Kopi Kawa Daun : Minuman Khas Sumatera Barat

Ngopi adalah istilah keren untuk menyebut aktifitas minum kopi. Ngopi itu enak, dan juga asyik. Apalagi ngopi tersebut dilakukan bareng-bareng bersama teman-teman. Ngopi sudah menjadi gaya hidup semua lapisan masyarakat. Di Jakarta, ngopi seringkali dilakukan di mol, kad-kafe, atau tempat tongkrongan mahal lainnya.

Di Sumatera Barat ada minuman untuk ‘ngopi’ yang sedang tren sejak sekitar tiga tahun ini. Nama minuman tersebut adalah minuman Kopi Kawa. Ada juga yang menyebutnya Kawa Daun atau juga Kopi Daun Kawa. Jadi kopi kawa ini menjadi menjadi minuman yang wajib dicoba kalau teman-teman berliburan di Sumatera Barat.

Continue reading

Advertisements

Ngebolang Sendirian ke Danau Tarusan Kamang, Bukittinggi

Pagi-pagi sehabis shalat subuh, saya segera beberes : mandi, dan bersiap-siap berangkat ke Kota Bukittingi. Jam 6 kurang saya sudah jalan dari rumah ke pasar raya solok, tempat mangkal bus tujuan ke berbagai kota di Sumatera Barat. Pada pagi hari sebelum jam 7, bus antar kota antar provinsi diizinkan mangkal di Pasar Raya Solok.

Hari masih gelap ketika saya keluar rumah dan naik bus, (minibus sih tepatnya). Sekitar jam 6 lewat 5 atau 10, bus bergerak ke arah Bukittinggi. Karena mata saya masih sangat mengantuk, saya tidur lagi di bus. Lumayan lah sekedar merem-in mata setengah jam lebih sampai waktu minta ongkos di tempat pemeriksaan jumlah penumpang di pinggir Danau Singkarak di daerah Ombilin.

Continue reading

Hotel City Inn, Jalan Sultan, China Town, Kuala Lumpur.

Hotel City Inn ini adalah hotel tempat saya menginap sewaktu kami jalan ke Kuala Lumpur. Lokasi hotel ini berada di China Town, pusat kota Kuala Lumpur. Hotel ini dekat dengan Central Market dan stasiun Pasar Seni Kuala Lumpur. Dan bahkan hanya berjarak kurang dari 100 m dari jalan Petaling yang kesohor itu

Kami menemukan penginapan ini setelah kami melewati malam yang melelahkan (bahkan sangat melelahkan) setelah seharian jalan muter-muter kelilingi pusat wisata Malaka. Tau sendiri wisata Malaka bisa dibilang full jalan kaki. Dan juga setelah buru-buru geret-geret koper menghindari soper taksi odong-odong yang hendak scam kami saat hendak ke terminal Malaka, hehehe.

Continue reading

Mesjid Ramlie Musofa Danau Sunter Raya Selatan, Sunter, Jakarta Utara

‘Pemandangan’ kabelnya sungguh amat sangat mengganggu pemandangan ya, hehehe

Selamat hari Jumat teman-teman ——> Ini postingan dibuat jadi kemarin tetapi ngga kelar, hehehe. .

Kalau sudah bicara hari Jumat, saya sungguh senang. Karena membayangkan besok adalah hari Sabtu yang merupakan hari santai, hehe. Walaupun sebenarnya pada hari lainpun saya juga sering santai, tapi suasananya beda aja pada hari Sabtu dan Minggu. Lebih maknyus gitu ya hari Sabtu dan minggu buat santai-santai.

Oya, saya kangen bikin postingan tentang mesjid dan mushala. Sepertinya sudah lama banget kan ya saya tidak posting tentang mesjid dan mushala? Oke, baiklah, kebetulan hari ini adalah hari Jumat, maka saya pikir cocok juga saya buat postingan tentang mesjid mushala, hehehe.

Continue reading

Nagari Koto Gadang, Bukittinggi : Nagari Orang-Orang Cerdas dan Berpendidikan

Salah satu nagari yang sangat terkenal di Sumatera Barat adalah nagari Koto Gadang. Bagi masyarakat Sumatera Barat nama nagari ini sangatlah tidak asing. Secara administrasi wilayah, Nagari Koto Gadang, masuk ke dalam Kabupaten Agam. Tetapi secara sosial masyarakat di Sumatera Barat, tetap saja menyebut Koto Gadang, Bukittinggi. Apalagi Bukittinggi kan disebutnya Koto Rang Agam,kan?

