Ngebolang Sendirian ke Danau Tarusan Kamang, Bukittinggi

Pagi-pagi sehabis shalat subuh, saya segera beberes : mandi, dan bersiap-siap berangkat ke Kota Bukittingi. Jam 6 kurang saya sudah jalan dari rumah ke pasar raya solok, tempat mangkal bus tujuan ke berbagai kota di Sumatera Barat. Pada pagi hari sebelum jam 7, bus antar kota antar provinsi diizinkan mangkal di Pasar Raya Solok.

Hari masih gelap ketika saya keluar rumah dan naik bus, (minibus sih tepatnya). Sekitar jam 6 lewat 5 atau 10, bus bergerak ke arah Bukittinggi. Karena mata saya masih sangat mengantuk, saya tidur lagi di bus. Lumayan lah sekedar merem-in mata setengah jam lebih sampai waktu minta ongkos di tempat pemeriksaan jumlah penumpang di pinggir Danau Singkarak di daerah Ombilin.

Continue reading

Advertisements

Nagari Koto Gadang, Bukittinggi : Nagari Orang-Orang Cerdas dan Berpendidikan

Salah satu nagari yang sangat terkenal di Sumatera Barat adalah nagari Koto Gadang. Bagi masyarakat Sumatera Barat nama nagari ini sangatlah tidak asing. Secara administrasi wilayah, Nagari Koto Gadang, masuk ke dalam Kabupaten Agam. Tetapi secara sosial masyarakat di Sumatera Barat, tetap saja menyebut Koto Gadang, Bukittinggi. Apalagi Bukittinggi kan disebutnya Koto Rang Agam,kan?

Kenapa? Hal tersebut disebabkan karena Nagari Koto Gadang hanya ‘sepelemparan’ batu dari Jam Gadang di pusat Kota Bukittinggi. Kota Bukittinggi dan Koto Gadang hanya dipisahkan oleh Ngarai Sianok yang lebarnya sekitar 200 – 300 m. Jika kita berdiri di Taman Panorama Bukittinggi, Nagari Koto Gadang berada di seberang ngarai.

Continue reading

Danau Tarusan Kamang, Bukittinggi, Agam : Danau Dua Wajah

permukaan air tarusan yang sudah surut

Tahun 2015, Tarusan Kamang mendadak terkenal di kalangan jagat sosial media. Ia sontak menjadi terkenal di Sumatera Barat. Tarusan Kamang merupakan telaga yang besar yang ada di daerah Kamang, Bukittinggi. Lebaran 2015, berbondong-bondong masyarakat liburan ke sana. Padahal, tarusan tersebut sudah lama ada, tapi tiba-tiba jadi populer karena peran sosial media

Nama telaga yang biasa disebut tarusan oleh masyarakat di sana (nama nagari di sana juga bernama Tarusan), tiba-tiba berubah juga menjadi Danau Tarusan Kamang. Padahal tarusan sendiri bisa berarti telaga atau sumber air. Jadi, selanjutnya saya akan menyebutnya tarusan saja ya.

Continue reading

Rubuhnya Rumah Gadang Kami

sekarang, rumah gadang yang ada di Koto Baru, Solok ini sudah benar-benar rubuh… *nangis

Sekilas judulnya kayanya cerita AA. Navis ya, yang berjudul : Rubuhnya Surau Kami. Tapi memang sih idenya dari judul novel tersebut, Rubuhnya Rumah Gadang Kami. Rumah gadang yang rubuh yang aku posting ini adalah rumah gadang banyak saya liat yang sudah mau hancur karena sudah dihuni lagi oleh pemiliknya.

Sebenarnya sedih liat rumah gadang yang mau rubuh ini, tapi mau gimana lagi coba. Saya walaupun pecinta rumah gadang, tetaplah orang lain yang hanya bisa sedih, tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pada kenyataannya di kampung-kampung Sumatera Barat banyak sekali ditemukan rumah kosong yang tak berpenghuni.

