Norak Banget Ketika Baru Pertama Kali ke Luar Negeri

Colmar Tropical Village, Bukit Tinggi, Pahang, Malaysia

Dulu, ketika saya belum pernah menginjak yang namanya luar negeri, saya sering dengar cerita-cerita orang tentang perjalanaan mereka ke luar negeri. Baik itu yang sudah sering ke luar negeri maupun yang baru pertama kali ke luar negeri. Meskipun yang baru pertama kali ke luar negeri itu tujuan jalan-jalannya adalah ke Singapura atau pun Malaysia. Pokonya jalan-jalan ke luar negeri itu sepertinya keren banget.

Tapi kalau mendengar cerita tentang luar negeri dari orang-orang yang sudah sudah sering keluar negeri, kok tidak ada kesan norak atau ke-katro-an mereka tentang luar negeri. Mungkin karena mereka sudah biasa dan terbiasa ya. Akan tetapi kalau mendengar cerita cerita tentang luar negeri dan bagaimana di luar negeri dari orang yang baru pertama kali atau dua kali ke luar negeri, kenapa mereka kok terkesan norak ya? Entah kenapa itu yang saya rasakan, hahaha.

Dari cerita-cerita mereka saya sering dengar betapa kerennya luar negeri (baca: Singapura atau Malaysia). Betapa kerennya sistem transportasi massal di Singapura, MRT. Betapa bersihnya Singapura. Betapa nyamannya berjalan di trotoar yang lebar di Singapura. Betapa teraturnya orang Singapura. Juga betapa gesitnya mereka ketika berjalan. Pokoknya semuanya deh, yang membuat negara kita Indonesia dan orang-orangya menjadi tidak ada apa-apanya. Mereka mengalami inferiority complex terhadap negara sendiri, hahaha.

Nyantai di Taman KLCC Menara Kembar

Beginilah kira-kira komentar yang saya dengar dari orang-orang yang baru pertama kali traveling ke luar negeri, (baca : Negara Singapura).

“MRT Singapura keren banget deh. Datang dan berangkat sangat tepat waktu. Coba di kereta di Jakarta? Kadang-kadang udah nunggu sampe lumutan sejam, keretanya ngga datang-datang!”

“Naik dan turunnya penumpang MRT sangat tertib banget. Penmpang naik harus berdiri di area berdiri, jadi ngga menghalangi penumpang yang turun kereta. Kalau di Jakarta, penumpang naik dan turun rebutan! Saling dorong-dorongan buat ngejar bangku supaya bisa duduk, hehe.”

“Kalau kita hendak naik MRT, ketauan deh dari belakang, mana orang singapura, dan mana orang Indonesia. Soalnya, orang Indonesiakan maunya rebutan naik kereta.”

“Di Singapura ya, kalau naik eskalator, kalau mau berdiri harus di bagian kiri. Bagian kanan untuk berjalan. Di Jakarta kan kiri kanan berdiri semua kan? Orang-orang jadiin eskalator buat istirahat sambil berdiri. Bahkan yang berdiri bersama pasangannya malah berangkulan di eskalator. Kalau ada yang mau jalan harus bilang permisi dulu. Harusnya di Jakarta juga bikin peraturan yang sama. Ngga boleh berdiri di sisi kanan, biar orang bisa jalan langsung tanpa harus bilang permisi-permisi dulu!”

“Singapura itu bersih banget tau nggak. Rapih pokoknya. Hijau! Jakarta? Udahlah panas, debu berterbangan, penuh asap kendaraan. Sampah bertebaran dimana-mana lagi.”

Begitulah kira-kira omongan yang pernah saya dengar. Negatif semua kan? Orang Indonesia inferiority complex terhadap orang luar. Ada juga sih yang terlihat biasa saja saat bercerita tentang luar negeri, tanpa ada nada yang merendahkan bangsa sendiri. Tapi ada juga yang terlihat belagu dan katro banget. Seakan-akan negaranya sendiri sudah sedemikian ‘hancur-leburnya’ tidak di mata dia, padahal baru ke Singapura sekali saja loh, belum nyoba ke Jepang, Korea atau eropa. gimana kalau udah ya?

Dia bercerita dan menganggap betapa norak dan kampungannya wisatawan orang Indonesia yang ia lihat di luar negeri. Laaah dia sendiri memangnya ngga norak ya?  Cara dia bercerita saja udah keliatan dia juga norak, hehehe… *Laaaah, kenapa saya yang jadi sensi yaakk??? Hehehehe… 😛

Dataran Merdeka Kuala Lumpur

Pertama Saya ke Luar Negeri 4 tahun yang lalu

Lantas bagaimana sikap saya ketika pertama kali ke negeri? Apakah sama juga norak dan belagunya dengan orang-orang yang saya komentari? Ataukah saya bisa bersikap lebih anggun daripada orang-orang yang saya anggap norak tersebut? Kayanya sih ngga ya, kan udah ‘geli’ duluan ngeliat kelakuan orang yang norak karena udah jalan ke luar negeri. Kan musti belajar bersikap dong dari sikap mereka ini.

