Catatan Jelong-Jelong ke Kota Putrajaya dari Seremban

Sekembalinya dari Museum Taman Seni dan Budaya Negeri Kerajaan, Seremban, tujuan kami berikutnya adalah halan-halan ke Ibukota Pusat Pemerintahan Negara Malaysia Putrajaya. Awalnya say berniat naik bus dari terminal Seremban menuju Kota Putrajaya. Saya memutuskan naik bus karena dari (harusnya) Seremban ke Putrajaya sudah ngga jauh lagi ya. karena kalau dari Kuala Lumpur mereka jalurnya searah, ke arah selatan Kuala Lumpur. Dan jarak tempuh bandar KLIA 2 dan Seremban dengan bus hanya 35 menit saja.

Setibanya di terminal Seremban, kami bertanya bus yang menuju Putrajaya. Kami bertanya ke beberapa PO bus, tapi ternyata tidak ada bus umum langsung tujuan Putrajaya. Kalaupun ada bus langsung yang ke Putrajaya, itu hanyalah bus eksekutif pegawai negeri yang bekerja di Putrajaya. Bahkan warga negara Malaysia sendiri kalau bukan pegawai negeri di sana tidak bisa naik bus tersebut, apalagi orang Indonesia, katanya. Assseeeem, jutek banget si ibunya ngomong, hahaha.

Oya, terminal Seremban ini tidak besar. bangunannya lebih mirip gedung parkiran yang di bawahnya dijadikan terminal bus. Terminalnya ini bersih dan tidak terpapar matahari karena berada di lantai dasar gedung tersebut. Kalau kita tidak diperhatikan dengan jelas, ngga ngeh kalau gedung ini adalah sebuah terminal. Pengen bangetlah terminal di Indonesia mirip kaya gini, hehehe.

Akhirnya mereka menyarakan kami naik bus saja ke Kuala Lumpur, baru sambung lagi naik bus lagi ke Kota Putrajaya. Okelah kalau begitu. Kami memilih naik kereta api lagi saja, lebih aman dari kemacetan. Kami pun berjalan dari terminal ke stasiun stasiun Seremban. Dari terminal kami ambil jalan pintas sesuai sarang orang-orang di sana. Kami menyeberang jalan melewati terowongan trus, ikuti saja jalan kecil beratap, yang merupakan jalan penghubung antara terminal dengan stasiun. Jaraknya sekitar 200 m deh kira-kira.

Saat saya beli tiket, saya tanya petugasnya, bagaimana cara ke kota Putrajaya. Dia jawab musti ke KL Sentral dulu. Dari KL Sentral beli lagi tiket ke Kota Putrajaya. Okeee, baiqlah kakaaa. Saya mengisi tiket untuk tiga orang dan segera masuk ke dalam stasiun. Sewaktu masuk stasiun, terdengar informasi dari petugas kalau keretanya sudah mau masuk. Kami buru-buru setengah berlari ke arah lift yang berada di ujung ruang peron stasiun. Karena peron naik arah Kuala Lumpur berada di peron 2, di seberang rel dari arah pintu masuk.

Tapiiii, begitu kami sudah duduk di bangku, kereta baru datang sekitar 15 menitan menit kemudian, Sebeeeel banget ngga sih??? Mereka bikin pengumuman kereta tujuan Kuala Lumpur mau datang mau datang, kami udah lari-larian dan ngos-ngoson, kaki berasa keram berlarian buru-buru karena takut telat, eh ternyata masih jauh keretanya. Berasa pengen saya geplak ntu petugasnya dah, hahaha.

Oke, perjalanan ke KL Sentral sekitar satu setengah jam. Setibanya di KL Sentral saya bertanya pada petugas kereta, bagaimana cara ke Putrajaya. Petugasnya bilang naik kereta bandara KLIA Transit, nanti turun di stasiun Putrajaya. Whaaaatttt??? Kalau naik KLIA Transit berarti kami harusnya bisa turun di Bandar Tasik Selatan dong ya. Kenapa petugas di stasiun Seremban ngga bilang transit di Bandar Tasik Selatan ya, tapi menyuruh kami ke KL Sentral? Payah nih petugasnya, bikin kami bolak balk ke KL dulu. *emosyoong tingkat dewa gueee, hahaha.

