Kuala Lumpur – Penang Naik Bus dari Terminal Bersepadu Selatan

Pulau Penang merupakan sebuah pulau yang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Malaysia. Pulau ini berada di Selat Malaka, sebelah barat Semenanjung Malaysia. Bagi pecinta wisata sejarah atau gedung-gedung tua, Pulau Penang adalah tempatnya. Termasuk bagi saya yang penyuka wisata sejarah,hehehe.

Saya ke Penang pada hari ke 3 trip ke Kuala Lumpur – Penang. Paginya kami jalan dulu ke Museum Perpatih di Seremban Negeri Sembilan, kemudian lanjut ke Mesjid Putra di Kota Putrajaya, kota pusat administrasi Negara Malaysia. Dari Putrajaya kami balik dulu ke Hotel SIMMS tempat kami nginap semalam. Kami harus ambil koper dulu karena mau melanjutkan perjalanan ke Penang.

Saya rada-rada ketar-ketir juga sebenarnya karena sewaktu tiba di hotel sudah hampir jam 7 malam. KL – Penang 5 jam, belum lagi ke KL Sentral dan ke TBS-nya. Mau tiba jam berapa coba di Penang, hahaha. Dari hotel kami naik LRT di Stasiun Imbi menuju KL Sentral. Dari KL Sentral nyambung lagi ke TBS, Terminal Bersepadu Selatan yang merupakan terminal utama yang menghubungkan Kota Kuala Lumpur dengan kota-kota lainnya di Semenanjung Malaysia dan Hatyai, kota paling selatan di Thailand.

Kami tiba di TBS aja sudah jam 8 lewat, tapi untungnya antrian beli tiket tidak terlalu ramai jadi saya cepat dapat tiketnya. Dan bus saya berangkat sekitar 25 menit lagi. Kami pun diarahkan ke terminal keberangkatan yang berada di lantai dasar. Untuk masuk ke terminal keberangkatan, selain memperlihatkan tiket, juga musti memperlihatkan paspor. Idiiiih, saya jadinya antara salut karena sitem di terminalnya canggih, tapi juga sebel karena naik bus aja musti kasih liat paspor hahaha.

Jam 9 kurang 10 menit bus yang akan kami tumpangi tiba. Busnya bus bertingkat dan penumpang pun diminta naik. Tiket penumpang di cek kaya boarding pass di bandara. Jam 9 teng bus berangkat tanpa delay semenit pun meski bus belum terisi penuh. Saya kembali merasa seperti orang udik yang norak karena kagum melihat keteraturan kaya gitu, hahaha. Oya, ongkos bus ke Penang 36 RM dari Kuala Lumpur.

Kami dapat bangku alhamdulillah sederet di nomor 3, 4 dan 5 di dek atas. Satu deret bangku terdiri 3 bangku. Saya memilih bangku nomor 3 supaya adik saya dan sahabat saya duduknya bersebelahan. Ketika bus jalan, bangku no 1 tidak ada penumpangnya, saya pun pindah ke bangku nomor 1, bangku paling depan. Asyik deh, jadi lega pemandanganya ke depan hehehe.

Bus melaju meninggalkan TBS menuju terminal Hentian Duta. Mungkin juga mau penumpang juga kali, saya juga tau. Lama perjalanan dari TBS sampai Penang Sentral 4,5 jam. Termasuk di dalamnya isi bbm dan istirahat di rest area selama sekitar 10-15 menit. Jam stengah 2, kami tiba di terminal Penang Sentral, Butterworth.

Sebenarnya tujuan akhir yang saya minta memang di Penang Sentral, Butterworth yang berada di daratan utama Semenanjung Malaysia ini. Dari Penang Sentral ke Pulau Penang, rencanaya kami mau nauk kapal feri. Tapi karena hari sudah tengah malam saya yakin sudah tidak ada lagi kapal feri yang beroperasi.

Saat saya lihat hanya 1 orang yang turun di Penang Sentral, maka saya memutuskan kami turun di Sungai Nibong saja yang berada di Pulau Penang. Daripada kami tidur bermalamdi Penang Sentral menunggu kapal feri, mending lanjut saja ke Sungai Nibong kan ya. Ntar tinggal naik taksi menuju penginapan. Bus pun melanjutkan perjalanan menuju Sungai Nibong dan melintasi Jembatan Pulau Penang yang panjang tersebut. Kami tiba di Sungai sekitar jam 2 kurang.

Saya nyari taksi untuk mengantarkan kami ke penginapan di jalan Chulia. Awalnya para sopir taksi minta ongkos 35 RM, tapi setelah saya tawar-tawar, akhirnya ada yang mau 25 RM. Lumayanlah, irit 10 RM. Kami pun berangkat dari terminal Sungai Nibong menuju Jalan Chulia, tempat kami nginap.

Tiba di jalan Chulia, nyari penginapannya susah bangat. Nomor penginapannya ngga ketemu, padahal nomor di atas dan di bawahnya udah ketemu. Harusnya ngga susah sih ya kalau sopirnya mau nanya-nanya sama resto yang masih buka. Tapi sopirnya ngga mau nanya, dan ‘asyik’ saja bolak balik mutar-mutar. Saya awalnya mikir betapa baiknya dia, tapi belakangan saya mikirnya dia sengaja, hahaha.

Trus ya, akhirnya saya minta sopirnya berhenti biar saya tanya ke restoran yang buka. Waktu saya tanya nama hotel yang saya cari, orang resto nanya nama siapa, saya agak heran juga. Kok kepo amat nanya nama saya, orang yang lagi bertanya ke mereka. Tapi saya ngalah dah, saya jawab aja nama saya, eh dia jawab : oiya ada namanya. Saya bingung dong ya, apa maksudnya coba.

Ternyata penginapannya justru satu ruko di sebelah resto yang buka, tapi di lantai 2-nya. Jadi bagi pengunjung penginapan yang tiba malam reservasinya bisa di restoran tersebut, hehehe. Tuuuuh kan, dari tadi sopirnya mutar-mutar ngga jelas taunya udah tiba di tempat yang dituju, udah beberapa kali juga saya minta turun untuk bertanya. Makanya saya jadi mikir kalau sopirnya sengaja mutar-mutarin kami, hahaha, *suudzon mode on.

Alhamulillah… Rasanya kami sangat merindukan kasur malam itu, hehehe.

Dan saya pun yakin ketika kami menuju hotel dari Sungai Nibong, dia pun sengaja muter-muterin kami biar hotel saya terkesan jauh. Setibanya di rumah saya cek google map, bener dah sopirnya sengaja muter-muterin kami. Harusnya dari Sungai Nibong (secara umum) lurus aja sampai ketemu jalan Chulia, terus belok kiri, nyampe deh, jauh lebih dekat. Ini mah nggak, kami dibelokin ke kiri dulu ke Jalan Magazine, trus ntar lanjut lanjut kemana lagi dah, Jalan Penang kalau ngga salah, baru belok kanan ke jalan Chulia. Jadi makin jauh kan kesannya.

Tapi ngga apa-apa juga sih, saya tetap baik hari nambahin 5 RM karena saat itu ‘berpikir’ sopirnya udah baik hati muter-muter buat nyari penginapan kami. Kami tidak berpikir ia sengaja kasih jalan yang lebih jauh, biar kami ngga merasa kemahalan bayar taksinya karena sesungguhnya jalanannya ngga jauh. Lagian emang sih ya, rang baik mah emang ‘gampang’ dikadalin yaaaa, hahaha.

 

Advertisement

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s