Sensasi Naik Kereta Gantung Genting Highland, Malaysia

Salah satu destinasi wisata yang (dianggap) wajib dikunjungi oleh kebanyakan orang Indonesia di Malaysia adalah Genting Highland. Kalau kita iseng nanya-nanya ke kantor travel, pasti ada jalan-jalan ke Genting ini, wajib. Termasuk bagi saya yang memang pengen juga menjejakkan kaki di sana. Maklum, kelas traveling saya baru sampe Malaysia dan Singapura, jadi pengen jalannya ke tempat yang populer di sana, yang beda dengan di Indonesia, hehehe.

Tiga tahun yang lalu, saya ke Malaysia tapi ngga jadi sempat jalan ke Genting. Karena tiket ke Genting dari KL Sentral, yang tersedia cuma buat sore aja, jam 3.30 gitu kalau ngga salah. Saya ngga tau kalau di terminal Pudu juga bisa beli tiket ke Genting, kalau saya tau pasti saya uber ke sana. Kurang baca nih saya, hahaha. Akhirnya kami cuma ke Batu Cave dan mutar-mutar di dalam kota Kuala Lumpur aja.

Dari KL kami menyewa mobil. Kami bisa langsung ke Genting setelah dari Colmar Tropical Village. dan Japanese Garden-nya Colmar. Karena area Colmar dan Genting ini searah dan berada pada area yang sama. Posisi Colmar lebih jauh kira-kira tiga per-empat jam-an dari posisi Genting. Sehingga, dengan menyewa mobil, kami bisa irit waktu karena bisa sekalian jalan. Dan ongkos kami jadi lebih irit karena bertiga. Apalagi kalau lebih dari 3 orang ya, lebih irit lagi.

Kami didrop oleh abang sopir mobil sewaan kami di depan Genting Highland Premium Outlet (GHPO). Kami ngga niat masuk ke outlet tersebut, hehehe. Di GHPO kami shalat zhuhur dulu yang dijamak dengan shalat ashar. Inilah enaknya di Malaysia ketimbang Sigapura, mushala mudah dicari, ini penting banget kan ya kalo lagi jalan-jalan. Kami juga bisa makan siang dulu di foodcourt-nya GHPO. Harga makanan di food court lumayan bikin kantong  dan dompet nangis cooooy.

Ibarat kata kalau di Jakarta biasanya makan di warteg nasi padang, ini makan di restoran di Eat n Eat Kota Kasablanca. Biasanya kami makan 20 RM untuk bertiga, ini kami makan 45 RM bertiga, huaaaaaaa *nangis ala nobita, air mata nyembur ke samping. Mau nanyain posisi kantin karyawan juga ngga mau karena kami sudah sangat kelaparan, hahaha.

Karena perut udah anteng, kami lupa harga makanan yang tadinya mahal, hahaha. Kami pun berjalan indah ke ke tempat penjualan tiket kereta gantung alias gondola Genting Highland di gedung Awana Skyway di Awana Sky Stasion yang berada di gedeng sebelah GHPO dan dihubungkan oleh sky bridge. Untungnya pengunjung ngga rame. Jadi, saya hanya ngantri di belakang belasan orang.

Di kaca loket tiket tertera harga tiket. Saya ambil tiket yang biasa aja, 9 RM per orang sekali jalan, 18 RM pp. Saya ambil pp untuk 3 orang. Tapi saya cuma bayar 48 RM untuk bertiga. Laaah kok bisa ya? Ngga ngerti juga saya. Mungkin benar kalau harga tiketnya 8 RM sekali jalan, berdasarkan info yang saya baca di blog, saya yang mungkin salah liat ya. Hanya saja saya kok ngerasa saya ngga salah liat ya, emang dibuat 9 RM, hahaha. *ngeyel.