Continue reading

Padang Mangateh Payokumbuah, Limopuluh Kota

Nama peternakan Padang Mangateh sontak menjadi terkenal ketika Presiden Jokowi berkunjung ke sana. Katanya pemandangan padang rumput di sana sangat indah. Indahnya seperti di Selandia Baru, katanya. Sebuah perumpamaan yang bikin tersenyum aja nih. Masa iya segitu indahnya tapi tidak terdengar selama ini?

Perumpamaan keindahan Peternakan Padang Mangateh seperti pemandangan di Selandia Baru membuat saya tersenyum karena merasa kocak. Tapi tetap saja bikin saya dan teman penasaran pengen main ke sana. Saya dan sahabat saya akhirnya pergi raun-raun paniang ke peternakan Padang Mangateh, *benerin jilbab.*

Continue reading

Sisi Lain Wajah Wisata Sumatera Barat : Sampah-Sampah Yang Berserakan di Pusat Wisata

Judul postingan saya di atas mungkin ‘terdengar’ sangat hiperbolik, sangat berlebihan. Tapi setelah saya renungkan lagi, saya pikir itu bukan sesuatu yang hiperbola. Judul di atas adalah kenyataan yang terjadi si banyak daerah wisata di Sumatera Barat. Sangat miris memang. Dan sangat menyedihkan.

Akan banyak bukti-bukti nyata atas postingan ini. Paling tidak ini terjadi sampai lebaran tahun 2015 yang lalu, yang saya liat dan saksikan dengan mata kepala sendiri. Jadi kalau sekarang sudah ngga ada lagi, alhamdulillah. Bahwa pelaku wisata di sana sudah sadar wisata.

Continue reading

Ngebolang ke Peternakan Padang Mangateh, Payakumbuah Pakai Motor

Di Payakumbuh, (tepatnya Kabupaten 50 Koto sih) ada tempat wisata yang mendadak naik daun. Namanya Peternakan Padang Mangateh. Peternakan Padang Mangateh ini mendadak terkenal sejak dikunjungi Presiden Jokowi memjelang akhir tahun 2015. Saat hendak meninjau bencana kabut asap di Riau.

Konon katanya, peternakan ini mempunyai pemandangan yang ngga kalah indah sama Selandia baru sana. Haaa? Masa iya siih? Jangan over gitu dong ah…hehehe. Tapi saya dan teman saya penasaran pengen jalan ke sana. Kaya apa sih pemandangan Peternakan padang Mangateh tersebut.

Continue reading

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat

Siapa yang tidak kenal dengan Bung Hatta? Ya, Bung Hatta adalah nama populer dari Muhammad Hatta. Saya rasa semua masyarakat Indonesia (kecuali bocah yang belum sekolah) kenal dengan Bung Hatta atau Muhammad Hatta. Bung Hatta, bersama Seokarno adalah salah proklamator kemerdekaan Indonesia setelah berjuang selama bertahun-tahun melawan penjajahan Belanda.

Dalam perjuangan meraih kemerdekaan negara Indonesia, Bung Hatta (dan juga Seokarno dan Sutan syahrir) sering dihukum penjara atau hukum dibuang oleh penjajah Belanda ke berbagai pulau di Indonesia. Bung Hatta pernah diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Boven Digul, papua. Juga ke Pulau Banda Neira, Maluku. Meskipun dihukum dan dibuang ke daerah-daerah yang jauh, semangat dan perjuangan Bung Hatta untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan tidak pernah padam.

Continue reading

Mushala Annur H.M Said : Rumah Kelahiran HR. Rasuna Said

Bagi teman-teman di Jakarta, tentu tidak asing lagi dengan jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Apalagi bagi yang bekerja di sana, pasti sudah sangat familiar yah. Tapi apakah banyak yang tau bahwa salah seorang pahlawan nasional ini adalah seorang wanita?

Serius loh, banyak yang beranggapan bahwa HR. Rasuna Said adalah seorang pria, bukan wanita. Tidak banyak yang mengetahui (sedikit) tentang sejarah HR. Rasuna Said bahwa ia adalah seorang wanita. Dan juga bagi yang sudah melihat patungnya di depan Pasar Festival (sekarang Plaza Festifal), karena pada patung tersebut, HR. Rasuna Said berkerudung.

