Menikmati Shabu-Shabu ala Raa Cha Yang Segar dan Enak

Waktu pertama kali saya diajak teman saya makan di Raa cha Citraland Mall, saya senang banget. Soalnya sudah lama saya pengen mau makan di sana tapi ngga ada teman saya yang mau saya ajak makan di sana. Mungkin karena teman-teman saya takut harga makanannya mahal atau karena ngga tau gimana cara penyajian makanan di sana.

Kalau saya memang belum tau gimana penyajian makanan di sana tapi cuek aja, karena ntar tinggal tanya. Eh teman-teman saya di kos saya tetap ngga mau, haha. Makanya begitu ada teman saya ada yang ngajakin, saya langsung aja okey. Dan untungnya juga teman saya ini udah pernah makan jadi udah paham gimana makan di Raa Cha.

Eh pas saya udah nyoba makan di Racha baru tau mah sama aja gayanya kaya Young Toufu Singapura, hahaha. Hanya kelasnya lebih tinggi karena ada ayam dan dagingnya. Dan penyajian yang sedikit beda. Di Racha makanan dan sayuran langsung kita masak sendiri di meja kita. Level kelas saya baru nyampe Young Toufu aja, hahaha.

Sebagai seorang penyuka makanan berkuah, bagi saya makan di Raa cha itu sangat menyenangkan. Karena selain makanan berkuah bening, menunya banyak sayurnya. Itu yang jadi poin utamanya. Saya baru mencoba makan di Racha Citraland Mall, Grogol, dan di Sarinah, sekitar 3 tahun lalu. Abis itu saya belum pernah lagi makan di Racha meskipun udah kangen banget, hehehe.

Bedanya dengan Young Toufu, di Raacha proses pemasakan makanannya di atas meja sendiri pakai tungku. Kalau di Young Toufu Singapura, makanan yang sudah matang yang dihidangkan, sesuai menu yang kita pesan. Kuahnya juga sama. Ada dua jenis juga kalau ngga salah. Kuah rasa Tomyam dan kuah rasa kaldu ayam. Karena saya penyuka makanan berkuah yang agak asam-asam biasanya saya lebih memilih yang rasa tomyam. Huuuu segaaaar bangeet… 🙂

Sekarang saja saya jadi kangen pengen makan Raa Cha gara-gara membayangkan kuah rasa tomyamnya yang enak dan segar. Membayangkan rasanya saja bikin air iur saya mau netes aja hahaha

Penyajiannya atau cara mengidangkannya sih gampang ya. Kuahnya dimasak atau dipanaskan langsung di hadapan kita di atas meja menggunakan periuk kecil trus ntar tinggal masukin sayur. Dagingnya juga tinggal dibakar di wajan bergerigi supaya minyak daging atau ayamnya langsung turun ke bawah. Hanya saja saya kan ngga penyuka daging, ayam juga tidak terlalu suka. Sekadar icip-icip seiris dua iris sih masih mau kalau ayam. Tapi kalau daging ngga mau, hahaha.

Sebagai penyuka kuah, saya juga mah ngga malu-malu buat minta tambah kuah. Sudah hilang urat malu saya kalau ngomongin makanan berkuah, hahaha. Apalagi kuahnya hangat-hangat segar ala shabu-shabu, plus rasa tomyam lagi, ulalaaaa, saya sukaa saya sukasaya suka, Nikmaaaat…..sekali, hehehe.

Hayooo… siapa yang suka shabu-shabu ala Raacha ini? *Ngacung ndiri, hehehe.

     

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s