Pasar Desa Wisata Milenial Kubu Gadang Padang Panjang Sumatera Barat

Belakangan sangat marak berdiri Pasar Wisata Milenial di berbagai daerah di Indonesia. Pasar Milenial ini adalah pasar wisata kuliner jajanan tradisional yang dibangun di desa-desa (untuk) wisata. Konsep pasar milenial ini adalah pasar wisata kuliner yang menciptakan suasana jaman old pada jaman now, hehehe. Salah satu dan salah dua pasar wisata milenial tersebut ada di Sumatera Barat, yakni Pasar Milenial Kubu Gadang yang berada di daerah Padang Panjang Timur. Dan sayapun sudah mencoba menjejakkan kaki dikedua pasar milenial tersebut.

Pasar Milenial Desa Wisata Kubu Gadang ini menjual berbagai jenis makanan tradisional minang. Para penjualnya pun menggunakan pakaian tradisional minang yang digunakan oleh masyarakan pada jamam dulu. Yang perempuan memakai baju kurung atau kebaya lama dan berselendang. Bagian bawahnya menggunakan kain panjang atau kain sarung batik. Sementara kaum bapaknya memakai baju ala jaman dulu juga yang namanya saya lupa, hahaha. Kain sarung tersampir di pundak dan bersilang di dadanya.

Makanan yang dijual di Pasar Kubu Gadang ini lengkap banget. Kata penjualanya, satu orang penjual penjual menjual satu atau jenis makanan. Dan tidak ada penjual yang menjual makanan yang sama dengan penjual lainnya. Ngga boleh ada yang sama, harus beda. Kecuali jika salah satu penjual, anggap saja si A suatu waktu tidak bisa jualan trus penjual lain, si B misalnya, membuat menu jualan si A tersebut selain makanan yang biasa ia jual, itu tidak apa-apa. Yang penting saling ngomong saja.

Ada yang menjual katupek pitalah, ketupat yang terkenal di Sumatera Barat. Ada juga lamang tapai (lemang pakai tape dari beras pulut hitam). Terus juga ada makanan jajanan faforit saya, karupuak leak yang lengkap dengan topping mi atau bihun-nya. Tapi saya paling malas makan karupuak leak bareng mi ini, saya lebih suka makan kerupuk dipisah dengan mi-nya. Tak ketinggalan antimun (mentimun) balado yang dulu sewaktu kecil juga menjadi makanan jajanan favorit saya selain karupuak leak. Juga ada bika atau singgang yang rasanya enak. Dan banyak lagi makanan lainnya yang saya ngga ingat semuanya.

Selain menjual makanan kuliner khas minang, juga diadakan acara menarik lainnya. Seperti silek lanyah. Silek lanyah ini maksudnya adalah silat dalam tanah kubangan yang becek atau silat dalam lumpur. Karena silat tersebut memang dilakukan di dalam kubungan lumpur sawah. Dan kalau saya tidak salah, dulu di sini juga diadakan atraksi pacu jawi alias balapan sapi. Saya belum pernah liat seperti apa, tapi sudah beberapa kali saya ingin melihat atraksi pacu jawi ini, tapi belum pernah kesampaian sama sekali, hehehe.

Kalau saya perhatikan, Pasar Kubu Gadang ini selalu membuat inovasi-inovasi setiap minggunya. Tujuannya supaya pengunjung tidak hanya melihat dan menikmati makanan saja, atau acara yang itu-itu saja. Selain atraksi silek lanyah, panitia juga pernah mengadakan acara lomba peragaan busana Jaman Saisuak, alias busana jaman baheula. Pada lomba busana jaman old ini, peserta mengenakan busana baju kurung atau baju kebaya model zaman dulu, 30 atau 40 tahun yang lalu. Dan baju-baju kurung dan kebaya yang ditampilkan ini mengingatkan saya pada baju-baju almarhum nenek saya. Juga ada lomba-lomba lainnya yang akan membuat pasar ini menjadi terkenal.