Kenapa? Hal tersebut disebabkan karena Nagari Koto Gadang hanya ‘sepelemparan’ batu dari Jam Gadang di pusat Kota Bukittinggi. Kota Bukittinggi dan Koto Gadang hanya dipisahkan oleh Ngarai Sianok yang lebarnya sekitar 200 – 300 m. Jika kita berdiri di Taman Panorama Bukittinggi, Nagari Koto Gadang berada di seberang ngarai.

Continue reading

Danau Tarusan Kamang, Bukittinggi, Agam : Danau Dua Wajah

permukaan air tarusan yang sudah surut

Tahun 2015, Tarusan Kamang mendadak terkenal di kalangan jagat sosial media. Ia sontak menjadi terkenal di Sumatera Barat. Tarusan Kamang merupakan telaga yang besar yang ada di daerah Kamang, Bukittinggi. Lebaran 2015, berbondong-bondong masyarakat liburan ke sana. Padahal, tarusan tersebut sudah lama ada, tapi tiba-tiba jadi populer karena peran sosial media

Nama telaga yang biasa disebut tarusan oleh masyarakat di sana (nama nagari di sana juga bernama Tarusan), tiba-tiba berubah juga menjadi Danau Tarusan Kamang. Padahal tarusan sendiri bisa berarti telaga atau sumber air. Jadi, selanjutnya saya akan menyebutnya tarusan saja ya.

Continue reading

Fave Hotel Tanah Abang Cideng Timur

Ini masih ada kaitannya dengan reunian kecil-kecilan sata dengam teman-teman sekolah. Pada malam pertama teman saya tiba di Jakarta memilih nginap di hotel Zuri Express Mangga Dua Dalam. Karena teman saya mau shopping di Mangga Dua keesokan harinya.

Dan setelah selesai shopping di Mangga Dua seabis zhuhur, mereka kemudian shipping ke Tanah Abang dan Thamrin City. Jadi kami pun besol desa ke hotel yang lebih dekat dengan Tanah Abang. Hotel yang saya pilih adalah Fave Hotel Tanah Abang, di jalan Cideng Timur.

Continue reading

Random : Bukit Bintang, Mesjid Jamek, Pasar Seni, Jalan Petaling, Kuala Lumpur

GO KL Purple, jurusan Pasar Seni Bukit Bintang.

Okey, saya lanjut lagi bikin catatan jalan ke Malaysia. Catatan sekadar buat pengingat aja. Terakhir saya buat rekam jejak di Menara Kembar Petronas Kuala Lumpur. Biarngga lupa dari ingatan. Maklum, otak dan pikiran kita ngga bisa menyimpan semuanya kan. Ada yang terlupa dan ada yang tetap ingat. Ada yang terlupa tapi kemudian diingatkan melalui sebuah catatan atau foto. Makanya saya buat aja rekam jejak di sini. 🙂

Setelah puas piknik dan foto-foto piknik di Menara Kembar Petronas, kami segera beranjak dari taman menara kembar. Kami naik bus Go KL yang merupakan bus gratis di KL. Kami liat bus dengan tujuan Bukit Bintang, kami naik saja. Bus Go KL tersebut padatnya luar biasa. Sama seperti naik busway sekitar jam 6 – 7, jam pulang kerja di Jakarta. Napas jadi ngap, jadi sesak.

Continue reading

Piknik di Menara Kembar Petronas Twin Tower, Kuala Lumpur

Saya lanjut lagi ah cerita jalan-jalan yang ngga jadi ke Genting Highland, Malaysia. Setelah ngga dapet tiket bus ke Genting kami akhirnya jalan ke Batu Cave. Sepulang dari Batu Cave yang panasnya luar biasa terik, kami pun melanjutkan jalan ke Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Tower.

Kami keluar stasiun Menara Kembar dengan agak sedikit bingung. Mol tempat keluar bukan bukan mol menara kembar. Pas keluar mol ternyata kami berada di seberang jalan menara kembar. Setelah nanya-nanya akhirnya kami tiba di mol menara kembar. Kami segara keluar dar mol. Eh kami lagi-lagi salah, hehehe.

Continue reading

Gagal ke Genting Highland, Akhirnya Jalan ke Batu Cave, Bukit Gombak

Hmmm… Saya ngga tau mau nulis apa nih.Bingung,hehehe. Eh tapi teringat catatan rekam jejak jalan-jalan ke KL yang belum dibuat. Padahal sudah hampir setahun setengah yang lalu. Ya udah,akhirnya saya buat aja dah,dan mencoba mengingat-ingat lagi apa yang bisa teringat.