Continue reading

Scam Tukang Parkir di Pantai Carocok Painan, Sumatera Barat

Ini salah satu jalan ke Pantai Carocok. Dipalangi ngga boleh masuk karena penuh katanya. tapi ternyata di dalam masih bisa markir :(

Ini salah satu jalan ke Pantai Carocok. Dipalangi ngga boleh masuk karena penuh katanya. tapi ternyata di dalam masih bisa markir 😦

Salah satu ikon wisata kota Painan adalah Pantai Carocok dan Bukik Langkisau. Pantai Carocok berjarak sekitar 1,5 km dari pusat kota Painan. Dan berada persis di bawah Bukit Langkisau. Dari Padang kedua tempay ini berjarak kira-kira 75 km.

Pada libur lebaran, jangan ditanya deh banyaknya pengunjung pantai ini. Minta ampun ramenya. Rasanya ngap berada Pantai Carocok kalau lagi libur lebaran. Tapak kaki aja susah lewat saking ramenya orang. Dan parkiran pun susahnyaaa minta ampun. Ngga lagib deh saya ke sana pada saat lebaran. Tobaaaat, hahaha.

Continue reading

Mesjis Raya Bayur Maninjau, Agam, Sumatera Barat

mesjid-raya-bayur-maninjau

Sewaktu saya jalan-jalan sendirian ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, Maninjau saya sekalian mampir ke Masjid Raya Nagari Bayur. Bagi pembaca buku Negeri Lima Menara mungkin mengetahui bahwa Alif, si tokoh utama novel tersebut berasal dari Nagari Bayur, Maninjau Sumatera Barat.

Awalnya sih saya ngga tau, saya akan dibawa ke mesjid ini oleh abang ojek yang mengantarkan saya ke Meseum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Tapi karena melihat saya yang selalu antusias minta mampir di setiap mesjid-mesjid sepanjang jalan menuju Museum Rumah Buya Hamka dari Maninjau, abang ojeknya bilang akan membawa saya ke mesjid yang lebih bagus dan lebih besar, kira-kira 2-3 km dari pasar Maninjau.

Continue reading

Pantai Carocok dan Pulau Cingkuak, Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

pantai-carocok-painan-12

Bagi masyarakat Sumatera Barat, Pantai Carocok sangat familiar. Beberap tahun belakangan, pantai ini menjadi hits sebagai salah satu tempat orang-orang menghabiskan liburan. Pantai Carocok menjadi salah satu ikon wisata kota Painan, yang terkenal di Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Pantai ini berjarak sekitar 1,5 km dari pusat kota Painan. Dari Padang berjarak kira-kira 75 km.

Continue reading

Bukik Langkisau ~ Bukit Langkisau Painan, Sumatera Barat

bukik-langkisau-i

Di Padang, ada lagu pop minang yang judulnya “Bukik Langkisau.” Itu adalah salah satu objek wisata yang berada di kota Painan, Sumatera Barat. Bukit Langkisau ini berada persis di atas pantai Carocok, ikon wisata kota Painan. Bukit ini berjarak sekitar sekitar 1,5 km dari pusat kota Painan. Dari Puncak Bukit Langkisau ini kita bisa memandang ke bentangan laut Hindia.

Saya ke Puncak Langkisau ini alhamdulillah bisa nebeng sama turis jepang yang ketemu di Jembatan Akar, Bayang. Pas saya selesai poto-piti, hendak mau ke luar, saya iseng nanya si kakak yang menemani turis tersebut. Iseng aja nanya si pak turis dari mana. Abis itu aku nanya udah jalan ke mana aja, dan mau ke mana lagi. Eh dia jawab, mau ke Bukit Langkisau dan Pantai carocok.

Continue reading

Jembatan Akar ~ Jambatan Aka, Bayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

jembatan-akar-6

Dasar jembatan di kasih papan biar nyaman saat nyeberang

Salah satu tempat wisata yang saya kunjungi waktu lebaran 2015 adalah  Jembatan Akar atau Jambatan Aka. Jembatan ini unik. Karena jembatan ini terbentuk dari akar-akar dua batang pohon kubang yang tumbuh berseberangan yang dipisahkan oleh sungai. Akar-akar dari dua batang pohon tersebut saling dililit dan dipilin satu sama lain. Sehingga akar-akar tersebut menyatu membentuk jembatan yang menghubungkan dua buah jorong.

