TBS, Terminal Bersepadu Selatan : Terminal Terpadu Kuala Lumpur Rasa Bandara

Tiketing semua bus layanan satu pintu.

Pertama kali saya tiba dan melihat suasana TBS, saya jadi cengok, jadi auto gagap kota, hahaha. Ibarat kata, saya jadi kaya orang kampung udik yang baru pertama kali datang ke kota Jakarta, trus mulut ngangga liat monas, hahaha. Lebay sih perumpamaan saya, tapi begitulah istilahnya, saya sungguh kagum dengan terminal TBS ini, saya langsung ber-woooww.

TBS ini kepanjangannya Terminal Berpadu Selatan, atau bisa juga Tasik Bandar Selatan atau kadang juga dulu disebut Bandar Tasik Selatan (BTS). Intinya adalah terminal terpadu yang berada di bagian selatan Kuala Lumpur. Terminalnya keren banget. Udah kaya mol aja suasana ruang utamanya. Ngga terlihat kalau bangunan tersebut sebenarnya terminal. Jadi, walaupun itu terminal tapi penampilannya melebihi beberapa bandara di negara kita yang pernah saya datangi. Makanya di paragraf atas saya bilangin saya kaya jadi katro, orang udik, hehehe

Terminal Bandar Tasik Selatan ini ada terminal terpadu semua moda transportasi di kota Kuala Lumpur; sebagaimana halnya KL Sentral. Di sini terdapat terminal antar berbagai kota di semenanjung Malaysia, Singapura dan Hat Yai, kota di Thailand, perbatasan Malaysia – Thailand. Selain terminal juga terdapat stasiun KLIA Transit, LRT dan stasiun kereta api KTM. Dulunya terminal ini digunakan untuk terminal bus bagi bus-bus daerah selatan Kuala Lumpur . Sekarang semua bus dari arah utara ataupun selatan tersedia di sini.

Stasiun KLIA Transit dan Stasiun KTM berjarak sekitar 100 m – 150 dari bangunan utama BTS. Dari bangunan utama dihubungkan oleh jembatan. Kalau kita mau ke pusat kota Kuala Lumpur, kita bisa naik KTM, LRT atau bus. Tapi saya belum pernah mencoba naik LRT ataupun bus. Yang sudah pernah saya coba adalah naik kereta api KTM dan KLIA Transit tujuan KL Sentral. Dari KL Sentral baru bisa memilih ke berbagai arah lainnya.

4 tahun yang lalu sistem tiketing bus di TBS ini masih manual. Manual maksudnya bukan pencatatan tiket masih dengan pulpen atau catatan tangan, bukan sama sekali. Karena cetakan tiket di Malaysia sudah pakai sistem komputer atau komputerisasi. Manual yang saya maksud adalah penjualan tiketnya masih dikelola oleh masing-masing PO bus. Tapi walaupun manual, keberangkatan mereka tetap on time.

Tapi sekarang, sistemnya sudah diubah, sistem tiket tidak lagi dijual sendiri-sendiri oleh perusahaan oto bis di loket-loket bis, tetapi sudah dijual terintegrasi melalui tiket online. Sistem tiketing yang terintegrasi ini (mungkin) di-handle oleh manajemen terminal BTS (saya juga ngga tau sih, mungkin loh ya). Semua tiket bus apa saja dilayani secara online satu pintu.

Ruang tunggu penumpang bus

Jadi penumpang hanya membeli di tiketing, lalu nantinya bisa memilih jam keberangkatan yang tersedia, tanpa menentukan mau naik bus merek apa. Tapi mungkin juga kalau kita sudah tau jadwal-jadwal bus yang kita inginkan, atau mau naik bus-bus yang biasa dinaiki, kita bisa pilih bus yang kita mau dengan jam keberangkatan yang kira pilih.

Sama seperti kita membeli tiket pesawat di kantor tour travel, semua tiket penerbangan apa saja tersedia. Di TBS/BTS ini terdapat dua puluhan konter tiketing bus yang berjejer di sana yang menjual berbagai jenis tiket PO bus ke berbagai kota di semenanjung Malaysia, Singapura dan Hat Yai, Thailand selatan. Mau ke mana saja kita, bisa dilayani oleh satu orang saja.

Setelah kita mendapat tiket, kita masuk ke ruang tunggu keberangkatan yang berada di lantai dasar. Yang bisa masuk ke ke ruang tunggu keberangkatan ini hanyalah penumpang yang mempunyai tiket. Selain yang bisa masuk hanya penumpang yang mempunyai tiket, masuknya juga harus yang sesuai dengan jadwal boarding pass-nya. Jadi kalau tiket jam 9 teng, boarding pass jam 8.30, sebelum jam 8.30 ngga boleh masuk dulu. Keren banget kan ya, udah kaya keberangkatan di bandara aja.

Begitu juga keberangkatan bus di terminal TBS ini, on time. Berangkat jam 9, jam 8.50 bus tiba untuk menaikan penumpang. Setelah proses penumpang naik penumpang selama 10 menit, bus pun berangkat meninggalkan area terminal. Berapa pun jumlah penumpang yang ada,langsung diangkut saja, ngga tunggu-tunggu-an dulu. 5 orang saja julah peumpang, bus jalan. Sangat efisien. Ngarap banget terminal di Indonesia (khususnya Jakarta) juga ada yang kaya gitu, hehehe.

Terminal kedatangan di Terminal Berpadu Selatan Kuala Lumpur.

11 comments

  1. Lebih tepatnya Terminal BerSEPADU Selatan. Bandar Tasik Selatan adalah nama kota dan stasiun keretanya.

    Aku pun pas pertama kali ke TBS tahun 2014 lalu juga terperangah. Bandara Jogja aja nggak semegah itu! Ke sana lagi tahun 2016, dua-duanya saat subuh karena naik bus dari Johor. Nah, bagus tuh sekarang sudah terintegrasi. Calon penumpang juga jadi nggak bingung. Semoga terminal bus di Indonesia juga segera menyusul kemajuan seperti ini ya.

    • Waaaah, salah sebut kepanjangan ya, hahaha…

      Makasih atas koreksinya… 🙂

      Semoga terminal di Jakarta juga bisa kaya gitu… Biar nyaman para penumpang ya…

      Oiyaa, di Jogja yang di perapatan yang banyak jual tiket2 itu namanya Gamping ya? Itu perwakilan bus2nya juga lumayan bagus sih ya. Ngga ‘bar-bar’ kaya di terminal2 jakarta, hehe. Di Jakarta kita ditanya2 maksa, ngga dijawab marah, dijawab maksa…

  2. Masih bagus aja di Terminal,, terakhir 2012 ternyata gak ada yang berubah kayaknya, masih cakep dan bersih pastinya, rapih dan teratur, nyaman pula 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s