Cara Membuat Surat Keterangan Imigrasi (SKIM) Bagi WNA Menjadi WNI

Surat Keterangan Imigrasi atau yang biasa dikenal dengan sebutan SKIM adalah salah satu syarat bagi warga negara asing yang ingin menjadi warga negara Indonesia. SKIM ini dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Namun dalam prosesnya juga memerlukan surat pengantar atau surat keterangan dari Kanwil Kemenkumham Provinsi dan Irjen Imigrasi Kemenkumham. Gedung Irjen Imigrasi berada jalan Rasuna Said, Kuningan. Pengurusan SKIM ini memerlukan waktu yang cukup panjang, apalagi kalau saat proses pengurusannya ada dokumen yang belum lengkap.

Proses pembuatan SKIM yang saya lakukan adalah SKIM karena pernikahan atas permohonan atas sponsor istri untuk suami teman saya yang orang asing. Bagi WNA yang menjadi WNI tetapi tidak karena pernikahan, permohonannya atau sponsornya adalah perusahaan tempat WNA bekerja. Persyaratannya kurang lebih sama, bedanya hanya pada sponsornya saja.

Jadi supaya prosesnya tidak terlalu panjang dan bertele-tele seperti yang saya alami ketika membantu mengurus SKIM suami teman saya, maka sebaiknya, semua dokumen persyaratan harus sudah disiapkan dengan lengkap lebih dulu sebelum mengajukan pembuatan SKIM. Kalau dokumen lengkap maka pengurusannya saya kira Insya Allah akan cepat. Dan juga selama proses pembuatan SKIM paspor WNA ‘ditahan’ di kantor imigrasi. Jadi kalau pengurusannya cepat, paspor tidak akan tertahan lama di kantor imigrasi.

Dokumen-Dokumen Persyaratan Mengurus Surat Keterangan Imigrasi (SKIM)

Apa saja syarat-syarat dokumen yang Anda diperlukan dalam pembuatan SKIM ini? Ini dia yang musti Anda urus dengan lengkap sebelum mengajukan pembuatan SKIM.

  1. Membuat Surat permohonan pembuatan SKIM (suami atau istri yang) WNA oleh suami atau isteri yang Indonesia yang bermaterai.
  2. Membuat Surat Jaminan Keberadaan Istri atau suami yang Indonesia atas Suami/Isteri yang WNA, menggunakan bermaterai.
  3. Mengisi formulir yang disediakan Kantor Imigrasi. (Kalau tidak salah formulir no. 28).
  4. Fotokopi paspor suami atau istri yang WNA, serta paspor asli diserahkan selama pengurusan pembuatan SKIM. Jadi pastikan WNA tidak akan melakukan perjalanan ke luar negeri selama proses pembuatan SKIM.
  5. Fotokopi KITAP suami atau istri yang WNA.
  6. Fotokopi halaman visa (semua halamannya) yang mencakup informasi:

– Keluar masuk Indonesia yang ada di paspor si WNA.
– Perpanjangan visa tinggal WNA di Indonesia.
– Laporan pergantian paspor WNA.
– Perpindahan KITAS ke KITAP.
– Pindah alamat tinggal di Indonesia.

  1. Surat Keterangan Domisili WNA dari Kelurahan tempat tinggal.
  2. Surat Keterangan Lapor Orang Asing.
  3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk suami atau istri yang WNI.
  4. Fotokopi Kartu Keluarga suami atau istri yang WNI.
  5. Fotokopi surat nikah. (Kalau tidak salah) buku nikah yang asli ditahan imigrasi.
  6. Surat Keterangan dari Kedutaan Besar negara suami/istri yang WNA, bahwa pernikahan suami istri ini sah atau terdaftar di negara si WNA.
  7. Fotokopi Berita Acara Pemeriksaan Lapangan.
  8. Surat kuasa dari suami atau istri yang orang Indonesia jika dibantu oleh orang lain, (seperti saya yang membantu teman saya untuk mengurus naturalisasi suaminya).
  9. Fotokopi KTP suami atau istri yang WNA.
  10. Fotokopi Surat Keterangan Masih Terikat Pernikahan dan Tinggal Bersama dari Kelurahan.
  11. NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak si WNA.

Proses-Proses Pembuatan Surat Keterangan Imigrasi (SKIM) untuk naturalisasi WNA Menjadi WNI.

