Pemandangan Danau dan Gunung Batur, Kintamani, Bali

Danau Batur adalah salah satu danau yang terdapat di Pulau Bali. Danau ini berada di dalam kaldera Gunung Batur. Kaldera ini tercipta karena letusan besar Gunung Batur yang mengakibatkan sebagian ujung puncak gunung ‘terpotong’ yang kemudian membentuk kaldera yang besar. Sama halnya dengan berberapa gunung lainnya di Indonesia, seperti Gunung Bromo, Gunung Rinjani ataupun Krakatau.

Saya jalan-jalan ke Danau Batur ini melewati jalan pintas dari Pura Agung Besakih. Setibanya di Kintamani, tidak jauh dari Balai, ada panorama pemandangan Danau Batur di sisi kanan jalan raya yang menuju Danau Batur. Banyak pengunjung yang berhenti di sana untuk menikmati pemandangan danau Batur dari ketinggian, termasuk saya dan kakak saya sekeluarga.

Pemandangan dari panorama ini tentu saja mempunyai dua pemandangan sekaligus, yakni: Gunung Batur dan Danau Batur yang berada di dalam kawah gunung. Dua keindahan alam bisa dinikmati sekaligus. Dari panorama juga terlihat jalanan yang menurun dan berkelok ke arah Danau Batur.

Saat saya datang ke sana, hari sudah sore, dan kabut gunung sedang turun. Jadi bagi saya yang penyuka kabut gunung, pemandangan ini sangat eksotik. Saya selalu suka suasana seperti itu. Sayangnya kabut gunung tersebut tidak mendekat ke arah panaorama, jadinya saya tidak bisa merasakan ‘dekapannya’ hehehe, lebaay.

Sayangnya, kami tidak jadi turun ke bawah, ke danau. Hari sudah sangat sore. Kalau ngga salah udah jam setengah 6, jadinya kami memilih balik ke arah Denpasar. Sebenarnya sih di panorama sana harusnya kami bisa sebentar saja, dan kemudian turun ke tepian. Jadinya saya tidak bisa menikmati keindahan danau dari dekat seperti halnya danau Bratan.

Alasan lain kami tidak jadi ke pinggir danau adalah karena kakak saya terpesona dengan tawaran ibu-ibu penjual kain bali yang harganya murah-murah banget daripada. Harga kain Bali di sana lebih murah di tempat lain, maka kakak saya ‘terpenjara’ oleh ibu-ibu tersebut. Jadilah waktu berbelanja lebih lama daripada waktu menikmati keindahan alam itu sendiri, hehehe. Apalagi itu ibu-ibu ngintiliiiiin teruuuuss gerak langkah kaki kakak saya, bahkan sampai ketika kami sudah naik mobil. Mereka memasang wajah-wajah sendu (yang keliatan dibuat-buat, hahaha) dan bilang penjualan mereka sangat sepi. Bener-benet nyecam banget dah, huffff…

Oya, Danau Batur dan Gunung Batur ini sudah dijadikan taman geopark dunia. Saat ini kalau ngga salah di Indonesia baru Danau dan Gunung Batur ini yang dijadikan taman geopark. Danau Toba kalau ngga salah juga akan dijadikan sebagai taman geopark dunia. Semoga segera terwujud ya… Aamiin.

Kalau saya perhatikan sih, pemandangan Danau Batur dari ketinggian ini mirip dengan pemandangan Danau Maninjau dari Puncak Lawang, Matur. Tapi menurut saya pemandangan Danau Maninjau dari Puncak Lawang Matua jauh lebih indah daripada pemandangan Danau Batur dari panorama ini. Begitu juga lokasi panorama pemandangan Danau Batur juga kalah bagus daripada Puncak Lawang. Itu menurut saya loh ya, dan insya Allah ngga subyektif kok, hehehe. Kalau di pinggir danaunya sendiri saya tidak bisa membandingkannya. Ntar kalau udah kesana baru bisa bandingin.

Kami naik mobil, kami langsung putar kanan grak aja, balik ke arah Kuta. Balik ke arah Kuta ini melewati Ubud. Sayang banget nyampe Ubud udah malam, jadinya ngga ada yang bisa diliat lagi. Tapi ngga apa-apa, ntar kalau ke Bali lagi harus bikin itin yang musti ada ubudnya kan yaaa…

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s