Shalat Iedul Fitri 1 Syawal 1441 di Rumah Saja

Shalat idul Fitri Tahun 2019 di Mesjid Agung Solok

Ramadhan dan lebaran kali ini memang beda banget dibandingkan ramadhan dan lebaran idul fitri tahun-tahun sebelumnya. Selama bulan Ramadhan lalu kami sekeluarga memilih shalat tarwih berjemaah di rumah, sesuai anjuran dari ulama (patuh pada fatwa ulama sebenarnya sih, hehehe. Begitu juga shalat dengan shalat Iedul Fitri, kami juga melakukannya berjamaah di rumah saja.

Sebenarnya ada sebagian masyarakat kompleks tempat tinggal kami yang minta untuk mengadakan shalat iedul fitri di mushala kecil di dalam kompleks. Paling ngga yang shalat kan masyarakat kompleks yang hanya terdiri dari sekitar 50 rumah. Tapi tidak diijinkan oleh ketua pengurus mesjid yang kebetulan beliau adalah polisi, hehehe. Jadi marbotnya bilang ia mau shalat ied di mushala di tempat saudaranya.

Sementara kami sekeluarga memang sudah memutuskan shalat Iedul Fitri di rumah saja. Mengingat bahwa di keluargaku ada 3 orang ASN yang mustipatuh pada peraturan negara. Kami satu rumah mulai dari bokap sampai keponakan yang 2 tahun berjumlah sembilan orang. Plus adik saya yang sudah menikah dengan bocah-bocahnya yang tiga orang. Jadinya 14 orang, berjemaah shalat IdulFitri di rumah.

Idul Fitri 2019

Ketika kami sudah berberes dan adik saya yang beda rumah sudah tiba, ayah saya mulai memimpin takbiran. Semua bersiap shalat Idul Fitri. Yang menjadi imam dan khatibnya adalah suami adik saya. Alhamdulillah masih berasa suasana Idul Fitrinya, meski shalat Id-nya dilakukan hanya di rumah saja, tidak di mesjid ataupun di lapangan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Suasana di rumah ceria karena bocah-bocoh yang berkumpul, mereka tentu saja senang banget bisa bermain bersama. Mereka rebutan ambil makanan, bermain berlari-larian juga berfoto ria di dalam rumah yang ukurannya seharusnya lebih cocok untuk keluarga kecil dengan 5 anak. Tapi semua senang, semua bahagia melewatkan hari raya bersama keluarga besar.

Siang harinya, setelah selesai shalat zhuhur, barulah rumah terasa lengang lagi. Adik saya yang sudah menikah berkunjung ke rumah mertuanya. Ayah saya juga berkunjung ke rumah almarhum nenek saya. Jadi yang tersisa di rumah setalah shalat zhuhur cuma saya dan ibu saya. Setelah selesai beberes rumah, saya bisa tidur enak tanpa ada gangguan, hehehe. Habisnya badan udah capek banget seharian kemarin sibuk masak ini itu buat persiapan lebaran.

Begitulah cerita suasana lebaran di rumah saya dalam suasana pandemi di Indonesia. Bagaimana dengan teman-teman semua? Bagaimana cerita lebaran teman-teman?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s