Menikmati Malam di Jembatan Suramadu, Surabaya

Jembatan Suramadu merupakan salah satu ikon kota Surabaya. Ketika saya dan teman saya jalan ke Gunung Bromo melalui Surabaya, kami sudah mengagendakan jalan ke jembatan ini. Jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Pulau Madura ini merupakan jembatan berbayar, alias jembatan tol.

Kami ke Jembatan Suramadu ini sekitar abis magrib, jam 6 an. Di sana jam 6 udah gelap banget karena magribnya aja waktu itu sekitar jam setengah 6. Maklum, semakin ke timur wilayah Waktu Indonesia Bagian Barat, masuknya waktu shalat makin cepat. Gimana kalau waktu sahur ya? *asli saya nanya…

Kami malam itu mutar-mutar kota Surabaya ala-ala city tour gitulah. Melewati (melewati doang, ngga mampir hahaha) pusat kota, mall, kota tua pecinan dan kemudian tiba di Jembatan Suramadu. Kami menyeberang selat Madura menuju Pulau Madura. Meski melintasi laut, nyampe di seberang ngga lama kok. 5 menitan doang, ngga nyampe 10 menit, hehehe.

Serius, suasana dua daerah yang terpisah jarak 5 km tersebut benar-benar kontras, bak siang dan malam. Setiba di seberang, suasananya sudah seperti pedesaan yang sunyi. Kami mencoba menyisiri jalan kampung di pinggir pantai yang rada gelap dan sunyi, meski berada di depan rumah penduduk. Sementara di seberang selat, kota Surabaya terang oleh kelap kelip cahaya lampu.

Sebenarnya, menurut pendapat saya ya, sekiranya masyarakat pesisir Pulau Madura yang menghadap ke kota Surabaya, tempat kami nongkrong dalam remang-remang cahaya mau kreatif dikit, mereka bisa mendirikan warung-warung makanan. Jadi ada tempat buat nongkrong untuk menikmati malam dengan pemandangan Jembatan Suramadu. Bernilai ekonomis juga kan bagi masyarakat di sana. Itu sih pendapat saya yang hanya mampir sejenak di sana  Siapa tau aja di sisi lain banyak tempat nongkrong yang ngga diketahui oleh Mas Agus, sehingga kami tidak bisa ke sana.

Kami duduk nangkring di sana, di atas tanggul, ngga lama juga sulih. Sekitar setengah jam lebih aja. Abis itu langsung balik lagi ke Surabaya. Kami muter-muter dulu sebelum akhirnya menuju hotel yang berada di daerah Rungkut. Kami segera ke hotel cepet biar bisa istirahat nyaman malam ini. Kami memilih hotel di daerah Rungkut sana supaya dekat dengan bandara, karena kami mau balik ke Jakarta besok pagi. Apalagi teman saya malah akan melanjutkan perjalanan pulang ke Padang makanya mau berangkat pagi-pagi ke Jakarta.

(Maunya sih) pagi-pagi segera balik ke Jakarta, tapi apa daya, tiket ke Jakarta buat besoknya sudah full semua. Pun kalau ada yang tersisa hanyalah kelas mahalnya Garuda… Ya salaaam *tepok jidat.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s