Jadiiii, ketika pertama kalinya saya jalan-jalan ke luar negeri saya juga memilih Singapura sebagai destinasi jalan-jalan saya. Sangat mainstreem memang ya, wkwkwkwk.

Yang rasakan ketika pertama kalinya saya jalan-jalan ke luar negeri (baca Singapura). Waktu berangkat ke Singapura, jantung saya berdebar-debar saat naik pesawat. Apalagi saat pesawat sudah berputar-putar di atas Batam, menunggu waktu pesawat landing di bandara Changi. Dada saya berkecamuk, bukan karena takut ketinggian. Tapi karena merasakan euphoria karena baru pertamakali ke luar negeri. Di pesawat saja sudah seperti itu, bagaimana pula rasanya kalau nanti sudah tiba di Singapura ya, hahaha, katrok emang saya… 😛

Setibanya di Singapura, saya terkagum-kagum melihat betapa enak dan nyamannya transportasi Singapura. MRT misalnya, jadwal kedatangan dan keberngkatan MRT Singapura begitu tepat dan akurat. Saya terkagum-kagum melihat betapa tertibnya orang Singapura saat hendak menunggu dan naik MRT. Saat penumpang menunggu kereta, mereka berdiri di ‘standing area’ yang berada di pojok kiri kanan pintu. Mereka tidak menunggu bergerombol di depan pintu seperti halnya penumpang commuter line Jabodetabek pada saat menunggu kereta. Jadi ketika penumpang turun dari MRT tidak ‘bertabrakan’ dengan penumpang yang naik MRT.

Marina Bay, Singapura

Saya juga kagum melihat orang-orang singapura tertib menerapkan bangku prioritas di bus. Ngga ada yang duduk di sana walau bus-nya lagi penuh banget. Malah saya yang duduk di sana, karena nggak ngeh, ngga tau hahaha. Habisnya di Jakarta kan kursi prioritas mah didudukin penumpang biasa juga, kecuali petugas busway udah teriak ada penumpang prioritas baru deh kasih bangku prioritas tersebut. Katro akut kaaan… hahaha.

Begitu juga saat turun naik eskalator. Mereka berdiri di kiri dan membiarkan sisi kanan kosong untuk orang-orang yang mau berjalan. Pikiran saya langsung membandingkan dengan suasana di Jakarta, hahaha. Sehingga selama di Singapura saya dan 2 sahabat saya tiba-tiba jadi manusia tertib banget, naik eskalator berdiridi kiri, nunggu MRT berdiri di standing area. Tapi pas balik lagi ke jakarta, kembali lagi jadi jadi manusia barbar lagi. Begitu pintu baswe atau pintu kereta CL buka, langsung nyerbu masuk ke dalam, tabrak sama penumpang turun tabrakan deh,  hahaha….*satire

Akhirnya saya memahami mengapa ada orang-orang Indonesia yang tiba-tiba jadi ‘belagu’ dan ‘post syndrome’ negara maju ketika pulang dari jalan-jalan di Singapura. Ternyata saya juga sama norak dan belagunya dengan orang-orang lain yang baru pertama kali ke luar negeri yang saya komentari, hehehe. Tapi setidaknya saya berusaha untuk tidak norak dan belagu saat bercerita di depan orang-orang yang belum jalan ke luar negeri, hehehe… 😛

Nah, itulah pengalaman saya. Kalau teman-teman gimana?

Tips traveling ke Singapura Malaysia tanpa membawa adaptor colokan listrik

15 comments

  1. Indonesia juga sudah punya MRT 😀 minggu depan aku bakalan naik gratis utk uji coba. Katanya sih dari HI ke lebka bulus yg biasanya 1,5 jam cuma butuh 30 menit aja naik MRT 😀 . Btw aku belum kesampean pengen ke bandara changi, cuma pengen lihat taman anggreknya aja didalam bandara 😆 .

    • Iyaaa… asyik banget…
      Semoga petugas keamanan MRT bisa ‘membuat’ pengguna MRT jadi teratur ya.
      Soalnya di Tanah Abang petugas kereta sudah mengarahkan pengunjung supaya kalau berdiri di eskalator di eskalator, dan jalan di sisi kanan. Tapiiiiii, petugasnya capek2 teriak aja kayanya, 😦

  2. pertama ke luar negeri, plonga plongo….mau naik MRT bingung, nanya orang juga bingung karena semua tampak sibuk, mau beli barang bingung ngomongnya 😀

    semoga MRT di Indonesia nanti kalo udah beroperasi tetap terawat ya

  3. Hahaha gakpapa norak. Tapi kan tetap bergembiraaa 🙂 norak-norak bergembira judulnya. Aku juga gitulah saat pertama kali ke LN. Ya ampun rasanya pengen tereak tereak hahaha secara paspor udah punya sejak 3 tahun sebelumnya tapi baru dipake 3 tahun kemudian hwhwhw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s