Bermalam di Parkiran Seruni Point Bromo

Pesawat yang saya dan sahabat saya Linda mendarat di Bandara Juanda Surabaya jam setengah 8. Dan alhamdulillah, Mas Sugi yang akan menemani kami ke Bromo sudah menunggu. Walaupun baru kenal Mas Agus, ternyata Mas Agus ini orangnya sangat asyik. Asyik ngobrolnya, asyik bercandanya. Sehingga kami yang baru kenal dengannya seakan sudah kenal lama saja.

Kami bertiga makan malam di rest area tol Surabaya arah Probolinggo sebelum bergerak ke arah Bromo. Saya dan Linda sudah lapar banget, karena kami mulai masuk pesawat jam 5.25, sekitar 20 menit sebelum masuk waktu magrib. Di rest area ngga cuma makan malam tapi juga sekalian shalat magrib dan isya diqadha dan di qashar. Dan juga sekalian beli persediaan makanan dan minuman untuk di Bromo di mart yang ada di rest area.

Perjalanan membelah malam ke arah Bromo pun dilanjutkan sambil bercerita asyik. Mas Agus menjelaskan dengan gamblang tempat-tempat yang dilewati. Pokoknya sepanjang perjalan menuju Bromo mulai dari keluar bandara Juanda sampai akhirnya tiba tengah malam di Cemoro Lawang, kami bertiga tidak berhenti ngobrol. Dan ngga ada ngantuk-ngantuknya. Seru deh pokoknya.

Tiba di Cemoro Lawang, desa terdekat dengan kawah Bromo sudah lewat tengah malam, hampir jam 1 malam. Rencana awalnya kami mau menginap di homestay, tapi kan sudah tanggung banget kan ya. Kalaupun menginap di homestay 2 jam lagi juga bersiap-siap menuju ke Penanjakan Dua atau yang dikenal juga dengan Seruni Point. Jadi karena tujuan kami adalah ke Seruni Poin, dan mobil bisa dibawa ke Seruni Point, maka kami pun memilih langsung saja menuju Seruni Point.

Setibanya di Seruni Point, ternyata hanya ada kami bertiga saja yang ada di sana. Tidak mobil lain yang parkir. Yang pertama saya lakukan setibanya di sana adalah mencari adalah toiletnya, hehehe. Abisnya tadi kebanyak minum pas makan malam dan di mobil. Untung toiletnya dekat sih, ngga sampai 10 m dari mobil sewaan kami. Dengan menggunakan cahaya senter dari hape saya ke toilet. Saya menggigil kedinginan. Apalagi pas cuci muka sekalian wudhu, brrrrr… berasa pegang es, hahaha.

Suasana malam di Seruni Point gelap banget, hanya cahaya bintang dan sorot lampu yang menerangi kegelapan tersebut. Suasananya sebenarnya enak dan asyik. Gelap dan sunyi. Hanya ada cahaya bintang yang membentang di langit malam (eh ngga juga deng, boong saya, ada cahaya lampu mobil juga kan). Dan juga suara hembusan angin malam yang ditingkahi suara jangkrik (mungkin), saya suka.

Meskipun sebenarnya saya sangat menyukai suasana sepi yang seperti itu, saya tidak bisa menikmatinya. Karena badan saya menggigil kedingan. Jaket saya cuma jaket tipis, jadinya tidak bisa menahan hawa dingin yang melilit tersebut. Tambahan pula saya ngga bawa kupluk ataupun syal. Pya, jangankan kupluk atau syal, kaos kakipun saya lupa membawanya. Yaaa salaaam, niat amat saya ke sini tanpa peralatan perang ya, hahaha.

Daaan akhirannya, saya juga lupa memoto susana malam di sana. Eh, tapi kalau saya poto pun ngga keliatan juga sih… 😛

Rencana awal kami, kami mau mendirikan tenda di parkiran Seruni Point tersebut. Sok-sokan pengen ngulang memori jadi anak pramuka ceritanya. Tapi tidak jadi karena udara dingin yang menggigit ini. Kami akhirnya memutuskan tidur memakai sleeping bag di dalam mobil saja. Emang dasar tidak berbakat jadi pendaki gunung nih, padahal dulu pengen banget naik gunung jaman kuliah hahaha.

Bagian pojok kanan bawah foto adalah parkiran Seruni Point

Teman saya dan Mas Agus memasukkan tubuhnya ke dalam sleeping bag karena ngga kuat dinginnya. Saya sih ngga, sleeping bag hanya saya jadikan selimut biar ngga kedinginan banget. Anggap saja mobil ini sebagai tenda deh. Yang penting bisa tidur sejam atau 2 jam lumayanlah buat memulihkan tenaga sebelum naik ke Seruni Point untuk menyaksikan cahaya matahari pagi yang menyinari Bumi.

Tapi apa daya, saya tidak bisa tidur sampai 2 jam, karena jam 3 pagi saya sudah terbangun. Beberapa jip sudah mulai berdatangan di area parkir. Deru jip di tempat yang sepi tersebut terasa sangat memekakkan telinga. Ditambah lagi suara-suara pengunjung yang ngonong penuh semangat,sehingga saya tidak bisa tidur lagi. Akhirnya hanya tidur-tiduran ayam saja sampai masuk waktu shalat shubuh jam 4 lewat 10 menit.

Saya shalat shubuh di dalam mobil dengan kondisi duduk. Mau gimana lagi kan ya, ngga ada tempat buat shalat. Tapi Linduik ternyata mempunyai ide yang lebih cerdas. Dia menggelar tikar gunung di samping mobil untuk shalat subuh, hehehe. Kemana ya kecerdasan saya tadi? Kenapa ngga kepikiran yah, hahaha…

Selesai shalat shubuh kami bergerak ke Seruni Point untuk menyambut cahaya mentari pagi yang ditunggu oleh pengunjung Bromo. Dari parkiran kami harus berjalan mendaki sekitar 200 – 250 m, lalu menikung naik lagi sejauh ke kiri sekitar 200 – 250 m juga, maka tibalah kami di shelter pertama Seruni Point. Posisi shelter pertama ini bisa dibilang persis di atas parkiran. Mungkin beda tingginya hanya maksimal sekitar 30 m saja. Keliatan kan di foto atas. Dekat banget. Harusnya bisa dikasih tangga saja bisa loh, itu menurut pendapat saya ya.

Di Seruni Point ini sebenarnya ada beberapa tingkat tempat menyaksikan sunrise, tapi kami hanya memilih di tingkat pertama saja. Tidak mau naik lagi ke shelter yang lebih tinggi. Ini saja sudah tidak kuat sama capeknya, hahaha. Mungkin karena kurang olah raga atau badan yang berat, napas saya jadi sesaaak, ngos-ngosaaaan, hahaha. Padahal jarak tempuhnya paling jauh mungkin maksimal hanya 500 m

Pengunjung tingkat pertama Seruni Point ini tidak banyak. Paling banter mungkin hanya sekitar 40 – 50 saja. Saya, selain menikmati keindahan sunrise, yang saya lakukan adalah menyaksikan keseruan orang-orang menkmati pemandangan pagi itu. Seru saja melihat semuanya. Tapi bagus juga sih menikmati suasana pagi yang cerah ceria tanpa banyak orang, hehehe.

Dan kami pun menikmati keindahan sunrise bromo dari sini. Alhamdulillah…

좋은 아침, Bromo…

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s