Mesjid Raya Rao-Rao Sungai Tarab, Batusangka, Tanah Datar, Sumatera Barat

Dulu waktu saya kecil, saya sering melihat mesjid ini di kalender-kalender. Saya suka melihat arsitek mesjidnya yang menggambarkan nilai-nilai tradisional Minangkabau. Dan sebagai seorang penyuka wisata mesjid dan wisata budaya, saya menjadikan mesjid ini sebagai salah satu destinasi jalan-jalan saya.

Pertama kali saya melihat mesjid ini adalah saat dalam perjalanan pulang lebaran via Pekan Baru dari Jakarta. Dari Pekan Baru, saya ke Solok-nya naik travel. Saat saya terbangun sekitar jam 3 an dinihari, posisi mobil travel yang saya tumpangi persis menjelang mesjid ini.

Saat saya dan adik saya jalan-jalan berdua pakai motor ke Bukittinggi dan Payakumbuh, saya pulangnya lewat Batusangka. Dan kami juga melewati mesjid ini. Saya minta adik saya yang saat itu lagi mengendarai motor untuk berhenti sebentar, saya mau ambil foto mesjidnya. Adik saya kesal banget sama saya yang hobiii banget minta berhenti, hahaha. Tapi dia tetap mau juga berhenti meski kami harus munndur dulu karena sudah kelewatan posisi mesjidnya. Saat itu saya hanya memoto dari luar pagar aja, dan naik motor lagi setelah cekrek beberapa kali.

Nah saat saya dan sahabat saya Linda jalan-jalan berdua ke Peternakan Padang Mangateh, kami juga lewat di depan mesjid ini. Karena saya yang mengendarai motor maka saya bisa berhenti sebentar buat mengambil beberapa foto di dalam mesjid. Linda ngga boleh protes dong, hehehe.

Mesjid Rao-Rao ini termasuk salah satu mesjid yang dibangun dengan ciri khas mesjid tuo di Ranah Minang. Atap mesjidnya berundak-undak, trus juga ada gonjoangnya yang mencirikan Rumah Gadang Minangkabau. Di depan mesjid juga ada kolam yang menjadi sumber air buat kebutuhan mesjid sebagaimana hal-nya mesjid-mesjid tuo lainnya di Ranah Minang.

Bagian dalam mesjid terlihat bersih. Mimbar mesjidnya terbuat dari tembok, bertangga dengan gaya mimbar mesjid tua minang.

Sebenarnya dibilang mesjid tuo juga kurang pas karena mesjid ini didirikan pada tahun 1908,  seabad silam lebih 10 tahun. Berbeda dengan Mesjid Ruo Kayu Jao yang usianya sudah ratusan tahun, tepatnya lebih dari 400 tahun. Tapi ciri khas mesjid ini sama dengan mesjid-mesjid tuo lainnya. Apalagi marmer lantai mesjid, masih asli marmer dengan motif awal abad 20.

Bagi yang berminat ke mesjid ini, mudah saja kok. Karena mesjid ini berada di pinggir jalan raya Batusangka – Bukittinggi, di Nagari Rao-Rao. Dari arah Batusangka, mesjid ini berada di sisi kiri jalan raya. Dan kalau dari arah Bukittinggi atau Payakumbuh, mesjid ini berada di posisi kanan jalan raya.

 

 

Advertisements

10 comments

  1. Hallo Uni Firsty, aku suka mampir di sini. Ada banyak informasi wisata di Sumbar, termasuk Masjid Raya Rao-Rao Sungai Tarab, memang cantik. Aku suka lewat di jalan depannya, melirik baru dari jauh, belum mampir. Di sini jadi bisa intip-intip bagian dalamnya, hee.

    Salam kenal ya Uni, dariku yang ingin juga jalan-jalan keliling Sumbar… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s