Continue reading

Taruko Cafe Resto, Ngarai Sianok, Bukittinggi

Taruko Cafe Ngarai Sianok 17

Taruko Cafe Resto Ngarai Sianok adalah sebuah resto yang berada di tengah Ngarai Sianok. Resto ini  berada sekitar 20 meter di pinggir sungai berbatu yang airnya dangkal. Pemandangan di sekitarnya hijau alami yang ditingkahi suara gemercik air sungai yang bening.

Suasana di Taruko Cafe Resto ini enak banget. Maklum, dikelilingi oleh dinding ngarai yang hijau asri dan segar. Selain kita bisa (hanya) duduk-duduk cantik sambil ngopi, ngeteh, ngemil kentang atau makanan berat lainnya, kita juga bisa main-main air di kali tersebut. Air kali tersebut segar dan jernih. Makanya ngga heran resto ini menjadi tongkrongan anak muda di Bukittinggi.

Continue reading

Janjang Saribu Ngarai Sianok Bukan Janjang Koto Gadang (The Great Wall of Koto Gadang)

Janjang saribu 7

Salah satu objek wisata yang terdapat di Ngarai Sianok adalah Janjang Saribu atau Tangga Seribu. Jumlah tangganya sih ngga sampai seribu tapi karena banyak dibilang aja seribu, hehehe. Janjang Saribu ini berada si tebing Ngarai Sianok di bawah Nagari Bukik Apik atau Bukit Apit.

Jujur saja saya heran lo waktu mencari info Janjang Saribu di internet. Banyak situs yang menjelaskan tentang Janjang Saribu, seakan-akan Janjang Saribu ini sama dengan Janjang Koto Gadang atau Great Wall of Koto Gadang (skala sangat mini banget). Bahkan postingan itu juga dibuat oleh website wisata.

Continue reading

Janjang Saribu (1000 ) Ngarai Sianok Bukittinggi Sumatera Barat

Janjang saribu 7

Ngarai Sianok yang terdapat di Bukittinggi merupakan salah satu objek wisata alam yang sangat terkenal. Di ngarai ini banyak terdapat objek wisata alam yang bisa dinikmati oleh pengunjung atau wisatawan yang datang ke Bukittinggi. Pemandangan lembah dengan bukit yang berdinding terjal dengan kemiringan yang mencapai 90 derajat berpadu gunung Singgalang membingkai keindahan ngarai ini.

Dan di dalam ngarai tersebut terdapat beberapa aliran sungai yang membelah lembah. Juga ada petak-petak sawah yang hijau dan kuning yang berbingkai tebing ngarai. Juga terdapat rumah-rumah penduduk meski tidak banyak.

Continue reading

Taman Panorama Bukittinggi

Taman Panorama Bukittinggi 12

Salah satu objek wisata favorit saya di Bukittinggi adalah Taman Panorama Bukittinggi. Taman Panorama Bukittinggi merupakan salah objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Bukittinggi. Objek wisata Panorama ini semacam taman hijau kota yang terletak di pusat kota Bukittinggi. Jaraknya dari Jam Gadang kalau ditarik garis lurus mungkin hanya setengah kilometer atau paling jauh 700 m. Tapi karena jalannya sedikit memutar, jarak tempuhnya mencapai hampir 1 km.

Continue reading

Lubang Japang ~ Lubang Jepang Taman Panorama Bukittinggi

Taman Panorama Bukittinggi Lubang Jepang

Wisata kota Bukittinggi Sumatera Barat, tidak hanya dikenal karena wisata alamnya yang indah dan kulinernya yang enak. Tetapi juga dikenal dengan wisata sejarahnya. Salah satu objek wisata sejarah yang ada di kota Bukittinggi adalah Lubang Jepang atau Lubang Japang.

Objek wisata ini terdapat di Taman Paorama Bukittinggi. Disebut Lubang Jepang karena lubang ini dibangun oleh penjajah Jepang secara paksa (romusha) sebagai bunker atau terowongan untuk pertahanan tentara Jepang. Lubang Japang ini mempunyai pintu utama yang terdapat di dalam Taman Panorama Bukittinggi.

