Surat Keterangan Imigrasi (SKIM) : Proses Pengurusan di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta

Saya akan melanjutkan postingan saya tentang proses pembuatan SKIM (Surat Keterangan Imigrasi) yang dilakukan di Kantor Kemenkumham DKI Jakarta, Jl. MT. Haryono no 24, Cawang, Jakarta Timur.

Di Kantor Kemenkumham ini, proses yang dilakukan sebenarnya hanyalah untuk mendapatkan surat keterangan atau surat pengantar dari Kantor Kemenkumham DKI Jakarta. Surat pengantar ini kemudian diajukan ke kantor Inspektorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Jakarta, lantai 10. Itu saja.

Tetapi di kantor kemenkumham DKI Jakarta ini, ada dua dokumen yang belum lengkap. Yaitu “Surat Keterangan Masih Terikat Menikah dan Tinggal Bersama” dan fotokopi KTP WNA. Karena suami teman saya belum punya KTP WNA-nya, kata petugas tersebut harus dibuat dulu KTP WNA-nya. Tapi yang paling menyebalkan saya di sini adalah dua dokumen yang kurang tersebut disampaikan secara terpisah, alias satu persatu, ngga sekaligus… 😦

Dokumen pertama yang kurang menurut ibu petugas tersebut adalah “Surat Keterangan Masih Terikat Pernikahan dan Masih Tinggal Bersama” dari kantor kelurahan. Jujur ini aneh banget menurut saya. Karena fotokopian surat nikah teman saya ini ada lampirannya. Dan juga mereka juga tinggal bersama di alamat yang sama. Dan ada surat nikah juga kan ya. Tapi si ibu pegugasnya bilang kalau dokumen tersebuy tetap harus ada. Hadeeeeeeuhh…

Oke, kemudian saya pulang dan membuat surat keterangan di kantor kelurahan. Untuk membuat surat keterangan ini harus dimulai lagi dari bawah, dari RT dan RW, terus ke kelurahan lagi. Setelah selesai dua atau tiga hari berikutnya saya datang lagi ke kantor Kemenkumham dengan membawa surat yang dimaksud.

Daaaaaan…

Setelah menerima berkas surat keterangan saya tersebut, bapak petugas tersebut bertanya tentang KTP WNA si pemohon. Daaammm. Kemaren kenapa ngga disinggung soal KTP WNA sama sekali? Kenapa baru sekarang justru dipertanyakan? Setelah saya dari RT, RW dan kelurahan lagi? Helllllowwww…kalian ada job desk yang jelas ngga sih? Kenapa dicicil gitu bilangin dokumen-dokumennya??? Ngga di kelurahan ngga di kemenkumham, sama aja kerjaannya, ngepimpong orang.

Okeee, saya pun kemudian mau ngga mengurus lagi pembuatan KTP WNA suami teman saya ini. Saya mulai lagi dari bawah, dari RT/ RW lagi (saya sampai berkali-kali ke ngurus ke RT RW loooh). Ke kelurahan lagi!!!! Saya dipimpang-pimpong lagi. Kata orang kelurahan urusan pembuatannya di kantor Dinas Dukcatpil Jakarta Selatan, begitu tiba Dukcatpil Jakarta Selatan, mereka bilang pembuatan KTP WNA di Kantor Dinas Dukcatpil DKI Jakarta yang berada di S. Parman, Tomang, Grogol. Kenapa ngga sekalian aja di Kementrian Dalam Negeri sana. *saya berasa mau nelan batu bata dipimpong mulu sejak awal proses pembuatan SKIM ini, huuuuuffff…

Lama proses pembuatan KTP WNA ini ada sekitar sebulan lebih sejak mulai dari RT/R sampai balik lagi RT/RW. Dari dukcatpil Jakarta Selatan yang kemudian disuruh ke Dukcatpil DKI Jakarta untuk membuat formulir FOS 19. Setelah saya di Dukcatpil DKI Jakarta, mereka minta lagi surat keterangan RT yang ditandatangani saksi (padahal surat tersebut sudah saya buat untuk proses di kelurahan, dan surat keterangan asli yang bertanda tangan saksi dua orang tersebut diambil dipihak kelurahan saat membuat surat keterangan dari kelurahan, huuuufffff).

Setelah saya buat lagi semuanya saya ke Kantor Dukcatpil lagi. Dan kemudian mereka memberikan blanko isian lagi yang di dalamnya harus ada tanda tangan teman saya lagi dan juga tanda tangan saksi. Preeeeeeeeeeeet banget kan. Kenapa mereka ngga kasih kemarennya saja pas pertama kali saya datang biar saya ngga bolak balik lagi?????? Kenapa mereka kerja ngga bilangin sekalian gitu loooh biar orang ngga dibikin bolak balik lagi?????? Mereka ngerti job desk mereka ngga sih?

Setelah semua dokumen lengkap, lama proses pembuatan dokumen FOS 19, ini 5 hari kerja. Setelah itu balik lagi ke kantor dukcatpil Jakarta Selatan. Di sini, untuk foto KTP WNA ini hanya ada dilakukan hari Selasa aja, dan pengambilannya hari Jumat (jadi kalau masukin berkas hari Selasa siang, maka untuk berfoto nunggu seminggu lagi huufff). Setelah itu KK musti ditandatangani RT/RW dan Bapak/Ibu Lurah lagi. Soooo panjaaaang kaaaan? Untuk proses pembuatan KTP dan KK membutuhkan waktu lebih dari sebulan.

Setelah KTP dan KK jadi, baru saya melanjutkan lagi proses di Kemenkumham DKI Jakarta. Saya serahkan fotokopi KTP tersebut. Tapi saya lupa apakah mereka langsung memberikan surat pengantar saat itu juga atau dua hari berikutnya. Yang jelas kemudian saya mendapatkan surat pengantar untuk kantor Irjen Imigrasi Kemenkumham, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Apa proses berikutnya yang saya lakukan di Kantor Irjen Imigrasi Kemenkumham? Cekedot pada pada postingan selanjutnya yaa…

Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s