Agrowisata Ladang Bawang Sungai Nanam, Alahan Panjang, Solok

Sekitar dua minggu setelah lebaran tahun 2017 yang lalu, saya bersama sahabat saya Linda jalan-jalan naik motor ke Alahan Panjang. Kami melewati jalur Kubang Nan Duo, yang merupakan jalan pintas Solok -Alahan Panjang. Kalau jalur utama melewati Arosuka, pusat pemerintahan Pemda Kabupaten Solok. Melewati jalur pintas ini bisa memperpendek jarak tempuh perjalanan jalan sekitar 20 km. Jalanannya bagus dan cukup lebar. Hanya saja jalur ini agak sepi karena jarak antar kampung berjauhan dan jugajalan ini merupakan jalan kabupaten.

Begitu lepas perkampungan Kubang Nan Duo, kiri kanan jalanan hutan perbukitan atau juga lembah. Asyik sih sebenarnya lewat jalur ini kalau perginya konvoi pakai motor, hehehe. Karena jalanannya ngga ramai jadi lebih aman. Yang mah penting ngga ugal-ugalan. Setelah keluar area hutan-hutan, tiba-tiba disuguhkan pemandangan yang beda. Di kiri kanan jalan, di bukit dan lembah lembah terhampar pemandangan ladang atau kebun bawang yang berombak dan bergelombang. Pemandangannya sangat indah.

Sejak dari pertama melihat area ladang bawang sampai kemudian bertemu perumahan penduduk di Sungai Nanam jaraknya mungkin sekitar sejauh 10 km lebih. Sepanjang jalan ‘kenangan’ tersebut terhampar pemandangan ladang bawang yang sangat indah. Pemandangan jalan tersebut mirip Pemandangan jalan raya Bandung – Lembang, tapi jauh lebih indah. Bahkan pemandangan Lembang malah jadi biasa-biasa aja setelah melihat pemandangan perkebunan bawang Sungai Nanam ini. Semoga ini bukan pernyataan subyektif ya, hahaha.

Menurut perkiraan saya, ladang bawang di sini baru dibuka beberapa tahun yang lalu atau maksimal sekitar 12 tahun yang lalu. Karena saya ingat banget dulu pernah jalan-jalan ke Alahan Panjang, ke kebun teh. Sepulang dari sana kami lewat Sungai Nanam – Kubang Nan Duo. Saya ingat banget selepas nagari Sungai Nanam, jalanan yang kami lewati adalah hutan mulu. Saya sampai takut banget lewat sana karena jalanan yang kiri kanan tersebut sangat sepi. Kemaren hutan-hutan di pinggir jalan tersebut sudah hampir tidak ada dan berganti ladang bawang.

Tapi saya pikir, mengubah lahan hutan menjadi lahan pertanian produktif juga usaha yang sangat bagus untuk perekonomian masyarakat di sana. Daripada diubah menjadi lahan lain yang tidak produktif. Atau daripada didirikan pabrik yang dikuasai oleh swasta, kan malah merugikan masyarakat di sana juga. Sehingga sekarang di Solok, orang-orang Alahan Panjang, Sungai Nanam dan sekitarnya dikenal sebagai petani (non padi) yang sukses dan berduit.

Dan yang lebih penting adalah dengan adanya lahan pertanian ladang bawang tersebut, tidak hanya menjadi lahan produktif untuk perekonomian masyarakat di sana saja. Tetapi juga ladang-ladang bawang tersebutmenjadi tempat refreshing bagi orang-orang dari daerah lain. Ladang bawang tersebut bisa menjadi area wisata yang indah di sepanjang jalan Solok-Alahan Panjang jalur Kubang Nan Duo.

Dan imbas positifnya adalah, jalur tersebut menjadi lebih ramai dilewati oleh pengendara, tidak seperti dulu yang jalanannya sangat sepi. Tapi yang lebih penting adalah, para petani tersebut menjadi lingkungan alam hutan dataran tinggi tersebut supaya tidak rusak karena pengalihan fungsi lahan tersebut. Jadi alam tetap terjaga keasriannya, ekonomi masyarakat pun semakin bagus.

Dan saya ikut bantu doa supaya daerah ini terjaga dan jauh dari tangan-tangan kapitalis yang cendrung hanya mementingkan keuntungan pribadi saja. Supaya perekonomin rakyat tetap aju dan alam juga tetap lestari. Aamiin.

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s