Pagi-pagi setelah bangun, setalah semalam kami kecapekan ngesot geret-gerat koper nyari Hotel City Inn, kami segera bersiap-siap buat berangkat ke Genting Highland. Kata ngkong-ngkong yang jaga hotel, kami harus naik di terminal Pudu. Lurus aja jalan ke sana, katanya mengarahkan kami. Okelah, Ngkong. Begitu kami keluar dari penginapan, kami nyari makan buat sarapan dulu, di depan stasiun Pasar Seni.

Continue reading

Padang Mangateh Payokumbuah, Limopuluh Kota

Nama peternakan Padang Mangateh sontak menjadi terkenal ketika Presiden Jokowi berkunjung ke sana. Katanya pemandangan padang rumput di sana sangat indah. Indahnya seperti di Selandia Baru, katanya. Sebuah perumpamaan yang bikin tersenyum aja nih. Masa iya segitu indahnya tapi tidak terdengar selama ini?

Perumpamaan keindahan Peternakan Padang Mangateh seperti pemandangan di Selandia Baru membuat saya tersenyum karena merasa kocak. Tapi tetap saja bikin saya dan teman penasaran pengen main ke sana. Saya dan sahabat saya akhirnya pergi raun-raun paniang ke peternakan Padang Mangateh, *benerin jilbab.*

Continue reading

Sisi Lain Wajah Wisata Sumatera Barat : Sampah-Sampah Yang Berserakan di Pusat Wisata

Judul postingan saya di atas mungkin ‘terdengar’ sangat hiperbolik, sangat berlebihan. Tapi setelah saya renungkan lagi, saya pikir itu bukan sesuatu yang hiperbola. Judul di atas adalah kenyataan yang terjadi si banyak daerah wisata di Sumatera Barat. Sangat miris memang. Dan sangat menyedihkan.

Akan banyak bukti-bukti nyata atas postingan ini. Paling tidak ini terjadi sampai lebaran tahun 2015 yang lalu, yang saya liat dan saksikan dengan mata kepala sendiri. Jadi kalau sekarang sudah ngga ada lagi, alhamdulillah. Bahwa pelaku wisata di sana sudah sadar wisata.

Continue reading

Ngebolang ke Peternakan Padang Mangateh, Payakumbuah Pakai Motor

Di Payakumbuh, (tepatnya Kabupaten 50 Koto sih) ada tempat wisata yang mendadak naik daun. Namanya Peternakan Padang Mangateh. Peternakan Padang Mangateh ini mendadak terkenal sejak dikunjungi Presiden Jokowi memjelang akhir tahun 2015. Saat hendak meninjau bencana kabut asap di Riau.

Konon katanya, peternakan ini mempunyai pemandangan yang ngga kalah indah sama Selandia baru sana. Haaa? Masa iya siih? Jangan over gitu dong ah…hehehe. Tapi saya dan teman saya penasaran pengen jalan ke sana. Kaya apa sih pemandangan Peternakan padang Mangateh tersebut.

Continue reading

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat

Siapa yang tidak kenal dengan Bung Hatta? Ya, Bung Hatta adalah nama populer dari Muhammad Hatta. Saya rasa semua masyarakat Indonesia (kecuali bocah yang belum sekolah) kenal dengan Bung Hatta atau Muhammad Hatta. Bung Hatta, bersama Seokarno adalah salah proklamator kemerdekaan Indonesia setelah berjuang selama bertahun-tahun melawan penjajahan Belanda.

Dalam perjuangan meraih kemerdekaan negara Indonesia, Bung Hatta (dan juga Seokarno dan Sutan syahrir) sering dihukum penjara atau hukum dibuang oleh penjajah Belanda ke berbagai pulau di Indonesia. Bung Hatta pernah diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Boven Digul, papua. Juga ke Pulau Banda Neira, Maluku. Meskipun dihukum dan dibuang ke daerah-daerah yang jauh, semangat dan perjuangan Bung Hatta untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan tidak pernah padam.

Continue reading

Mushala Annur H.M Said : Rumah Kelahiran HR. Rasuna Said

Bagi teman-teman di Jakarta, tentu tidak asing lagi dengan jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Apalagi bagi yang bekerja di sana, pasti sudah sangat familiar yah. Tapi apakah banyak yang tau bahwa salah seorang pahlawan nasional ini adalah seorang wanita?