Continue reading

Tukang Palak di Objek Wisata Sumatera Barat itu Bernama Tukang parkir

Beberapa waktu yang lalu aku baca di postingan siapa gitu ya, bahwa parkiran di padang itu kaya tukang palak. Kok ya malu banget ya gue pas baca postingan itu. Kayanya tukang parkir di sana aji mumpung banget gitu. Memalukan banget.

Liburan lebaran kemaren kan gue jalan beberapa kali tuh bareng teman. Dan gue membuktikan sendiri apa yang diungkapkan teman tersebut. Menyebalkan dan memalukan. *ga percaya n ga terima…huuuuuhhh…

Continue reading

Cover Buku “Don’t Stop Exploring west Sumatera” yang Akan Segera Terbit

Buku Traveling Sumatera Barat

Alhamdulillah, teman-teman, bukuku yang ke tiga Insya Allah segera terbit dan beredar di toko buku. Kemaren siang, pas ada pesan WA, masuk dan kebutulan satu-satunya, jadi ketauan siapa yang ngechat kan. Pesan tersebut dari editor buku yang sedang kubuat, Mba Riza, dari Penerbit Elex.

Jantung dag-dig-dug-der, melihat pesan tersebut bertanda ‘image’. Dan pas kubuka, dadaku membuncah. Senangnya luar biasa, dan tak lupa puji syukur terpanjat atas karuniaNya karena telah menyelesaikan bukuku yang ketiga ini. Buku yang berjudul, “Don’t Stop Exploring West Sumatera.

Continue reading

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang

PDIKM Padang Panjang

Apakah kamu penyuka sejarah budaya suatu daerah? Atau kamu menyukai sejarah kebudayaan Minangkabau? Jika kamu sangat menyukai tentang sejarah Minangkabau, maka salah satu tempat yang wajib kamu kunjungi adalah Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau PDIKM Padang Panjang.

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) adalah museum yang menjadi pusat dokumentasi dan informasi tentang kebudayaan Minangkabau. PDIKM ini didirikan untuk menghimpun dan mendokumentasikan segala sesuatu kebudayaan minangkabau yang selama ini tidak terdokumentasikan dengan baik.

Continue reading

Mesjid Tuo Asasi Sigando, Gunung, Padang Panjang

IMG_3191

Salah satu tujuanku mau main ke Padang Panjang pada liburan lebaran kemarin adalah mau ke Mesjid Tuo Asasi ini. Aku ke Padang Panjang bersama sepuuku yang tinggal di Bandung dan juga berlebaran di kampung.

Ancar-ancar lokasi mesjid ini aku sudah tau karena aku dulu pernah main sama temanku ke daerah sana. Tetapi aku tidak tau persis. Jadi sekitar 100 m sebelum lampu merah Gunuang dari arah Solok, aku nanya orang dulu di mana lokasi mesjid tersebut berada.

Continue reading

Ngebolang ke Maninjau Sendirian Naik Ojek

Maninjau dari Kelok 44

Maninjau dari Kelok 44

Saya masih penasaran untuk pergi ke Maninjau. Karena beberapa hari sebelumnya sewaktu ngebolang pake motor berdua teman saya tidak jadi jalan sampai Maninjau karena kesiangan. Kami hanya sampai ke Puncak Lawang dan adik-adiknya (Taman XIII Balai Basa dan Taman Ambun Tanai. Akibatnya saya nekat pergi ke Maninjau sendirian (bagi siapa saja di sana yang mengetahui saya ngebolang sendirian, saya dianggap aneh). Tujuan ke maninjau tak lain adalah kelok 44 dan Museum Rumah Buya Hamka di Sungai Batang, Maninjau.

Continue reading

Ngebolang ke Puncak Lawang Matur Dengan Motor

IMG_0009a

mesjid di pinggir empang besar di Nagari Sungai Tanang Bukittinggi. Asyik banget di sini… 🙂

Sudah sangat lama sekali saya tidak pergi jalan-jalan ke Danau Maninjau. Terakhir kali kalau tidak salah ketika saya masih duduk di SLTP. Saya dan keluarga saya jalan-jalan ke Danau Maninjau, terus ke Padang melewati Tiku dan Padang Pariaman.

