Nagari Koto Gadang, Bukittinggi : Nagari Orang-Orang Cerdas dan Berpendidikan

Salah satu nagari yang sangat terkenal di Sumatera Barat adalah nagari Koto Gadang. Bagi masyarakat Sumatera Barat nama nagari ini sangatlah tidak asing. Secara administrasi wilayah, Nagari Koto Gadang, masuk ke dalam Kabupaten Agam. Tetapi secara sosial masyarakat di Sumatera Barat, tetap saja menyebut Koto Gadang, Bukittinggi. Apalagi Bukittinggi kan disebutnya Koto Rang Agam,kan?

Kenapa? Hal tersebut disebabkan karena Nagari Koto Gadang hanya ‘sepelemparan’ batu dari Jam Gadang di pusat Kota Bukittinggi. Kota Bukittinggi dan Koto Gadang hanya dipisahkan oleh Ngarai Sianok yang lebarnya sekitar 200 – 300 m. Jika kita berdiri di Taman Panorama Bukittinggi, Nagari Koto Gadang berada di seberang ngarai.

Continue reading

Advertisements

Rubuhnya Rumah Gadang Kami

sekarang, rumah gadang yang ada di Koto Baru, Solok ini sudah benar-benar rubuh… *nangis

Sekilas judulnya kayanya cerita AA. Navis ya, yang berjudul : Rubuhnya Surau Kami. Tapi memang sih idenya dari judul novel tersebut, Rubuhnya Rumah Gadang Kami. Rumah gadang yang rubuh yang aku posting ini adalah rumah gadang banyak saya liat yang sudah mau hancur karena sudah dihuni lagi oleh pemiliknya.

Sebenarnya sedih liat rumah gadang yang mau rubuh ini, tapi mau gimana lagi coba. Saya walaupun pecinta rumah gadang, tetaplah orang lain yang hanya bisa sedih, tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pada kenyataannya di kampung-kampung Sumatera Barat banyak sekali ditemukan rumah kosong yang tak berpenghuni.

Continue reading

Siti Roehana Kudus, Jurnalis Wanita Pertama Indonesia

“Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibanya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”

Siti Roehana Kuddus

rohana-kudusUngkapan di atas diucapkan oleh Bundo Siti Rohana Kudus. Siti Roehanna Kuddus atau seringnya disebut Siti Rohana Kudus adalah salah satu tokoh emansipasi wanita Indonesia. Namanya memang tidak terlalu populer sebagaimana hal-nya Ibu Kartini atau Dewi Sartika. Tapi kiprah dan perjuangan dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita sangat luar biasa. Bahkan bisa dianggap lebih besar dari kedua tokoh wanita tersebut.

Siti Rohana Ludus lahir di kenagarian Koto Gadang, Bukittinggi pada tanggal 20 Desember 1889. Ia lahir 4 tahun setelah Ibu Kartini lahir. Itu artinya Bundo Siti Rohana Kudus bisa disebut satu generasi dengan Ibu Kartini. Beliau adalah anak seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda. Meskipun tidak mengikuti sekolah formal, Siti Roehanna Kudus tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas. Ia tidak hanya bisa membaca huruf Arab Melayu saja, tetapi juga bisa berbahasa Belanda.

Continue reading

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Sungai Batang Maninjau.

Rumah Buya Hamka

Hayoooo, siapa diantara kamu yang ngga kenal dengan Buya Hamka? Jika kamu suka membaca, suka dunia dunia literasi dan suka nonton film, dan muslim kamu pasti tau siapa itu Buya Hamka. Yaaap, Buya Hamka selain seorang ulama besar yang sangat sangat kharismatik yang dikagumi oleh umat islam. Beliau juga seorang penulis keagamaan dan penulis roman yang karya-karyanya menjadi rujukan bacaan di sekolah.

Continue reading

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang

PDIKM Padang Panjang

Apakah kamu penyuka sejarah budaya suatu daerah? Atau kamu menyukai sejarah kebudayaan Minangkabau? Jika kamu sangat menyukai tentang sejarah Minangkabau, maka salah satu tempat yang wajib kamu kunjungi adalah Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau PDIKM Padang Panjang.

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) adalah museum yang menjadi pusat dokumentasi dan informasi tentang kebudayaan Minangkabau. PDIKM ini didirikan untuk menghimpun dan mendokumentasikan segala sesuatu kebudayaan minangkabau yang selama ini tidak terdokumentasikan dengan baik.