Serius loh, banyak yang beranggapan bahwa HR. Rasuna Said adalah seorang pria, bukan wanita. Tidak banyak yang mengetahui (sedikit) tentang sejarah HR. Rasuna Said bahwa ia adalah seorang wanita. Dan juga bagi yang sudah melihat patungnya di depan Pasar Festival (sekarang Plaza Festifal), karena pada patung tersebut, HR. Rasuna Said berkerudung.

Continue reading

Scam Tukang Parkir di Pantai Carocok Painan, Sumatera Barat

Ini salah satu jalan ke Pantai Carocok. Dipalangi ngga boleh masuk karena penuh katanya. tapi ternyata di dalam masih bisa markir :(

Ini salah satu jalan ke Pantai Carocok. Dipalangi ngga boleh masuk karena penuh katanya. tapi ternyata di dalam masih bisa markir 😦

Salah satu ikon wisata kota Painan adalah Pantai Carocok dan Bukik Langkisau. Pantai Carocok berjarak sekitar 1,5 km dari pusat kota Painan. Dan berada persis di bawah Bukit Langkisau. Dari Padang kedua tempay ini berjarak kira-kira 75 km.

Pada libur lebaran, jangan ditanya deh banyaknya pengunjung pantai ini. Minta ampun ramenya. Rasanya ngap berada Pantai Carocok kalau lagi libur lebaran. Tapak kaki aja susah lewat saking ramenya orang. Dan parkiran pun susahnyaaa minta ampun. Ngga lagib deh saya ke sana pada saat lebaran. Tobaaaat, hahaha.

Continue reading

Giveaway Noni dan Febby : Destinasi Impian Saya, Inggris

Beberapa bulan ini, tepatnya 6 bulanan ini saya kan jaraaang banget ngeblog. Baru sebulan ini mulai rajin lagi setor postingan tapi masih belum blogwalking. Pelan-pelan dulu lah, ngumpulin lagi semangat ngeblognya. Tapi semalam saya liat Noni dan Febi ngadain giveaway yang bikin saya pengen banget ikut, hehehe. Karena sudah malam banget, maka tadi diantara kerja saya coba deh bikin postingan untuk giveaway Noni dan Febby.

Continue reading

FarmHouse Lembang, Bandung, Jawa Barat

farmhouse4

Farmhouse adalah objek wisata kuliner baru yang lagi in di Bandung. eh ngga baru-baru juga sih, udah satu setengah tahunan. Tempat ini baru dibuka kira-kira satu setengah tahun yang lalu. Waktu saya ke sana November 2015, yang aku trip sehari di Bandung, jalan ke Tangkuban Parahu dan sekitarnya di Lembang.

Waktu yang pernah aku ceritain sopir taksinya bapak tua yang ngga mandi sejak kemarennya, yang bahkan mulutnya aja bau jigong, hiii.  Saat itu Farmhouse baru soft launching kira-kira dua minggu sebelumnya. Jadi di sosmed pun, objek wisata ini belum muncul, apalagi terkenal. Udah setahun setengah baru deh diposting tulisannya, hahaha *dasar malas ngeblok nih sayaa… 😛

Continue reading

Mesjis Raya Bayur Maninjau, Agam, Sumatera Barat

mesjid-raya-bayur-maninjau

Sewaktu saya jalan-jalan sendirian ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, Maninjau saya sekalian mampir ke Masjid Raya Nagari Bayur. Bagi pembaca buku Negeri Lima Menara mungkin mengetahui bahwa Alif, si tokoh utama novel tersebut berasal dari Nagari Bayur, Maninjau Sumatera Barat.

Awalnya sih saya ngga tau, saya akan dibawa ke mesjid ini oleh abang ojek yang mengantarkan saya ke Meseum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Tapi karena melihat saya yang selalu antusias minta mampir di setiap mesjid-mesjid sepanjang jalan menuju Museum Rumah Buya Hamka dari Maninjau, abang ojeknya bilang akan membawa saya ke mesjid yang lebih bagus dan lebih besar, kira-kira 2-3 km dari pasar Maninjau.

Continue reading

Sutan Nur Iskandar, Sastrawan Angkatan Balai Pustaka Paling Produktif

Bagi kebanyakan kita, sudah tidak asing lagi dengan nama Marah Rusli, Abdul Muis, N.H. Dini, atau juga Buya Hamka. Mereka dikenal sebagai sastrawan Indonesia. Nama mereka abadi dalam pelajaran Bahasa Indonesia sejak dari SD hingga SMA.Benar ngga sih?

