Karakter Mubazir Pengunjung di Kebun Apel Batu Malang

Oya, saya ada satu uneg-uneg yang belum saya ungkapkan tentang jalan ke kebun apel Batu Malang. Yaitu tentang karakter pengunjung yang datang ke kebun tersebut yang menurut saya sangat tidak baik, yaitu karakter mubazir dan tidak mau rugi. Saya sungguh menyesali karakter ini. Saya melihat dari apel-apel yang berserakan di tanah dan terlihat oleh mata saya.

Ketika di kebun pel Malang, saya melihat banyak apel yang bekas dimakan oleh pengunjung yang berserakan di tanah. Banyak apel yang digigit tersebut menyisakan setengah bagian apel yang belum digigit. Artinya, mungkin sebagian pengunjung baru memakan dua atau tiga gigitan, apel tersebut langsung dibuang. Dan kemudian memetik lagi apel yang baru yang ada di pohon, tanpa pernah berpikir betapa mubazirnya tindakan yang mereka lakukan.

Entahlah ya. Saya hanya kasian dengan petani apelnya melihat sebagian apel bekas gigitan yang berserakan tersebut. Mubazir banget kan. Belum lagi kalau kita memetik satu apel dari tangkai yang berisi beberapa apel, apel-apel yang serenjengan itu akan rontok berjatuhan dan berserakan di tanah. Jadi untuk memetik satu apel kita harus hati-hari supaya apel yang lainnya tidak ikut rontok.

Kalau apel yang utuh yang rontok dan berjatuhan tersebut masih bisa dikumpulkan dan jual oleh petaninya ngga masalah. Tapi kalau terinjak-injak? Pastinya akan jadi sampah saja kan. Mungkin pengunjung hanya berpikiran mereka kan sudah bayar buat masuk ke dalam kebun tersebut dan dibolehkan makan sepuasnya, jadi mereka makan sepuasnya meski setiap memakan sebuah apel tidak mereka habiskan.

Menurut saya, walaupun mereka sudah bayar buat masuk ke sana, alangkah baiknya kalau pengunjung kebun apel ini sedikit bijaksana. Ambillah apel tersebut seperlunya dan habiskan buah apel yang sudah diambil, jangan memakan separo kemudian buang sisa yang belum dimakan. Dan juga kakau mau ambil apel baru petiklah biji-biji apel tersebut dengan hati-hati, jadi tidak apel-apel lainnya tidak rontok dan terbuang di tanah, supaya tidak merugikan para petani apel ini. Itu menurut pendapat saya ya.

Bagaimana menurut pendapat teman-teman?

Advertisements

10 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s