Merindu Sahabat SD : Reunian Makan Karupuk Leak

Pada postingan sebelumnya saya cerita kalau saya membuat grup WA teman-teman SD saya. Kami berkumpul lagi setelah sekian tahun berpisah, ngga saling mengetahui kabar. Ada beberapa yang masih saling berkabar sih karena mereka bersekolah di sekolah yang sama di SMP atau SMA. Sementara sya sendirian sekolah di sekolah yang baru.

Selain teman-teman kelas, dua sahabat masa kecil saya juga sudah bergabung. Mereka adalah Rita dan Emi. Kami dulu sering belajar dan menginap gantian di masing-masing rumah kami. Kadang di rumah saya, kadang di rumah Dan sayapun kemudian membuat grup bertiga. Kami bertiga justru lebih eksis di grup bertiga daripada grup sekolah.

Rita ini tinggal di Jogja. Suaminya orang Jogja. Mereka pedagang baju, punya dua kios di pasar wisata di Jogja. Kereeen dia kata saya mah. Rumahnya di kampung hanya berjarak 3 meter dari rumah saya. Bisa dibilang sepanjang hari kami selalu bersama. Dari pagi sampai malam, kami selalu bersama.

Pagi hari kami mandi bersama di pemandian umum di dekat rumah. Ke sekolah pun berangkat bareng. Pulang sekolah main bersama lagi bersama teman lain di dekat rumah. Kadang kami suka makan miso di warung sekolah lain yang berada di area yang kiri kanan depan belakangnya adalah sawah. Sekolah tersebut memang berada di pinggir jalan raya tapi jauh dari perumahan penduduk.

Atau kalau nggak kami main dan makan di sawah. Kami sering makan di pondok teman kami yang namanya Res. Jarak rumah ke pondok tersebut mungkin sekitar 300 m. Kami main sampai sore di sana. Di pondok lain yang berjarak sekitar 10-15 petak sawah, di sampingnya ada mata air yang bersih yang dibendung. Ukurannya kira-kira 1 m x 1 m. Di sanalah kadang-kadang kami bertiga mandi sore, hahaha.

Serius, duluuuu banget, sewaktu kecil ngga ada takut-takutnya kami yang anak SD, perempuan pula, makan dan main serta mandi di pondok di sawah. Karena tidak pernah juga ada kejadian yang ‘aneh-aneh’ di kampung. Dan biasanya kalau kami mandi di tempat terbuka seperti itu kami mandi memakai singlet kaos dalam dan celana dalam, hehehe.

Oh ya, selain main dan makan (dan juga mandi) di sawah seringkali kami juga makan-makan, main dan mandi di Pasia, atau tapian Danau Singkarak. Kami kadan-kadang mandi berjam-berjam sembari mencari pensi di Pasia. Sehingga suatu kali saya sakit seminggu ketika 2 hari berturut-gurut mandi lebih dari 2 jam, hahaha.

Emi ternyata juga tinggal di Depok, dekat stasiun Depok. Dia jadi pedagang di sana. Kereen juga dah teman saya yang satu ini. Udah sukses sebagai perantau. Saya tiba-tiba menciut jadinya, merasa malu sama diri saya sendiri, hahaha. Daaan ada kemungkinan kami pernah ketemu di kereta Jakarta – Bogor sebelum-sebelumnya, tapi kami tidak saling ngeh, hehehe.

Suatu sore pertengahan Januari saya bilang ke Emi kalau saya lagi mau jalan ke rumahnya. Saya berangkat dari Cideng menuju Depok Lama naik kereta di Tanah Abang. Dia sih katanyanya ngga percaya, kalau saya serius mau ke rumahnya, dikiranya saya bercanda aja. Setibanya di stasiun Depok Lama saya telpon dia, baru dia percaya karena dengar suara petugas yang selalu ngasih pengumuman dari hape saya, hahaha.

Dia menjemput saya ke stasiun. Daaaan kami saling takjub satu sama lain, hahaha. Dia takjub melihat badan saya yang sekarang kaya karung goni besarnya. Sementara dia tetap langsing, hahaha. Sesuai orderan saya, dia membuat karupuak leak atau kerupuk kuah, cemilan khas urang padang yang sangat enak luar biasa, hahaha. Emi ternyata punya stok karupuak leak di rumahnya.

Maka kamipun berdua reunian ditemani karupuk leak, hahaha. Serius saya jadi kaya orang kesurupan makan karupuk leak. Soalnya saya penggemar berat karupuak leak. Saya menghabiskan karupuak mungkin sampai 10 atau belasan karupuak. Saya kekenyangan banget, hahaha. Dasar lidah padang, sungguh sangat bahagia kalau udah ketemu karupuk leak. Sesederhana itulah kebahagian saya, wkwkwkwk….

Melihat kami berdua ngumpul Rita jadi ‘sirik’, hahaha. Pengen ngumpul juga, pengen makan karupuak leak juga. Dan saya kemudian melontarkan ide ke Emi untuk main ke Jogja. Emi setuju, mau jalan kalau dapat ijin suaminya. Dan Rita pun lantas nawarin kami nginap di rumahnya saat di Jogja. Dan tanggak 3 Februari kemaren saya dan Emi jalan ke Jogja, hehehe.

Gimana cerita ke Jogjanya ntar saya buat di postingan tersendiri, seruuu soalnya.

Advertisements

18 comments

  1. wah enak nih kerupuknya firsty. kalau saya dulu di deket sekolah di bukittinggi kerupuk ini makannya pake kuah pedes dari cirik minyak. btw itu yang disebelah kerupuk kue sagun yaaa…

  2. di padang juga un. karupuak mi kuah hehehe
    karupuaknyo nio karupuak parancih atau karupuak nasi
    agiah kuah sate, agiah mie jo bihun. siram jo kuah lado. ondeh mande lamaknyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s