah dalam pergaulan di mana saja. Saya terlalu pendiam sehingga seringkali saya seperti ada dan tiada di mata orang-orang sekitar. Sedih banget kan yaaa… *nangis ala nobita, air mata muncrat ke samping.

Continue reading