Bahkan Buya Hamka tidak hanya dikenal sebagai sastrawan dengan novelnya yang terkenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk dan juga di Bawah Lindungan Ka’bah. Beliau juga lebih sebagai ulama yang kharisma nya masih diakui oleh masyarakat muslim Indonesia hingga sekarang.

Nah, kalau yang saya tanya adalah Nur Sutan Iskandar, adakah yang tau? Ayo ngacung 😛 Mungkin banyak yang tidak tau dengan sastrawan yang satu ini. Termasuk juga saya, tidak mengetahui siapa sesungguhnya Nur Sutan Iskandar. Mungkin dulu saya pernah dengar namanya di sekolah tapi kemudian lupa sama sekali.

Continue reading

Pantai Carocok dan Pulau Cingkuak, Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

pantai-carocok-painan-12

Bagi masyarakat Sumatera Barat, Pantai Carocok sangat familiar. Beberap tahun belakangan, pantai ini menjadi hits sebagai salah satu tempat orang-orang menghabiskan liburan. Pantai Carocok menjadi salah satu ikon wisata kota Painan, yang terkenal di Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Pantai ini berjarak sekitar 1,5 km dari pusat kota Painan. Dari Padang berjarak kira-kira 75 km.

Continue reading

Siti Roehana Kudus, Jurnalis Wanita Pertama Indonesia

“Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibanya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”

Siti Roehana Kuddus

rohana-kudusUngkapan di atas diucapkan oleh Bundo Siti Rohana Kudus. Siti Roehanna Kuddus atau seringnya disebut Siti Rohana Kudus adalah salah satu tokoh emansipasi wanita Indonesia. Namanya memang tidak terlalu populer sebagaimana hal-nya Ibu Kartini atau Dewi Sartika. Tapi kiprah dan perjuangan dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita sangat luar biasa. Bahkan bisa dianggap lebih besar dari kedua tokoh wanita tersebut.

Siti Rohana Ludus lahir di kenagarian Koto Gadang, Bukittinggi pada tanggal 20 Desember 1889. Ia lahir 4 tahun setelah Ibu Kartini lahir. Itu artinya Bundo Siti Rohana Kudus bisa disebut satu generasi dengan Ibu Kartini. Beliau adalah anak seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda. Meskipun tidak mengikuti sekolah formal, Siti Roehanna Kudus tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas. Ia tidak hanya bisa membaca huruf Arab Melayu saja, tetapi juga bisa berbahasa Belanda.

Continue reading

Bukik Langkisau ~ Bukit Langkisau Painan, Sumatera Barat

bukik-langkisau-i

Di Padang, ada lagu pop minang yang judulnya “Bukik Langkisau.” Itu adalah salah satu objek wisata yang berada di kota Painan, Sumatera Barat. Bukit Langkisau ini berada persis di atas pantai Carocok, ikon wisata kota Painan. Bukit ini berjarak sekitar sekitar 1,5 km dari pusat kota Painan. Dari Puncak Bukit Langkisau ini kita bisa memandang ke bentangan laut Hindia.

Saya ke Puncak Langkisau ini alhamdulillah bisa nebeng sama turis jepang yang ketemu di Jembatan Akar, Bayang. Pas saya selesai poto-piti, hendak mau ke luar, saya iseng nanya si kakak yang menemani turis tersebut. Iseng aja nanya si pak turis dari mana. Abis itu aku nanya udah jalan ke mana aja, dan mau ke mana lagi. Eh dia jawab, mau ke Bukit Langkisau dan Pantai carocok.

Continue reading

Jembatan Akar ~ Jambatan Aka, Bayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

jembatan-akar-6

Dasar jembatan di kasih papan biar nyaman saat nyeberang

Salah satu tempat wisata yang saya kunjungi waktu lebaran 2015 adalah  Jembatan Akar atau Jambatan Aka. Jembatan ini unik. Karena jembatan ini terbentuk dari akar-akar dua batang pohon kubang yang tumbuh berseberangan yang dipisahkan oleh sungai. Akar-akar dari dua batang pohon tersebut saling dililit dan dipilin satu sama lain. Sehingga akar-akar tersebut menyatu membentuk jembatan yang menghubungkan dua buah jorong.

