Mesjid Agung Palapa Dreamland, Pecatu Indah Resort, Bali

Salah satu hal yang suka saya lakukan saat jalan-jlan adalah mengeksplor mesjid. Saat saya jalan-jalan di Bali liburan lebaran kemaren kami berkunjung ke mesjid untuk shalat zuhur. Kalau di Danau Bratan ada Mesjid Al-Hidayah Candi Kuning, maka di dekat Pantai Dreamland juga ada mesjid yang bagus, yakni Mesjid Agung Palapa. Mesjid tersebut berada di dalam kompleks perumahan mewah Pecatu Indah Resort yang menjadi akses jalan ke Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Bali.

Mesjid Agung Palapa ini sepertinya mesjid yang menjadi fasilitas kompleks perumahan tersebut. Mesjidnya dibuat tidak berdinding, hanya diberi atap saja. Jadi ya kalau cuaca panas kayanya enak banget shalatnya karena angin sepoi-sepoi menyejukkan jemaah, eh cukup dingin deng, karena pada saat itu emang kebanyakan hujannya daripada panasnya,hehehe.

Saya membayangkan ya bagaimana kalau orang shalat pada malam hari dan di musim hujan pula. Pasti dingin banget ya. Soalnya pada saat kami ke sana saja cuaca terasa dingin karena hari itu turun hujan yang deras. Dan bagaimana pula bagi umat islam yang hendak beri’tikaf pada malam bulan puasaya? Sepertinya butuh iman yang kuat untuk bisa shalat di sana pada malamhari saat musim hujan apalagi kakau hendak i’tiqaf, hehehe.

Jadi mesjid yang tidak berdinding ini mirip dengan pendopo saja. Atapnya berbentuk limas yang berundak dua. Toiletnya bersih, begitu juga tempat wudhunya. Dan juga tersedia kran-kran yang sangat banyak di bagian dalam tepi mesjid yang mungkin disediakan untuk jemaah shalat Jumat. Selain Mesjid Agung Palapa ini, rumah ibadah lain pun ada. Di kiri dan kanan mesjid juga ada gereja Katholik dan gereja Protestan.

Di mesjid ini kami makan siang di teras mesjid, eh ngga ding, di sudut mesjid. Habisnya terasnya masih basah karena tadi hujan. Kami membawa nasi di mejik kom yang dimasak di penginapan. Lauknya kan emang sengaja dibawa dari rumah. Rendang wajib ada, maklum padang tulen, hehehe. Juga ada lauk lainnya seperti sambalado tanak. Muanntap dah rasanya. Soalnya yang ngeracik bumbunya ibu saya, sementara saya hanya ngaduk-ngaduk doang sampai selesai, hehehe.

Selesai makan kami shalat zhuhur, tapi saya lupa tidak sekalian dijamak dengan shalat ashar, sehingga ketika saya di Pura Uluwatu saya kebingungan mau shalat ashar dimana, huufff. Setelah selesai istirahat makan siang dan shalat, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Dreamland yang lokasinya sudah tidak jauh lagi dari mesjid tersebut. Dan untungnya saat itu cuacanya mendung, ngga hujan di pantai Dreamland.

Advertisements

5 comments

  1. Bersyukur banget masyarakat Bali yang toleran ya, Firs. Ada masjid cantik juga di sana. Tanpa dinding tentu lebih mudah ya membersihkan dan kotoran pun lebih kelihatan kalau ada.

  2. Mbak fristy seneng banget review masjid ya. Emang sih rumah Allah selalu menawarkan suasana yg sejuk, adem, dan rimbun. Apalagi takmir yg ramah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s