Marugame Udon Kota Kasablanka : Udon dan Tempura

Di mol Kota Kasablanka, salah satu resto Jepang yang selalu sangat ramai pada saat jam makan adalah restoran Marugame Udon. Selalu saja ramai pengunjungnya. Setiap saya ke sana setiap jam makan, selalu ada antrian di sana. Bangku-bangku restoran selalu hampir penuh. Bahkan pada saat bukan jam makan pun, restoran ini tetap ramai pengunjung.

Jadi, suatu sore, saya janjian mau ketemu Ria di mol Kota Kasablanca. Kata Ria dia juga ajak Andi. Jadi kami ketemuan bertiga. Saya tiba lebih duluan. Saya duduk saja menanti mereka di salah satu bangku sofa panjang yang disediakan bioskop.

Setelah hampir setengah jam menunggu, datang Andi. Saya sudah lama banget ngga ketemu Andi. Dan ternyata Andi udah gemukan dia sekarang, padahal dia dulu cungkring banget loh, hehehe (maap ya Ndi). Kami berdua ngobrol nglor ngidul asyik sambil nunggu Ria datang.

Begitu Ria datang, kami segera ke ticketing film. Dan ternyata film yang mau kami nonton udah ngga tayang lagi sejak kemaren. Yaaah, penonton kuciwaaa…

Akhirnya kami sepakat makan aja di bawah. Di lantai LG ya kalau ngga salah, yang isinya kebanyakan restoran dan juga ada carefour di situ. Kami muter-muter bingung hendak makan apa. Mau makan ramen di ikkudo Ichi pengunjung rame banget, Tempatnya juga ngga terlalu besar dan pengunjungnya juga sangat ramai. Ngga bisa nongkrong lama nih 😛

Akhirnya kita memutuskan makan di resto Jepang juga, Marugame Udon. Lokasinya yang berada Persis di pojokan lantai LG, yang di sebelahnya adalah gang Mesjid Al Ikhlas mol Kasablanka. Lokasinya sangat strategis dan gampang mencarinya. Patokannya, depan pintu mesjid mol kokas saja, udah. Pasti bakal ketemu.

Kami sama-sama belum pernah makan di sini sebenarnya. Yang membuat kami memutuskan mau makan di sini adalah, restoran Marugame Udon ini menggaransi kehalalan makanannya karena mereka mempunyai logo halal dari MUI yang terpajang di depan resto. Itu yang penting. Bukan cuma sekadar keterangan “No Pork” di area depan restoran seperti beberapa restoran asing lainnya.

Menu udon di sini berbagai macam. Mulai dari jenis udon yang paling sederhana (yang hanya udon dan kuah) sampai dengan Udon yang yang dilengkapi daging dan daging ayam. Namanya pun aneh-aneh bagi saya. Ngga ngerti saya mah. Kalau masakan korea saya masih paham, hehehe.

Karena saya dan Andi akhirnya ditraktir Ria, saya pilih menu yang paling murah aja, hahaha. Saya mah gitu orangnya, kalau ditraktir bukan orang yang aji mumpung trus pilih menunya yang mahal, nggak. Malah saya pilih menu yang paling murah. Nggak enakan sayanya, malu saya, hahaha.

Tapi semurah-murahnya juga harganya di atas 30 an ribu. 34 ribuan, kalau ngga salah. Plus ocha panas yang 10 an ribu. Itu harga yang paling murah, hehehe. Untuk Ocha bisa refill air panas gratis sepuasnya. Kadang otak saya ngga ngerti, kenapa ya mi semangkok aja harganya bisa semahal itu ya? *serius saya mikiiir 😛

bahasa kerennya tempura. Tapi kata saya mah bakwan atau bala-bala juga, hehehe.

Soal rasa, udon ini cocok dengan lidah saya. Udonnya enak. Kalau ngga salah ada 2 jenis kuahnya. Tapi saya lupa apa aja jenisnya. Saya pilih kuah yang original kalau ngga salah. Saya yang si ratu kuah, pas mesan di awal minta tambah banyakin kuahnya, tapi ngga jadi. Karena kata mba yang melayani kami, tambah kuah bayar lagi. Laaah, kuah doang jeung? Gitu amat dah, 😛

Oya, di sini juga tersedia berbagai macam tempura. Termasuk tempura sayur. Kalau menurut saya sih, tempura sayur ini sama aja kaya bakwan sayur atau bala-bala di kita. Saya ngga terlalu tertarik makan tempuranya. Karena harga cukup mahal. Kan saya sudah bilang tadi, kalau saya ditraktir saya ngga mau pilih menu yang mahal-mahal, hehehe.