Continue reading

Ngesot Nyari Penginapan di Kuala Lumpur

Dari Terminal Berpadu Selatan, tempat bus kami tiba dari Malaka, kami naik kereta menuju Stasiun Mesjid Jamek, dan kemudian lanjut satu stasiun ke Pasar Seni di Chinatown Kuala Lumpur. Saya lupa istilah kerera api ini apa, LRT apa Rapid KL ya? Kok jadi lupa sih, hahaha. Oiya, bener, Rapd KL hehehe.

Ongkos kereta dari BTS ke stasiun Pasar Seni seingat saya 1,5 ringgit. Sistem pembayaran ongkosnya tidak menggunakan kartu seperti MRT di Singapura. Tapi menggunakan koin plastik. Koin plastinya sendiri diperoleh melalui mesin koin. Di situ jelas langkah-langkah pembelian koin tersebut.

Continue reading

Taruko Cafe Resto, Ngarai Sianok, Bukittinggi

Taruko Cafe Ngarai Sianok 17

Taruko Cafe Resto Ngarai Sianok adalah sebuah resto yang berada di tengah Ngarai Sianok. Resto ini  berada sekitar 20 meter di pinggir sungai berbatu yang airnya dangkal. Pemandangan di sekitarnya hijau alami yang ditingkahi suara gemercik air sungai yang bening.

Suasana di Taruko Cafe Resto ini enak banget. Maklum, dikelilingi oleh dinding ngarai yang hijau asri dan segar. Selain kita bisa (hanya) duduk-duduk cantik sambil ngopi, ngeteh, ngemil kentang atau makanan berat lainnya, kita juga bisa main-main air di kali tersebut. Air kali tersebut segar dan jernih. Makanya ngga heran resto ini menjadi tongkrongan anak muda di Bukittinggi.

Continue reading

Naik Bus dari Malaka ke Kuala Lumpur

Loket bus di Malaka

Loket bus di Malaka

Siang hari itu sangat melelahkan karena seharian putar-putar di Bandaraya Malaka. Setelah makan siang di restoran Seri Sahabat, kami segera kembali ke penginapan Victor Guesthouse. Di sana, sembari istirahat saya nyari penginapan untuk menginap nanti malam di Kuala Lumpur. Sebenarnya sudah saya booking tapi lupa oke-nya jadinya hangus, hehehe.

Begitu turun dari guesthouse, untungnya ada taksi yang sedang menurunkan penumpang di seberang jalan raya. Sopirnya mister Takur. Dia bilang ke Malaka Central 15 ringgit. Okee, ngga masalah. Kaaaan, 15 ringgit ke dari dan ke Malaka Central mah. Semalam kan saya kena 30 ringgit dari Malaka Central ke penginapan. Jadi manyun deh gue dikadalin, hehehe.

Continue reading

Janjang Saribu Ngarai Sianok Bukan Janjang Koto Gadang (The Great Wall of Koto Gadang)

Janjang saribu 7

Salah satu objek wisata yang terdapat di Ngarai Sianok adalah Janjang Saribu atau Tangga Seribu. Jumlah tangganya sih ngga sampai seribu tapi karena banyak dibilang aja seribu, hehehe. Janjang Saribu ini berada si tebing Ngarai Sianok di bawah Nagari Bukik Apik atau Bukit Apit.

Jujur saja saya heran lo waktu mencari info Janjang Saribu di internet. Banyak situs yang menjelaskan tentang Janjang Saribu, seakan-akan Janjang Saribu ini sama dengan Janjang Koto Gadang atau Great Wall of Koto Gadang (skala sangat mini banget). Bahkan postingan itu juga dibuat oleh website wisata.

Continue reading

One Day Trip di Malaka : Jalan-Jalan Sehari Keliling Malaka

Red Square dari seberang Sungai Malaka

Red Square dari seberang Sungai Malaka

Wisata kota Malaka (foto-foto di link tersebut lengkap) memiliki situs-situs bersejarah yang membuat kota tersebut mendapat predikat sebagai kota Cagar Budaya Unesco. tapi meskipun begitu, wilayah wisatanya sendiri tidaklah terlalu luas. Kita bisa melakukan one day trip ke sana. Kecuali kalau bener-bener mau masuk ke semua museum yang ada, sehari pasti ngga cukup.

Pagi itu, setelah kami menjual cincin adikku di money changer, baru kami jalan-jalan ke kawasan kota tua Melaka. Dari jalan Munshi Abdullah kami terus aja jalan sampai menemukan perapatan Munshi Abdillah dengan Little India. Kami belok ke arah jalan Little India yang merupakan jalan utama menuju Red House atau Dutch Square.

Continue reading