Tidak Sengaja Membawa Handuk Hotel, Terlilit di Pinggang Hingga si Bandara KLIA2

Saya tiba-tiba jadi ingat kejadian ke Malaysia empat tahunan yang silam. Saat saya jalan ke Malaysia bersama adiksaya, kakak angkat saya dan anaknya. Kala itu kami hendak pulang dari Kuala Lumpur ke Padang. Saat itu, kami belum dapat tiket pulang. Diliat di interner juga masih mahal banget. Sekitar 900 ribu – 1 juta, bikin perut saya jadi mules, hahaha. Gimana ngga bikin mules, kami sudah menjual cincin pula dua hari sebelumnya di Malaka, hehehe.

Tapi karena kami harus pulang, kami go show aja. Dari Hotel City Inn, China Town, kami jalan aja ke KL Sentral, tempat kounter Air Asia berada. Kami geret-geret koper dengan langkah gontai (hehehe) ke Stasiun Pasar Seni yang berjarak sekitar 150 m. Tapi kami makan sarapan dulu baru naik ke stasiun tujuan KL Sentral yang hanya berjarak satu stasiun saja dari Stasiun Pasar Seni.

Rupanya kami kepagian tiba di konter Air Asia tersebut. Kantornya masih belum buka saat kami tiba. Alhasil kami mah ngedeprok aja di sana sambil kounter buka. Duduk-duduk ngga jelas kaya pengungsi (tapi bawa koper, hehehe). Untungnya ada tempat yang bisa buat ngedeprok rame-rame di sana. Serius terasa lama bener deh nunggu kounternya buka, hahaha.

Akhirnya setelah konternya buka, kami segera membeli tiket buat pulang ke Padang. Mahal banget sih tiketnya. 900 ribuan, dan sejuta-an. Ngga kurang-kurang dari harga tiket yang semalam saya cek via online. Tapi kakak saya sudah harus pulang, ya mau gimana lagi, terpaksa kami beli juga tiket yang mahal itu, hahaha.

Kami berangkat ke Bandara KLIA 2 naik kereta KLIA. Ongkosnya mahal bener. 35 ringgit per orang, kali 4 prang jadinya 140 ringgit. Belakangan,saya baru tau kalau sebenarnya nyater taksi ngga bakalan segitu juga harganya, masih lebih murah. Tapi ya, kami antara ngga tau dan pengen cepat tiba di KLIA 2, ya udahlah naik KLIA Ekspress aja. Dan iseng juga pengen tau gimana rasanya naik kereta KLIA Ekspress, walau harus bayar mahal hahaha.

Setibanya di KLIA 2, kami segera check in. Gila penumpangnya ruaamee banget. Antrian chek in panjang dan lama. Untungnya saat itu, kalau ngga salah bagasi Air Asia masih free 20 kg. Jadi alhamdulillah koper dan 1 ransel besar bisa dimasukin ke bagasi. Bahkan berlebih 2 kg dibiarin aja, nggak diminta bayar ekstra bagasi, hehehe. Duh, baik banget deh Air Asia.

Kota Putrajaya, Malaysia

Selesai urusan chek in dan bagasi kami segera masuk ke area imigrasi, yang alhamdulillahnya ngga terlalu panjang antriannya. Selepas imigrasi kami langsung ke toilet dulu. Begitu tiba di ruang toilet tiba-tiba kakak saya teriak dari ruang sebelah. Ia teriak di badannya masih terlilit handuk hotel yang ia pakai sewaktu sehabis mandi tadi.

Whaaaaat? Hahahaha. Saya yang awalnya bingung langsung ngakak. Rupanya kakakku lupa melepas handuk di badannya saat ganti baju tadi, hahaha. Karena ia memakai baju gamis, handuk tersebut tidak terlalu mengganggu geraknya ya kan walaupun ia sebenarnya merasa tidak nnyaman dengan lilitan handuk yang bikin badannya ngap tapi nga ngeh kenapa, hehehe.

Akhirnya handuk tesebut ditinggal aja di bandara KLIA 2 Kuala Lumpur. Ngga mungkin juga dibawa pulang karena koper bagasi sudah tidak muat lagi. Itu sebenarnya cerita yang biasa aja dan ngga ada istimewanya, tapi sangat kocak bagi kami hahaha. Yang jadi pikiran kami adalah apa pikiranorang hotel tersebut ya? Mungkin kami dikira maling atau klepto. Padahal kan emang ngga sengaja. Semoga merekamengikhlaskannya ya, hehehe. Aamiin.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s