Ketika kami masuk ke halte KLIA Transit, kami harus nunggu kereta bandara kira-kira 10 – 15 menit lagi. Makin kesel kan saya, buang-buang waktu dan duit, hahaha. Pengen saya telen bulat-bulat tuh petugasnya, karena ngga ngasih info yang lebih efektif dan efisien, apalagi sama orang asing. Sabaaaar ya Firsty. Ini salah satu bentuk ujian kalau jalan-jalannya mandiri tapi ngirit, hahaha. Okelah, ntar kalau ada ngajakin ke KL lagi kan udah ngerti jalannya ya, wkwkwkwk.

Setiba di halte Putra Jaya/Cyber Putra, kami menuju ke terminal Putrajaya, beli kartu bus wara-wiri Putrajaya. Musti beli kartu dulu bus wara-wiri Putrajaya dulu. Ya Allah ya Rabbi, beli kartu lagi?? Tadi juga disuruh beli kartu KTM dari KL ke Seremban. Sekarang di Putrajaya suruh beli kartu lagi. Emang ngga bisa satu kartu buat semua moda transportasi ya? Heran saya. Tapi untungnya satu kartu bisa untuk bertiga. Jadi saya membeli saldo tambahan untuk 3 orang pp terminal – Dataran Putra – terminal.

Bus yang ngidar-ngider Putra Jaya ini berangkat berdasarkan jadwal. Bus wara-wirinya standby di platform (peron) 14 kalau ngga salah. Sistem pembayaran bus menggunakan kartu yang kita beli tadi, ditapping, lalu keluar bukti pembayaran, seperti bus feeder transjakarta yang pakai mesin di dalam bus. Di tapping 3 kali untuk bertiga. Ongkosnya 1,5 RM per orang.

Tujuan utama kami sebenarnya adalah Mesjid Putra yang berada di alun-alun utama (Dataran Putra) Kota Putrajaya, atau yang masyarakat Malaysia menyebutnya dengan Dataran Putra. Secara fisik tampilan kota Putrajaya terlihat keren dengan gedung-gedung yang megah. Di sepanjang perjalanan berdiri gedung-gedung pusat pemerintahan negara Malaysia. Mungkin gedung-gedung kementriannya ya.

Di sisi lain di kota Putrajaya ini terlihat bangunan-bangunan apartemen yang berdiri di kawasan yang hijau, termasuk di sisi seberang mesjid Putra. Di dataran Putra kota Putrajaya ini terdapat istana Perdana Menteri Malaysia yang sangat megah, menghadap ke arah selatan. Mesjid Putra berada di sebelah barat alun-alun atau, sebelah barat daya istana Perdana Menteri Negara Malaysia. Pengunjung alun-alun dan mesjid Putra sangt ramai. Alun-alun Kota Putrajaya benar-benar menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang jalan-jalan ke Malaysia.

Setelah puas berfoto-foto si alun-alun kota Putrajaya ini, kami jalan ke Mesjid Putra untuk shalat dan sekaligus untuk menikmati suasana mesjid besar ini. Lama kami main di alun-alun dan di mesjid plus shalat zuhur ashar (jamak qashar) sekitar satu jam saja. karena kami harus balik segera ke hotel untuk ambil koper dan tas. Karena sore ini rencananya kami mau ke Penang.

Oiya, kalau naik bus dari KL Sentral juga bisa. Kalau ngga salah ongkosnya sekitar 4 RM. Saya taunya pas nanya di terminal Putrajaya) saat membeli tiket bus tujuan Mesjid Putra. Tapi hanya itu saja informasi yang bisa saya berikan hehehe. Tentang posisi terminalnya di KL Sentral saya ngga tau. Atau berapa lama perjalannya saya juga ngga paham. Tapi nanti kalau ke sana naik bis mah bisa ditanya saja sama petugasnya. Okey… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s