Taman Seni Budaya, Galeri Adat Perpatih, Galeri Sejarah Negeri Sembilan

Negeri Sembilan adalah sebuah wilayah di Malaysia yang dikenal sebagai wilayah keturunan masyarakat minangkabau. Kisah tentang tentang sejarah Negeri Sembilan dikupas tuntas di Galeri Sejarah Negeri Sembilan, Gedung Teratak Perpatih, Kompleks Taman Seni Budaya Negeri Sembilan. Kompleks Taman Seni Budaya Negeri Sembilan ini adalah sebuah kompleks museum tentang sejarah Kerajaan Negeri Sembilan, lengkap dengan contoh rumah tradisional Negeri Sembilan.

Di dalam Kompleks Taman Seni Budaya Negeri Sembilan berdiri beberapa bangunan, yakni : gedung perkantoran, gedung Teratak Putih, gedung pusat sovenir, Istana Ampang dan contoh rumah tradisional Negeri Sembilan, Malaysia. Bangunan gedung Teratak Perpatih adalah bangunan yang di dalamnya terdapat informasi tentang sejarah awal Negeri Sembilan hingga sekarang. Arsitektur bangunan Teratak Putih ini adalah bangunan rumah bagonjoang minangkabau yang diberi sentuhan bangunan melayu. Atap gedung Teratak Perpatih ini memiliki gonjong yang banyak. Sementara beberapa gedung lainnya memiliki gaya gonjong biasa.

Gedung museum Teratak Perpatih ini berlantai dua. Lantai dasar atau lantai satu berisikan informasi sejarah Negeri Sembilan. Makanya lantai satu ini disebutnya dengan Galeri Sejarah Negeri Sembilan. Bagian depan galeri, berisikan informasi umum tentang Negeri Sembilan. Bagian sayap kanan gedung (arah masuk) setelah ruang depan, terdapat informasi tentang raja-rajja yang pernah memimpin Kerajaan Negeri Sembilan serta informasi pada masa penjajahan Belanda dan Inggris hingga masa kemerdekaan Malaysia.

Pada sayap kiri gedung (arah masuk) setelah ruang depan, adalah informasi benda-benda bersejarah yang dikoleksi oleh Kerajaan Negeri Sembilan. Juga ada beberapa informasi lainnya tentang sejarah awal Negeri Sembilan dan sejarah kedatangan masyarakat minangkabau di Negeri Sembilan. Ada benda peralatan makan kerajaan yang (sepertinya) masih asli, dan ada juga benda bersejarah yang tiruan. Benda-benda tiruan batu-batu bersejarah dibuat dari stirofoam.

Lantai atas gedung ini disebut dengan Galeri Adat Perpatih. naiknya dari teras depan dengan tangga kiri dan kanan bangunan. Teras atas museum ini besar dan lebar, dengan model teras-teras rumah Melayu. Teras yang besar ini merupakan bagian atas dari ruang depan Galeri Sejarah Negeri Sembilan yang berada di bawah. Lantai atas ini berupa informasi-informasi umum saja tentang Negeri Sembilan dan juga Negara Malaysia. Bagian yang dibuka hanya sisi sayap kiri (dari arah masuk) dan sayap belakang. Sayap kanan ditutup untuk umum.

Halaman depan museum cukup luas. Ada tiga bangunan yang terdapat di halaman ini selain halaman parkir. Pada bagian parkir terdapat bangunan pusat souvenir. Tapi saya ngga masuk ke dalamnya, jadi ngga tau di dalamnya berisi apa aja dan kaya apa. Sementara bagian kiri halaman museum yang luas terdapat dua bangunan lagi yang berwarna hitam. Yakni bangunan replika Istana Ampang, dan contoh rumah Negeri Sembilan.

Bendera Negeri Sembilan : Foto : Internet

Istana Ampang dan Rumah Contoh Negeri Sembilan berupa bangunan perpaduan rumah gadang minangkabau dan rumah adat melayu. Atap Istana Ampang dan contoh rumah adat Negeri Sembilan berundak seperti halnya rumah gadang tapi lengkungan gonjonnya berjenis Kajang Padati. Kajang Padati ini adalah salah jenis atap Rumah Gadang Minangkabau. Warna kedua bangunan tersebut hitam dengan atap yang terbuat dari anyaman pohon kelapa.

Tentang Istana Ampang dan contoh rumah tradisional Negeri Sembilan ini saya tidak mempunyai informasi apapun. Nantilah saya cari dulu, baru saya buat postingan lebih lanjut secara terspisah, hehehe. Bagi yang tertarik hendak ke Museum Negeri Sembilan ini, sangat gampang banget. Dari stasiun Seremban, naik taksi. Sekitar  40 – 50 m, ada lampu merah. belok kiri. Jarak museum dari lampu merah ini sekitar 1,5 km. Dan berada di kiri jalan. Ongkos taksi musti ditawar dulu, antara 8 – 10 RM. Masuk museum gratis.

Selamat berliburan ya… 🙂

 

 

13 comments

  1. Ah, jadi pengen ke negeri sembilan juga, dulu pengen banget ke kelantan karena bahasanya dialek o hampir sama kayak jambi, palembang, minang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s