Rubuhnya Rumah Gadang Kami

sekarang, rumah gadang yang ada di Koto Baru, Solok ini sudah benar-benar rubuh… *nangis

Sekilas judulnya kayanya cerita AA. Navis ya, yang berjudul : Rubuhnya Surau Kami. Tapi memang sih idenya dari judul novel tersebut, Rubuhnya Rumah Gadang Kami. Rumah gadang yang rubuh yang aku posting ini adalah rumah gadang banyak saya liat yang sudah mau hancur karena sudah dihuni lagi oleh pemiliknya.

Sebenarnya sedih liat rumah gadang yang mau rubuh ini, tapi mau gimana lagi coba. Saya walaupun pecinta rumah gadang, tetaplah orang lain yang hanya bisa sedih, tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pada kenyataannya di kampung-kampung Sumatera Barat banyak sekali ditemukan rumah kosong yang tak berpenghuni.

Continue reading

Ngebolang ke Peternakan Padang Mangateh, Payakumbuah Pakai Motor

Di Payakumbuh, (tepatnya Kabupaten 50 Koto sih) ada tempat wisata yang mendadak naik daun. Namanya Peternakan Padang Mangateh. Peternakan Padang Mangateh ini mendadak terkenal sejak dikunjungi Presiden Jokowi memjelang akhir tahun 2015. Saat hendak meninjau bencana kabut asap di Riau.

Konon katanya, peternakan ini mempunyai pemandangan yang ngga kalah indah sama Selandia baru sana. Haaa? Masa iya siih? Jangan over gitu dong ah…hehehe. Tapi saya dan teman saya penasaran pengen jalan ke sana. Kaya apa sih pemandangan Peternakan padang Mangateh tersebut.

Continue reading

Sutan Nur Iskandar, Sastrawan Angkatan Balai Pustaka Paling Produktif

Bagi kebanyakan kita, sudah tidak asing lagi dengan nama Marah Rusli, Abdul Muis, N.H. Dini, atau juga Buya Hamka. Mereka dikenal sebagai sastrawan Indonesia. Nama mereka abadi dalam pelajaran Bahasa Indonesia sejak dari SD hingga SMA.Benar ngga sih?

Bahkan Buya Hamka tidak hanya dikenal sebagai sastrawan dengan novelnya yang terkenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk dan juga di Bawah Lindungan Ka’bah. Beliau juga lebih sebagai ulama yang kharisma nya masih diakui oleh masyarakat muslim Indonesia hingga sekarang.

Nah, kalau yang saya tanya adalah Nur Sutan Iskandar, adakah yang tau? Ayo ngacung 😛 Mungkin banyak yang tidak tau dengan sastrawan yang satu ini. Termasuk juga saya, tidak mengetahui siapa sesungguhnya Nur Sutan Iskandar. Mungkin dulu saya pernah dengar namanya di sekolah tapi kemudian lupa sama sekali.

Continue reading

Rumah Kosong di Sumatera Barat

Rubuhnya Rumah Gadang Kami

Rubuhnya Rumah Gadang Kami

Di banyak kampung di Sumatera Barat, sangat banyak ditemukan rumah kosong karena tak berpenghuni. Rumah-rumah tersebut kosong karena pemiliknya kebanyakan tinggal di rantau, sehingga jadilah rumah di kampung tersebut kosong. Atau kalaupun tidak kosong rumah tersebut hanya diisi dua atau tiga orang saja. Mereka meramtau ke daerah ramtau jauh ataupun yang merantau dekat. Jangankan rumah gadang, rumah tembok aja banyak yang kosong.

Continue reading

Prasasti Adityawarman Pagaruyuang Batusangka

Prasasti Adityawarman

Prasasti Adityawarman

Adityawarman adalah salah seorang raja Kerajaan Pagaruyuang. Wilayah Kerajaan Pagaruyuang ini meliputi daerah Sumatera Barat dan beberapa kawasan di sekitarnya.

Asal usul Adityawarman masih diperdebatkan. Menurut kitab Pararaton, Adityawarman adalah putra dari Dara Jingga, Putri Kerajaan Dharmasraya dengan Raden Adwayawarman, salah seorang bangsawan Majapahit. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ia adalah anak Dara Jingga dengan raja Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya.

Continue reading

Rumah Gadang Bundo Kanduang

DSC02415

Rumah Gadang Bundo Kanduang ini adalah rumah gadang asal Bundo Kanduang, tokoh wanita dalam sejarah Minangkabau. Bundo Kanduang dulunya adalah seorang ratu yang memimpin kerajaan Pagaruruang.

Lokasi Rumah Gadang Bundo Kanduang ini ada di daerah Pagaryuang, sekitar 2 km – 3 km sebelum Istana Pagaruyuang, dari arah pusat kota Batusangka. Tepat di depan Rumah Gadang Bundo Kanduang ini terdapat situs Batu Basurek Raja Adityawarman, raja Kerajaan Pagaruyuang.

Continue reading