Sistem jual beli di sini adalah menggunakan koin atau Pitih Kubu Gadang. Setiap pengunjung yang datang menukarkan dulu uangnya pada kasir sesuai pecahan yang diinginkannya, misal 1000, 2000, 5000, 10.000 atau 20.000. Uang ini digunakan pengunjung sebagai transaksi pembayaran pada pedagang makanan, sama seperti uang koin Pasar Apung di Lembang. Nantinya, pedagang menukarkan uang yang dia peroleh pada panitia.Bagi hasil yang ia peroleh kalau tidak salah 85 % untuk pedagang, dan 15 % untuk panitia.

Oh ya, lokasi Pasar Milenial Desa Wisata Kubu Gadang ini tempatnya asyik banget, menyenangkan banget. Pasar milenial ini berada di jalan desa yang tidak ada rumah-rumah penduduk di sepanjang jalan tersebut. Di satu sisi jalan terbentang sawah yang hijau dan juga menguning. Dan di satu sisinya lagi bukit membentengi jalan desa tersebut dengan pepohonan yang hijau. Ditambah lagi awan-awan putih yang menggantung di bawah langit biru cerah. Suasana pegunungannya terasa banget, suasana pedesaan yang indah dan damai. Panjang jalan yang dijadikan pasar milenial tersebut sekitar (maksimal) 500 m.

Saya salut sama anakmuda yang menjadi penggagas pasar Kubu Gadang ini. Namanya Liza kalau tidak salah. Dia perempuan yang masih muda, yang baru 27 tahun kalau tidak salah. Ia pernah menjadi pemuda inspirator (saya lupa istilahnya) tingkat nasional karena keaktifannya membangun nagari melalui desa wisata. Melalui pasar wisata ini, bisa membantu mengangkat perekonomian masyarakatdi sana.

Oiya, saya tau tentang Pasar Milenial Kubu Gadang ini dari foto-foto Erison J. Kambari yang banyak beredar di facebook Erison J. Kambari ini adalah fotografer terkenal di Sumatera barat yang (spesialisasi-nya) mengangkat keindahan landskap alam minangkabau dan budaya minangkabau.Setelah melihat foto-foto Uda Erison ini membuat saya dan sahabat saya pengen banget berkunjung ke sana.

Bagi yang mau jalan ke Pasar Milenial Kubu Gadang ini gampang banget. Dari arah Padang Bukittinggi, patokannya pusat kota Padang Panjang. Ambil jalan ke jalan raya Padang Panjang – Solok. Simpang ke Kubu Gadang adanya setelah lampu merah Gunung – Jaho, sekitar 1 km di sebelah kanan jalam raya. Ada 2 simpangan jalan yang dua-dua menuju Kubu Gadang.

Simpang kanan yang pertama masuk aja sampai ketemu jalan mentok, terus belok kiri. Ikutin aja jalan yang kiri kanannya sawah tersebut sejauh kira-kira 300 – 400 m sampai akhirnya ketemu pasar milenial Kubu Gadang. Simpang kanan yang kedua dari jalan raya, ikutin saja jalan tersebut sampai ketemu balai pemuda di sebelah kiri jalan. Tepat di seberang balai pemuda ada simpang jalan yang merupakan gerbang Pasar Milinial Kubu Gadang. Gampang kan yaaa…

Pitih Pasar ilenial Kubu Gadang.
Pergi ke Kubu Gadang kita yuk, benar-benar cakep
Ibu penjual bika atau singgang
Sawah Kubu Gadang Padang Panjang

Belajar kepada (orang) yang menang Mencontoh kepada sesuatu yang sudah terjadi
Saya bertemu dengan fotografer alam dan budaya minang, Uda Erison J. Kambari, dan temannya Uda Aji.

16 comments

  1. wah, aku ngefans sama foto2 Erikson J Kambari… kalo ngga salah pasar milenial udah lumayan banyak di sumbar, pasa siti nurbaya, pasa van der cappelen, pasa lembah harau 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s