Continue reading

Mesjid Tuo Asasi Sigando, Gunung, Padang Panjang

IMG_3191

Salah satu tujuanku mau main ke Padang Panjang pada liburan lebaran kemarin adalah mau ke Mesjid Tuo Asasi ini. Aku ke Padang Panjang bersama sepuuku yang tinggal di Bandung dan juga berlebaran di kampung.

Ancar-ancar lokasi mesjid ini aku sudah tau karena aku dulu pernah main sama temanku ke daerah sana. Tetapi aku tidak tau persis. Jadi sekitar 100 m sebelum lampu merah Gunuang dari arah Solok, aku nanya orang dulu di mana lokasi mesjid tersebut berada.

Continue reading

Ngebolang ke Maninjau Sendirian Naik Ojek

Maninjau dari Kelok 44

Maninjau dari Kelok 44

Saya masih penasaran untuk pergi ke Maninjau. Karena beberapa hari sebelumnya sewaktu ngebolang pake motor berdua teman saya tidak jadi jalan sampai Maninjau karena kesiangan. Kami hanya sampai ke Puncak Lawang dan adik-adiknya (Taman XIII Balai Basa dan Taman Ambun Tanai. Akibatnya saya nekat pergi ke Maninjau sendirian (bagi siapa saja di sana yang mengetahui saya ngebolang sendirian, saya dianggap aneh). Tujuan ke maninjau tak lain adalah kelok 44 dan Museum Rumah Buya Hamka di Sungai Batang, Maninjau.

Continue reading

Ngebolang ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang

IMG_3218

Sepertinya liburan lebaran kali ini beda dengan liburan lebaran sebelum-sebelumnya. Kalau biasanya sampai seminggu setelah lebaran aku memilih di rumah dari pada jalan (baru jalan sama teman seminggu setelah lebaran). Tapi, lebaran kali ini kayanya agak banyakan jalan deh, hehehe.

Hari Sabtu, hari ke dua lebaran, sepupu jauhku yang tinggal di Bandung yang juga lagi pulang kampung ngajakin jalan. Sebenarnya tujuannya untuk hari minggu sih, tapi aku pikir lebih baik hari Sabtu aja, ya udah akhirannya kami berdua jalan. Lagian juga keponakan-keponakanku juga pada ‘ngacir’ bersama orangtua mereka. Ya udah, aku milih jalan, hehe.

Continue reading

Ustano Pagaruyuang ~ Kompleks Makam Raja Alam Pagaruyuang

DSC02496Di jalan raya Batusangka ~ Pagaruyuang terdapat sebuah kompleks pemakaman Raja Alam Kerajaan Pagaruyuang. Kompleks pemakaman ini berada persis di pinggir kanan jalan raya, sekitar 1 km lagi ke arah Istana Pagaruyuang. Ada plang besar sehingga sangat mudah sekali menemukannya.

Continue reading

Prasasti Adityawarman Pagaruyuang Batusangka

Prasasti Adityawarman

Prasasti Adityawarman

Adityawarman adalah salah seorang raja Kerajaan Pagaruyuang. Wilayah Kerajaan Pagaruyuang ini meliputi daerah Sumatera Barat dan beberapa kawasan di sekitarnya.

Asal usul Adityawarman masih diperdebatkan. Menurut kitab Pararaton, Adityawarman adalah putra dari Dara Jingga, Putri Kerajaan Dharmasraya dengan Raden Adwayawarman, salah seorang bangsawan Majapahit. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ia adalah anak Dara Jingga dengan raja Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya.

Continue reading

Rumah Gadang Bundo Kanduang

DSC02415

Rumah Gadang Bundo Kanduang ini adalah rumah gadang asal Bundo Kanduang, tokoh wanita dalam sejarah Minangkabau. Bundo Kanduang dulunya adalah seorang ratu yang memimpin kerajaan Pagaruruang.

Lokasi Rumah Gadang Bundo Kanduang ini ada di daerah Pagaryuang, sekitar 2 km – 3 km sebelum Istana Pagaruyuang, dari arah pusat kota Batusangka. Tepat di depan Rumah Gadang Bundo Kanduang ini terdapat situs Batu Basurek Raja Adityawarman, raja Kerajaan Pagaruyuang.

Continue reading

Ilmu Koncek ~ Ilmu Katak

Gambar dari google.

Gambar dari google.

