Lagu-Lagu yang Melestrikan Kenangan

Ladang Bawang Sungai Nanam, Solok Sumatera Barat.

Lagu, musik atau pun aroma dan benda lainnya bisa tiba-tiba saja menjadi pengingat sesuatu bagi saya. Kadang yang diingat itu kadang bukan sesuatu yang penting-penting amat, tapi bisa ‘melestarikan kenangan’ saya dengan suatu peristiwa atau suatu masa yang pernah saya alami.

Semisal lagu Jarang Goyang Semar Mesem (ngga tau judul yang sebenarnya) ini, pertama kali saya dengar adalah ketika saya dalam perjalanan dari Jogja ke Jakarta dengan bis akhir September 2017 yang lalu, sepulang dari Surabaya – Bromo. Lagunya terdengar sayup-sayup pada tengah malam saat semua orang sudah tertidur. Sementara lampu bus dimatikan, saya masih melek, seger. Seperti biasa, saya jarang banget bisa tidur selama dalam perjalanan. Saya terbiasa menikmati perjalanan malam tanpa tidur, tidur sesekali sih ada, bentar-bentar aja.

Menikmati pandangan gelap di luar jendela kaca bus itu sensasinya kok ya syahdu bangeeeet bagi saya, hahaha. Memandang keluar tapi pikiran mengembara entah kemana. Dalam suasana seperti saya tiba-tiba dengar ini lagu yang diputar berkali-kali sama pak sopirnya. Iramanya yang santai dan ringan saya pikir enak aja di dengar. Ketika saya tiba di Jakarta, saya kepoin mbah gugel, ternyata lagunya sudah terkenal dan banyak variasinya, hehehe.

Sebenarnya saya mau nulis apa sih, ini? Kenapa saya tiba-tiba jadi lupa ya, hahaha.

Oiya, jadi ketika saya mendengar lagu Jarang Goyang Semar Mesem ini diputar entah di warteg mana, ingatan saya langsung melayang ke dalam bus pada tengah malam di dalam perjalanan Jogja – Jakarta. Terkenang pada diri saya sendiri yang ngga bisa tidur di falam perjalanan bus dan lagi menghayal sambil memandang pekatnya malam di luar bus. Itulah yang saya maksud dengan lagu seringkali bisa menjadi sarana untuk melestarikan kenangan kita akan sesuatu.

Begitu juga dengan lagu “Suara”-nya Hijau Daun. Lagu itu langsung mengingatkan saya pada waktu awal-awal saya membuat blog di Multiply tahun 2008 atau 2009 ya. Lagi nyandu ngeblog, hehehe. Waktu saya belum punya lepi, hanya punya komputer tua saja yang belum koneksi ke internet, jadinya ngenet di warnet yang saat itu masih jaya-jaya banget. Saya sepulang kerja biasanya pas magriban di tempat kerja atau di mesjid yang terdekat, abis itu langsung nyari makan malam.

Abis makan malam saya nongkrong dulu di warnet sampai jam 8 an atau jam 9. Sekira-kira 2 jam pas maksimalnya, karena bayar warnetnya se jam 3000 perak. Nah si Mba penjaga warnet ini selalu memutar lagu suara ini berulang-ulang kali sampe puluhan kali. Seriiiing banget deh pokoknya. Makanya sekarang sekira tiba-tiba saya dengar orang muter lagu tersebut, saya langsung teringat saya yang lagi awal-awal ngeblog di warnet, haha.

Begitu juga kalau saya mendengar lagu-lagu Peter Pan, lagu Tombo Ati-nya Opic. Ingatan saya langsung melayang pada saat siaran di radio. Lagu-lagu Peter Pan dan Tombo Ati-nya sangat sering saya putar saat saya siaran, juga lagunya Digta kalau ngga salah. Lagu Digta yang saya biasanya putar,sekarang saya lupa judulnya. Lagu Tombo Ati sering saya putar saat acara islami yang jam 6 – 7. Itu acara yang diputar menjelang dan sesudah magrib.

Sewaktu saya ke Jogja bulan Februari kemaren bersama sahabat SD saya, adiknya sahabat juga ikut, minjemin mobilnya, sekalian nyopirin (masya Allah baiknya kan yaa) ini mutarnya lagu-lagu pop padang. Saya kan sangaaaat jarang dengarin lagu pop padang (dan juga lagu-lagu lainnya karena sense of music saya rada minus soalnya, haha) tiba-tiba jadi sukaaa banget dengan lagu-lagu pop minang.

Bayangkan saja, tengah malam di dalam mobil yang gelap, dengan mata yang masih nyalang dalam perjalanan yang diputar adik teman saya malah lagu-lagu pop minang yang mendayu-dayu. Terang saja membuat jiwa saya melayang kemana-mana, hahaha. Pada saat saya lagi di rumah (baca: di kampung) pas saya melewati tempat-tempat penjualan DVD, lagu-lagu yang diputar adalah : kalau bukan lagu-lagu Sabyan, ya lagu-lagu minang yang mendayu-dayu ini. Secara otomatis, saat mendengar lagu-lagu minang tersebut, ingatan saya langsung elayang pada suasana malam Jakarta – Jogja, hahaha.

Masih banyak deh lagu-lagu lainnya yang pasti langsung mengingatkan saya pada momen-momen tertentu, seperti masa-masa sekolah atau masa-masa kuliah bersama teman-teman misalnya.

Nah, bagaimana dengan teman-teman semua? Apakah ada juga yang sama dengan saya?

Advertisements

4 comments

  1. lagunya kla project : yogyakarta, itu bikin mewekkk..jd inget pas pindah ninggalin jogja tahun 2004..huahhh kl tiba2 denger lagu itu jd kebawa melow..baper..seketika pengen ke jogja lagi. jd skrg anti ga mau denger2in lg..bawaannya jd kangen heheh

  2. aku juga punya lagu2 kayak gini un
    kalo denger lagu tasya ft duta so7 yang judulnya “jangan takut gelap” bikin inget waktu jalan-jalan perpisahan sd dulu

    kalo denger lagu westlife – my love jadi inget waktu aku ke bukittinggi pergi ke tepian ngarai sianok di bukik cangang 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s