Jalan Pintas Menuju Danau Batur Kintamani dari Pura Agung Besakih

Jalan serong kiri di seberang jalan merupakan jalan menuju besakih atau dari besakih. Posisi saya di depan Museum Geopark Batur. Jalur lurus (di kanan foto merupakan jalur utama Denpasar – Batur.

Salah satu danau yang terkenal di Bali adalah Danau Batur. Danau Batur ini berada dalam kaldera gunung Batur. Maklum, kaldera danau Batur yang besar tersebut terjadi akibat letusan hehat Gunung Batur sekian tahun silam. Danau ini berada di daerah Kintamani. Meskipun menurut saya kepopuleran danau ini kalah jauh dari kepopuleran Danau Bratan, di Bedugul. Untuk menuju ke Danau Batur biasanya wisatawan melalui jalur biasa (selalu sih, menurut driver kami dan pemilik penginapan Bali Manik Beach Inn ) yang melewati Ubud.

Akan tetapi, sewaktu saya ke (panorama) Danau Batur ini bukan melalui jalan biasa yang lewat Ubud ini. Kami melewati jalan pintas (mungkin ya) yang bukan jalan raya utama ketika kami kembali dari Pura Agung Besakih. Saya tau jalan pintas ini ketika kami hampir tiba di Besakih saya melihat plang jalan. Simpangan jalannya berada di simpangan lurus dan simpangan menurun serong kanan. Simpangan serong ke kanan ini menuju Pura Agung Besakih. Dan jalur utama yang lurus merupakan jalur jalan menuju Kintamani.

Saya tanya (tepatnya nebak sih) ke driver kami, mengatakan kalau ternyata ada jalur langsung ke Kintamani. Dia jawab ogah-ogahan gitu karena tadi pas berangkat dia bilang kalau ke Kintamani bakal mutar jalannya. Katanya, kalau dari Pura Besakih menuju Kintamani kita harus ‘turun’ dulu ke arah Denpasar, dan natinya kita ‘naik’ lagi ke jalan arah ke Ubud, baru ke Kintamani.

Penjelasanya sih sama dengan pejelasan driver kami yang pertama, bahwa, kalau mau ke Besakih ngga bisa langsung dari Kintamani, harus turun dulu menuju Ubud, karena jalurnya beda. Bagitu juga penjelasan dari Mas Rahde, pemilik penginapan tempat kami nginap bahwa jalur ke Besakih beda sendiri dengan jalur Ubud. Jiaaaah piye iki…pelaku wisata Bali malah ngga tau ada jalur pintas dari Besakih ke Kintamani, ngertian saya ternyata hahaha. Untungnya hobi saya adalah melihat plang jalanan, hahaha.

Untuk lebih memastikannya, saya tanya ke beberapa orang. Pertama nanya ke petugas loket di Pura Besakih. Trus juga pada orang-orang di warung di parkiran. Mereka dengan semangat menjelaskan jalur tersebut. Sehingga driver kami terpaksa diam aja mengikuti maunya saya, langsung ke Kintamani, hehehe.

Jalur pintas ini ngga rame. Cukup sepi. Mungkin hanya penduduk saja saja yang melewati jalur ini, wisatawan mah jaraaang. Jalannya sih cukup lebar tapi kayanya kurang aman kalau dilewati oleh bus besar. Karena ada di satu dua titik yang jalannya menurun tajam dan tidak lebar jalannya, karena seperti jalan kecamatan . Kalau dengan bus sedang sih ngga masalah, menurut pendapat saya loh yaa…

Saya lupa berapa lama jarak tempuh melawati jalur ini. Tapi ngga terlalu lama kok, seingat saya sekitar 1 jam an aja, maksimal satu setengah jam. Seingat saya malah ngga nyampe satu setengah jam. Kenapa saya lupa memperhatikannya yaaa, hehehe.

Di tengah perjalanan (udah mau nyampe sih) nanti di bagian kanan jalan kita akan melihat pemandangan Danau Batur di antara sela-sela pohon pohon besar. Danau tersebut berada jauh di bawah. Ujung jalan ini bertemu di pertigaan jalan utama Kintamani yang berada di depan gedung Vulkano Batur.

Pertigaan jalan di depan Gedung Batur Vulkano Park ini, jalan yang ke kiri merupakan jalan yang ke arah Tampak Siring – Ubud – Denpasar, dan yang ke kanan adalah jalan yang menuju Danau Batur. Dari sini panorama pemandangan danau dan gunung Batur udah dekat banget. Kami pun berhenti di sana buat cekrak-cekrek untuk mengabadikan perjalajanan di kamera dan hape, hehehe.

Dan karena kakak saya asyik banget syoping-syoping di sana (malah waktu buat hunting oleh-oleh jaauuuuh lebih lama daripada menikmati pemandangan alam, hahaha) sampai ia lupa waktu. Jadinya kami sudah ngga bisa lagi turun ke bawah ke tepian danau Batur. Huuuuf, sayang bangeeet. Kami terpaksa balik lagi ke arah Denpasar – Kuta dan mengakhiri halan-halan di Bali. Padahal saya mau banget turun ke pinggir danau Batur, huhuhu.

Alasan lainnya adalah karena besok pagi-pagi banget kami sudah balik lagi ke Padang via Jakarta. Jadi kami musti bersiap-siap ngepak baju lagi dong, buat pulang, hehehe.

Advertisements

8 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s