Horeee… Sekali lagi saya akan menulis lagi tentang perumpamaan kata dalam bahasa padang yaaa. Kalau dulu tentang pepatah alun takilek alah takalam, sekarang tentang Ilmu Koncek. Koncek?? Ya, koncek! Koncek tau? Oke, koncek dalam bahasa Padang artinya adalah katak atau kodok. Jadi ilmu koncek adalah ilmu kodok atau ilmu katak.

Lohhh…??? Katak atau kodok ini punya ilmu toh…? Atau ilmu kaya pendekar-pendekar silat itu??? kagak…hehehe Nggaklah, ini hanya perumpamaan saja. Ini adalah perumpamaan bagi seseorang yang suka bertindak atau melakukan sesuatu tanpa berpikir dulu atau tanpa merencanakan dulu. Itu yang disebut dengan ilmu koncek.

Kenapa disebut dengan ilmu koncek? Gini, kodok atau katak jalannya gimana hayo?? Yuuppp benar, meloncat-loncat atau melompat. Jadi orang yang berilmu koncek, kalau melakukan sesuatu seperti koncek yang melompat jika ingin melakukan sesuatu. Langsung dilakukan saat itu juga tanpa perencanaan sama sekali.

Bahasa kerennya inpulsif bukan yaa…? *obok-obok kamuss

Kadang-kadang ilmu koncek ini sangat bagus juga, karena seringkali kita ketika merencanakan melakukan sesuatu, malah nggak jadi-jadi. Tapi ketika melakukan sesuatu dengan perencanaan seringnya malah batal. Udah di rencanain matang-matang apa aja yang hendak dilakukan, tiba-tiba saja satu atau dua hari sebelum hari H, eh malah ngga jadi, bete banget kaaaannn

Contoh sederhananya adalah saya sering sama teman saya berniat pergi jalan-jalan pas lihat di kalender ada tanggal merah. Eh, seringnya malah nggak jadi. Jadi seringnya berpikir ntar kalau pas ada waktu lagi kepengen sesuatu seringnya tanpa rencana yang matang, hehehe. Paling nggak dadakan dalam satu atau dua hari aja.

Nggak bagusnya ilmu koncek ini adalah karena kita melakukan sesuatu tanpa perencanaan, sering banget dong kita lalai dalam berbagai persiapan. Atau juga ketika pada saat acara yang kita lakukan itu, ada aja yang mungkin kelupaan sesuatu. Itulah nggak enaknya ilmu koncek.

Teman-teman sendiri gimana, kalau ingin melakukan sesuatu harus dengan rencana yang matang dulu atau menggunakan prinsip ilmu koncek ini?

BALIMAU ~ Mandi Sebelum Ramadhan di Sumatera Barat

Sungai yang jernih seperti ini sering dijadikan tempat untuk balimau.

Setiap daerah masing-masing mempunyai tradisi dalam menyambut bulan puasa, Bulan Ramadhan. Di daerah Sumatera Barat dan juga di daerah di sekitar Sumatera Barat, dalam menyambut bulan Ramadhan, ada tradisi yang dilakukan oleh (sebagian) masyarakat, yaitu balimau. Tradisi Balimau ini dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan ibadah puasa yang dilakukan di sungai atau sumber mata air yang bersih.

~ Arti Balimau

Sebenarnya apa sih Balimau tersebut? Balimau terdiri dari kata Ba dan Limau. Secara bahasa Limau berarti jeruk nipis. Dan Ba, dalam bahasa Minangkabau berarti ber, yang sama dengan imbuhan ber. Artinya adalah memakai atau menggunakan atau melakukan. Jadi arti balimau secara bahasa adalah mandi dengan menggunakan limau.

Continue reading

Alun Takilek Alah Takalam, Belum Berkilat (Bersinar/bercahaya) Sudah Gelap Lagi

Alun Takilek Alah Takalam. Belum Berkilat (Bersinar/bercahaya) Sudah Gelap Lagi, Ikan di Air Sudah Ketahuan Jantan atau Betina”. Wuisss, mantap nih, Sakti banget dong, belum bersinar sudah gelap lagi. Hehehe… Nggak lah itu hanya sebuah pepatah aja kok. Pepatah dari Padang.

Setiap daerah di manapun pasti memiliki pribahasa sendiri dalam mengungkapkan sesuatu. Begitu juga di Padang, ada istilah yang disebut dengan “Alun Takilek Alah Takalam, Ikan di Aia Alah Tau Jantan Jo Batino ~ Belum Terkilat (Bersinar) Sudah Gelap Lagi, Ikan di Air Sudah Ketahuan Jantan atau Betina”.

Continue reading