  1. Siapkan semua dokumen pendukung dari nomor. 1 – 14 (dokumen yang digunakan untuk proses naturalisasi di kantor imigrasi). Dokumen persyaratan nomor 15 – 16 adalah dokumen tambahan yang diminta oleh Kanwil kemenkumham DKI Jakarta sewaktu saya mengurus naturalisasi suami sahabat saya. Dan NPWP serta surat keterangan domisili diminta lagi di Irjen Imigrasi, Kemenkumham.
  2. Mengisi formulir nomor 28 yang tersedia di kantor imigrasi.
  3. Setelah semua proses dokumen nomor 1 – 14 disiapkan dan formulir nomor 28 sudah diisi lengkap, silahkan Anda serahkan semua berkas permohonan pembuatan SKIM tersebut di loket kantor imigrasi. Teman saya kemarin mengurusnya di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, lantai 3, loket 5 (sebelumnya ambil nomor antrian dulu di satpam lantai 3).
  4. Setelah semua dokumen diverifikasi oleh kantor imigrasi (karena ada berkas yang belum lengkap saat mengajukan SKIM buat suami sahabat saya, saya beberapa kali bolak-balik, hehehe). Kalau dokumennya sudah lengkap, proses verifikasi bakal cepat, sehari dua hari bakalselesai.
  5. Setelah diverifikasi kantor imigrasi, petugas akan minta pemohon memotokopi dokumen yang sudah diverifikasi sebanyak dua rangkap. Satu rangkap untuk Kanwil Kemenkumham, satu rangkap lagi untuk Irjen Imigrasi Pusat di Rasuna Said Kuningan. Tenang, ada fotokopian di pojokan lantai 3. Setelah selesai fotokopi, serahkan lagi sama petugas loket. Dan petugas imigrasi juga akan memberikan surat pengantar kepada Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta.
  6. Serahkan surat pengantar dan dokumen di loket di lantai 1 Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. Lama proses di Kanwil Kemenkumham Jakarta ini maksimal 3 hari kerja dihitung dari hari dokumen masuk, kalau semua dokumen sudah lengkap. Di Kanwil Kemenumham DKI ini sewaktu saya mengurus naturalisasi, teman saya belum mempunyai Surat Keterangan masih menikah dan KTP WNA. Petugasnya meminta Surat Keterangan Masih Terikat Pernikahan dan tinggal bersama dari kantor kelurahan. Saya uruslah surat tersebut (balikke RT lagi prosesnya). Setelah selesai dan saya dapatkan surat keterangannya,  mereka minta menambahkan dokumen KTP WNA (bayangkan ngomongnya kekurangannya ‘nyicil’, jadiinya saya bolak-balik lagi ke RT/RW lagi, kelurahan lagi dan pergi ke suku dinas dukcatpil Jakarta selatan, trus Kanwil Dukcatpil DKI Jakarta), bikin letih jiwa raga kaaaan yaaaa… hufff).
  7. Setelah diverifikasi oleh Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta akan memberikan surat pengantar untuk Kantor Irjen Imigrasi Kemenkumham, lantai 10. (Dokumen tambahan yang diminta petugas adalah fotokopi Surat Keterangan Domisili WNA dan NPWP WNA).
  8. Setelah proses selesai dalam 5 hari kerja (kebetulan saya 3 hari kerja sudah selesai), Kantor Irjen Imigrasi memberikan surat keterangan untuk Kantor Imigrasi dan tembusannya untuk Kanwil Kemenkumham.
  9. Datang lagi ke kantor imigrasi untuk memberikan surat keterangan dari Kantor Irjen Imigrasi tersebut. Kantor imigrasi akan menjadwalkan suami istri yang kawin campur untuk melakukan wawancara di kantor imigrasi.
  10. Melakukan pembayaran di kasir sebesar Rp. 3.050.000 (sekarang mungkin di bank aja kali ya) untuk pengurusan pembuatan SKIM.
  11. Setelah selesai proses wawancara, kantor imigrasi akan mengeluarkan SKIM untuk WNA, dan juga surat pengantar lagi buat Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, lantai 3 bagian kewarganegaraan.
  12. Proses berikutnya adalah pengurusan proses naturalisasi WNA menjadi WNI yang semuanya dilakukan di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta di lantai 3. Apa dan bagaimana nanti akan saya jelaskan pada postingan berikutnya.

Oya, mengenai wawancara untuk suami istri yang dilakukan oleh kantor imigrasi saya agak lupa kapan tepatnya waktu wawancaranya, sebelum pembayaran atau setelah pembayaran, hehehe. Tapi yang pastinya mereka ada wawancara kok diantara semua proses tersebut.

Daaan, selama proses pembuatan SKIM ini, pada saat waktu sela, atau waktu menunggu sebaiknya Anda menyiapkan beberapa dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk proses menjadi Warga Negara Indonesia. Semua dokumen ini diminta oleh petugs bagian kewarganegaraan Kanwil Kemenkumham Jakarta. Sehingga Anda nantinya akan bisa menyelesaikan proses menjadi WNI dengan cepat jika semua dokumen tersedia lengkap.

Semoga postingan ini membantu teman-teman yang suami atau istrinya WNA dan berniat menjadi WNI, aamiin.

Advertisements

5 comments

  1. sebelum y minta maaf,,,
    pak,,saya boleh tanya?
    ,,,saya warga indonesia tapi saya menikah sama warga asing taiwan,,,saya sudah punya ktp taiwan juga karna saya udah lama tinggal ditaiwan,,,pertanyaan saya bolehkah saya kembali jadi warga indonesia dan bikin ktp indonesia lagi,,,karna tempat kelahiran ku diindonesia dan asal mula y juga warga indonesia,,,trima kasih,,, semoga bapak bisa ngasih solusi yg baik untuk permasalahan ku ini,,

    • Selamat siang Ibu Jeje…

      Kalau mengenai ini saya tidak tau persis ya… Karena saya bukan pegawai imigrasi ataupun agen jasa paspor.

      Tapi kalau boleh tau, paspor indonesianya masih ada? Atau sudah menjadi warna negara Taiwan?

      Kalau masih berstatus WNI saya pikir masih bisa punya KTP kok… Nanti saya coba bantu tanya pada petugas yang saya kenal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s