Satu lagi jenis tiket yang dijual adalah tiket kereta gantung yang lantainya kaca, harga tiketnya 18 RM sekali jalan. Jadi lantainya kaca tembus pandang ke perbukitan di bawah kereta gantung. Duuuuuh, kaya apa dah rasanya naik kereta gantung yang lantainya kaca. Penasaran tapi belum berani. Berdiri di lantai kaca jembatan Bereundeng Kali Cisadane Tangerang aja dengkul ngilu, gimana cara naik kereta gantung coba, ntar bisa mencrat-mencret dah gua di kereta gantung hahaha.

Menurut saya, jalan-jalan ke Genting, sensasinya memang karena naik gondola aka kereta gantungnya ini. Sesuatu banget kan karena naik gondolanya di atas hutan. Saya baru naik gondola baru sekali aja di Taman Mini Indonesia Indah. Itu pun kan datar aja lintasannya dan pendek pula, udahpun gitu mahal lagi bayar-nya, 25.000 sekitar 8 atau 9 tahun yang lalu, hahaha.

Di Genting selain lintasannya panjang, yang dilewati bukit-bukit yang hijau. Arah ke Genting-nya kereta gantungnya berjalan mendaki. Kalau balik ke GHPO, jalannya menurun. Trus kalau beruntung, kalau kabut gunung turun, rasanya makin syahdu, serasa dipeluk kabut gunung, (penyuka kabut gunung soalnya, hehehe). Dan saya berharap muncul kabut gunung dalam perjalan kami di atas kereta gantung.

Di dalam kereta gantung, saya awalnya terasa agak-agak gamang gitu, karena sengaja duduk di paling pinggir dan kepala nyandar ke dinding kaca. Sebenarnya insya allah saya merasa saya ngga ngga phobia ketinggian, asalkan dirasa keamanan di sana terlihat meyakinkan. Tapi karena saya duduk di pinggir, berasa gamang juga sedikiiit. Berarti ada phobia tinggi juga dong saya, hehehe. Jadi saya salut sama orang yang bisa naik gondola lantai kaca.

Kami naik gondola ber-enam dengan 3 orang dari Cina Daratan. Mereka tertarik ngajak kami ngobrol karena kami bertiga pakai jilbab. Mereka mau turun di terminal Kuil Chin Swee. Makanya saya nanya apa mereka mau ke kuil Chin Swee, mereka  jawab ngga karena di Cina udah banyak kuil yang mereka lihat, hahaha. Jawaban yang bikin saya auto ngakak.

 

Genting Highland ini sebenarnya punya beberapa destinasi wisata theme park gitu yang ada wahana-wahana gitulah. Ada yang outdoor dan indoor. Juga ada wahana yang cocok buat anak-anak bagi yang bawa anak-anak. Tapi kami cuma mutar-mutar di mall-nya aja dan juga lewat di depan restoran yang indoor dan outdoor. Ngga tertarik. Ngga tertariknya karena kantong kami tidak mengijinkan kami masuk ke sana, hahaha.

Selesai mutar-mutar ngga jelas selama sekitar sejam-an, kami balik lagi ke terminal kereta gantung. Tujuan kami berikutnya adalah ke Kuil Chin Swee yang berada di tengah-tengah antara terminal awal dengan GHPO. Sekalian aja kan ya, udah di Genting ini. Sayang aja kalau nggak. Apalagi tiketnya ngga bayar lagi. Cukup satu tiket aja, mau naik atau turun.

Gimana suasana di Kuil Chin Swee ntar ya saya buat postingan tersendiri. Yuhuuuu… 🙂

 

 

 

 

Yeaaay, kabut gunung pas turun dari Genting

 

 

 

6 comments

  1. […] Kuil Chin Swee Temple ini merupakan salah satu daftar tempat yang mau saya kunjungi di Malaysia. Karena selain memang menjadi tempat wisata yang terkenal, lokasinya juga satu area dengan Genting, hanya beda pemberhentian saja. Jadi sayang banget kalau ngga mampir di sini. Apalagi kita ngga perlu transportasi tambahan lagi karena tiketnya sama dengan tiket ke Puncak Genting. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s