Trip to Malaysia (Kuala Lumpur, Colmar Tropical Village, Genting, Putrajaya, Negeri Sembilan dan Penang)

Colmar Tropical Village, Bukit Tinggi, Pahang, Malaysia

Awal tahun 2019 ini saya awali dengan trip dadakan ke Malaysia, dari tanggal 1 – 6 Januari. Saya bilang trip dadakan karena memang tidak kami rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya, tapi kami putuskan dadakan pertengahan Desember pas liat harga tiket Padang – Kuala Lumpur yang cukup murah. Tiket pesawat yang kami dapat 740.000 PP. Jauh lebih murah dari tarif biasa yang rata-rata berkisar antara 500.000 – 600.000 sekali jalan.

Trus ya, adik saya juga mengajak sahabat saya ikut nge-trip bareng. Yuup, adik saya yang ngomong langsung mengajak dan menawari sahabat saya, bukan saya, hehehe. Karena alhamdulillah, segitu dekatnya kami, keluarga kami pun juga sangat akrab satu sama lain. Adik-adik saya juga sangat akrab dengan Dedew, sabahat saya ini. Adik-saya saya menganggap Dedew sebagai “Kakak Kedua” adik-adik saya, hahaha.

Kalau dipikir-pikir ya, saya ini memang orangnya termasuk tipe orang yang impulsif juga. Artinya tipe saya kalau pas lagi mau sesuatu, (dan pas juga ada duitnya), maka saya akan melakukan apa yang saya mau tersebut. Saya bukan tipe orang yang mau merencakanakan jauh-jauh hari seperti kebanyakan orang lain yang membuat rencana ngetrip-nya beberapa bulan sebelum jadwal ngetrip-nya, dan membuat rencana yang matang. Saya sebenarnya juga mau banget kaya gitu, hehehe.

Mesjid Jamek Kuala Lumpur

Awalnya, rencanya kami jalan tanggal 4 – 9 Januari, itu tiketnya benar-benar tarif promo yang paling murah yang tersedia, nggak nyampe 650.000 pp, hehehe. Tapi kemudian kami ganti ke tanggal 1 – 4 Januari. Walaupun tarifnya ngga paling murah, tapi lumayan sangat murah lah, daripada harga tarif normal yang di atas 1 juta PP, yess kaaann? Walaupun jadwal yang saya ambil adalah jadwal paling pagi, baik Padang – KL ataupun KL – Padang, hehehe ^_^

Kami berangkat dari rumah jam setengah 6 sore tanggal 31 Desember. Kami nginap dulu di Padang, di rumah tante Dedew karena pesawat yang akan kami naiki berangkat jam 7.20 WIB, meski akhirnya berangkat jam 8 lewat. Nginap di rumah tantenya Dedew lumayan bikin ngirit waktu dan tenaga dong. Soalnya kalau ngga nginap kami musti nginap di penginapan atau kalau ngga kami harus sudah berangkat dari Solok jam 4 supaya tiba di bandara jam 6.

Jam 6 kurang, kami berangkat ke BIM, Bandara Interternasional Minangkabau. Jam 6 kurang di Padang masih sangat gelap karena baru saja abis subuh sekitar 45 menit sebelumnya. Kami tiba di sana sekitar 15 menit kemudian. Tiba di bandara dalam waktu 15-an menit bisa dibilang cepet banget karena pagi-pagi hari di hari pertama 2019 jalanan super lengang. Dan kami bertiga memulai keseruan jalan-jalan ke Kuala Lumpur, Seremban Negeri Sembilan dan juga Penang.

Jalan-jalan kami bertiga ini sangat menyenangkan, alhamdulillah, karena awalnya saya agak kuatir dengan Dedew. Sahabat saya ini, selain ia anak orang kaya dari jaman baheula, (udah dari jaman kakek neneknya gitulah) ia bukanlah orang yang biasa capek, hehehe. Dedew pun sangat ‘dimanja’ oleh suaminya, tidak pernah dibiarkan ‘susah’ sama kali setiap kali mereka jalan-jalan ke Jakarta. Ia bisa dibilang jarang geret-geret tas yang berat (walaupun ukuran cabin) apalagi ngangkat-ngangkatnya, karena selama ini ia selalu jalan dengan suminya (yang selalu jadi suami siaga) yang nggak mau melihatnya ‘susah’ sama sekali.

Jadi ketika ia jalan sama saya yang nggak bisa ‘memanjakannya’ sama sekali dan ia juga sama sekali ngga ngeluh, saya liatnya itu luar biasa banget bagi bagi dia, hehehe. Eh, ngga juga deng, saya yang geret koper-nya (ukuran cabin) yang lebih berat dari koper saya. Dan dia yang bawa koper saya. Tau ngga, itu permintaan-tolong suaminya sama saya. ”Puang, tolongin Dedew ya, lu yang bawain tas-nya dia.” Hohohoho, co cwiiiit, suami yang keren ya… J

Nah, gimana raun-raun atau ngetrip kami bertiga di Malaysia secara rinci, nanti deh saya buat postingan terpisah secara rinci tentang ngetrip kami di KL dan Penang ya. Semoga di awal tahun dan sepanjang tahun 2019 ini, plus tahun-tahun berikutnya, semangat nulis saya bangkit lagi, hehehe… aamiiin ya rabbal ‘aalamiiin.

*sekarang udah tanggal 20 tapi masih belum ada semangat nulis nih, hehehe…

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s