Resto ini, selain rasanya enak, tempatnya di sini asyik. Ruang restonya juga gede dan bangkunya juga lega. Jarak antar bangku juga lega. Jadi asyiklah makan di sini. Ngga ada daftar antrian juga walau ramai, jadi ngga harus buru-buru keluar kalau sudah selesai makannya.

 

 

Bakso Bom Mas Erwin Cabang Kelapa Gading

Hayooo… Siapa yang suka baksoo? Kayanya hampir semua orang pada suka bakso ya. Termasuk saya juga sangat suka bakso. Dari kecil sampai SMA hampir tiap hari saya makan bakso. Seriuus looh, hampir tiap hari sepulang sekolah saya sama teman-teman saya makan bakso. Karena makan bener-bener makanan yang sangat menggugah selera. Hmmm yummy…

Nah, kemaren minggu 14 Mei, saya diajak teman saya Ria dan komunitas blogger makan bakso di Bakso Bom Mas Erwin cabang Kelapa Gading. Diajak makan baksonya mau laah, hehehe. Bakso Mas Erwin cabang Kelapa Gading ini baru buka seminggu sebelumnya, tanggal 7 Mei. Dan lokasi pondok bakso benar-benar sangat premium, di jalan Boulevard Raya Kelapa Gading.

Continue reading

Taruko Cafe Resto, Ngarai Sianok, Bukittinggi

Taruko Cafe Ngarai Sianok 17

Taruko Cafe Resto Ngarai Sianok adalah sebuah resto yang berada di tengah Ngarai Sianok. Resto ini  berada sekitar 20 meter di pinggir sungai berbatu yang airnya dangkal. Pemandangan di sekitarnya hijau alami yang ditingkahi suara gemercik air sungai yang bening.

Suasana di Taruko Cafe Resto ini enak banget. Maklum, dikelilingi oleh dinding ngarai yang hijau asri dan segar. Selain kita bisa (hanya) duduk-duduk cantik sambil ngopi, ngeteh, ngemil kentang atau makanan berat lainnya, kita juga bisa main-main air di kali tersebut. Air kali tersebut segar dan jernih. Makanya ngga heran resto ini menjadi tongkrongan anak muda di Bukittinggi.

Continue reading

Pasar Apung Lembang, Lembang Floating Market, Ikon Baru Wisata Lembang

Pasar Apung Lembang aka Lembang Floating Market 11

Oke, saya mau lanjutin lagi cerita jalan ke Bandung yang menggunakan taksi tua dengan sopirnya (yang juga tua) yang super sangat menyebalkan. Ketika perjalanan turun dari Gunung Tangkuban Parahu, pak sopir tua yang menyebalkan tersebut berharap kami segera balik ke Bandung. Iiiiih, mana bisa, Mang. Kan udah dicater seharian. Masih ada tujuan lain Mang : Pasar Apung Lembang.

Continue reading

Makanan Paling Enak Sedunia

soto padang, nasi goreng dan teh telor padang

soto padang, nasi goreng dan teh telor padang

Teman-teman biasanya kalau ditanya atau nanya orang, apa makanan paling seenak sedunia jawabnya apaan? Hmmmm… Biasanya sih jawaban yang aku tau atau yang aku dengar adalah :

  1. Masakan ibu.
  2. Masakan isteri.
  3. Masakan nenek.
  4. Masakan daerah asal.
  5. Masakan sendiri.

Continue reading

Pertama Kali Makan Petai

Temen-temen ada suka makan pete dan jengkol ngga? 🙂

Bicara soal pete dan jengkol, bisa dibilang ini adalah makanan yang sangaaaat kontroversial. Disukai oleh sebagian orang dan juga tidak disukai oleh sebagian orang lainnya. Apalagi aromanya yang bikin mulut ngga segar daaaan kalau ke toilet bikin ‘semerbak’ toilet, hahaha. Jadi makin panajang alasan kenapa orang ngga menyukai ini makanan.

Orang yang menyukai jengkol dan pete bilang, ini adalah makanan paliiiiiing enak sedunia. Rendang, dendeng, ayam lewaaaat… Apalagi kalau jengkol dijadiin kalio atau jengkol rendaaang… Rasanya, bbeuuuhhh nikmaaat banget, katanya. Kata dua temanku penyuka pete dan jengkol.

Continue reading