Lebaran kemarin saya berdua teman saya ngebolang pakai motor (niatnya) ke Maninjau. Berdua doang pake motor. Tujuan kami ke Maninjau adalah ke Museum Rumah Buya Hamka. Dan juga pengen merasakan sensasi ‘ngitung’ kelok 44 sewaktu masih kecil dulu, hehe.

Continue reading

Taman Ambun Tanai, Matur (Matua) Sumatera Barat

IMG_0217a

Taman Ambun Tanai adalah salah satu taman yang menjadi tempat menikmati keindahan Danau Maninjau. Taman ini berada di daerah Ambun Pagi, Matur. Taman ini termasuk baru, mungkin baru dibangun sekitar 3 tahun ini oleh Pemda Kabupaten Agam.

Areal Taman Ambun Tanai ini tidak terlalu besar seperti halnya Puncak Lawang. Tetapi di Taman Ambun Tanai ini terdapat menara pandang yang berguna untuk menikmati dan memotret keindahan Danau Maninjau. Tinggi menara ini sekitar 8 m.

Continue reading

Taman XIII Balai Basa Lawang Matur

Taman XII Balai Basa, Lawang

Taman XII Balai Basa, Lawang

Selama ini kebanyakan orang hanya mengenal obek wisata Taman Puncak Lawang sebagai tempat untuk menyaksikan keindahan Danau Maninjau dari daerah Lawang. Tidak banyak yamg mengetahui bahwa di daerah Lawang ada beberapa objek wisata tempat menikmati keindahan Danau Maninjau dari ketinggian.

Continue reading

Puncak Lawang ~ Matur (Matua) Sumatera Barat : Maninjau View

IMG_0136aBagi orang Sumatera Barat, Puncak Lawang adalah salah satu objek wisata yang populer. Bagaimana tidak, di sini, di Puncak Lawang kita bisa menyaksikan keindahan Danau Maninjau yang bak cermin raksasa. Dan sayangnya saya sama sekali belum pernah jalan-jalan ke Puncak Lawang ini, hehehe.

Disebut Puncak lawang karena puncak bukit tersebut berada di nagari Lawang, Matua atau Matur. Lawang ini berada 3 km dari Simpang Matua, yang berada di jalan raya Bukittinggi – Maninjau. Dan Puncak Lawang sendiri juga berada 4 km dari pusat kenagarian Lawang.

Continue reading

Bunga-Bunga Taman Rumah Puisi Taufiq Ismail

Ini adalah bunga-bunga yang tumbuh di halaman Rumah Puisi Taufik Ismail, Aia Angek Padang Panjang, Sumatera Barat. Bunga yang berwarna biru disebut juga dengan bunga Masamba atau bunga Hortensia.

Bunga-bunga inbi aku poto pas aku dan sahabatku jalan-jalan berdua pake motor ke Rumah Puisi taufik Ismail di Padang Panjang. Kami berdua naik motor, berangkat sudah hampir jam 3, dan tiba di rumah jam 10 malam. Aiih, asyiknyaaa…. 🙂

Ngebolang ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang

IMG_3218

Sepertinya liburan lebaran kali ini beda dengan liburan lebaran sebelum-sebelumnya. Kalau biasanya sampai seminggu setelah lebaran aku memilih di rumah dari pada jalan (baru jalan sama teman seminggu setelah lebaran). Tapi, lebaran kali ini kayanya agak banyakan jalan deh, hehehe.

Hari Sabtu, hari ke dua lebaran, sepupu jauhku yang tinggal di Bandung yang juga lagi pulang kampung ngajakin jalan. Sebenarnya tujuannya untuk hari minggu sih, tapi aku pikir lebih baik hari Sabtu aja, ya udah akhirannya kami berdua jalan. Lagian juga keponakan-keponakanku juga pada ‘ngacir’ bersama orangtua mereka. Ya udah, aku milih jalan, hehe.

Continue reading